10 Cara Ampuh Memperkuat Ikatan Emosional Orangtua dan Anak

Kondisi hubungan orangtua dan anak sejak masa kecil akan sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak di masa mendatang. Jadi peran orangtua sangat vital terhadap perkembangan tingkat kecerdasan anak, karakter hingga bentuk prilaku anak. 

Dengan begitu, orangtua harus benar-benar memperhatikan serta menjaga hubungan yang sehat dengan anak-anaknya. Dimana umumnya anak-anak yang terlibat dalam kenakalan remaja bahkan aksi kriminalitas memiliki hubungan yang buruk dengan orangtua mereka, dengan kata lain si Anak tidak dekat dengan orangtuanya.

Manfaat dan Besarnya Pengaruh Teman Terhadap Karakter Anak

Setelah anak memasuki usia sekolah, ia akan mulai sering bergaul dan memiliki teman-teman. Anak mulai meningkatkan kemampuan interaksi dan sosialnya, dimana membangun hubungan pertemanan akan menghasilkan berbagai manfaat untuk anak.

Jika anak sudah terbiasa untuk menjalin pertemanan, hal ini membantu meningkatkan kepercayaan dirinya, serta kemandirian anak juga mulai tebentuk. Dengan menjalani pertemanan membuat anak tahu tentang lingkungannya, anak juga sadar dirinya disenangi dan diterima oleh beberapa orang. Hal seperti ini berguna untuk rasa percaya dirinya, dimana anak bisa melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang menyenangkan dan diakui orang-orang.

Cara Mengoptimalkan Perkembangan Motorik Kasar & Halus Anak

Terdapat perbedaan kondisi antara anak-anak yang tumbuh di generasi dulu dengan anak-anak yang tumbuh di zaman digital seperti saat ini. Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini bisa menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya anak sejak kecil terpapar dengan teknologi secara berlebihan.

Misalnya sebuah masalah yang cukup serius yaitu anak sejak kecil sudah sibuk memainkan smartphone, sehingga menjadikannya jarang bergerak dan berlari. Padahal sejak kecil seharusnya anak aktif untuk bergerak kesana-kemari agar tumbuh kembangnya optimal.

Cara Membangun Keluarga yang Bahagia, Tapi Butuh Proses

Keluarga bahagia adalah kondisi keluarga yang menikmati kebersamaan dalam suka dan duka, yang ditandai dengan saling menyayangi, saling melindungi, saling menghargai dan saling menerima kekurangan masing-masing.

Hanya saja sebagian orang terlalu fokus pada pekerjaannya sehingga melalaikan kebersamaan dengan keluarga, padahal seharusnya keluarga menjadi prioritas, apapun yang terjadi. Sekalipun Anda termasuk orang yang gila kerja, tetap jadikan pekerjaan sekedar nomor dua dari prioritas Anda.

Sultan Baabullah (1528-1583), Pahlawan Nasional dari Ternate

Sultan Baabullah (1528-1583) memerintah Kesultanan Ternate pada periode 1570-1583. Beliau merupakan Sultan yang paling dikenal di dalam sejarah Ternate karena peran besarnya dalam perjuangan melawan penjajah Portugis. Selain itu di bawah kepemimpinannya Kesultanan Ternate mencapai puncak kejayaannya, sehingga beliau dijuluki dengan "Penguasa 72 Pulau".

Wilayah Kesultanan Ternate pada masa pemerintahannya mencakup banyak pulau di Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Bahkan Kesultanan Ternate punya pengaruh besar ke banyak wilayah, mencapai Bima (Sumbawa bagian timur), Solor (Lamaholot), Mindanao, Raja Ampat dan lainnya.

Cut Nyak Dhien (1848-1908), Wanita Aceh yang Disegani Belanda

Nama          : Cut Nyak Dhien
Lahir           : 1848, Lampadang, Kesultanan Aceh
Meninggal  : 6 November 1908 (Usia 60 tahun) di Sumedang, Hindia Belanda
Orang tua   : Teuku Nanta Seutia
Suami         : Ibrahim Lamnga (suami pertama), Teuku Umar (suami kedua)
Anak           : Cut Gambang

Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda. Ia juga memiliki saudara kandung yang bernama Teuku Rayu, dan menantu yang bernama Teuku Mayet Ditiro.

Sultan Iskandar Muda (1593-1636) Pemimpin Terbesar Kesultanan Aceh

Nama : Sultan Iskandar Muda
Lahir   : 1590 atau 1593
Wafat : 27 Desember 1636
Ayah   : Sultan Mansur Syah
Ibu      : Puteri Raja Indera Bangsa

Sultan Iskandar Muda lahir di Bandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh. Beliau berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu raja yang paling terkenal di Kesultanan Aceh. Daerah kekuasaannya sangat luas dan reputasinya sebagai pemimipin kerajaan Islam sangat terkenal hingga ke seluruh dunia.

Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1695), Masa Kejayaan Kesultanan Banten

Nama : Sultan Ageng Tirtayasa (Abu al-Fath Abdulfattah)
Lahir   : 1631, Banten
Wafat : 1695, Jakarta
Ayah   : Abdul Ma’ali Ahmad
Ibu      : Ratu Martakusuma

Sultan Ageng Tirtayasa adalah raja Kesultanan Banten yang memerintah di abad ke-17. Perjalanan hidupnya dikenang oleh orang-orang banyak setelahnya, beliau melakukan perjuangan panjang untuk menghadapi penjajah Belanda.

Sultan Hasanuddin (1631-1670), Sultan dari Kerajaan Gowa, Sulawesi

Nama : Sultan Hasanuddin
Nama Asli : I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe
Lahir : Makassar, 12 Januari 1631
Wafat : Makassar 12 Juni 1670
Orang Tua: Sultan Malikussaid & I Sabbe To’mo Lakuntu

Sultan Hasanuddin lahir pada tanggal 12 Januari 1631 dan meninggal tanggal 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun. Sultan Hasanuddin adalah anak dari Raja Gowa ke-15, Sultan Muhammad Said (Malikussaid). Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa mulai tahun 1653 sampai 1669.

Malahayati (1550-1615), Laksamana Wanita Pertama di Dunia dari Aceh

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Laksamana Keumala Hayati (dikenal dengan nama Malahayati) lahir pada tahun 1550 di Aceh Besar, Kesultanan Aceh dan meninggal pada tahun 1615 di Aceh Besar, Kesultanan Aceh.

Malahayati hidup di masa Kesultanan Aceh dipimpin oleh Sultan Alauddin Ali Riayat Syah IV. Dia seorang pejuang perempuan yang berasal dari Kesultanan Aceh.