16 Sifat Buruk Manusia yang Wajib Dihindari

Ilustrasi Gampang Tersinggung
Ilustrasi Gampang Tersinggung | Photo credit: istockphoto.com|SIphotography

Siapa diantara kita yang tidak punya sifat buruk? Sejujurnya, tidak ada manusia yang sempurna. Kita semua pasti memiliki kekurangan berupa sifat buruk, hanya saja kita bisa mengupayakan memperbaiki diri dan meminimalisir sifat buruk.

Tatkala memiliki kekurangan hendaklah berupaya memperbaiki diri, sehingga menjadikan Anda pribadi yang berkualitas. Jenis sifat manusia ada 2 yaitu sifat positif (baik) dan sifat negatif (buruk), pada artikel ini akan khusus menjelaskan berbagai sifat buruk manusia.

Sifat-Sifat Buruk Manusia


1. Egois

Sifat egois adalah sifat yang hanya mengutamakan kepentingan dan kepuasan diri sendiri, tanpa memperhatikan kebutuhan, perasaan atau kepentingan orang lain.

Orang dengan sifat egois akan sangat menyebalkan dan biasanya cenderung melanggar hak orang lain. Memiliki sifat egois akan membuat seseorang dibenci oleh lingkungannya, lebih parah lagi orang egois yang mengutamakan kepentingan diri sendiri ketimbang kepentingan umum.

Orang yang egois (hanya mementingkan diri sendiri) biasanya bakal kesusahan untuk menciptakan hubungan yang sehat dan saling menguntungkan. Inilah yang menjadikan alasan orang-orang yang punya sifat egois cenderung kesepian dan kehidupannya terisolasi.

Dalam konteks kehidupan sosial-masyarakat, bahaya sifat egois mengakibatkan kerusakan serius di kehidupan sosial, yakni hubungan yang buruk antar manusia karena masing-masing orang hanya memikirkan diri sendiri dan tak peduli pada kondisi orang lain yang kesulitan.

2. Rakus

Sifat rakus adalah keinginan untuk memiliki lebih banyak secara ekstrem (khususnya dalam hal materi, uang dan jabatan) tanpa memperhatikan hak orang lain.

Orang yang rakus sulit bahagia dengan apa yang dipunyai karena selalu ingin lebih dan lebih.

Dampak buruk sifat rakus yaitu rasa ketidakpuasan yang terus-menerus, dimana hatinya senantiasa merasa sempit walaupun sudah memperoleh level kekayaan atau achievement luar biasa, akibatnya orang rakus rentan mengalami ketidakstabilan emosi (seperti frustasi, depresi dll) karena pikirannya secara ekstrem terpaku pada keinginan memperoleh lebih dan lebih.

Bahaya sifat rakus yaitu hilangnya nilai moral dan bisa merugikan orang lain. Contohnya: sifat rakus menyebabkan seseorang secara ekstrem ingin mendapatkan banyak harta, sifat ini memicu seseorang untuk melakukan tindakan korupsi.

Tindakan korupsi menyengsarakan banyak orang, dan menyebabkan rusaknya nilai moral. Kegilaan untuk memperoleh kekayaan seringkali mengakibatkan seseorang kehilangan nilai moral dan rasa empati.

3. Pendendam

Sifat pendendam adalah sifat yang suka menyimpan kemarahan dalam waktu lama kepada orang lain karena merasa orang tersebut telah menzoliminya, lalu memiliki keinginan kuat untuk membalas.

Bahaya sifat pendendam yaitu bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental, dimana memendam kemarahan dalam waktu lama berisiko memicu stres kronis, gangguan kecemasan, depresi, kepala pusing, penyakit stroke, hingga membahayakan kesehatan jantung.

Mengisi pikiran dan hati dengan 'dendam' bisa merusak kesejahteraan hidup. Belum lagi perasaan dendam yang dipelihara bakal menghabiskan banyak energi dan menguras mental.

Apalagi sifat pendendam bisa memicu seseorang untuk melakukan tindakan kekerasan, sehingga bakal repot jadinya karena berurusan dengan hukum.

4. Sombong

Sifat sombong adalah merasa lebih penting, lebih hebat, lebih superior dan lebih bernilai. Orang sombong merasa dirinya unggul, sehingga dia tanpa ragu bakal gampang merendahkan orang lain.

Orang sombong biasanya susah untuk menerima pendapat dan masukan, bahkan cenderung merendahkan pandangan orang lain yang berbeda.

Bahaya sifat sombong:
  • Terhambatnya Perkembangan Kualitas Diri. Itu karena orang sombong merasa dirinya pintar dan super hebat, sehingga cenderung meremehkan setiap masukan dari orang lain. Sifat negatif seperti ini menghambat perkembangan diri dan menghilangkan potensi terbaik diri sendiri.
  • Terisolasi. Sifat sombong ternyata bisa menyebabkan seseorang terisolasi, dimana masyarakat sosial cenderung menjauhi (berusaha menghindar) dari bergaul dengan orang sombong.
  • Kehidupan Sosial Hancur. Orang sombong biasanya punya hambatan besar di kehidupan sosial-masyarakat, yakni kesusahan untuk bergaul dan membuat relasi sehat dengan orang-orang. Sifat sombong yang suka menyepelekan individu lain dan merasa hebat sendiri justru menyebabkan seseorang susah dapat teman.
  • Team Work Buruk. Orang sombong merasa dirinya paling hebat dan enggan menerima kritik dari pihak lain, sifat sombong ini bakal menjadikannya sangat buruk dalam kerja sama tim. 
  • Sudut Pandang Sempit. Orang yang sombong cenderung suka meremehkan dan tidak mau mendengarkan sudut pandang pihak lain, padahal sudut pandang orang lain diperlukan untuk menambahkan wawasan dan pengetahuan.
  • Karier Terhambat. Sifat sombong bisa menghambat perkembangan pekerjaan atau karier seseorang, sudah bisa dibayangkan jika seseorang dibenci di tempat kerjanya (apalagi dibenci oleh bos), itu bakal menjadi hambatan besar dalam perkembangan karier.

Sangat dianjurkan untuk meredam sifat sombong, lalu melatih sifat rendah hati, mau mendengarkan pendapat orang lain, serta menghargai dan menghormati pihak lain.

5. Suka Mengeluh

Orang dengan sifat suka mengeluh biasanya pikirannya terlalu berkutat ke arah negatif, dengan kata lain lebih condong melihat sisi buruk ketimbang sisi baik.

Orang yang suka mengeluh bakal terus-terusan menyatakan keluhan ketimbang mencari solusi dari problem yang muncul. Hal inilah mengapa sifat suka mengeluh menyebabkan seseorang menjadi kurang kreatif dalam mencari solusi, sebab waktunya terlalu banyak dihabiskan untuk mengeluh.

Selain itu, sifat suka mengeluh menyebabkan orang-orang di sekeliling menjadi tidak nyaman dan terganggu. Anda tentu bisa membayangkan jika punya teman yang terus-terusan mengeluh, tentunya Anda tidak nyaman, bukan?

Dampak buruk suka mengeluh yaitu bisa memicu pola pikir negatif, termasuk merusak pikiran dalam memandang kehidupan. Bahkan mengeluh terus-menerus bisa memicu stres, pikiran negatif, kecemasan, depresi, turunnya produktivitas karena sibuk meratap, hingga masalah kesehatan fisik.

6. Dengki

Dengki adalah perasaan tidak senang terhadap keberhasilan, keberuntungan atau kebahagiaan orang lain. Sifat dengki bisa sampai tahap akut, yakni tatkala seseorang terlalu ekstrem membandingkan diri dengan orang lain, lalu berpikir semuanya tidak adil tatkala melihat kesuksesan dan kebahagiaan orang lain.

Cara berpikir yang TIDAK RELA terhadap kebahagiaan orang lain adalah bentuk sifat dengki akut.  Dampak buruk sifat dengki yaitu bisa merusak kesehatan mental, dimana perasaan cemburu, dengki dan iri terus-menerus bisa menimbulkan tekanan psikologis dan emosi.

Orang yang dengki biasanya sulit merasa tulus dengan keberhasilan orang lain, ini bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan kehidupan sosial.

Sifat dengki juga menyebabkan habisnya energi, kelelahan, gampang cemas, depresi, tidak bahagia, perilaku dekstruktif (seperti ghibah, fitnah), hingga memicu perilaku agresif.

Bahkan penelitian menunjukan bahwa merasa dengki terus-menerus bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti hipertensi dan melemahnya sistem imun.

Dengan demikian, sangat ditekankan untuk berlatih mengembangkan cara pandang positif terhadap keberhasilan orang lain, ini ternyata sangat membantu untuk bisa fokus pada perkembangan kualitas diri sendiri.

7. Pelit

Orang pelit enggan untuk memberikan bantuan (baik itu berbentuk uang, barang, waktu dll) sekalipun dia sangat mampu melakukannya.

Sifat pelit bisa memunculkan rasa tidak suka dari orang-orang, bahkan orang yang pelit berisiko mengalami isolasi sosial.

Sifat pelit bisa menyebabkan hilangnya dukungan sosial, orang yang pelit berisiko tidak memperoleh dukungan yang seharusnya diterima dari lingkungan sosialnya.

Tindakan berbagi pada orang yang membutuhkan akan memunculkan perasaan puas dan bahagia. Oleh karena itu, orang pelit berisiko tidak mendapatkan kebahagiaan ini.

8. Malas

Sifat malas adalah bentuk perilaku kurang aktif, minimnya semangat, suka menunda-nunda mengerjakan tugas padahal penting, hingga melalaikan kewajiban.

Termasuk sifat malas yaitu rendahnya motivasi untuk meningkatkan skill dan pengetahuan. Kemalasan bisa timbul di bermacam aspek seperti tempat kerja, pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Dampak buruk sifat malas yaitu menyebabkan seseorang tidak produktif, gampang bosan, gampang frustasi, kehilangan semangat hidup, kualitas diri tidak berkembang, rasa tidak puas dalam kehidupan, hingga hilangnya potensi diri.

9. Pemarah

Orang dengan sifat pemarah bakal gampang terpancing memperlihatkan emosi secara berlebihan, dimana terlalu mudah terpancing emosi saat menemui hal-hal yang menjengkelkan atau hal yang tak sesuai harapan.

Orang pemarah sulit untuk mengontrol emosi dan biasanya gampang frustasi. Sifat pemarah ini bisa berbahaya karena berefek buruk pada kehidupan sosial, entah itu di tempat kerja, keluarga dan dunia pertemanan.

Selain itu, setelah meluapkan kemarahan, umumnya individu dengan sifaf pemarah bakal sangat menyesal dan kecewa dengan diri sendiri karena reaksi yang berlebihan.

Orang dengan sifat pemarah ekstrem berisiko mengalami masalah stres kronis, bipolar, depresi dan gangguan mood.

10. Tidak Bersyukur

Ini merupakan perilaku yang tidak menghargai atau apa yang sudah dimiliki di kehidupan. Orang tidak bersyukur karena terlalu fokus melihat apa-apa yang belum dimiliki, dan kurang menyadari terhadap nikmat dan hal-hal yang sudah dimiliki.

Orang yang tidak bersyukur biasanya gampang mengeluh, ini hanya akan menyiksa diri sendiri. Orang yang tidak bersyukur cenderung tidak bahagia di dalam kehidupan karena fokusnya pada kekurangan dan kekecewaan.

Selain itu sifat tidak bersyukur menyebabkan seseorang gampang terkena stres, kecemasan dan punya persepsi negatif terhadap diri sendiri.

11. Pembohong

Kebohongan kecil bisa menjadi bola salju, sekali berbohong bakal terus-terusan berbohong. Dampak buruk suka berbohong yaitu pelakunya rentan mengalami stres, kecemasan hingga merasa rendah diri, sehingga berdampak buruk pada kesejahteraan mental.

Sering berbohong dapat menghancurkan harga diri, dimana orang yang suka berbohong mungkin merasa bersalah, merasa rendah diri dan kehilangan harga diri.

Ditambah lagi sifat suka berbohong bisa menyebabkan rusaknya hubungan sosial dan hilangnya kepercayaan.

12. Baperan

Orang dengan sifat baperan (bawa perasaan) biasanya gampang tersinggung dan 'peka berlebihan' terhadap ucapan atau tindakan orang lain. Sifat baperan hanya akan menyusahkan diri sendiri.

Orang baperan gampang emosional hanya karena peristiwa kecil, ini bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang baperan.

Disebabkan perasaan mudah tersinggung dan merasa paling tersakiti, orang baperan rentan untuk mengalami konflik sosial. Ini bisa bikin orang baperan mengalami isolasi sosial, dimana orang lain malas bergaul dengan orang yang sedikit-sedikit tersinggung.

Orang baperan terlalu berlebihan dalam menafsirkan ucapan dan perilaku orang lain, dan punya ketergantungan pada pengakuan eksternal.

13. Caper

Sifat buruk manusia yaitu caper. Caper yaitu mencari perhatian dari orang lain melalui perilaku atau penampilan secara berlebihan. Orang caper memiliki keinginan menggebu-gebu untuk dipuji atau diperhatikan.

Orang caper biasanya kesusahan untuk membangun pergaulan yang sehat, sebab perilaku yang terlalu dibuat-buat (karena caper) bakal menghilangkan bentuk interaksi yang alami.

Orang caper seringkali bikin orang-orang di sekitar tidak nyaman, bahkan bisa saja orang caper dibenci lingkungan sosialnya.

Sifat caper bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seperti stres dan kecemasan, hal itu karena orang caper memiliki ketergantungan ekstrem pada perhatian dan pujian orang lain.

14. Perfeksionis

Sifat perfeksionis adalah keinginan untuk mencapai level sempurna atau standar yang tinggi, alhasil punya ekspetasi tinggi pada diri sendiri.

Orang perfeksionis seringkali merasa kecewa dengan hasil kerjanya, menganggap itu tidak sesuai dengan yang diharapkan atau diinginkan.

Sekalipun memperoleh hasil yang baik, orang perfeksionis tetap merasa tak puas. Orang perfeksionis seringkali menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.

Orang perfeksionis sering mengalami stres karena selalu 'dicambuk' untuk mencapai standar yang amat tinggi. Selain itu, perasaan gagal yang sering muncul bisa menyebabkan frustasi dan depresi.

15. Minderan

Orang dengan sifat minder biasanya punya persepsi diri negatif seperti tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, tidak percaya diri, takut pada tantangan dan takut penolakan orang lain.

Orang dengan sifat minder memandang orang lain lebih baik secara berlebihan, sehingga merasa inferior dalam tahap ekstrem. Perasaan seperti ini harus dihilangkan.

Orang yang minderan takut berlebihan terhadap kritik dan penolakan, sehingga tidak berani unutk menyampaikan pemikirannya. Sifat minder bisa menghambat kemampuan untuk berkomunikasi secara positif dengan orang lain, ini bisa memicu depresi.

Cara mengatasi sifat minder yaitu mulailah menghargai diri sendiri dengan cara menghargai segala pencapaian Anda, sekecil apapun itu.

Lalu hindari suka membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, setiap orang punya prosesnya masing-masing.

Penting juga menerima diri apa adanya, setiap orang itu unik, masing-masing orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Gali dan ketahui apa bakat terpendam yang Anda miliki lalu kembangkan, ini efektif menghilangkan rasa minder.

16. Tidak Sabaran

Namanya orang hidup itu harus bisa sabar, selalu ingat bahwa tidak semua hal datang dengan instan. Sifat tidak sabaran menyebabkan banyak bencana, termasuk sifat tidak sabaran seringkali menyebabkan orang-orang membuat keputusan sembrono tanpa mempertimbangkan dampaknya.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: