Sultan Baabullah (1528-1583), Pahlawan Nasional dari Ternate

Sultan Baabullah (1528-1583) memerintah Kesultanan Ternate pada periode 1570-1583. Beliau merupakan Sultan yang paling dikenal di dalam sejarah Ternate karena peran besarnya dalam perjuangan melawan penjajah Portugis. Selain itu di bawah kepemimpinannya Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya, sehingga beliau dijuluki dengan "Penguasa 72 Pulau".

Wilayah Kesultanan Ternate pada masa pemerintahannya mencakup banyak pulau di Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Bahkan Kesultanan Ternate punya pengaruh besar ke banyak wilayah, mencapai Bima (Sumbawa bagian timur), Solor (Lamaholot), Mindanao, Raja Ampat dan lainnya.

Cut Nyak Dhien (1848-1908), Wanita Aceh yang Disegani Belanda

Nama          : Cut Nyak Dhien
Lahir           : 1848, Lampadang, Kesultanan Aceh
Meninggal  : 6 November 1908 (Usia 60 tahun) di Sumedang, Hindia Belanda
Orang tua   : Teuku Nanta Seutia
Suami         : Ibrahim Lamnga (suami pertama), Teuku Umar (suami kedua)
Anak           : Cut Gambang

Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda. Ia juga memiliki saudara kandung yang bernama Teuku Rayu, dan menantu yang bernama Teuku Mayet Ditiro.

Sultan Iskandar Muda (1593-1636) Pemimpin Terbesar Kesultanan Aceh

Nama : Sultan Iskandar Muda
Lahir   : 1590 atau 1593
Wafat : 27 Desember 1636
Ayah   : Sultan Mansur Syah
Ibu      : Puteri Raja Indera Bangsa

Sultan Iskandar Muda lahir di Bandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh. Beliau berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu raja yang paling terkenal di Kesultanan Aceh. Daerah kekuasaannya sangat luas dan reputasinya sebagai pemimipin kerajaan Islam sangat terkenal hingga ke seluruh dunia.

Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1695), Masa Kejayaan Kesultanan Banten

Nama : Sultan Ageng Tirtayasa (Abu al-Fath Abdulfattah)
Lahir   : 1631, Banten
Wafat : 1695, Jakarta
Ayah   : Abdul Ma’ali Ahmad
Ibu      : Ratu Martakusuma

Sultan Ageng Tirtayasa adalah raja Kesultanan Banten yang memerintah di abad ke-17. Perjalanan hidupnya dikenang oleh orang-orang banyak setelahnya, beliau melakukan perjuangan panjang untuk menghadapi penjajah Belanda.

Sultan Hasanuddin (1631-1670), Sultan dari Kerajaan Gowa, Sulawesi

Nama : Sultan Hasanuddin
Nama Asli : I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe
Lahir : Makassar, 12 Januari 1631
Wafat : Makassar 12 Juni 1670
Orang Tua: Sultan Malikussaid & I Sabbe To’mo Lakuntu

Sultan Hasanuddin lahir pada tanggal 12 Januari 1631 dan meninggal tanggal 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun. Sultan Hasanuddin adalah anak dari Raja Gowa ke-15, Sultan Muhammad Said (Malikussaid). Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa mulai tahun 1653 sampai 1669.

Malahayati (1550-1615), Laksamana Wanita Pertama di Dunia dari Aceh

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Laksamana Keumala Hayati (dikenal dengan nama Malahayati) lahir pada tahun 1550 di Aceh Besar, Kesultanan Aceh dan meninggal pada tahun 1615 di Aceh Besar, Kesultanan Aceh.

Malahayati hidup di masa Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Alauddin Ali Riayat Syah IV. Dia seorang pejuang perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh. 

Pangeran Diponegoro (1785-1855), Meninggalkan Tahta Kekuasaan Demi Berperang Lawan Belanda

Pangeran Diponegoro (1785-1855)
- Lahir: Yogyakarta, 11 November 1785.
- Meninggal: Makassar, 8 Januari 1855 (pada umur 69 tahun).

Pangeran Diponegoro yang dikenal juga dengan nama Pangeran Harya Dipanegara merupakan seorang pahlawan nasional yang melakukan aksi heroiknya memimpin Perang Jawa (juga dikenal dengan nama Perang Diponegoro) pada 1825-1830 melawan pemerintah Hindia Belanda.

Pentingnya Toleransi Sebagai Kunci Perdamaian (Cara Mewujudkannya)

Akhir-akhir ini banyak orang yang membicarakan toleransi, ini sebenarnya sangatlah bagus karena toleransi adalah kunci untuk terwujudnya perdamaian, keamanan, kenyamanan dan stabilitas dalam bermasyarakat dan bernegara.

Secara istilah toleransi berasal dari bahasa latin “tolerare” yang artinya sabar dan menahan diri. Jika berkaca dari istilahnya, maka makna toleransi (diantarnya) yaitu menahan diri dari menindas pihak individu atau kelompok yang lebih lemah, atau menahan diri dari bersikap agresif terhadap hal-hal yang tidak sejalan. Pada dasarnya, toleransi sebuah sikap untuk menghormati pihak individu atau kelompok lain. 

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Menjadi orangtua harus sabar-sabar menghadapi tingkah laku anak yang tidak sesuai harapan. Salah satu masalah yang sering dihadapi orangtua yaitu anak rewel dan susah makan, atau anak bersikeras hanya mau satu jenis makanan tertentu selama berhari-hari. Setelah memasuki usia setahun biasanya anak baru mulai bisa rewel soal makanan, ingin ini dan gak mau itu.

Orangtua tentu sangat ingin memberikan asupan gizi terbaik untuk anak, juga ingin agar si anak doyan makan sayur dan asupan sehat lainnya. Tapi orangtua harus bersikap tenang saat anak gak mau makan, jangan mudah terbawa emosi. Jika orangtua emosi memarahi anak, yang ada suasana menjadi tidak menyenangkan dan mencekam.

Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Orang tua tentu ingin punya anak cerdas, kecerdasan memang bisa menurun dari orangtua ke anak, tapi yang paling penting adalah melatih dan mengoptimalkannya. Nutrisi yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan secara signifikan sangat mempengaruhi perkembangan otak anak, selain itu kasih sayang dan pendidikan orangtua ke anak berpengaruh besar terhadap tingkat kecerdasan anak.

Orangtua harus bekerja keras untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, tidak cukup sekedar memasukan anak ke sekolah bagus dan memberikan fasilitas. Anak cerdas lahir dari keluarga yang paham pola asuh dan pendidikan anak yang baik.