9 Cara Mengatasi Kenakalan Remaja (Penyebab, Dampak & Contohnya)

Kenakalan Remaja

Para remaja dapat dikatakan bukan lagi anak-anak, tapi mereka juga bukan orang dewasa. Hal inilah yang membuat remaja sebenarnya berada di fase penuh kelabilan dan kebingungan.

Remaja umumnya tak lagi mau dianggap sebagai anak kecil dan mereka ingin lebih bebas, akan tetapi kemampuan berpikir mereka belum matang. Hal inilah yang menyebabkan mereka terjatuh ke perilaku kenakalan remaja.

Pengertian Kenakalan Remaja


Apa itu kenakalan remaja? Kenakalan remaja adalah jenis tindakan anak usia belasan tahun yang menyimpang dari aturan dan nilai-nilai masyarakat, yang seringkali sampai pada tindakan yang mengganggu lingkungan sehingga membuat masyarakat resah, bahkan ada juga yang sampai tahap kriminal sehingga harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Dari berbagai kasus kenakalan remaja yang pernah terjadi, dampak buruknya tak cuma merugikan pihak lain, tapi juga diri sendiri. Sehingga banyak yang menyebutkan tindakan kenakalan remaja adalah tindakan konyol karena seringkali membahayakan diri sendiri.

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja


1. Orangtua Jangan Cuek

Peran orangtua sangat vital dalam mengedukasi anak remaja-nya, misalnya mengedukasi remaja tentang cara mencari teman dan lingkungan yang positif, lalu mengajarkan anak supaya berhati-hati terhadap lingkungan sosial yang buruk.

Kemudian ajarkan remaja tentang nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, termasuk mengedukasi anak mengenai bahaya seks bebas, narkoba dll.

Hal lain yang perlu orangtua lakukan yaitu mendorong remaja supaya mengisi waktu kosongnya dengan aktivitas positif, termasuk dorong remaja untuk memiliki dan mengembangkan minatnya (hobinya). Jika seorang remaja tidak mengisi waktunya dengan aktivitas positif, maka dia akan mengisi waktunya dengan hal negatif.

2. Pahami Perasaannya

Sebenarnya sangat vital bagi para orangtua untuk bisa menyelami perasaan anak remajanya, dimana remaja seringkali berada di momen-momen sulit dan penuh kebingungan. Dengan memahami kondisi dan kesulitan yang dialami si Remaja, menjadikan orangtua bisa lebih bersimpati dan memaklumi.

Tapi Kenyataannya, banyak orangtua yang terlalu cepat emosi dan memarahi anak remajanya, sehingga kondisi justru semakin buruk dan kenakalan remaja makin menjadi-jadi.

Ciri-ciri remaja adalah labil, ceroboh dan berpikir pendek. Sehingga jika remaja sering dimarahi, disudutkan dan dikritik justru hanya menimbulkan efek negatif.

Jadi sangat penting agar orangtua mampu mengontrol diri, jangan sedikit-sedikit memarahi anak. Umumnya remaja bakal sakit hati jika dimarahi, yang kemudian mereka bakal sengaja untuk melakukan hal buruk supaya memancing emosi orangtuanya.

3. Interaksi

Cara mengatasi kenakalan remaja yaitu bangun komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak. Seharusnya komunikasi dan rasa saling pengertian dibangun sejak dini.

Dengan membangun komunikasi yang baik, ini bakal sangat membantu orangtua dalam membimbing anak remajanya. Sehingga komunikasi yang sehat adalah kunci dalam pendidikan remaja.

Dengan demikian, sekalipun orangtua sibuk bekerja maka upayakan agar ada waktu untuk quality time. Manfaat quality time:
  • Mempererat ikatan batin dan membangun komunikasi sehat.
  • Momen untuk mengedukasi anak.
  • Agar orangtua bisa lebih memahami situasi anak remajanya, sekaligus mencari tahu apakah dia memiliki problem di pergaulannya, atau bahkan mungkin dia memiliki masalah psikis.

4. Aturan Jelas

Seharusnya sejak awal anak dikenalkan dan diberikan aturan yang jelas. Orangtua perlu membuat aturan yang bisa dipahami anak dengan baik, selain itu aturan juga harus jelas dan isinya wajar.

Jangan membuat aturan yang abstrak bahkan tak wajar, contohnya harus belajar selama 10 jam, hanya boleh main 15 menit dll. Itu aturan yang tak wajar, yang justru membuat anak tramua dan benci pada aturan.

Pokoknya buatlah aturan yang masuk akal, lalu minta pendapat anak tentang aturan tersebut. Jika anak tampak menerimanya, lalu minta anak untuk berkomitmen pada aturan tersebut.

Mengapa perlu mengenalkan aturan? Umumnya remaja kebingungan atau tidak mampu untuk membedakan perkara yang baik dan buruk, dia hanya melakukan sesuatu yang dianggapnya itu menyenangkan (dari sini timbulah kasus kenakalan remaja).

Disinilah pentingnya peran orangtua untuk membimbing anak. Saat sedang berkumpul atau bersantai bersama, ini menjadi momen bagus untuk mengajarkan anak mengenai aturan serta membedakan hal baik dan buruk.

5. Ruang Berbicara

Cara mengatasi kenakalan remaja yaitu berikan remaja ruang untuk berbicara, berpendapat dan menyampaikan ide-idenya. Remaja yang merasa keberadaannya diakui dan dihargai oleh orangtuanya, cenderung lebih selamat dari pergaulan buruk.

Adapun jika orangtua tidak pernah memberikan kesempatan si Remaja untuk berpendapat dan mengungkapkan ide-idenya, nantinya si Remaja bakal mencari pelampiasannya di luar sehingga rentan untuk bergabung dengan teman-teman yang buruk.

6. Stop Judge Remaja

Hindari terlalu sering men-judge anak remaja Anda, seringkali remaja menjaga jarak dari orangtuanya karena sering di-judge, dimarahi, dikritik, disudutkan dll.

Kunci cara mengatasi kenakalan remaja yaitu saling terbuka, agar remaja mau terbuka maka hargai keberadaan anak dan jangan suka memarahinya. Jika remaja mau terbuka, nantinya sangat mempermudah untuk mengatasi segala problematikanya.

7. Tegas tapi Bukan Kasar

Terkadang orangtua memang perlu tegas saat si Remaja tak juga mengerti, dimana sikap tegas memang diperlukan dalam membimbing remaja. Hanya saja tegas bukan berarti bersikap kasar. Sikap kasar seperti memukul, membentak dan hal-hal menyakiti anak yang sebenarnya tak perlu dilakukan.

8. Monitoring Pergaulan Remaja

Orangtua wajib untuk monitoring pergaulan remaja, tapi bukan berarti mengontrolnya terlalu ketat karena menyebabkan remaja bakal merasa terkungkung. Awasi dimana saja dia bergaul, jika ada yang salah maka barulah arahkan anak ke lingkungan (teman-teman) yang lebih positif.

9. Internet Sehat

Usahakan orangtua jangan gaptek, sehingga mampu untuk membimbing anak menggunakan internet secara sehat.

Ajarkan anak untuk mengoptimalkan penggunaan internet untuk hal-hal positif, lalu selalu ingatkan anak tentang bahaya konten negatif. Berikan argumen-argumen yang kuat (meyakinkan) dan dapat dicerna pikiran anak, sehingga anak menyadarinya dan menjauhi hal-hal negatif di internet.

Faktor Penyebab Kenakalan Remaja


1. Broken Home

Kondisi keluarga yang broken home menyebabkan seorang remaja sangat rentan untuk terjatuh ke dalam perilaku kenakalan remaja.

Contoh umum broken home yaitu perceraian atau kedua orangtua sering bertengkar. Kalau orangtua sibuk bertengkar, anak jadi tidak terurus.

Kondisi keluarga yang tidak harmonis biasanya ditandai dengan minimnya interaksi, termasuk interaksi orangtua ke anak. Jika remaja tak dekat dengan orangtuanya, maka gampang sekali terjatuh ke bahaya pergaulan bebas atau pergaulan yang buruk.

2. Rasa Penasaran

Jiwa seorang remaja biasanya labil, kebingungan, ditambah rasa penasaran yang tinggi. Kombinasi dari ketiga hal itu menjadi penyebab para remaja rentan terjatuh ke perilaku buruk bahkan aksi kriminalitas.

Tipikal seorang remaja yaitu memiliki rasa penasaran tinggi tapi dirinya begitu ceroboh dan tak bisa berpikir panjang, maka rasa penasaran tersebut cenderung terarahkan ke hal-hal negatif bahkan membahayakan.

3. Faktor Ekonomi

Penyebab kenakalan remaja yaitu bisa dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang bermasalah, seperti terlilit hutang dll. Dari kenyataan yang ada, masalah finansial di sebuah keluarga berdampak buruk pada psikis anggota keluarga.

Hal yang umum terjadi yaitu tatkala orangtua stres karena terlilit huang atau terkena PHK maka cenderung bertindak kasar kepada anak. Ini menyebabkan anak memiliki pengalaman buruk dan bertumbuh-kembang dengan perasan tidak bahagia 

Para ahli telah menjelaskan bahwa anak-anak yang tumbuh secara tidak bahagia bakal mengembangkan perilaku kenakalan remaja nantinya.

4. Faktor Lingkungan

Lingkungan pergaulan sangat powerful dalam membentuk karakter remaja, jika remaja berada di lingkungan buruk (memiliki teman-teman buruk) maka si remaja cenderung mengembangkan karakter dan perilaku buruk.

Adapun jika remaja berada di lingkungan pergaulan kondusif atau memiliki teman-teman yang baik, maka ini sangat membantu orangtua dalam rangka membentuk karakternya yang positif. Dengan demikian, orangtua jangan cuek tentang dengan siapa saja si remaja sering bergaul.

5. Minim Perhatian

Anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang biasanya gampang terjatuh ke pergaulan bebas. Dimana anak merasa kurang diperhatikan dan kurang disayangi, alhasil dia bakal mencarinya di lingkungan luar, sekalipun itu lingkungan yang buruk.

6. Orangtua Otoriter

Faktor penyebab kenakalan remaja yaitu pola asuh orangtua yang otoriter. Jika orangtua bersikap tegas tentunya bagus, tapi bukan berarti sampai tahap otoriter karena anak nantinya merasa terkekang, tak bahagia dan bakal memberontak.

Adapun bentuk pemberontakan remaja biasanya dilampiaskan dalam bentuk kenakalan remaja. Beberapa contoh pola asuh otoriter yaitu:
  • Membuat aturan yang terlalu banyak (tidak wajar).
  • Memaksa anak ikut banyak les padahal anak merasa keberatan, dimana dampak anak terlalu banyak les yaitu mengalami kelelahan fisik dan mental.
  • Menekan anak harus rangking 1 di kelas.
  • Anak tidak diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sendiri.
  • Komunikasi yang terjadi berbentuk satu arah.
  • Saat anak melakukan kesalahan, langsung mengomeli tanpa memberikan kesempatan anak untuk berbicara (menjelaskan).
  • Tidak mau mendengarkan pendapat anak.
  • Saat membuat keputusan dalam keluarga, anak tidak dilibatkan.
  • Sering mengomel, menunjukan sikap dingin dan kasar.
  • Memaksakan kehendak kepada anak, bahkan sampai tingkat ekstrem yaitu orangtua sengaja membuat anak takut supaya gampang dikontrol. Dimana menganggap anak bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya.

Harus selalu diingat, perasaan tertekan bisa memicu anak berperilaku negatif, yang klimaksnya yaitu dia melakukan kenakalan remaja, bahkan aksi kriminalitas.

7. Terlalu Dimanja

Pola asuh otoriter itu buruk, tapi pola asuh yang terlalu memanjakan juga tidak kalah buruknya. Maksud terlalu memanjakan anak yaitu selalu mengabulkan setiap tuntutan anak, sekalipun anak meminta yang aneh-aneh tapi orangtua selalu memberikannya.

Bentuk pola asuh seperti ini akan membentuk perilaku anak yang arogan dan semaunya, dimana anak berpikir bahwa segala hal yang diinginkannya wajib dikabulkan. Jadi sangat penting adanya keseimbangan dalam pola asuh, jangan terlalu keras tapi jangan juga terlalu lembek.

8. Internet

Penyebab kenakalan remaja yaitu karena terkena dampak buruk internet. Internet bagaikan pedang bermata dua, pada satu sisi memberikan manfaat besar tapi di sisi lainnya bisa menyebabkan kerusakan.

Di internet, seorang remaja bisa mengkonsumsi konten yang bermanfaat, tapi bisa juga mengkonsumsi konten yang merusak. Bahkan internet bisa merusak remaja dengan sangat cepat jika mengkonsumsi konten-konten merusak yang jumlahnya tak terbatas.

Ditambah lagi sifat dasar remaja yaitu mencontoh dan mempraktekan apa yang sering dilihatnya. Jadi perlu berhati-hati dan bijak dalam menggunakan internet.

9. Tidak Kritis

Seorang remaja yang tidak kritis nantinya sangat rentan terjatuh ke hal negatif, ditambah lagi dengan emosi yang meluap-luap (tak stabil) sehingga sulit berpikir jernih, termasuk memutuskan sesuatu atas dasar perasaan dan emosi.

Akibat dari faktor-faktor tersebut menyebabkan si remaja sulit untuk membedakan mana yang baik dan buruk, alhasil semakin rentan untuk terjatuh kepada perilaku kenakalan remaja.

Dampak Kenakalan Remaja


1. Mengganggu Lingkungan

Dampak buruk kenakalan remaja yaitu bisa mengganggu kenyamanan lingkungan. Berbagai tindakan aneh dan nyeleneh mereka dapat meresahkan orang-orang di sekitar. Misalnya vandalisme maupun tindakan merusak fasilitas umum.

2. Dikucilkan

Dampak kenakalan remaja yaitu dirinya akan dikucilkan oleh orang-orang sekitar. Remaja yang terlibat dalam tindakan buruk atau bahkan aksi kriminal akan dipandang rendah oleh masyarakat, akibatnya dia akan terkena cap buruk dan dikucilkan oleh warga sekitar.

3. Menyusahkan Keluarga

Tidak hanya si Remaja yang terkena dampak buruk akibat perilakunya sendiri, keluarganya juga akan menanggung rasa malu akibat ulahnya. Orangtua si Remaja akan sering di-ghibah masyarakat bahkan dinilai sebagai orangtua yang tak becus mendidik anak.

Apalagi jika si Remaja sampai melakukan tindakan kriminal dan ditangkap polisi, maka semakin malu dan menderita keluarganya.

4. Hancurkan Masa Depan

Dampak kenakalan remaja yaitu menghancurkan masa depan pelakunya. Dimana masa-masa muda merupakan masa seseorang memiliki energi yang begitu besar yang seharusnya dioptimalkan untuk pengembangan diri.

Orang-orang sukses umumnya mereka yang dapat mengoptimalkan masa mudanya dengan sebaik mungkin. Adapun jika seorang pemuda menghabiskan waktunya untuk melakukan hal yang sia-sia, maka sangat disayangkan karena dia bakal gagal untuk mencapai potensinya.

5. Sikap Buruk

Kenakalan remaja akan melahirkan sikap yang buruk, ini sangat berbahaya karena sikap buruknya bisa terus terbawa hingga dewasa, misalnya sering keceplosan bicara kotor, attitude rendah, tak bisa menghargai pihak lain dll.

Kalau begini jadinya, nantinya dia bakal kesulitan untuk bergaul dan berkompetisi di masyarakat, ini membuat masa depannya begitu suram.

6. Tidak Percaya Diri

Para remaja yang hidup dan tumbuh dalam dunia kenakalan remaja biasanya bakal terisolasi, termasuk jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar, dampaknya si Remaja akan tumbuh dengan kepercayaan diri rendah, padahal menumbuhkan keyakinan diri menjadi dasar seorang anak tumbuh optimal.

Belum lagi jika dia mendapatkan stigma negatif dari lingkungan perumahannya maka keadaan akan semakin buruk. Situasi seperti ini bahkan bisa mengakibatkan remaja depresi.

7. Merusak Keamanan

Kenakalan remaja seringkali sampai tahap melakukan aksi kriminalitas seperti pembegalan, geng motor, klitih dan semacamnya. Jika tindakan buruk remaja sudah sampai tahap itu, maka menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Karena kondisi yang tidak stabil atau tidak aman, hal ini menyebabkan orang-orang takut untuk keluar saat malam hari.

8. Social Influence Buruk

Menjamurnya kenakalan remaja dapat menyebabkan rusaknya sebuah generasi secara keseluruhan, hal itu karena kenakalan remaja dapat menular.

Jika kenakalan remaja sudah meraja-lela maka sangat dikhawatirkan ini dapat 'menulari' remaja lainnya secara keseluruhan, sehingga semakin banyak remaja yang masuk ke 'lubang hitam' dan itu artinya negara ini dalam bahaya karena generasi penerus yang rusak.

Contoh Kenakalan Remaja

  1. Membolos sekolah.
  2. Balapan liar di tengah jalan raya.
  3. Mengkonsumsi minuman keras.
  4. Tawuran antar pelajar sekolah.
  5. Tawuran antar kampung.
  6. Perilaku seks bebas.
  7. Hamil di luar nikah.
  8. Penggunaan narkoba.
  9. Pencurian, begal dan semacamnya.
  10. Vandalisme yaitu mencorat-coret bangunan milik orang lain dan fasilitas umum.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: