Ciri-Ciri Orang Pelit Kikir (Dampak Buruk & Cara Mengatasinya)

Orang Pelit
Ilustrasi orang pelit. Photo credit: shutterstock.com

Sifat pelit adalah bentuk kepribadian negatif yang secara ekstrem menolak (atau tidak mau) untuk berbagi (biasanya dalam bentuk uang atau harta benda) padahal dirinya sangat mampu untuk membantu dan berbagi.

Orang hemat seringkali disebut pelit, ini tidak tepat. Hemat itu lebih ke sikap menahan diri dari membeli produk-produk yang tidak diperlukan, tapi tetap punya kepedulian untuk berbagi atau membantu sesama.

Contoh orang pelit: Orang pelit akan berpikir 1000 kali sebelum membantu atau menyumbang. Sekalipun itu untuk sumbangan korban bencana alam yang sangat membutuhkan bantuan, tapi orang pelit biasanya punya empati rendah sehingga menolak menyumbang atau membantu.

Bahaya sifat pelit yaitu bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Hal itu karena memelihara sifat pelit bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi, dimana perasaan cemas yang ekstrem akan kehilangan atau mengorbankan sesuatu bisa memicu perasaan stres yang parah.

Selain menurunkan kesehatan mental, dampak buruk seseorang memiliki sifat pelit yaitu berisiko terkena isolasi sosial. Sebagai contoh sederhana, Anda tentunya malas bergaul dengan orang pelit, kan?

Ciri-Ciri Orang Pelit


1. Enggan Berbagi

Ini ciri-ciri orang pelit yang paling umum. Jika diminta untuk berbagi (walau hal sederhana), orang dengan kepribadian pelit akan merasa sempit dadanya. Orang pelit akan berpikir keras untuk mencari cara agar tidak berbagi.

2. Menghitung Hal Kecil

Ciri-ciri orang pelit kikir yaitu punya kepribadian yang terlalu menghitung untung-rugi. Sebenarnya tidak mengapa menghitung untung-rugi, tapi jika sampai tahap yang ekstrem bisa menyebabkan berkembangnya sifat pelit.

Jika ada orang yang sangat perhitungan, bahkan hal-hal kecil saja dihitungnya, serta dia tidak ingin rugi sedikitpun, maka kemungkinan besar dia termasuk orang pelit.

3. Terlalu Matrealistis

Pikiran orang yang matrealistis bakal terlalu berfokus pada jumlah uang dan harta benda. Orang matrealistis akan menganggap uang adalah segalanya, sehingga dia tidak bisa merasakan bahagianya saat membantu orang-orang yang membutuhkan.

4. Dihantui Pikiran Negatif

Orang pelit biasanya dihantui oleh pikiran negatif seperti ketakutan hartanya berkurang dan habis, padahal hartanya masih banyak.

Orang pelit biasanya dihantui oleh pikiran yang tidak logis, misalnya dia punya harta Rp.500 juta, lalu dia merasa takut miskin padahal cuma menyumbang Rp.300 Ribu.

5. Suka Mengungkit

Jika Anda bertemu dengan orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikan atau pemberiannya, maka besar kemungkinan dia punya sifat pelit. Lebih buruk lagi jika dia suka mengungkit pemberian, yang pemberian tersebut tidaklah banyak.

6. Tidak Ingin Rugi Secara Ekstrem

Sebenarnya tidak mengapa seseorang punya sifat tidak ingin rugi, tapi yang menjadi masalah jika memegang prinsip tersebut secara berlebihan, yakni tidak mau sekalipun rugi atau berkorban.

Hal yang normal dalam kehidupan untuk beberapa kali mengalami kerugian atau melakukan pengorbanan, tapi orang pelit tidak mau berkorban sedikitpun.

Orang pelit bakal merasa berat dan sempit hatinya saat diminta mentraktir teman-temannya.

7. Ingin Menikmati Sendirian

Saat ada makanan lezat seperti pizza, martabak, lumpia, pastel, kue lapis atau yang lainnya, sebenarnya boleh-boleh saja menikmatinya sendiri tanpa diganggu orang lain.

Tapi yang menjadi masalah adalah ketika terusan-terusan seperti itu, dimana tidak ada keinginan sama sekali untuk menyantap bersama guna menyenangkan orang lain, pokoknya dia punya prinsip: “Tak ada yang boleh menyentuh makananku”. Ini mengindikasikan sifat pelit.

8. Kurang Romantis

Orang pelit biasanya kurang romantis karena jiwanya yang tidak peka dan rendah empati. Perilaku romantis hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang punya kepekaan jiwa dan rasa empati yang tinggi.

Selain itu pikiran orang pelit terlalu berfokus pada materi atau harta banda, ini menjadikan kehidupan sehari-harinya kaku dan kemungkinan tidak romantis ke pasangan.

9. Ketidakmampuan Bersenang-senang

Orang pelit walaupun punya banyak uang, tapi dia tidak mampu untuk bersenang-senang dengan memanfaatkan uangnya. Dengan kata lain, orang pelit bakal enggan menggunakan uangnya untuk kesenangan dirinya sendiri.

Ini sudah termasuk level pelit yang sangat parah, dia tidak hanya pelit ke orang lain, tapi juga pelit ke dirinya sendiri.

Cara Mengatasi Sifat Pelit


Untuk mengatasi sifat pelit perlu adanya kesadaran diri dan upaya memperbaiki karakter secara terus-menerus. Berikut beberapa tips mengatasi sifat pelit:
  1. Sayangi Diri Sendiri. Pertama-tama atasi perilaku pelit ke diri sendiri. Sayangilah dan hargai diri sendiri, misalnya saat Anda memperoleh pencapaian atau keberhasilan tertentu, maka berilah hadiah untuk diri Anda sendiri, tidak mengapa sesekali memanjakan diri sendiri.
  2. Tumbuhkan Perasaan Bersyukur. Jiwa yang bersyukur menjadi obat paling ampuh untuk mengatasi sifat pelit. Cobalah merenungkan tentang segala hal yang telah Anda punya dan nikmati selama ini. Hal ini akan mengarahkan pikiran Anda ke sudut pandang yang lebih positif.
  3. Cobalah Menyumbang. Tidak perlu menyumbang dengan jumlah wow, yang penting Anda menyumbang dulu (sekecil apapun nominalnya). Memberikan sumbangan akan berdampak positif pada kesehatan mental seperti memunculkan perasaan bahagia dan puas. Dengan merasakan manfaat langsung dari memberikan sumbangan, Anda tidak lagi tertarik menjadi orang pelit.
  4. Ikuti kegiatan sosial, ini bakal sangat bermanfaat karena membuat Anda bisa memandang kehidupan dengan lebih luas. Berinteraksi dengan banyak orang (dari bermacam background) bisa bikin pikiran terbuka dan menghilangkan sifat pelit.
  5. Jangan suka membandingkan diri dengan orang lain, ketahuilah bahwa setiap orang punya kondisi finansial dan situasi kehidupan yang berbeda-beda. Suka membanding-bandingkan diri bisa menyebabkan Anda tidak puas dengan kehidupan Anda, hal ini nantinya 'membangunkan' sifat pelit di dalam diri.
  6. Belajar tentang cara mengelola atau manajemen keuangan, hal ini membantu Anda tidak lagi khawatir dengan yang namanya pengeluaran.
  7. Miliki tujuan keuangan yang jelas, baik itu secara jangka pendek dan jangka panjang.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: