Cara Membangun Keluarga yang Bahagia, Tapi Butuh Proses

Keluarga bahagia adalah kondisi keluarga yang menikmati kebersamaan dalam suka dan duka, yang ditandai dengan saling menyayangi, saling melindungi, saling menghargai dan saling menerima kekurangan masing-masing.

Hanya saja sebagian orang terlalu fokus pada pekerjaannya sehingga melalaikan kebersamaan dengan keluarga, padahal seharusnya keluarga menjadi prioritas, apapun yang terjadi. Sekalipun Anda termasuk orang yang gila kerja, tetap jadikan pekerjaan sekedar nomor dua dari prioritas Anda.

Keluarga Bahagia
Ilustrasi Keluarga Bahagia. Photo credit: stock.adobe.com|By Creativa Images

Memiliki keluarga yang bahagia adalah mimipi semua orang, kebahagiaan di keluarga memang akan selalu dicari. Anda harus memastikan kenyamanan antar anggota keluarga, ciptakan rasa nyaman satu sama lain. Rasa nyaman adalah kebutuhan dasar manusia, khususnya anak-anak yang sedang dalam proses tumbuh kembang yang pesat.

Rasa Saling Menghargai. Ciptakan suatu kondisi dan pembiasaan berupa interaksi yang saling menghargai di dalam keluarga. Sangat penting untuk membiasakan diri berbicara dengan ucapan yang baik, lembut dan menghargai, ini harus dibiasakan oleh semua orang di dalam rumah. Interaksi yang sehat seperti ini sangat penting untuk membangun keluarga yang bahagia.

Hanya saja yang sangat disayangkan, seringkali orangtua membentak bahkan memukul anak-anaknya di rumah, hal ini sebisa mungkin harus dihindari karena dapat menghilangkan kebahagiaan dan keharmonisan di dalam rumah. Hindari kemarahan meledak-ledak, perkataan-perkataan yang tajam dan ucapan mencela kepada keluarga.

Seharusnya setiap permasalahan diselesaikan dengan KEPALA DINGIN untuk mencari solusi, bukan dengan ucapan bernada tinggi yang dapat merusak kebahagiaan di keluarga.

Berkumpul Bersama. Orang-orang di dalam rumah seharusnya punya aktivitas rutin untuk berintekasi atau mengobrol bersama, ini sangat penting agar terbangun pola komunikasi yang baik dan rasa saling percaya, yang dengan begitu berbagai permasalahan akan dapat diselesaikan secara lebih mudah. Sehingga pastikan mengadakan kegiatan berkumpul bersama di keluarga secara rutin, ini akan memperkuat ikatan emosional (batin) di dalam keluarga.

Jalani aktivitas bersama-sama seperti liburan akhir pekan, pergi ke car free day, pergi ke taman, olahraga bersama keluarga atau lainnya. Selain itu menghabiskan waktu bersama keluarga akan menciptakan kenangan yang membahagiakan, anak-anak yang tumbuh dari keluarga bahagia akan menciptakan lingkungan yang penuh kasih saat sudah memiliki keluarga sendiri.

Apalagi jika kesibukan pekerjaan orangtua terkadang membuat suasana renggang, sehingga sangat penting untuk memilki kegiatan rutin berkumpul bersama seperti ini, untuk merekatkan kembali hubungan sesama anggota keluarga. Saat berkumpul singkirkan gadget, nantinya anak akan bercerita tentang kesehariannya, demikian juga orangtua bisa menceritakan sesuatu kepada anak-anaknya.

Jaga Komunikasi yang Baik. Komunikasi adalah kunci dalam sebuah hubungan, khususnya dalam hubungan berkeluarga. Sangat penting menjaga suasana yang kondusif dan komunikasi yang baik sehingga akan tercipta kehidupan keluarga yang damai, harmonis dan bahagia.

Walau semua orang di rumah masing-masing memiliki kegiatan yang banyak (sibuk), tetapi pastikan komunikasi tetap terjaga dengan baik, masing-masing pihak di rumah melakukan interaksi atau komunikasi yang saling menghargai dan penuh kasih sayang. Hal seperti ini kunci untuk menciptakan suasana keluarga yang bahagia.

Namun sayangnya, masih banyak yang tidak peduli tentang pentingnya menjalin komunikasi yang baik dan menghargai. Sikap tidak menghargai dapat memicu pertengkaran dan hubungan yang renggang di dalam keluarga, sehingga menghilangkan rasa kebahagiaan di dalam rumah. Jadi walau terkesan remeh, biasakan untuk mengucapkan kalimat yang baik dengan orang-orang di dalam rumah, serta kurangi sebisa mungkin kata-kata ataupun bercandaan yang tidak perlu dan bahkan menyinggung.

Jaga komunikasi yang penuh rasa menghargai pada orang-orang di dalam rumah. Selain itu, singkirkan gadget saat mengobrol sehingga menjadi momen berkualitas untuk membangun hubungan berkeluarga yang bahagia. Berikan perhatian lebih kepada keluarga, utamakan kepentingan keluarga diatas kepentingan orang lain, jangan sampai Anda mengutamakan orang lain dibandingkan keluarga.

Saling Terbuka Satu Sama Lain. Keluarga yang bahagia ditandai dengan saling terbuka antara satu sama lainnya, sehingga keluarga menjadi tempat utama untuk curhat, bercerita dan mengungkapkan segala keluh kesah. Tidak peduli seberapa membosankan ceritamu, keluarga akan selalu siap sedia untuk mendengarkan dan menerimanya.

Saling terbuka, jujur dan saling percaya merupakan kunci kebahagiaan di keluarga. Kejujuran dan kepercayaan adalah hal yang sangat bermakna, sehingga harus dijaga sebaik mungkin. Adapun jika tidak ada lagi rasa saling percaya dan terbuka di dalam keluarga, maka bisa menjadi penyebab kehancuran sebuah keluarga serta hilangnya kebahagiaan.

Saling percaya dan terbuka dapat diwujudkan dengan membangun komunikasi yang baik. Komunikasi berperan penting dalam menyampaikan perasaan dan mengekspresikan apa yang dirasakan, jadi jangan remehkan perkara komunikasi atau berinteraksi, jagalah baik-baik.

Seringkali kesalahpahaman dan pertengkaran muncul di dalam keluarga karena tidak terbangunnya pola komunikasi yang baik. Dengan menjalin komunikasi yang baik, akan dapat menghindari pertengkaran karena masalah-masalah sepele. Selain itu utamakan kebersamaan dengan keluarga, pola komunikasi hanya bisa terbentuk jika anggota keluarga rutin berkumpul bersama. Kebersamaan akan mempererat rasa kasih sayang dan rasa saling pengertian.

Bijak dalam Menghadapi Permasalahan. Untuk membangun keluarga yang bahagia, maka sangat penting sikap yang bijak di dalam keluarga, terutama saat menghadapi suatu masalah. Namanya kehidupan tentu tidak selalu mulus, terkadang muncul permasalahan. Sehingga agar menjaga suasana keluarga yang bahagia dan harmonis, penting sikap bijak dalam menghadapi suatu persoalan. 

Biasakan menghadapi suatu masalah dengan kepala dingin. Selain itu sudah seharusnya sebagai satu bagian keluarga harus mempunyai rasa saling sayang dan perhatian. Ciptakan suasana yang menyenangkan, serta TERIMA kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Hindari bersikap egois dan emosional, karena adakalanya Anda merasakan tekanan emosi yang berat sehingga Anda di luar kendali dan marah besar. Hindari bersikap emosional terhadap keluarga, jangan sampai Anda bersikap atau berkata sesuatu yang melukai hati keluarga Anda ketika marah.  

Jangan suka terburu-buru menghakimi. Biasanya seseorang tidak berani terbuka membicarakan masalahnya karena takut. Untuk mewujudkan keluarga bahagia, hindari sikap terburu-buru menghakimi sesama anggota keluarga, berikan tanggapan yang bijak saat keluarga Anda melakukan kesalahan. Mewujudkan keluarga yang bahagia dan harmonis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh usaha dan proses.

Bila orang-orang di keluarga Anda suka untuk saling bertukar cerita, itu tanda dari keluarga bahagia. Adapun sifat ketertutupan merupakan tanda dari keluarga yang tidak harmonis. Khususnya anak-anak yang seringkali menutupi masalah kepada orang tuanya, jika Anda mendapati demikian, maka Anda harus coba mendekatinya dan mengajak bicara dari hati ke hati.

Dekati dengan sepenuh hati, jangan membuatnya takut dan juga jangan emosi. Dimana anak-anak yang dimarahi dengan keras, akan menyebabkan si Anak merasa terancam dan menjadi tertutup terhadap keluarganya.

Rutin Makan Bersama Setiap Hari. Selalu sempatkan untuk makan bersama, jangan sepelekan pentingya aktivitas makan bersama seperti saat sarapan atau makan malam, karena kebiasaan tersebut membentuk kebahagiaan dan keharmonisan di dalam keluarga. Hal ini akan membuat komunikasi terjalin dan terbuka, masing-masing akan saling bertukar cerita saat momen makan bersama

Orangtua seharusnya banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Kegiatan berkumpul dan bermain bersama akan meningkatkan ikatan batin antar anggota keluarga. Setelah menikah dan berkeluarga, sudah seharusnya menomor-duakan teman. Dimana keluarga harus menjadi proritas dibandingkan sekedar teman-teman.

Jika ingin mendapatkan kebahagiaan dalam keluarga, mau tak mau harus memprioritaskan keluarga. Tapi jika Anda masih saja terlalu berfokus pada teman-teman, maka akan sulit untuk membentuk keluarga yang bahagia.

Ucapkan Rasa Kasih Sayang. Khususnya orangtua yang harus secara rutin untuk mengatakan rasa cinta pada anak-anaknya, lalu juga memberikan pelukan dan ciuman. Keluarga yang bahagia hanya bisa diperoleh jika Anda menerapkan dan membisakan ekspresi kasih sayang di dalam keluarga. Jangan kikuk untuk mengatakan CINTA atau SAYANG pada anak-anak dan pasangan.

Hindari Membanding-bandingkan Anak. Anak-anak sangat tidak suka untuk dibanding-bandingkan, selain dapat meruntuhkan rasa percaya dirinya juga dapat membuat anak sakit hati. Anak yang suka dibanding-bandingkan akan merasa dirinya tidak dicintai oleh orangtuanya, merasa tidak diterima, atau bahkan anak merasa keberadaannya tidak diharapkan.

Sikap suka pilih kasih juga harus dihindari karena memicu kecemburuan dan pertengkaran sesama saudara. Kondisi seperti ini akan menghilangkan rasa saling mencintai di dalam keluarga.

Yang seharusnya dilakukan adalah memupuk rasa kebersamaan, lakukanlah kegiatan-kegiatan yang memupuk rasa kebersamaan untuk membentuk keluarga yang bahagia, selain itu pastikan menikmati waktu bersama keluarga. Lakukan kegiatan bersama, jangan lupa mengupas beberapa buah supaya ada cemilan sehatnya. 

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti sarapan atau makan malam bersama, jalan-jalan bersama, berbelanja, berkebun bersama dan kegiatan lainnya.

Orangtua seharusnya jangan sampai berdebat di depan anak-anak. Hal ini penting karena anak-anak dalam proses tumbuh kembang, sehingga anak harus tumbuh dengan perasaan optimis dan bahagia. Adapun perdebatan seringkali membawa hawa dan pikiran negatif. Bahkan di dalam pertengkaran, biasanya akan keluar kata-kata kasar dan bahkan kata-kata tidak pantas.

Keluarga bahagia hanya bisa dicapai dengan saling mendengarkan, saling perhatian, saling pengertian dan saling menyayangi. Menunjukkan kasih sayang harus dengan action, bukan sekedar pengakuan “Saya telah menyanyangi keluarga saya”, tapi kenyataannya orang-orang di dalam keluarga Anda tidak merasa disayangi oleh Anda. Keluarga bahagia itu terbiasa memeluk serta mencium pasangan dan anak-anaknya setiap hari.


Tulisan Terkait: