Bagaimana Cara Agar Anak Berperilaku Positif?


Setiap orangtua pasti ingin anaknya berperilaku positif, sebuah keberuntungan memiliki anak yang seperti itu. Namun, memiliki anak dengan prilaku positif bukanlah tentang keberuntungan, melainkan butuh usaha dan pola asuh berkualitas sehingga anak bertumbuh-kembang dengan baik. 

Dibutuhkan kesabaran, kerja keras dan kesungguhan dari orangtua untuk membentuk karakter dan prilaku anak yang positif. Walaupun anak masih berusia dini, orangtua seharusnya sudah mulai memperkenalkan kebiasaan baik dan prilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, jika anak sudah terbiasa sejak dini maka kedepannya akan lebih mudah.

Anak-Anak
Photo credit: istockphoto.com|dolgachov

Agar hal itu bisa terealisasi maka orangtua harus menjadi panutan yang baik, dimana cara paling ampuh untuk membentuk anak agar berperilaku positif yaitu dengan menunjukkan contohnya (teladan), biarkan anak melihatnya secara langsung. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru berbagai gerak-gerik orangtuanya.

Jika orangtua suka berteriak, maka jangan salahkan jika anak nantinya juga suka teriak-teriak. Disinilah pentingnya orangtua perlu memperbaiki diri, untuk memberikan contoh yang baik dan positif kepada anak.

Orangtua juga perlu aktif mengajarkan anak, jangan malas untuk mengedukasi anak. Dimana anak-anak biasanya belum sempurna akalnya untuk membedakan mana yang baik dan buruk, sehingga orangtua harus rajin-rajin mengajarkan anak agar dapat membedakan yang baik dan buruk.

Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti anak, ini adalah kewajiban orangtua, anak-anak perlu mendapat didikan tentang tindakan mana yang boleh dan tidak.

Latihlah anak sejak kecil untuk bisa memiliki kepekaan terhadap aturan, ingatkan anak secara berkala sehingga anak menyadari bahwa di dalam kehidupan sosial terdapat aturan yang harus diikuti bersama.

Agar anak bisa menghargai orang lain, maka orangtua perlu memberikan contohnya secara langsung, yaitu hargai dan apresiasi anak saat melakukan hal yang baik, dari sini anak akan mulai belajar bagaimana caranya menghargai pihak lain.

Selain itu dengan mengapresiasi dan menghargai perilaku positif anak, maka ini secara tidak langsung memberitahu anak bahwa itu adalah prilaku yang baik, sehingga anak tahu dan semakin termotivasi untuk melakukan perbuatan/prilaku baik tersebut.

Mengapresiasi juga tanpa disadari menjadi bentuk edukasi terhadap anak, yang itu bisa berupa pujian ataupun hadiah. Sehingga orangtua jangan malas untuk memberikan penghargaan setelah anak menunjukkan perilaku yang positif.

Hanya saja, masih banyak orangtua yang malas (atau kurang peduli) untuk memberikan pujian atau apresiasi kepada anak, tapi anehnya selalu mengeluhkan tingkah laku anaknya yang buruk. Padahal, buruknya tingkah laku anak terjadi karena kesalahan orangtua itu sendiri yang kurang peduli dan tidak mengedukasi anak.

Selain itu anak-anak yang jarang mendapatkan pujian atau apresiasi dari orangtua mereka, biasanya merasa kurang mendapat perhatian dan kurang disayangi. Nah seringkali anak-anak yang kurang mendapat perhatian ini, berusaha mencari perhatian orangtua mereka dengan cara melakukan tindakan dan prilaku meyimpang. SEMUA ORANGTUA HARUS MENYADARI HAL INI.

Berikan anak ruang untuk berbicara dan berpendapat. Hindari menjadi orangtua yang otoriter, yang suka mengatur, tapi tidak mau mendengarkan perkataan dan pendapat anak. Seringkali anak berprilaku buruk karena terlalu ditekan, serta tidak mendapatkan ruang untuk berbicara dan berpendapat. Anak bisa saja menjadi kesal karena terus-terusan didikte dan diatur.

Jika ucapan dan pendapat anak sering tidak didengarkan, lama-kelamaan anak bakal protes dan menunjukan prilaku yang buruk, jika dibiarkan saja dan berlangsung dalam waktu lama maka prilaku buruk anak akan menjadi permanen. Jika sudah begitu, akan sulit untuk memperbaiki atau menghilangkan prilaku buruk anak. Tidak mudah menghilangkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan atau tabiat.

Adapun jika anak diberikan ruang berbicara dan berpendapat, ini akan membuat anak merasa dekat dengan orangtuanya, dan nantinya cenderung berprilaku baik. Selain itu, anak juga akan tumbuh dengan perasaan bahagia di dalam keluarga yang saling menghargai, naungan keluarga yang harmonis merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter dan prilaku anak.

Hindari emosi meledak-ledak. Sebagian orangtua mudah sekali memarahi anak, sehingga hal ini memicu anak untuk berprilaku buruk. Sangat tidak bijaksana menegur kesalahan anak dalam kondisi emosi tinggi, seharusnya Anda menenangkan emosi terlebih dahulu sebelum menegur dan memberikan nasehat kepada anak, sehingga mencegah Anda dari emosi tidak terkontrol dan ucapan yang tidak perlu.

Jika orangtua marah dengan meledak-ledak dan mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan, akibatnya justru membuat kondisi semakin parah. Bukan tidak mungkin akibat kejadian seperti ini, anak akan mulai mengembangkan karakter dan prilaku buruk di dalam dirinya.

Selain itu hindari suka membanding-bandingkan anak dan memberikan tuntutan terlalu berat terhadap anak, suka menuntut dan membanding-bandingkan menyebabkan jiwa anak menjadi tertekan. Kondisi jiwa yang tertekan nantinya bisa memicu prilaku buruk di dalam diri anak.

Sebaliknya, Anda seharusnya memberikan cinta tulus kepada anak, sehingga anak tumbuh dengan perasaan disayangi. Anda bisa menegur anak saat ia melakukan kesalahan, tapi tegur dan nasehati anak dengan perasaan cinta. Perasaan anak sangatlah peka, anak bakal merasakan sayang dan cinta orangtua mereka sekalipun dalam keadaan ditegur.

Usahakan anak dikelilingi oleh orang-orang yang positif. Orang-orang yang bergaul dan berinteraksi dengan anak Anda, nantinya memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap cara berpikir dan prilaku anak Anda. Jika anak berada di lingkungan orang-orang yang berprilaku dan berpikikiran positif, nantinya itu akan sangat menguntungkan Anda sebagai orangtua. Tanpa perlu bekerja sangat keras, lingkungan yang positif akan membentuk anak Anda menjadi pribadi yang positif juga.

Jadi faktor lingkungan akan sangat memengaruhi segala aspek dalam kehidupan anak Anda. Oleh karena itu, carilah rumah dengan kondisi lingkungan yang baik dan kondusif untuk tumbuh kembang anak Anda. Sejak dini usahakan anak bersama orang-orang yang bahagia dan positif, pastikan anak berada di lingkungan pergaulan yang baik.

Jauh lebih berpengaruh melihat contoh secara langsung daripada dinasehati secara verbal. Oleh karena itu, usahakan anak berada di lingkungan yang baik sehingga ia akan sering melihat prilaku-prilaku yang positif di lingkungannya, yang cepat atau lambat anak bakal menirunya.

Selain itu, orangtua dalam berinteraksi dengan anak biasakan untuk mengucapkan kata “maaf, tolong, terima kasih”, itu merupakan tiga kata ajaib yang berdampak baik terhadap sifat dan prilaku anak. Selain itu, anak nantinya juga akan belajar dan terbiasa untuk mengucapkan “maaf, tolong, terima kasih”.

Orangtua harus bisa menjadi pendengar yang baik. Agar anak merasa didengarkan, tunjukkan ketertarikan Anda dengan cara mengangguk atau sesekali mengulang apa yang dikatakan anak. Dengan merasa didengarkan dan diperhatikan, ini membantu anak untuk mengatasi emosinya dan rasa frustasi yang terkadang memicu perilaku negatif.

Jika anak merasa ucapannya didengarkan secara aktif, membuat anak merasa nyaman dan dihargai, hal ini efektif mencegah munculnya gangguan prilaku, tantrum dan semacamnya pada anak. Dengan begitu juga, proses pembentukan prilaku positif hendaknya sudah dimulai sejak usia dini.

Hal lain yang perlu diketahui untuk membentuk prilaku positif pada anak, yaitu:
  1. Sebisa mungkin hindari perselisihan yang tidak perlu atau tidak penting.
  2. Hindari juga bentuk komentar negatif yang dapat memicu konflik, yang dapat merenggangkan hubungan orangtua dan anak.
  3. Hindari kebiasaan suka meledek anak, sekalipun itu hanya gurauan.
  4. Hindari bercanda secara berlebihan karena biasanya memicu perilaku negatif.
  5. Biasakan memberikan pujian dan reward ketika anak berperilaku baik.
  6. Jangan pernah berbohong dan mengingkari janji kepada anak. Jika anak mendapati orangtuanya suka berbohong dan mengingkari janji, dapat memicu anak memiliki sifat buruk.
  7. Berbohong dan ingkar janji dapat menyebabkan anak kecewa. Rasa kecewa dapat memicu anak berprilaku buruk.
  8. Jangan memberlakukan terlalu banyak batasan dan aturan pada anak.
  9. Hindari bentuk pola asuh yang over protektif, dan jangan terlalu sering mengkritik anak.
  10. Pastikan anak tumbuh dengan kondisi fisik dan psikis yang sehat.
  11. Meskipun tidak harus selalu, tapi cobalah ucapkan kata-kata yang dapat memotivasi dalam interaksi sehari-hari dengan anak. Jika anak menjalani kehidupannya dengan penuh semangat, ini membantunya untuk memiliki perilaku positif.




Tulisan Terkait: