Apakah Tidur Hanya 4 Jam Boleh Olahraga? Ini Faktanya

Olahraga

Tidur maupun olahraga sebenarnya menjadi dua hal penting, karena kedua hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas hidup kamu.

Orang yang terbiasa berolahraga rutin dan memiliki tidur berkualitas maka akan memperoleh kesejahteraan hidup yang lebih baik.

Hanya saja di zaman sekarang yang serba cepat ini, waktu menjadi dilema karena seringkali orang-orang kebingungan dalam memenuhi kebutuhan olahraga dan tidur yang cukup.

Pentingnya Tidur Cukup

Sebelum membahas tentang tingkat kemungkinan untuk berolahraga dengan tidur hanya 4 jam, perlu kiranya memahami pentingnya tidur malam yang cukup karena bakal mempengaruhi kesehatan tubuh dan psikologis.

Dimana tidur malam yang mencukupi bertujuan untuk memulihkan tubuh dan otak setelah menjalani kegiatan padat seharian.

Selain itu, manfaat tidur malam untuk pemulihan otot, merilekskan tubuh dan pikiran, menjaga ketajaman daya ingat dan daya pikir, memperbaiki suasana hati, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kurang tidur bisa menyebabkan banyak efek buruk seperti hancurnya suasana hati, melemahnya daya tahan tubuh, risiko depresi, melemahnya fungsi otak, penurunan kreativitas, otak menjadi lemot, hingga gangguan fungsi kognitif.

Tidur dan Performa Olahraga

Para ahli sudah banyak menemukan adanya hubungan antara tidur berkualitas dengan performa olahraga.

Dengan memiliki tidur malam yang cukup, itu adalah kunci untuk mengoptimalkan proses pemulihan otot, sehingga memenuhi kebutuhan tidur malam menjadi hal terpenting untuk meningkatkan performa olahraga.

Saat tidur terganggu atau kurang tidur, terjadi gangguan pada proses pemulihan tubuh sehingga tidak optimal, hal ini nantinya akan menurunkan performa olahraga.

Selain itu, kondisi tubuh yang kurang tidur menyebabkan melemahnya ketahanan tubuh, serta menurunnya koordinasi, reaksi dan fokus yang menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap cedera saat berolahraga.

Ditambah lagi, efek kurang tidur akan memperlambat proses pemulihan tubuh. Itu artinya, bahwa proses pemulihan yang lambat menyebabkan lebih lama waktu yang diperlukan untuk bisa berolahraga kembali secara maksimal.

Apakah Tidur Hanya 4 Jam Boleh Olahraga?


Sebenarnya memungkinkan saja seseorang berolahraga dengan hanya tidur 4 jam. Hal itu karena kondisi fisik dan psikis setiap orang berbeda-beda, level kekuatan setiap orang berbeda-beda.

Hanya saja tidur selama 4 jam terdengar tidak ideal, tapi kenyataannya memang ada situasi dimana seseorang terpaksa melakukannya.

Perlu selalu diingat, berolahraga dengan hanya tidur sedikit butuh pertimbangan hati-hati. Apabila kamu memutuskan berolahraga walau tidur hanya 4 jam, maka perhatikan:
  • Jenis Olahraga: Pilihlah olahraga yang tidak terlalu membebani tubuh, hindari melakukan latihan berat seperti berintensitas tinggi, butuh konsentrasi dan refleks yang tingkat tinggi.
  • Durasi: Sesuaikan durasi berolahraga dengan kondisi kebugaran kamu. Hindari memaksakan diri terus berolahraga jika muncul rasa lelah ekstrem dan rasa kantuk.

Apabila tubuh kamu merasa sangat lelah sehingga tidak lagi mampu fokus atau konsentrasi, ditambah lagi muncul rasa kantuk, maka hentikan segera aktivitas olahraga.

Efek olahraga saat kurang tidur menyebabkan performa berolahraga tidak maksimal, dimana kurang tidur membuat kamu gampang lelah, susah konsentrasi, reaksi menjadi lambat dan kesulitan membuat keputusan. Selain itu risiko cedera jadi lebih tinggi, ditambah lagi memicu peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh yang akan berdampak buruk pada daya tahan tubuh.

Berikut fakta-fakta tentang berolahraga dengan hanya tidur 4 jam:
  • Kurang tidur terkait dengan penurunan kinerja kognitif, termasuk kemampuan reaksi menjadi lebih lambat, serta kesulitan dalam fokus dan konsentrasi. Kondisi tersebut nantinya sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan berolahrga dan seberapa efektif olahraga yang dilakukan.
  • Kurang tidur terkait dengan peningkatan risiko cedera selama berolahraga, dimana kurang tidur menyebabkan terganggunya keseimbangan dan koordinasi motorik.
  • Efek kurang tidur menyebabkan melambatnya proses pemulihan otot setelah berolahraga. Hal ini berdampak dalam jangka panjang bisa menimbulkan cedera.
  • Kurang tidur menyebabkan masalah stamina atau kelelahan yang lebih cepat selama berolahraga. Dimana kurang tidur menyebabkan tubuh tidak mampu menyediakan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas yang menguras fisik.
  • Kurang tidur mengakibatkan kelelahan secara mental, ini bisa memengaruhi suasana hati yang nantinya memengaruhi motivasi berolahraga.

Penutup

Tidur yang cukup dan berolahraga adalah dua hal penting dalam kehidupan, supaya kamu memiliki kualitas hidup yang baik dan sejahtera.

Meskipun berolahraga dengan tidur hanya 4 jam masih mungkin dilakukan, tapi hal ini tidak dianjurkan secara rutin karena pastinya akan menimbulkan efek negatif terhadap fisik dan psikis, disamping juga performa olahraga yang tidak maksimal.

Lebih baik untuk menerapkan waktu tidur dan aktivitas fisik yang seimbang, sehingga tidak berat ke salah satunya.




Baca Juga:

No comments: