Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ)

IQ memang penting, semakin tinggi IQ berarti semakin baik kemampuan untuk memecahkan masalah. Orang dengan IQ tinggi biasanya sangat hebat dalam mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan.

Hanya saja IQ yang tinggi tidaklah cukup jika tidak diimbangi dengan EQ yang baik. Memang pintar itu penting, tapi kemampuan mengelola emosi juga sama pentingnya.

Kecerdasan emosional (emotional quotient) adalah kemampuan mengelola emosi yang sebenarnya bisa mengoptimalkan kemampuan berpikir.

Seorang Lelaki Bekerja di Kantor
Photo credit: stock.adobe.com/pressmaster

Orang dengan EQ tinggi pastinya punya kemampuan mendasar seperti mamahami atau merasakan emosi, misalnya mengidentifikasi emosi dengan melihat wajah seseorang. Ini hal mendasar yang dikuasai umumya orang.

Hanya dengan melihat wajah seseorang, seharusnya kita dapat mengetahui apakah ia sedang senang, marah, sedih, takut dll. Adapun perbedaan antara individu ber-EQ tinggi dan EQ rendah akan terlihat dari kemampuannya dalam manajemen emosi.

Mengapa EQ Penting dan Sangat Dibutuhkan?

Kecerdasan emosional (EQ) penting karena dapat mempengaruhi kesuksesan seseorang dalam karir dan kehidupan sosial. Kemampuan kontrol emosi yang baik sangat dibutuhkan dalam setiap detik kehidupan. Setiap hari kita akan membuat keputusan, manajemen emosi sangat diperlukan agar kita bisa berpikir jernih dalam setiap keputusan yang diambil.

Orang dengan EQ rendah biasanya kondisi emosinya tidak stabil, tempramental (mudah marah), terburu-buru dalam menjudge dan cenderung negatif thinking (sering menilai orang lain secara negatif). Rendahnya EQ menyebabkan sulitnya berpikir jernih dalam pengambilan keputusan.

Individu dengan EQ tingi adalah orang yang:
  1. Hebat dalam mengidentifikasi emosi diri sendiri dan orang lain.
  2. Hebat dalam mengelola emosi diri sendiri.
  3. Hebat dalam menangani emosi orang lain.
  4. Punya keterampilan komunikasi yang unggul.
  5. Punya sikap yang penuh ketenangan.
  6. Tidak mudah terpancing marah jika ada yang memprovokasi.
  7. Dalam situasi sulit, tetap bisa berpikir dengan jernih.
  8. Memiliki dorongan untuk berpikir kritis.

EQ adalah faktor penting yang sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang di tempat kerjanya, kemampuan manajemen emosi yang baik sangat diperlukan di tempat kerja. Dengan begitu EQ adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap orang.

Tidak semua hal dalam hidup ini berada dalam kendali kita, karena di dalam aktivitas sehari-hari (khususnya aktivitas di tempat kerja) pasti ada saja kejadian yang membuat kita kesal, disnilah pentingnya kecerdasan emosional saat Anda berada di situasi sulit atau tidak menyenangkan.

Misalnya Anda akan melakukan presentasi di depan banyak orang, saat akan menuju tempat presentasi Anda menerima email yang isinya membuat Anda marah dan perasaan menjadi campur aduk. Saat dalam keadaan seperti itu Anda harus bisa meredam amarah, berpikir positif dan fokus. Semakin baik EQ maka semakin baik mengatasi situasi sulit sepert itu.

Kecerdasan emosional yang matang hanya bisa didapat dengan latihan dalam waktu lama. Para orangtua seharusnya sudah melatih EQ sejak dini pada anak-anaknya.

Melatih EQ tidak hanya penting untuk orang-orang dengan jabatan tinggi (pemimpin), semua orang perlu melatih EQ karena sangat bermanfaat di tempat kerja maupun lingkungan sosial. EQ berfungsi penting dalam aktivitas sehari-hari, khususnya aktivitas yang menyangkut kerja sama tim.

Manfaat Memiliki EQ Tinggi

Banyak orang dengan jabatan tinggi yang sukses di dunia kerja hanya memiliki kecerdasan rata-rata (biasa saja), hanya saja mereka memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang sangat tinggi.

Selain itu ada juga orang yang sangat pintar tapi kariernya tidak berkembang secara signifikan. EQ yang rendah dapat menghambat karir seseorang.

Orang-orang dengan EQ tinggi bahkan memiliki kemampuan untuk memengaruhi emosi dan perilaku orang lain. Banyak orang dengan EQ tinggi tidak menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan tersebut. Nah, secara sederhana berikut ciri-ciri orang dengan EQ tinggi:
  1. Tidak mudah tersinggung.
  2. Merupakan pendengar yang baik.
  3. Mudah akrab dengan orang lain.
  4. Mudah memahami kondisi orang lain dengan melihat raut wajahnya, perilaku dan gerak-geriknya.
  5. Bisa berempati terhadap kondisi orang lain.
  6. Bisa memotivasi diri sendiri.
  7. Bisa menahan diri dari prasangka buruk.
  8. Menghindari sikap terburu-buru.
  9. Jauh dari sifat ceroboh, misalnya mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang cukup, percaya mentah-mentah pada informasi atau berita yang belum valid, terlalu cepat menyalahkan orang lain padahal belum ada bukti, dll.

Berikut manfaat punya kecerdasan emosional tinggi:
  1. Mudah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. Kemampuan untuk memahami perilaku, emosi dan kondisi orang lain sangat diperlukan di dalam kerja sama tim.
  2. Lebih terhindari dari membuat keputusan yang ceroboh. Seringkali orang-orang mengambil keputusan ceroboh karena tidak bisa mengendalikan emosi. Membuat keputusan tentu harus dengan pikiran jernih.
  3. Mudah untuk menerima kritik dari rekan atau atasan di kantor tanpa rasa tersinggung (baperan).
  4. Mudah dalam pergaulan sehari hari dan tidak kesulitan saat berada di lingkungan baru. Orang dengan EQ tinggi cenderung mudah beradaptasi, karena selain hebat dalam mengelola emosi juga sangat pandai mengetahui kapan seharusnya berbicara dan kapan seharusnya diam atau mendengarkan.
  5. Tidak takut untuk ditempatkan di lingkungan baru karena mudah menyesuaikan diri.

Ada orang yang bekerja di kantor dengan kinerja rata-rata (biasa saja) tapi mendapatkan peningkatan posisi di kantor karena punya kecerdasan emosional yang baik. Si Boss memilihnya karena ia orang yang pandai mengatur emosi, sikapnya lebih tenang dibandingkan rekan-rekannya dan tidak pernah terlihat marah-marah sampai diluar kontrol.

Kecerdasan emosional yang tinggi sangat membantu Anda dalam mengatasi masalah sosial di tempat kerja. Kecerdasan emosional yang baik membuat Anda lebih tenang, terhindar dari sifat mudah marah dan stres. Iini bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik.

Sering marah dan stres berdampak pada peningkatan resiko terkena penyakit jantung, stroke, penuaan dini dan penurunan kekebalan tubuh. Selain itu juga berdampak pada kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Tinggi-rendahnya EQ sebenarnya sangat bergantung dari seberapa baik masa kanak-kanak yang dijalani. Kualitas pendidikan, perhatian dan kasih sayang yang diberikan orangtua sangat mempengaruhi tingkatan EQ seseorang.

Terlihat bahwa anak-anak dari keluarga yang teredukasi (orangtuanya berpendidikan tinggi dan ekonomi mapan) punya kecerdasan emosional jauh lebih baik dibandingkan anak-anak yang lahir dari orangtua minim edukasi dan ekonomi rendah.

Jadi baiknya EQ seseorang sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya sendiri, dipengaruhi dari seberapa cakap orangtuanya dalam mendidik dan merawat dirinya.

Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan EQ, orang dewasa tetap bisa meningkatkan kecerdasan emosionalnya. Beberapa orang memang beruntung memiliki orangtua yang hebat, tapi EQ masih dapat diasah (ditingkatkan) pada orang dewasa, asalkan memiliki keinginan kuat melatih diri untuk menjadi lebih baik.

Untuk melatih kecerdasan emosional, maka belajarlah untuk mengelola stres, emosi atau amarah. Maksudnya melatih diri untuk tetap tenang saat situasi sulit dan situasi yang membuat Anda marah. Biasakan diri untuk tetap tenang dan jaga pikiran tetap jernih walau sedang emosi.

Melatihnya perlu waktu yang panjang karena proses pembiasaan diri bukanlah hal yang mudah dan instan. Apalagi untuk orang yang punya sifat temprament, perlu usaha lebih keras untuk memperbaiki diri.

Kemampuan mengelola perasaan dengan baik harus dilatih, hal ini untuk mencegah Anda dari sifat mudah marah. Jika dalam situasi yang terlalu berat sehingga rasa marah Anda memuncak, cobalah lakukan sesuatu yang dapat meredakan amarah seperti membasuh wajah dengan air segar, mencari angin di luar atau tindakan lainnya yang dapat meredakan amarah.

Pokoknya manfaatkan segala hal yang dapat membantu Anda dalam pengelolaan perasaan dan emosi. Orang yang sering marah/emosi tandanya memiliki EQ rendah.

Buang Pikiran Negatif

Jangan terburu-buru berprasangka buruk terhadap orang lain, karena bisa saja Anda menuduh orang lain tanpa dasar yang jelas, jika salah menuduh akhirnya malu sendiri jadinya. Perlu usaha keras untuk menghilangkan sifat suka berprasangka buruk, dimana itu butuh waktu lama dan pembiasaan hingga Anda akhirnya menjadi orang yang berpikiran positif.

Saat Anda berlatih untuk membuang segala pikiran negatif, maka saat itu juga kecerdasan emosional Anda sedang meningkat.

Selalu Memikirkan Konsekuensi dari Setiap Perkataan

Latih diri untuk terbiasa memikirkan konsekuensi dari setiap perkataan yang diucapkan, pikirkan akibatnya sebelum Anda mulai mengatakannya. Membiasakan hal ini ternyata secara tidak langsung dapat meningkatkan kecerdasan emosional.

Lebih baik sedikit berbicara daripada sering keceplosan mengatakan sesuatu yang harusnya tidak dikatakan. Dengan terbiasa memikirkan dahulu apa yang dikatakan (apakah layak untuk dikatakan atau tidak) berarti Anda sedang melatih diri untuk tidak gegabah. Orang-orang dengan EQ tinggi sangat jauh dari sifat gegabah.

Selain itu terlalu sering mengatakan hal-hal bodoh dan kata-kata kotor dapat menurunkan kecerdasan emosional. Dan sebaliknya, membiasakan diri untuk hanya mengatakan hal-hal yang berkualitas dan berfaedah dapat meningkatkan EQ.

Semakin sering seseorang mengucapkan kata-kata kotor dan tidak pantas maka semakin rendah kecerdasan emosionalnya.

Melatih Menahan Diri

Sebagai contoh, dalam sebuah pembicaraan biasanya orang yang ber-IQ tinggi tidak sabaran terhadap orang yang lambat berpikir atau lambat memahami, karena tidak sabaran diapun memperlihatkan gesture agresif yang membuat lawan bicaranya tidak nyaman, dampaknya orang itu tidak lagi mau mengobrol dengan orang ber-IQ tinggi tersebut.

Itu contoh orang ber-IQ tinggi tapi rendah secara EQ. Kepintaran (IQ tinggi) terkadang bisa memberikan dampak buruk seperti itu. Banyak orang dengan IQ tinggi memiliki masalah dalam kehidupan sosial, yaitu sulit untuk mendapatkan teman.

Inilah bukti bahwa kecerdasan emosional itu penting karena orang ber-EQ rendah cenderung kesulitan dalam bersosial. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi adalah orang yang pandai memahami situasi lawan bicara, bisa menahan diri dari melakukan hal yang tidak perlu serta pandai menjaga situasi kondusif dan nyaman, sehingga banyak orang yang senang dengannya.

Memang agak sulit untuk bisa bersabar atau menahan diri, walau kita tahu bahwa apa yang kita lakukan nantinya membuat orang lain tidak nyaman. Apalagi saat orang lain melakukan keburukan, kemungkinan Anda sangat bernafsu untuk mengomentari keburukan orang tersebut dan mencelanya. Hendaknya Anda mulai berlatih untuk menahan diri (bersabar) dari melakukan hal yang tidak perlu, karena itulah kebiasaan orang-orang ber-EQ tinggi.

Batasi Waktu Menggunakan Gadget

Terlalu lama bermain game atau melihat layar gadget ternyata dapat menurunkan kemampuan untuk membaca/memahami emosi, dampaknya akan menurunkan kecerdasan emosional.

Bahkan seringkali perangkat elektronik seperti itu menjadi penyebab rusaknya kehidupan sosial seseorang, misalnya dapat menurunkan hubungan batin antar anggota keluarga.

Hasil penelitian menyebutkan bahwa anak-anak atau remaja yang rutin mengikuti kamping dari acara sekolahnya (sehingga mereka jarang menggunakan gadget) secara umum memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membaca emosi orang lain dibandingkan mereka yang tidak ikut kamping.

Bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa dengan tidak menggunakan gadget selama lima hari secara efektif dapat meningkatkan kemampuan memahami atau membaca emosi orang lain. Kemampuan membaca emosi merupakan salah satu komponen penting dari kecerdasan emosional. Itu artinya, dengan mengurangi penggunaan gadget bermanfaat untuk meningkatkan EQ.

Sebagai saran, jangan mengeluarkan smartphone saat Anda berbicara dengan orang lain, miliki waktu-waktu tertentu tanpa perangkat digital (buat jadwal jam-nya). Dengan begitu Anda menetapkan batas sehat dalam penggunaan teknologi.

Jangan Mudah Tersinggung

Seringkali orang lain mengomentari atau memberikan kritik yang sebenarnya tidak Anda minta, apalagi isi kritiknya kurang nyaman untuk didengar dan memberatkan hati Anda. Latihlah diri Anda untuk tidak mudah tersinggung dan berusaha untuk tidak memberikan respon negatif terhadap masukan orang lain.

Kritikan memang tidak mudah untuk diterima, tapi jangan biarkan perasaan negatif bercokol di dalam hati Anda, buang jauh-jauh perasaan itu. Jika Anda merasa kurang suka dengan masukan dari orang lain, katakan saja “terima kasih” dan jangan memarahi orang tersebut. Latih diri Anda agar terbiasa seperti ini.

Tips lain meningkatkan kecedasan emosional:
  1. Biasakan diri untuk berusaha memahami lingkungan sosial di sekitar. Latihan seperti ini dapat meningkatkan kecerdasan emosional.
  2. Melatih diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sosial di masyarakat, serta merespon baik terhadap nilai-nilai dan kebiasaan yang ada di masyarakat (respon baik maksudnya respon yang tidak membuat pihak lain tersinggung).
  3. Melatih diri untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Seringkali kita tidak sabaran mendengarkan cerita atau curhatan orang lain padahal punya waktu untuk itu. Cobalah melatih diri untuk bisa sabar mendengarkan cerita atau ucapan orang lain, hal ini dapat meningkatkan EQ Anda.
  4. Jadilah pribadi yang terbuka, yang mau berlapang dada saat diberikan masukan. Selain itu MENGHARGAI sudut pandang atau pendapat orang lain.
  5. BERUSAHA untuk meredam pikiran negatif yang muncul, dan berusaha mengarahkan pikiran ke hal-hal yang lebih positif.
  6. Melatih sikap untuk bisa selalu dalam keadaan tenang dalam kondisi berat sekalipun.
  7. Melatih diri untuk tetap bisa berkomunikasi dengan baik walaupun kondisi emosi sedang tidak stabil.
  8. Bangun pengendalian diri. Latih diri untuk bisa bertindak dengan tepat dalam berbagai situasi.
  9. Melatih diri untuk memiliki sifat TIDAK MUDAH MENYERAH, mampu bertahan dan bangkit pada situasi yang sulit. Melatih hal tersebut bertujuan untuk memperkuat mental, yang pada akhirnya bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan emosional.
  10. Prioritaskan untuk memilih teman yang punya kecerdasan emosional (EQ) tinggi karena seseorang itu secara perlahan akan mencontoh perangai teman-temannya. Saat bersama mereka, secara sadar atau tak sadar Anda sedang mempelajari kecerdasan emosional yang dimiliki teman Anda.
  11. Hindari perkumpulan orang-orang yang suka ghibah (hobi membicarakan kejelekan orang lain).

Kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi tidak dikuasai tiba-tiba, tapi itu adalah hasil pembentukan jangka panjang dari didikan orang tua, pembelajaran di sekolah dan lingkungan. Seorang anak yang sejak kecil mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang tepat umumnya memiliki EQ tinggi. Orang yang sudah berumur dewasa tetap bisa mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan emosional.


Tulisan Terkait: