Pengertian Komunikasi (Fungsi, Proses, Bentuk, Unsur & Tujuannya)

Manusia dalam kehidupan sehari-hari pasti akan melakukan komunikasi. Bentuknya bermacam-macam seperti berbicara langsung, mengirim pesan singkat, telepon, menulis surat dll.

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Dengan begitu, inti tujuan komunikasi yaitu penerima informasi bisa memahami isi informasi yang diberikan oleh pemberi informasi. Itu merupakan pengertian komunikasi secara umum

Komunikasi
Photo credit: Pixabay.com

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Ada puluhan ahli yang menjelaskan tentang pengertian komunikasi. Berikut di bawah ini beberapanya.

Hoben: “Komunikasi adalah suatu pertukaran pikiran atau gagasan yang penyampaiannya dengan cara verbal.”

Prof. Dr. Alo Liliweri: “Komunikasi adalah pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami.”

Shannon & Weaver: “Komunikasi adalah jenis interaksi manusia yang saling memengaruhi satu sama lainnya, disengaja ataupun tidak disengaja. Cara berinteraksi tidak terpaku pada penggunaan bahasa verbal, melainkan (bisa juga) menggunakan ekspresi wajah, lukisan, seni dan teknologi.”

Bernard Berelson & Gary A. Steiner: “Komunikasi adalah pengiriman informasi, gagasan, emosi, ketrampilan dan lainnya, dengan memanfaatkan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik dan lainnya.”

William I. Gordon: “Komunikasi secara singkat dapat didefinisikan yaitu sebuah transaksi dinamis yang menyertakan gagasan dan perasaan.”

Prof. Drs. H.A.W: “Komunikasi adalah jalinan kontak antar manusia, entah itu secara individu maupun kelompok.

Everett M. Rogers: “Komunikasi adalah kejadian dimana suatu ide dikirim dari sumber yang satu kepada satu penerima atau lebih, dengan tujuan agar mempengaruhi sikap mereka (termasuk cara berpikir, cara pandang dll).”

Bentuk Komunikasi

1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal sederhananya diartikan layaknya komunikasi dengan diri sendiri. Dimana komunikasi berlangsung di dalam diri individu (seseorang), memiliki fungsi berupa:

a. Mengembangkan pemahaman, kreatifitas, imajinasi, pengendalian diri dan meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil suatu keputusan.

b. Bentuk komunikasi ini juga bertujuan agar seseorang bisa tetap sadar tentang kejadian di sekitarnya.

2. Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal yakni komunikasi antara dua pihak dan terjadi kontak langsung di dalam percakapan. Komunikasi dapat berlangsung dengan secara berhadapan muka, atau juga dengan bantuan alat atau media seperti telepon, SMS, video call dan semacamnya.

Komunikasi dikatakan berjalan dengan efektif jika komunikasi bisa memberikan manfaat berupa peningkatan atau perubahan pada sikap maupun pegetahuan pada orang yang terlibat dalam komunikasi.

3. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan berbagi informasi maupun melakukan pemecahan masalah yang anggotanya (orang-orang yang terlibat dalam komunikasi) bisa mengetahui karakteristik pribadi anggota lain dengan baik.

Termasuk jenis media komunikasi kelompok ini yaitu seminar. Di dalam seminar akan ada pemateri atau pembicara, yang tujuannya membicarakan suatu persoalan (ilmu) kepada audiens, lalu biasanya pemateri akan meminta pendapat dan juga akan dilakukan tanya jawab di akhir pertemuan.


4. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa adalah proses dimana suatu lembaga, organisasi dan semacamnya memproduksi dan menyebarkan secara luas pesan kepada publik. Sehingga komunikasi massa ciri-ciri utamanya adalah akan menggunakan media massa sebagai alat penyebaran pesan atau informasinya.

Ada banyak kegunaan atau fungsi komunikasi massa, yaitu untuk menyebarkan informasi, data, fakta, opini, dan komentar sehingga orang-orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi di luar dirinya.

Contohnya penyebaran informasi tentang bahaya jajan sembarang yang terutama bagi anak-anak, bahaya tidur di dalam mobil dengan AC menyala, dll.

Komunikasi massa juga dilakukan untuk berbagai tujuan lainnya seperti untuk mensosialisaikan, menyebarkan ilmu pengetahuan, pendidikan, kemajuan budaya, memberikan motivasi, hingga hanya sebagai hiburan.

Fungsi Komunikasi

Terdapat banyak fungsi komunikasi pada aktivitas rutin setiap hari, yaitu:
  • Sebagai kendali, yaitu komunikasi berfungsi untuk mempengaruhi kepribadian dan tindakan orang-orang, dimana dalam pembuatan aturan maka harus ada komunikasi.
  • Untuk mengirimkan atau menyebarkan Informasi. Dimana komunikasi penting guna mengungkapkan isi pikiran yang dibutuhkan untuk mencapai suatu hal.
  • Sebagai motivasi, dimana komunikasi bisa dilakukan untuk membangkitkan gairah atau semangat, hal seperti ini umumnya dikerjakan oleh para motivator, seperti diundang ke perusahaan besar untuk memotivasi para pekerja, atau seminar-seminar yang diadakan oleh para motivator.
  • Untuk menyampaikan pikiran atau perasaan.
  • Untuk mengajarkan sesuatu, seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tentunya perlu adanya komunikasi.
  • Untuk mengetahui atau mempelajari dari peristiwa yang ada di lingkungan.
  • Agar tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan.
  • Meredakan atau menghilangkan perasaan tegang.
  • Untuk menambah pengetahuan.
  • Untuk memperbaiki karakter dan kebiasaan.
  • Untuk mengisi waktu luang. Hal ini sering dilakukan oleh orang-orang yang mengobrol di warung-warung kopi.
  • Untuk membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat atau bersikap berdasarkan yang diinginkan.
  • Komunikasi juga sering dilakukan sekedar untuk memperoleh hiburan, ataupun menghibur orang lain.

Proses Komunikasi

Agar bisa memahami proses komunikasi maka perlu mengetahui apa saja unsur-unsurnya seperti siapa pengirimnya (komunikator), apa isi informasinya, saluran komunikasi yang dipakai (media), kepada siapa informasi ditujukan, dan apa efek yang akan ditimbulkannya.

Komunikator berkewajiban untuk mengusahakan agar informasi atau pesan-pesannya bisa ditangkap komunikan dengan baik. Pengirim atau sumber pesan dapat berupa individu maupun organisasi.

Sebelum pesan dikirim maka perlu dipersiapkan dengan matang, tujuan utama dari pengirim menyediakan pesan dengan suatu cara tertentu agar penerima dapat menangkap dengan baik maksud yang diinginkan pengirim.

Pesan dari komunikator yang dikirimkan ke penerima melalui media tertentu. Pesan yang diterima tentunya dengan bahasa yang bisa dicerna pikiran penerima, sehingga maksud pesan bisa ditangkap dengan sempurna.

Hasil akhir dari proses komunikasi yaitu agar terjadi perubahan sikap penerima berdasarkan harapan dari si pengirim.

Jika terjadi umpan balik, berarti terjadi proses komunikasi dua arah, dimana kedua belah pihak berfungsi sebagai pengirim sekaligus penerima.

Dengan adanya interaksi dua arah, pengirim bisa memantau seberapa baik informasi-informasi yang dikirimkan dapat diterima. Pengirim dapat mengetahui apakah informasi yang dikirimnya bisa ditafsirkan secara benar oleh penerima.


Unsur-unsur Komunikasi

Komunikasi dapat berlangsung jika ada unsur-unsurnya yaitu sumber informasi, isi informasi, media, penerima dan dampaknya. Itu biasanya dikenal dengan sebutan komponen komunikasi.

Berikut di bawah ini unsur-unsur atau komponen komunikasi:

Sumber Pesan, dengan kata lain yaitu pengirim informasi. Pada komunikasi, sumber pesan dapat berupa satu orang atau dapat berbentuk jamak yakni organisasi, lembaga dan lainnya.

Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Penyampaian pesan dapat dalam bentuk tatap muka maupun via media komunikasi.

Penerima, yaitu pihak yang merupakan tujuan pengiriman pesan. Yang dapat berupa satu orang, lebih dari satu orang, dan kelompok.

Dampak, yaitu perubahan apa saja yang terjadi (termasuk pemikiran, perasaan dan perilaku) kepada penerima sebelum dan pasca memperoleh informasi.

Media, merupakan alat yang dipakai untuk mengirimkan informasi.

Media tergolong menjadi beberapa model, yaitu:
  1. Media Antar Pribadi. Berbentuk seperti surat, telepon, SMS, chat dll.
  2. Media Kelompok. Kegiatan komunikasi melibatkan banyak orang. Contohnya: seminar, rapat dll.
  3. Media Publik, yang melibatkan khalayak bahkan dapat melibatkan ratusan orang, ribuan orang atau bahkan lebih.
  4. Media Massa, menjadi khalayak terbesar yang bahkan tidak diketahui dimana mereka berada. Contohnya: internet, koran, televisi, radio dll.

Tujuan Komunikasi

Berikut berbagai tujuan komunikasi, yaitu:
  1. Supaya apa-apa yang diharapkan atau diinginkan dapat dimengerti oleh penerima pesan. Dimana pemberi pesan wajib memaparkan pesan dengan seterang-terangnya. 
  2. Agar dapat memahami pihak lain. Dimana dengan adanya komunikasi, maka setiap pribadi mampu memahami pribadi lainnya.
  3. Mengubah perilaku atau mengarahkan orang lain agar melakukan suatu hal yang sesuai dengan kemauan pemberi pesan.
  4. Agar opini bisa diterima pihak lain. Komunikasi serta pendekatan persuasif menjadi cara agar pendapat, ide atau gagasan bisa diterima oleh pihak lain.

Macam-Macam Komunikasi

Manusia itu perlu untuk saling bergaul atau berinteraksi, terdapat banyak metode pengiriman informasi. Dimana melakukan penyampaian informasi bukanlah sesuatu yang sulit dan asing, dimana kita telah melakukannya berkali-kali setiap hari.

Komunikasi menurut penyampaiannya, yaitu:

1. Komunikasi lisan
Komunikasi lisan adalah komunikasi yang terjadi secara langsung serta biasanya tak ada batas jaraknya. Beberapa contohnya yaitu obrolan orang-orang di warung kopi, rapat para pimpinan perusahaan, wawancara dengan ilmuwan terkenal, dll.

Pada sisi lainnya komunikasi lisan bisa terjadi secara tidak langsung akibat berbeda tempat. Misal: dua orang yang berbicara melalui smartphone.

2. Komunikasi Tertulis
Contoh lomunikasi tertulis ini, salah satunya yaitu mengirim surat, atau sekarang karena teknologi telah berkembang dengan sangat pesat maka komunikasi bisa dilakukan dengan via SMS, chatting dan banyak lainnya.

Pembuatan naskah / buku, gambar yang disertai tulisan, ataupun spanduk merupakan cara mengirimkan pesan ke banyak orang.

Komunikasi Menurut Aliran Informasi
Berbagai komunikasi yang pernah terjadi tidak terlepas dari arah penyampaiannya, yang akan disebutkan di bawah ini:

1. Komunikasi satu arah => Ini hanya bersumber dari satu pihak saja, contohnya kegiatan belajar mengajar di sekolah antara guru dan pelajar.

2. Komunikasi dua arah => Ini berbentuk atau menghasilkan feedback, dimana kedua pihak yang berkomunikasi melakukan tanggapan pada lawan bicaranya.

3. Komunikasi ke atas => Komunikasi dari bawahan kepada atasannya.

4. Komunikasi ke bawah => Komunikasi dari atasan ke bawahannya.

5. Komunikasi ke samping => komunikasi yang terjadi diantara orang-orang yang sederajat kedudukan atau jabatannya.

Komunikasi dari Sisi Maksudnya
Komunikasi tentunya harus ada isi atau tujuan dari komunikator (pemberi pesan). Contohnya yaitu:
  • Untuk memberikan ilmu atau informasi
  • Untuk memberikan saran
  • Untuk ceramah.
  • Untuk menginstruksi-kan tugas agar dilakukan.
  • Untuk wawancara
  • Untuk pidato, dll.

Jika pada komunikasi enggak terdapat inisiatifnya dari komunikator, dengan begitu tujuan adanya komunikasi tidak bisa tercapai.

Dari beberapa contoh diatas, maka diambil kesimpulan bahwa adanya inisiatif dari komunikator di suatu komunikasi, merupakan faktor yang sangat penting dalam proses komunikasi.


Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup
Komunikasi berdasarkan ruang lingkupnya, yaitu:

1. Komunikasi Internal
Komunikasi internal berlangsung pada sebuah wilayah organisasi atau perusahaan, dimana komunikasi berlangsung pada orang-orang dalam lingkup tersebut.

Berbagai bentuk komunikasi internal yaitu:
  • Komunikasi vertikal, berlangsung dari atasan ke bawahan, yang umumnya terdapat di perusahaan. Beberapa contohnya yaitu pemberian job oleh atasan, teguran yang dilakukan atasan kepada bawahannya, dll.
  • Komunikasi horizontal, umumnya berlangsung pada wilayah organisasi non-profit yang anggotanya sederajat.
  • Komunikasi diagonal.

2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal terjalin antar organisasi, atau juga antara organisasi dan masyarakat, contohnya:
  • Konferensi pers.
  • Program atau kegiatan sukarelawan.
  • Pameran.
  • Siaran televisi.

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (baik itu pesan, informasi, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lainnya. Biasanya komunikasi dilakukan secara lisan, selain itu juga dilakukan dengan cara lain berupa menunjukan sikap anggota badan tertentu seperti gerakan tubuh, tersenyum, mengangkat bahu, menggelengkan kepala dan lainnya. Hal ini dikenal dengan istilah komunikasi non-verbal.

Bentuk komunikasi terbagi lagi karena masing-masing ada ilmunya. Beberapa pekerjaan yang ada di dalam dunia komunikasi ini menandakan kompleks-nya dunia ilmu komunikasi itu sendiri.

Jika Ingin Kuliah di Jurusan Komunikasi, Anda Harus Mengetahui Hal-Hal Ini

Universitas
Salah Satu Universitas di Indonesia | Photo credit: Wikimedia.org

Bagi Anda yang punya rasa atau minat pada jurusan Komunikasi saat kuliah nanti, sebenarnya apa saja sih yang akan dipelajari oleh mahasiswa di jurusan ini?

Meskipun dengan berjalannya waktu jurusan komunikasi semakin populer, dimana banyak yang tertarik untuk mengambil jurusan ini.

Hanya saja hal-hal mengenai apa misi dari belajar komunikasi dan apa saja prospek yang dimiliki dari seorang lulusan jurusan Komunikasi, banyak yang belum mengetahuinya.

Sehingga penting mengetahui seluk-beluknya sebelum memutuskan berkecimpung selama empat tahun di dunia ilmu komunikasi ini.

Jurusan Komunikasi tidak cuma tentang cara mengobrol, pada jurusan Ilmu Komunikasi nantinya seseorang akan mempelajari secara detail tentang aspek-aspek dari komunikasi. Anda akan memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai aspek dalam komunikasi.

Hal itu berguna agar dapat membuat pesan-pesan yang lebih efektif, yaitu pengiriman pesan atau informasi dapat dicerna sempurna.

Dengan memberikan pesan yang efektif, membantu untuk memperoleh umpan balik yang akurat. Mengkaji ilmu komunikasi, Anda bakal menyadari bahwa ilmu komunikasi itu kompleks.

Pada pembelajaran di awal-awal kuliah (semester satu dan dua), Anda biasanya masih diperkenalkan mengenai pengetahuan dasar komunikasi dan sosial.

Di awal-awal, disiplin ilmu yang diberikan bisa dikatakan masih bersifat umum, yakni Psikologi Komunikasi, Pengantar Ilmu Komunikasi, Komunikasi Massa dan Sosiologi Komunikasi.

Nah, barulah setelah Anda menginjakan kaki di tingkat semester tiga akan mulai menentukan jurusan yang lebih terkonsentrasi. Memilih jurusan tersebut sesuai dengan yang Anda ingini atau sesuai dengan bakat yang dimiliki.

Biasanya, pada jenjang S1 memiliki beberapa jurusan Ilmu berupa Jurnalistik, Public Relations, dan Manajemen Komunikasi. Ketiga jurusan tersebut yang paling populer.

Adapun pada jurusan Manajemen Komunikasi maka tidak semua universitas di Indonesia menyediakan jurusan ini. Adapun untuk jurusan Jurnalistik dan Public Relations maka ini yang lebih banyak tersedia.

Pada pembelajaran ilmu komunikasi, akan mendalami berbagai konsep komunikasi yang telah ditemukan. Tapi jangan berpikir negatif dahulu tentang hal-hal yang berbau teoretis, dimana sebenarnya sangat seru untuk didalami sampai keakar-akarnya.

Pembelajaran ini bisa menjadikan Anda semakin paham mengenai karakter-karakter dan sifat komunikasi yang ada disekitar.

Jurusan Komunikasi populer karena bermacam bentuk tugas-tugasnya yang seru. Diantaranya yaitu project menciptakan karya film pendek, produksi siaran dll.

Mahasiswa tidak melulu dicekoki dengan teori. Melainkan juga bakal menjalani berbagai bentuk pratikum. Seperti berpraktek dengan media televisi, radio ataupun media cetak. (Baca: Pengertian Media Cetak)

Ada juga mata kuliah Fotografi, pada jurusan ini akan belajar mengenai teknik dalam membuat karya gambar yang hebat. Skill fotografi bermanfaat untuk banyak hal, apalagi jika Anda bercita-cita untuk menjadi wartawan maka ilmu fotografi ini sangat penting.

Demikian juga, ilmu fotografi berguna bagi Anda yang berkecimpung di bidang periklanan (promosi), bidang ini akan sangat mengandalkan kemampuan fotografi.

Anda jangan termakan isu bahwa mereka yang masuk ke jurusan komunikasi harus pintar bicara, nge-MC dan semacamnya. 

Komunikasi tidak melulu lewat lisan. Jika memang seseorang itu punya sifat pendiam, maka bisa mengembangkan diri dengan melalui tulisan atau bekerja di balik layar.

Dengan pertumbuhan media di Indonesia yang sangat pesat, maka prospek untuk lulusan Komunikasi terbuka lebar untuk mendapatkan karir yang gemilang dan berkualitas. Lapangan kerja seperti dunia media bahkan pertelevisian. Ada banyak posisi pekerjaan yang ditawarkan, misalnya tim kreatif dll.

Anda juga bisa menjadi seorang copywriter handal, fotografer hingga seorang Public Relations.

Selain itu, bisa juga bekerja di instansi pemerintahan yang memerlukan pegawai yang telah memperoleh pendidikan ilmu komunikasi.

Sebagai penutup, yang namanya menuntut ilmu akan ada lika-likunya. Bagi Anda yang mengambil jurusan apapun maka akan didatangi dengan segudang persoalan. Namun yang utama yaitu minat dan passion Anda sesuai dengan jurusan yang diambil, sehingga membuat segala rintangan jadi ringan.




Baca Juga: