Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Menjadi orangtua harus sabar-sabar menghadapi tingkah laku anak yang tidak sesuai harapan. Salah satu masalah yang sering dihadapi orangtua yaitu anak rewel dan susah makan, atau anak bersikeras hanya mau satu jenis makanan tertentu selama berhari-hari. Setelah memasuki usia setahun biasanya anak baru mulai bisa rewel soal makanan, ingin ini dan gak mau itu.

Orangtua tentu sangat ingin memberikan asupan gizi terbaik untuk anak, juga ingin agar si anak doyan makan sayur dan asupan sehat lainnya. Tapi orangtua harus bersikap tenang saat anak gak mau makan, jangan mudah terbawa emosi. Jika orangtua emosi memarahi anak, yang ada suasana menjadi tidak menyenangkan dan mencekam.

Anak Susah Makan
Photo credit: istockphoto.com|KatarzynaBialasiewicz

Dampaknya anak semakin tidak mau untuk makan, bahkan mungkin anak akan berprilaku lebih menyebalkan lagi. Kalaupun anak akhirnya makan setelah dimarahi, tapi anak makan dalam keadaan terpaksa dan dia tidak berbahagia, sehingga anak tidak mendapatkan pengalaman baik saat makan.

Jadi dalam mendidik anak sebisa mungkin tidak ada unsur paksaan (kecuali darurat), karena mendidik anak itu seharusnya dengan sering-sering memberikan pengertian pada anak. Kuncinya adalah komunikasi intens dan rutin antara orangtua dan anak. Miliki waktu berkualitas bersama anak, anak jangan hanya diberikan waktu sisa.

Cari Tahu Penyebab Anak Susah Makan. Ini hal pertama yang perlu dilakukan orangtua, yaitu mencari tahu apa yang membuat anak susah makan, sehingga bisa dicarikan solusinya dengan tepat. Penyebab anak menolak makan biasanya karena dirinya punya rasa kekhawatiran tersendiri terhadap makanan yang disodorkan orangtuanya. Bisa saja anak takut (tidak suka) terhadap bentuk, aroma, rasa, tekstur atau tampilan makanan tersebut, dari sinilah munculnya sifat rewel atau pilih-pilih makan.

Respon negatif anak sebenarnya sebagai bentuk pertahanan dirinya dari rasa khawatir pada makanan tersebut. Selain itu masalah anak susah makan karena dia berada di dalam masa-masa dimana nafsu makannya rentan berubah-ubah, apalagi jika anak sering disodorkan makanan baru (yang belum pernah dikonsumsinya).

Bisa juga anak menolak makan karena sedang kurang sehat, atau juga anak memiliki masalah intoleransi makanan. Jadi orangtua jangan terburu-buru mengomeli anak, hendaknya cari tahu dulu penyebab anak gak mau makan. Coba tanyakan pada anak apakah ada masalah atau keluhan yang dirasakannya, tanyakan juga apa makanan yang disukainya.

Anak hanya memilih makanan tertentu. Ini masalah anak yang umum dikeluhkan oleh para orangtua. Perlu diketahui bahwa bagi anak usia tiga tahun ke bawah, konsumsi makanan padat adalah hal baru, sehingga hal wajar jika anak-anak umumnya rewel. Perlu proses agar anak bisa familiar dengan berbagai tekstur, aroma dan rasa makanan.

Semakin bertambahnya umur, anak akan bisa memutuskan sendiri mengenai makanan-makanan yang disukainya. Nah tugas orangtua adalah mengenalkan makanan baru secara perlahan pada anak. Biasanya anak kurang suka dengan makanan baru karena belum familiar, orangtua hanya perlu memberikan sembari merayu anak agar mau memakannya (tapi jangan memaksa anak). 

Mungkin anak akan rewel karena gak suka, Anda jangan merespon kerewelan anak dengan emosi, terus saja tawarkan pada anak dan jangan ditanggapi kerewelan anak, anak hanya perlu pembiasaan sehingga nantinya dia akan memakannya tanpa perlu dirayu-rayu (karena sudah terbiasa).

Jadi, setelah ditawarkan beberapa kali biasanya anak akan mulai ‘membuka hatinya' untuk mau mengonsumsinya. Adapun hobi memarahi anak saat menolak makanan (misalnya sayuran) justru membuat anak menjadi trauma dan anak semakin menolak untuk makan sayur, akhirnya tugas orangtua semakin berat.

Dalam kasus lain, anak hanya ingin makan satu jenis makanan saja, jadi mungkin selama seminggu anak hanya ingin makan yang itu-itu saja. Hal ini sebenarnya biasa terjadi karena anak umumnya tertarik pada makanan yang rasanya sudah dia kenali saja. Hal yang perlu dilakukan orangtua yaitu berusaha menawarkan pilihan makanan lain pada anak, lakukan ini dengan sabar dan jangan emosional.

Atau sebuah trik yang bagus yaitu mengajak anak ke supermarket, nah biarkan anak memilih sendiri sayuran dan buah yang dibeli, biasanya anak lebih antusias untuk mengonsumsi sayuaran dan buah yang dia pilih sendiri. Kalau bisa, libatkan juga anak dalam proses penyiapannya di meja makan.

Sejak dini kenalkan anak dengan sayuran. Ini sebenarnya SANGAT PENTING untuk dilakukan orangtua, kesalahan banyak orangtua adalah justru suka memberikan junk food atau fast food ke anak, dampaknya ketika anak ditawarkan sayuran dia menolaknya karena rasa sayuran yang tidak selezat junk food. Seharusnya orangtua mengenalkan sayuran pada anak sejak dini, bukan justru menawarkan makanan yang tidak-tidak.

Sebagai saran, sajikan satu jenis sayuran saja sehingga anak tidak kebingungan. Jika Anda akan memberikan makanan baru pada anak, maka berikan saat anak sedang bahagia (good mood) sehingga meningkatkan peluang anak mau memakannya. Adapun saat bad mood biasanya anak enggan untuk mencoba makanan baru.

Nah, yang repot jika anak sudah terlanjur ‘kencanduan’ dengan makanan cepat saji, jenis makanan ini umumnya mengandung tinggi lemak dan gula sehingga kurang sehat. Walaupun rasanya lezat tapi kandungan gizinya amat rendah, sehingga junk food tidak boleh dikonsumsi secara rutin. Termasuk asupan kurang sehat lainnya (yang perlu dibatasi konsumsinya) yaitu mie instan, kentang goreng, permen, minuman bersoda dan semacamnya.

Oleh karena itu, sebagai upaya agar anak mau mengonsumsi asupan sehat maka jangan menyimpan makanan cepat saji di rumah. Yang perlu distok di rumah adalah makanan sehat, letakan di tempat yang mudah diraih anak. Misalnya anak menyukai buah semangka, maka disediakan potongan-potongan semangka di kulkas atau tempat yang mudah ditemukan anak. Memberikan anak camilan seperti potongan strawberry, brokoli atau semacamnya adalah hal yang sangat bagus.

Buat Suasana Makan yang Menyenangkan. Saat anak bad mood bisanya dia akan rewel dan gak mau makan. Jadi usahakan saat waktu makan anak memiliki suasana hati yang bagus. Proteksi anak dari hal-hal yang membuat suasana hatinya buruk menjelang waktu makan. Misalkan jam makan anak pada pukul 4 sore, maka orangtua menjelang jam 4 sore jangan melakukan sesuatu yang bisa memicu emosi atau kerewelan si anak.

Mungkin anak ngotot tidak mau makan karena porsi yang diberikan terlihat besar. Porsi terlalu besar membuat anak bad mood duluan saat melihatnya, oleh karena itu siasati dengan memberikan porsi yang lebih kecil, berikan 2-3 jenis makanan dalam porsinya, artinya jangan terlalu banyak variasi karena membuat anak kebingungan. Dorong anak untuk bisa makan secara mandiri, ini sangat bagus untuknya.

Biasakan waktu makan yang konsisten karena anak cenderung menyukai sesuatu jika sudah terbiasa. Biasanya dalam sehari, anak makan utama sebanyak tiga kali dan makan camilan sebanyak dua kali. Gunakan perlengkapan makan yang menarik, dengan gambar atau warna-warni.

Jauhkan segala sesuatu yang mengalihkan perhatian anak saat jam makan. Misalnya gadget, seringkali anak gak mau makan karena sedang asyik dengan gadgetnya. Kalau bisa libatkan anak dalam proses penyiapan makanan, sehingga menjelang waktu makan fokusnya sudah tertuju pada makanan.

Berikan anak makanan dalam porsi kecil tapi sering, karena biasanya anak tidak suka disodorkan makanan dalam porsi yang besar, apalagi jika anak sedang dalam kondisi picky eater (susah makan) maka semakin enggan anak menyentuh makanannya. Jadi memberikan anak porsi makan lebih kecil bertujuan agar anak menjadi lebih semangat menghabiskan makanannya.

Selain itu berikan anak makanan selingan yaitu saat siang dan sore hari, sodorkan asupan ringan pada anak seperti buah-buahan yang rasanya manis, makanan gurih dll. Tujuan dari memberikan makanan selingan ini, bahwa ada kalanya anak merasa bosan dengan makanan utama yang itu-itu saja, sehingga dengan memberikan variasi seperti ini diharapkan anak semakin antusias dengan aktivitas makan. Pastikan juga makanan selingan yang berikan punya nilai gizi (misalnya potongan buah strawberry dll) sehingga melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak.

Sediakan alat makan khusus untuk anak, ajak anak untuk membelinya dan biarkan dia memilih sendok, garpu, piring hingga mangkuk yang disukainya. Biasanya anak akan memilih peralatan makan yang berwarna cerah atau bergambar pahlawan kesukannya. Dengan membeli peralatan makan khusus anak, diharapkan anak menjadi lebih antusias saat aktivitas makan.

Tips lain yang bisa dilakukan:
  1. Ajak anak ke supermarket, sehingga anak melihat langsung kegiatan membeli sayuran atau makanan.
  2. Jangan sampai anak terlalu banyak minum saat makan, anak menjadi kembung sehingga tidak mau makan.
  3. Anak minum saat kondisi yang diperlukan saja, seperti saat cegukan atau tersendak.
  4. Saat anak sedang susah makan, Anda bisa memancing nafsu makan anak dengan memberikan makanan favoritnya. Nah, campurkan makanan favoritnya tersebut dengan jenis makanan lain sehingga memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.
  5. Jika Anda selama ini memberikan makanan dengan tampilan biasa, cobalah menyajikan makanan dengan tampilan yang menarik dan penuh warna-warni. Berkreasilah sehingga anak merasa tertarik dengan makanan yang disajikan.
  6. Jika ingin memperkenalkan makanan baru pada anak maka lakukan secara perlahan, karena biasanya anak menolak mengonsumsi makanan yang belum terbiasa dikonsumsinya. Pekenalkan makanan baru secara perlahan, yaitu berikan sedikit demi sedikit hingga anak akhirnya terbiasa.
  7. Ajak anak untuk ikut membantu menyiapkan makanan di meja makan.
  8. Pastikan suasana makan dibuat sekondusif atau senyaman mungkin.
  9. Jangan memaksa anak untuk menghabiskan makanan, karena akan membuat dirinya trauma pada aktivitas makan.
  10. Pujilah anak jika dia berhasil menghabiskan makanannnya. Biasanya anak-anak suka dipuji.
  11. Makan bersama keluarga. Jadikan waktu makan sebagai momen untuk berkomunikasi atau mengobrol sesama anggota keluarga. Saat makan bersama, anak akan cenderung penasaran pada makanan yang dimakan orangtuanya, sehingga ada kemungkinan anak ingin mencobanya.
  12. Berikan anak asupan atau suplemen penambah nafsu makan anak. Baca dulu petunjuk penggunannya sebelum memberikannya pada anak.


Tulisan Terkait: