Cara Mengambil Keputusan (Contoh, Teknik, Tahapan & Kendalanya)

Mengambil Keputusan
Photo credit: freerangestock.com|Bruce Mars

Mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam kehidupan, entah itu tujuannya untuk keperluan pribadi, bisnis dan lainnya. Yang jelas, kemampuan mengambil keputusan dengan benar dan bijak adalah mutlak untuk dimiliki.

Mengambil keputusan adalah proses memilih satu opsi terbaik dari berbagai opsi yang tersedia, dimana ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan membaca situasi.

Hanya saja, membuat keputusan bisa menjadi sesuatu yang sulit atau tidak sederhana, apalagi jika itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Berikut beberapa tips mengambil keputusan:

1. Pahami Tujuan

Anda perlu memahami tujuan dalam mengambil keputusan, tetapkan secara jelas apa goal atau hasil yang ingin Anda capai? Memahami tujuan bakal membuat Anda fokus pada hal yang penting saja (relevan).

2. Perbanyak Fakta dan Data

Cara agar bisa membuat keputusan yang benar yaitu wajib untuk memiliki fakta dan data yang valid, tanpa itu dipastikan seseorang akan keliru dalam membuat keputusan.

Usahakan untuk mengoleksi fakta dan data sebanyak-banyaknya, sehingga Anda tak cuma bergantung informasi dari satu pihak.

Selain itu, semau fakta dan data valid yang diperoleh akan saling menguatkan dan membantu Anda untuk mengambil keputusan yang benar.

3. Terbuka pada Segala Kemungkinan

Anda perlu menerima berbagai fakta dan data seluruhnya, jangan mengabaikannya hanya karena faktor tidak masuk akal seperti ego dan semacamnya.

Dengan demikian, Anda perlu terbuka pada segala kemungkinan, sekalipun itu hal yang tak disukai. Penting diketahui, keputusan yang dibuat karena faktor ego dan faktor irasional lainnya bakal menghancurkan Anda.

Itu mungkin baik-baik saja pada awalnya, tapi efek buruknya bakal terasa dalam jangka panjang. Terbuka pada segala kemungkinan bakal membantu Anda untuk membuat keputusan yang benar.

4. Perbanyak Sudut Pandang

Satu hal penting dalam proses membuat keputusan yaitu jangan hanya melihat persoalan dari sudut pandang sendiri, Anda juga perlu melihat dari sudut pandang orang lain. Taruh diri sebagai orang lain, ini akan membantu Anda untuk membuat keputusan terbaik.

5. Konsultasi

Jangan remehkan berkonsultasi dengan orang lain, Anda mungkin mendapat pencerahan darinya. Hanya saja, tentu Anda berkonsultasi dengan orang yang relevan dan berkompeten.

Sehingga, jangan asal-asalan memilih orang untuk berkonsultasi. Dengan berkonsultasi akan diperoleh pengetahuan baru.

6. Pelajari Efek Positif-Negatif

Anda perlu mempelajari apa saja efek positif dan negatif dari keputusan yang dibuat, tulislah di kertas, lalu bandingkan mana yang lebih besar antara positif dan negatifnya.

7. Koloborasi

Jika ingin membuat keputusan bersama maka pastikan melibatkan semua pihak yang relevan, sehingga semuanya perlu dilibatkan serta didengarkan setiap masukan dan sudut pandangnya.

Dengan mengikutsertakan semua pihak yang relevan, ini akan memperkaya wawasan dan analisa guna mengambil keputusan dengan lebih akurat.

8. Susun Skala Prioritas

Apabila terlalu banyak faktor dalam pengambilan keputusan, maka hendaknya menyusun skala prioritas sehingga diketahui faktor mana saja yang paling utama atau paling penting dalam proses pengambilan keputusan.

9. Fleksibel

Berpikir fleksibel sangat penting guna mengatasi situasi yang begitu dinamis. Anda harus update terhadap wawasan dan informasi baru, sehingga Anda bisa membuat keputusan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.

10. Pertimbangan Moral

Anda perlu mempertimbangkan faktor nilai-nilai moral, kode etik, etika dan norma sebelum membuat keputusan. Usahakan itu tidak bertabrakan, dan pertahankan prinsip moral saat membuat keputusan.

11. Buat Keputusan Saat Stabil

Hindari mengambil keputusan saat Anda sedang marah dan pikiran kacau. Orang yang sedang marah pikirannya kabur dan sulit melihat keadaan secara objektif sehingga keputusan yang diambil tidak matang (dan bahkan tidak rasional).

Keputusan yang diambil dalam kondisi marah berisiko bersifat subjektif dan bias. Tidak sedikit orang yang menyesal akibat membuat keputusan dalam kondisi emosi.

12. Jangan Terburu-Buru

Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan, sediakan waktu untuk merenung, mempertimbangkan dan mendalami alternatif-alternatif yang ada.

13. Manfaatkan Insting

Seringkali Insting punya peran memandu yang sangat baik, sehingga perhatikan hati Anda, apakah menunjukan perasaan tenang atau tidak tenang saat merespon pilihan Anda? Ini perlu diperhatikan.

14. Mencoba Out of the Box

Dengan mencoba berpikir kreatif dan penuh kreasi untuk menghasilkan alternatif yang out of the box, ini nantinya bisa memunculkan ide dan pemikiran super brilian yang tak terduga sebelumnya.

15. Kuatkan Kepercayaan Diri

Dalam mengambil keputusan harus dengan perasaan yakin, biasakan hal ini. Anda perlu berlatih untuk berani dan yakin terhadap penilaian, pertimbangan dan kemampuan pengambilan keputusan Anda, dengan disertai keinginan untuk terus belajar lebih baik.

16. Pelajari Pengalaman Sebelumnya

Anda tentunya sudah membuat berbagai keputusan sebelumnya, maka pelajari itu (yang sukses ataupun yang tidak) sehingga memunculkan wawasan penting guna membantu Anda mengambil keputusan yang benar.

17. Selalu Evaluasi

Anda perlu melakukan evaluasi setelah membuat keputusan, pelajari seberapa baik keputusan Anda untuk mencapai goal yang diharapkan. Jika ada yang kurang, cari tahu segala penyebabnya.

Dengan terbiasa mengerjakan evaluasi, ini dapat mempertajam kemampuan Anda dalam mengambil keputusan.

18. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Faktanya bahwa tak setiap keputusan menghasilkan sesuatu yang diharapkan, sehingga siapkan mental untuk resiko kesalahan dalam mengambil keputusan.

Apabila itu terjadi, manfaatkan pengalaman itu untuk belajar lebih matang dan lebih baik. Ingat, jangan terlalu keras menyalahkan diri sendiri.

Contoh Pengambilan Keputusan


Contoh Pengambilan Keputusan di Bidang Pendidikan:
Seorang siswa akan membuat keputusan besar untuk menentukan jurusan kuliah. Sebelum mengambil keputusan, ada banyak hal yang perlu dilakukan.

Yang pertama yaitu cari tahu minat dan bakat, seberapa besar minat pada jurusan tersebut? Apakah memiliki bakat pada jurusan tersebut?

Riset jurusan-jurusan yang diminati. Pahami kurikulum, peluang karir dan perkembangan industri terkait. Juga cari orang yang sudah pengalaman, penting untuk mencari mahasiswa yang telah berkecimpung di jurusan tersebut, sehingga akan diperoleh informasi penting.

Pahami tujuan karir, pilih jurusan sesuai visi misi karir. Pertimbangkan juga ketersediaan pasar kerja, utamakan jurusan yang memberikan skill yang dibutuhkan industri.

Pertimbangkan faktor keuangan, pastikan jurusan kuliah yang diambil sesuai dengan budget yang tersedia.

Contoh Pengambilan Keputusan di Bidang Keuangan:
Seseorang dilema memutuskan untuk membeli smartphone terbaru atau tidak. Harga smartphone tentunya tidak murah, sehingga perlu berpikir matang sebelum membelinya.

Sebelum memutuskan membeli smartphone, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan yaitu apakah keputusan membeli smartphone itu benar-benar penting? Apakah itu benar-benar kebutuhan atau sekedar keinginan? Apakah spek dan fiturnya sesuai dengan harganya?

Contoh Pengambilan Keputusan di Bidang Pekerjaan:
Seseorang bimbang memutuskan antara melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja setelah lulus. Yang perlu dipertimbangkan yaitu seberapa besar upgrade peluang karir jika melanjutkan pendidikan? Seberapa besar kebutuhan industri saat ini? Apa saja masukkan dari orangtua dan teman sebaya? Bagaimana kondisi keuangan saat ini?

Contoh Pengambilan Keputusan di Bidang Properti:
Seseorang bimbang memutuskan antara ingin membeli rumah atau menyewa rumah, maka yang perlu dilakukan sebelum mengambil keputusan adalah melihat kondisi keuangan, mengevaluasi kebutuhan tempat tinggal, mempelajari tujuan jangka panjang dll.

Teknik Pengambilan Keputusan


Ada sejumlah teknik mengambil keputusan, dimana masing-masing punya kelebihan dan kelemahan, pilihan teknik perlu berdasarkan kondisi dan konteks.

Berikut beberapa teknik pengambilan keputusan:

1. Teknik Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Teknik pengambilan keputusan ini dengan bergantung pada data statistik dan pemodelan. Data yang relevan sangat diperlukan dalam upaya memprediksi dan menilai situasi yang bakal mempengaruhi keputusan.

Kelebihan teknik ini yaitu punya dasar objektif yang kuat karena memakai data yang valid dan relevan, sehingga mencegah pengambilan keputusan yang berbau subjektif.

Kelemahan teknik ini yaitu biasanya membutuhkan sumber daya besar, yakni wajib memenuhi sumber data valid dan relevan dengan jumlah yang memadai.

2. Teknik Pengambilan Keputusan Intuisi
Teknik mengambil keputusan ini dengan menggunakan naluri pribadi tanpa perlu adanya analisa mendalam saat proses membuat keputusan.

Kelebihan teknik ini yaitu bisa membuat keputusan secara cepat. Kelemahan teknik ini yaitu berisiko tinggi terhadap bias dan bahkan mengambil keputusan tidak logis.

3. Teknik Pengambilan Keputusan dengan Pendekatan Incremental
Teknik ini membuat keputusan secara bertahap, sembari melakukan penilaian terhadap efek setiap langkah, sebelum nantinya menuju langkah berikutnya.

Teknik ini dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan yang keliru, hanya saja teknik ini membutuhkan kesabaran dan memakan waktu lebih banyak.

4. Teknik Pengambilan Keputusan Grup
Teknik pengambilan keputusan ini dengan mengikutsertakan tim, dimana bakal sering terjadi diskusi dan perdebatan. Kelebihan teknik ini yaitu membantu memunculkan berbagai pendapat dan sudut pandang yang sangat kaya, menjadikan hasil keputusan lebih berkualitas atau lebih akurat.

Kelemahan teknik ini yaitu harus ada kordinasi yang baik (kalau tidak bakal berantakan), teknik ini juga biasanya membutuhkan banyak waktu karena bakal ada proses alot untuk mencapai kesepakatan.

5. Teknik Pengambilan Keputusan Berbasis Kebijakan
Keputusan diambil dengan mengacu kepada aturan dan pedoman yang sudah ditetapkan. Teknik ini membantu untuk membuat keputusan konsisten (tidak keluar dari prinsip yang dipegang), tapi bakal menyulitkan saat menghadapi situasi yang unik.

6. Teknik Pengambilan Keputusan Berbasis Sosial
Keputusan diambil dengan sangat mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan lingkungan alam, sehingga ini bentuk pengambilan keputusan yang begitu memperhatikan rasa tanggung jawab.

Hanya saja, teknik pengambilan keputusan ini kemungkinan akan merugikan dalam hal efisiensi ataupun finansial.

7. Teknik Pengambilan Keputusan dengan Pendekatan Perasaan
Teknik ini memberikan porsi besar pada perasaan di hati untuk mengambil keputusan, dimana terkadang perasaan bisa sangat membantu dalam proses pengambilan keputusan, hanya saja ini bisa berisiko pada pengambilan keputusan yang tidak rasional.

8. Teknik Pengambilan Keputusan Rasional
Ini teknik pengambilan keputusan dengan mengutamakan fakta dan data, serta cara berpikir yang logis dan terstruktur, dimana dengan mempertimbangkan berbagai perspektif tanpa banyak bias.

Saat Anda ingin membuat keputusan penting yang efeknya besar kepada banyak orang, maka teknik ini yang utama diterapkan.

Catatan: Perlu diketahui bahwa itu tidak selalu cocok untuk semua kondisi, terkadang kombinasi beberapa teknik memberikan hasil terbaik, bahkan seringkali keputusan membutuhkan cara berpikir logis, rasional dan berbasis data yang dikombinasikan dengan pendekatan perasaan.

Setiap teknik hendaknya disesuaikan dengan konteks dan situasi yang dihadapi dalam membuat keputusan. Seorang benar-benar dikatakan cerdas jika mampu kreatif mengkombinasikan beberapa teknik dalam proses pengambilan keputusan.

Kendala Dalam Mengambil Keputusan

Terdapat beberapa kendala dalam mengambil keputusan yaitu:
  1. Kurangnya Informasi. Dimana kurangnya informasi bisa menyebabkan kesalahan dalam membuat keputusan.
  2. Dikejar Waktu. Ini sering terjadi, dimana seseorang dituntut untuk segera membuat keputusan, dimana dia hanya diberikan sedikit waktu. Ini bisa menyebabkannya salah dalam membuat keputusan.
  3. Faktor Psikologis. Kondisi jiwa yang sedang stres atau tidak stabil, bisa meningkatkan resiko kesalahan dalam pengambilan keputusan.
  4. Tabrakan Moral. Terkadang keputusan memiliki pertentangan terhadap nilai moral, etika atau prinsip diri. Ini menjadi dilema.
  5. Kurang Pengalaman. Pengalaman adalah guru terbaik, jadi seseorang yang masih kurang pengalaman dalam pengambilan keputusan bakal lebih rentan salah membuat keputusan.

Langkah-Langkah Pengambilan Keputusan

Tahapan atau proses pengambilan keputusan adalah tindakan mencari informasi, mempertimbangkan alternatif dan mengambil opsi yang terbaik. Berikut langkah-langkah pengambilan keputusan:
  1. Identifikasi Masalah. Pertama-tama Anda perlu melakukan identifikasi terhadap masalah yang membutuhkan keputusan. Dalam proses pengambilan keputusan ini, coba pahami terlebih dahulu apa persoalan atau problem apa yang perlu diatasi? Apa goal yang mau dicapai? Apa standar kesuksesan dari goal Anda?
  2. Kumpulkan Informasi. Anda perlu mencari informasi terkait yang nantinya sangat penting guna membuat keputusan yang benar.
  3. Identifikasi Kriteria Keputusan. Menetapkan kriteria atau faktor-faktor yang dipakai sebagai dasar membuat keputusan.
  4. Solusi Alternatif. Menciptakan sebanyak mungkin pilihan alternatif solusi yang berpotensi bisa mengatasi persoalan atau mencapai goal.
  5. Evaluasi Alternatif. Menilai berbagai pilihan alternatif tersebut berdasarkan kriteria yang sudah dibuat sebelumnya.
  6. Menentukan Alternatif Terbaik. Menentukan alternatif yang menjadi solusi terbaik.
  7. Implementasi Keputusan. Buat planning tindakan untuk menjalankan keputusan yang sudah dipilih.
  8. Monitoring dan Evaluasi. Mengawasi tindakan berjalan sesuai planning dan lakukan evaluasi.
  9. Tindakan Perbaikan. Melakukan perbaikan terhadap keputusan berdasarkan monitoring dan evaluasi (apabila dibutuhkan).
  10. Refleksi. Mempelajari segala aspek dari proses pengambilan keputusan guna diterapkan untuk keputusan di masa mendatang.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: