Pentingnya Keharmonisan Keluarga Untuk Perkembangan Anak, Berikut Kiatnya!


Dalam menjalani bahtera rumah tangga, terkadang terjadi perselisihan yang berujung cekcok antara suami dan istri. Hal ini masih normal jika terjadi sesekali (jarang).

Adapun jika orang tua sering cekcok atau bertengkar, dampaknya bisa sangat buruk untuk kejiwaan anak.

Keluarga Bahagia
Keluarga Bahagia | Photo credit: Shutterstock.com / By Monkey Business Images

Menjadi sangat buruk jika orang tua sering bertengkar, bahkan di hadapan anak-anak sekalipun.

Ketika sedang berselisih atau cekcok hindari sebisa mungkin di depan anak-anak.

Kondisi keluarga yang tidak harmonis akan sangat merusak kejiwaan anak. Anak-anak dari kecil sangat membutuhkan kasih sayang dan ketenangan, hal ini sangat penting agar perkembangan anak berjalan dengan baik.

Adapun seringnya pertengkaran di dalam rumah akan sangat merugikan anak. Anak akan merasa tidak aman dan nyaman.

Anak bisa tumbuh menjadi sosok yang pemarah akibat kondisi di dalam rumah yang tidak kondusif, juga anak menjadi pemurung, atau sebaliknya yaitu suka memukul. Berikut dampak buruk lainnya pada anak akibat keluarga tidak harmonis:
  • Anak menjadi anti-sosial.
  • Anak rentan depresi.
  • Anak menjadi terlalu pendiam.
  • Karakter anak sangat emosional.
  • Anak menjadi kurang percaya diri.
  • Anak rentan untuk bertindak berbahaya seperti memukul ataupun melukai orang lain.
  • Semangat belajar anak menurun.

Usahakan seminimal mungkin terjadi pertengkaran di dalam rumah tangga. Jika terjadi perselisihan antara suami-istri, maka jangan sampai diperlihatkan di depan anak.

Jangan sampai suami-istri bertengkar di depan anak-anak, karena dampaknya sangat buruk bagi kejiwaan anak, yang pengaruh buruknya akan terus ada hingga anak kelak sudah remaja dan dewasa.

Sangat penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan harmonis bagi anak-anaknya. Biarkan anak Anda tumbuh melihat kedua orang tuanya harmonis dan bahagia.

Keuntungan Keluarga Harmonis: Suatu saat nanti anak-anak pasti akan beranjak dewasa dan bekeluarga sendiri. Mereka sudah melihat gambaran keluarga harmonis yang diperoleh dari orangtuanya.

Anak Anda nanti akan mengatakan: “Saya ingin membina rumah tangga seperti contoh ayah ibuku dulu...” Bukankah Anda sebagai orang tua sangat bangga dan menginginkan hal ini?


Hal yang sangat membahagiakan ketika Anda sebagai orang tua telah “sukses” menjadi panutan untuk anak-anak Anda.

Menggapai Keharmonisan Rumah Tangga

Keluarga harmonis adalah dambaan yang sangat diidam-idamkan. Berikut kiat-kiat agar keluarga harmonis:

1. Terimalah kelebihan dan kekurangan pasangan. Tidak ada orang yang selalu sempurna, pasti terkadang melakukan kesalahan dan kekurangan. Tentunya sangat tidak fair jika Anda marah karena satu kesalahan pasangan tapi melupakan banyak kebaikan dari pasangan. Sangat penting untuk lapang dada dan berjiwa besar untuk menerima beberapa kekurangan yang dimiliki pasangan.

2. Fokuslah untuk kebahagiaan dan pendidikan anak. Orang tua yang baik adalah yang bersungguh-sugguh untuk memberikan kehidupan yang tenang, nyaman dan membahagiakan anak-anaknya. Hentikanlah segala perselisihan dan fokuslah pada masa depan anak-anak.

3. Lupakan kesalahan pasangan di masa lalu. Semua manusia pasti memiliki kesalahan, tidak terkecuali pasangan Anda. Oleh karena itu berfikir bijaklah, jangan karena satu kesalahan pasangan lantas Anda melupakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan pasangan.

4. Buanglah negatif thinking (buruk sangka). Hindari tuduhan yang tidak mendasar, tahan diri dari menuduh yang tidak-tidak karena dampaknya bisa sangat fatal. Seringkali rumah tangga yang seharusnya harmonis justru menjadi berantakan akibat tuduhan-tuduhan yang masih dugaan semata.

5. Miliki rencana masa depan. Dengan memiliki perencanaan kehidupan yang jelas maka akan dapat mengokohkan keharmonisan rumah tangga. Suami-istri akan fokus menggapai tujuan yang telah diencanakan, sehingga terhindar dari mengurusi hal yang tidak-tidak.

6. Perbaiki diri. Jangan melulu menuntut orang lain berubah, Anda juga harus berubah menjadi lebih baik sebelum menuntut pasangan untuk berubah.

7. Penuhi kebutuhan biologis pasangan. Ini yang sangat penting di dalam rumah tangga, yang sangat mempengaruhi tingkat keharmonisan rumah tangga. Jangan sampai karena disibukkan oleh rutinitas pekerjaan sehingga melalaikan kebutuhan biologis pasangan yang sangat penting ini.

8. Konsisten menjalankan peran masing-masing. Ini sangat penting agar pasangan bisa selalu harmonis dan saling percaya. Jangan sampai salah satu dari suami-istri tidak menjalankan perannya dengan baik, karena akan turunnya rasa cinta dan simpati dari pasangan.

9. Dengarkan keluhan pasangan. Jika muncul suatu persoalan dan pasangan mengeluh atas problem yang dihadapinya, maka dengarkanlah dengan baik keluhan pasangan tersebut. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda merupakan suami/istri yang perhatian terhadap pasangannya. Hal ini nantinya semakin mengharmoniskan rumah tangga.

10. Jalan-jalan. Terkadang muncul kejenuhan pada anggota-anggota keluarga, hal ini bisa diatasi dengan melakukan rekreasi di akhir pekan.

Beberapa hal lain yang harus diperhatikan yaitu:
  • Menjaga kepercayaan pasangan, jangan sampai Anda melakukan tindakan yang menurunkan tingkat kepercayaan pasangan pada diri Anda.
  • Hindari perbuatan ataupun perkataan yang tidak disukai pasangan.
  • Berikanlah kejutan atau hadiah pada pasangan. Hal ini akan meningkatkan rasa cinta pasangan Anda.

loading...

Tulisan Terkait: