12 Manfaat Memberikan Apresiasi Kepada Anak (Serta Cara Benar Mengapresiasi Anak)

Apresiasi dapat meningkatkan motivasi dan perasaan baik di dalam diri anak. Hal ini dapat menginspirasi anak untuk lebih kooperatif, gigih dan pekerja keras, disamping juga apresiasi yang diberikan orangtua akan menumbuhkan rasa cinta anak kepada orangtuanya.

Ayah dan Anak
Photo Credit: adobe.com;By Ermolaev Alexandr

Banyak orang percaya bahwa memberikan apresiasi adalah cara efektif untuk memperkuat perilaku yang baik dalam diri anak. 

Apa yang dikatakan sains? 

Studi otak menunjukkan bahwa kita menanggapi persetujuan sosial dengan cara yang sama seperti kita menanggapi imbalan uang. Para ahli menjelaskan bahwa menerima apresiasi akan menjadikan seseorang merasa sangat bahagia, dan jenis apresiasi tertentu dapat memberikan hasil yang sangat bermanfaat.

Misalnya, eksperimen menunjukkan bahwa anak-anak dapat mengambil manfaat dari pesan yang ceria walaupun absurd (tidak jelas) seperti seruan antusias (“Wow”) atau sikap mendukung (seperti tos dll), yang hal tersebut dapat:
-Menciptakan perasaan baik (good mood).
-Meningkatkan suasana hati dan energi.
-Membangkitkan semangat anak.


Peneliti menjelaskan bahwa tindakan positif ini juga dapat memotivasi anak untuk mencoba lagi setelah gagal, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang tahan banting dan tidak mudah menyerah.

Memuji anak seharusnya lebih fokus kepada prosesnya ketimbang hasil. Ada bukti ilmiah bahwa 'pujian proses' efektif dapat memotivasi anak. Pujian proses yaitu misalnya mengakui kerja keras anak, contohnya;
“Kamu belajar dengan bersungguh-sungguh”
“Kamu berusaha sebaik mungkin mengerjakan tugasmu ”
"Kamu sangat bekerja keras"
"Bunda tahu kamu sudah berlatih"

Pujian semacam ini sangat bagus sekali, bisa menginspirasi anak-anak dan membuat anak termotivasi untuk mengambil tantangan dalam hidupnya. Pujian proses juga dapat menumbuhkan sikap paling penting untuk kesuksesan anak di masa depan, yaitu keyakinan dapat meningkatkan diri melalui usaha. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang belajar dan berkepribadian lebih baik ketika memiliki keyakinan ini.

Ada bukti penelitian bahwa anak-anak usia prasekolah mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik ketika orangtuanya memberikan apresiasi saat mereka menunjukkan perilaku yang baik.

Memberikan apresiasi pada anak sangat penting untuk memacu perkembangan psikisnya. Bentuk-bentuk apresiasi beragam, bentuk apresiasi tidak melulu berupa hadiah, bahkan umumnya yaitu berupa pujian atau bahkan sekedar ucapan terima kasih. Manfaat mengapresiasi anak tidak hanya untuk keberlangsungan pertumbuhannya sekarang, tapi juga untuk membentuk karakter anak di masa depan. Berikut berbagai manfaat dari mengapresiasi anak:

1. Anak Lebih Bahagia Serta Terhindar dari Stres dan Depresi
Apresiasi memberikan dampak positif pada anak dan membuatnya bahagia. Anak akan merasa bahagia jika mendapatkan apresiasi yang layak untuk dirinya, sangat penting bagi anak untuk tumbuh dengan perasaan bahagia. Penelitian menunjukan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan perasaan bahagia lebih terhindar dari masalah stres dan depresi di masa mendatang.

Perasaan bahagia juga membuat anak bisa menjalani kehidupan atau keseharian dengan lebih tenang dan tanpa merasa terbebani apapun. Adapun anak-anak yang sejak kecil jarang atau tidak pernah mendapatkan apresiasi dari orangtuanya, lebih rentan untuk terkena stres dan depresi di masa mendatang.


2. Membangun Hubungan Baik Orangtua dan Anak
Apresiasi adalah bagian penting untuk membangun hubungan yang positif, khususnya hubungan orangtua dan anak, sehingga tercipta hubungan yang harmonis di dalam rumah. Dengan mengapresiasi akan membuat diri anak merasa dihargai dan dipedulikan. Sangat penting bagi para orangtua untuk membuat anak merasa dicintai dan diharapkan keberadaannya.

Dengan begitu, kebiasaan mengapresiasi akan menanamkan kesan baik dalam diri anak kepada orangtuanya, apresiasi menjadi cara efektif untuk membangun sebuah ikatan yang erat antara orangtua dan buah hatinya. Mulai sekarang, tanamkan sikap saling mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih di dalam keluarga, sehingga menjadikan rumah terasa seperti surga yang menenangkan.

Kedekatan anak dengan orangtua nantinya membuat anak mau terbuka dan tidak segan untuk berbagai cerita. Ahli psikolog anak mengungkapkan bahwa setiap anak sangat menginginkan apresiasi dalam kehidupan mereka, jadi jangan abaikan kebutuhan anak ini.

3. Meningkatkan Motivasi Anak
Apresiasi akan membuat anak merasa lebih dihargai dan diperhatikan, hal ini akan menjadi suntikan semangat tersendiri baginya. Apresiasi juga akan membangun rasa percaya diri anak serta membuat anak termotivasi untuk berkembang dan menjadi lebih baik.

Hal ini berbeda dengan anak-anak yang tidak mendapatkan apresiasi dari orangtuanya, biasanya mereka memiliki motivasi rendah dalam proses belajar dan kehidupannya secara umum. Apresiasi yang diberikan orangtua dapat menjadikan anak mau berusaha keras, ingat orangtua memiliki kewajiban untuk memberikan dorongan dan memunculkan rasa motivasi dalam diri anak.

4. Meningkatkan Kreativitas Anak
Terbiasa memberikan apresiasi kepada anak ternyata manfaatnya dapat meningkatkan level kreativitas anak, dan juga inisiatif anak. Saat anak melakukan sesuatu, maka apresiasi yang diberikan orangtua dapat menjadikan anak semangat untuk berkreativitas. Maka penting sekali para orangtua untuk menghargai setiap usaha anak.

Adapun orangtua yang kurang apresiatif dan sering merespon negatif, misalnya suka memarahi anak karena kesalahan kecil, memandang remeh hasil kerja atau usaha anak, hal ini lama-kelamaan akan menjadikan anak takut mencoba, sehingga tanpa sadar orangtua telah mematikan kreativitas dan inisiatif anak.

Oleh karena itu berikan apresiasi pada hasil kerja maupun karya anak, dengan adanya apresiasi maka anak akan berusaha meningkatkan kreativitasnya dan anak berani untuk berinisiatif. Pakar perkembangan anak mengatakan bahwa orangtua perlu memberikan anaknya sebuah penghargaan, itu adalah cara bagus untuk membangun keterampilan anak, sekalipun hasil kerja anak kurang baik, biasakan untuk tetap menghargai usaha anak agar tidak mematikan inisiatif daya ciptanya.


5. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Psikolog Anak Seto Mulyadi menjelaskan bahwa para orangtua sudah seharusnya mengapresiasi segala potensi yang dimiliki anak, karena kebiasaan mengapresiasi ini nantinya akan menumbuhkan rasa percaya dirinya. Bantuk penghargaan ini bisa menambah kekuatan dan potensi dalam diri anak (inner strength).

Seto Mulyadi memaparkan bahwa kalau anak dihargai, apa pun potensinya, maka rasa percaya diri dan kekuatan dari dalam akan muncul, yang hal ini juga akan membentuk karakter-karakter yang hebat dalam dirinya. Diantaranya anak memiliki karakter rendah hati tapi tetap percaya diri, sopan santun, mudah bekerja sama, easy going, dan terhindari dari karakter arogan.

Richardus Eko Indrajit, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menjelaskan bahwa untuk dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak diperlukan kerendahan hati orang tua untuk memasuki dunia anak-anak, orangtua harus bisa memposisikan diri ke dalam dunia anak-anak. Ada beberapa kiat untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, salah satunya yaitu dengan rutin memberikan apresiasi. Selain itu orangtua bisa meminta anak untuk mengajarkan hal-hal yang mereka gemari, lalu berikan apresiasi kepada anak setelah anak mengajarkan sesuatu kepada Anda.

6. Membantu Anak Mandiri Sejak Dini
Kebiasaan suka memberikan apresiasi kepada anak ternyata dapat membangun rasa kemandirian anak. Hendaknya apresiasi anak dalam bentuk apapun yang dihasilkan oleh anak, misalnya saat anak membereskan tempat tidurnya sendiri. Dengan apresiasi, anak semakin mandiri dan melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati, serta anak menjadi sangat bersemangat untuk mengulangi berbagai tindakan positif

Pemberian apresiasi dapat meningkatkan rasa percaya diri anak yang akan turut berdampak pada kemandiriannya, anak merasa yakin bahwa ia mampu melakukan kegiatan tersebut, serta anak akan melakukannya dengan senang hati tanpa perlu disuruh-suruh. Hindari memarahi anak dalam memerintahkan sesuatu, hal ini untuk membantunya tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.


7. Membangun Kepedulian dan Kepekaan Anak Terhadap Lingkungan Sekitar
Anak-anak yang mendapatkan banyak penghargaan dari orangtua dan gurunya, maka ia akan dikelilingi oleh banyak energi dan mood positif. Anak-anak yang sejak kecil mendapatkan curahan perhatian yang cukup dari orangtuanya akan memiliki kepekaan yang lebih baik.

Apresiasi dan perhatian dari orangtua membuat kepekaan anak terhadap lingkungan di sekitarnya meningkat. Alhasil anak cenderung tidak egois, lebih peduli (care), dan memiliki rasa empati yang cukup bagus. Sifat positif tersebut harus dimiliki oleh anak sejak dini untuk kesuksesannya di masa depan, dalam hal pekerjaan maupun kehidupan sosialnya nanti.

8. Mencegah Anak dari Perbuatan Suka Berbohong dan Curang 
Kebiasaan memberikan apresiasi ternyata dapat mencegah sifat curang dan licik pada anak. Demikian sebaliknya, jika anak sering dimarahi biasanya akan memunculkan sifat suka berbohong, curang dan licik dalam dirinya.

Memberikan apresiasi menjadi cara efektif untuk menghindarkan anak dari berbuat curang demi memperoleh hasil yang baik. Hal ini juga berkat rasa percaya diri yang telah terbentuk dalam diri anak karena terbiasa mendapatkan apresiasi dari Ayah dan Ibunya.

9. Anak Tumbuh Menjadi Pribadi yang Optimis dan Ulet
Apresiasi yang didapatkan anak sejak kecil akan memberikan kesan positif untuknya, tertanam dalam benak anak bahwa untuk meraih suatu kesuksesan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ulet. Saat anak gagal, keberadaan orangtua yang memberikan respon positif sangat dibutuhkan, ini akan membuat anak berpikir positif dan kembali bersemangat, dia akan berusaha belajar dari kegagalan.

Pakar anak memaparkan bahwa anak-anak yang sering mendapatkan apresiasi, cenderung memiliki sikap optimis dan berusaha belajar dari pengalaman, hal ini akan tertanam hingga mereka dewasa.


10. Mencegah Anak Berbuat Negatif
Secara manusiawi setiap orang membutuhkan apresiasi, khususnya anak-anak. Anak-anak yang berhasil melakukan sesuatu tapi tidak diberikan apresiasi, dampaknya anak bakal merasa diabaikan, tidak dihargai dan tidak diperhatikan. Kejadian seperti ini seringkali menjadi fenomena yang sangat disayangkan, saat anak melihat orang lain yang mendapatkan apresiasi, maka hatinya akan membandingkan mengapa si A diperlakukan dengan baik sedangkan dirinya tidak.

Akibatnya jika orangtua abai dan tidak pernah memberikan apresiasi, akan muncul perasaan tidak nyaman dalam diri anak, dan hal ini akan mendorong munculnya pikiran dan hal-hal negatif dalam diri anak, dampaknya anak akan tumbuh sebagai sosok yang cuek dan cenderung melakukan hal-hal negatif.

Kurangnya apresiasi membuat anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai, hal ini akan tertanam dalam hatinya hingga usia dewasa. Hingga usia dewasa, ia akan terus ingat bahwa dirinya tidak pernah dihargai oleh orangtuanya.

11. Mendorong Anak untuk Terus Berusaha Belajar
Keinginan anak yang besar untuk belajar akan tumbuh saat mereka merasa dihargai dan dimotivasi, setiap apresiasi yang orangtua berikan mengandung makna menghargai dan memotivasi anak. Anak yang sering mendapatkan motivasi dan penghargaan akan semakin terdorong untuk menjadi lebih baik, rasa keingintahuannya meningkat, serta biasanya diiringi dengan peningkatan peforma dan prestasi akademik.

12. Menumbuhkan Sikap Empati pada Anak
Membangun karakter anak perlu dicontohkan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Untuk mengajarkan anak berempati, salah satunya bisa didorong dengan pemberian apresiasi saat anak berhasil melakukan suatu pencapaian. Dengan begitu, kepedulian terhadap apa yang dialami orang lain akan tumbuh di dalam jiwa anak, bukan hanya saat kondisi menyenangkan, tapi juga saat keadaan sulit.

Sayangnya saat ini semakin jarang kebiasaan baik berupa pemberian selamat kepada orang lain, bahkan hal ini dirasa sulit dilakukan oleh sebagian orang. Mengapa? Hal itu karena kurangnya penanaman sejak kecil.

Pemberian apresiasi akan membuat anak care terhadap lingkungannya, selain juga menumbuhkan motivasi yang lebih baik dalam diri anak. Psikolog Steven Aitchison menjelaskan bahwa anak-anak memiliki kebutuhan untuk diberikan apresiasi, anak membutuhkan dorongan motivasi dari eksternal karena belum bisa menumbuhkan motivasi tersebut secara mandiri dalam dirinya. Pemberian apresiasi pada anak walaupun sederhana akan tetap bisa mengoptimalkan proses tumbuh-kembang anak.


Pujian Juga Bisa Berdampak Negatif

Studi menunjukkan bahwa beberapa jenis pujian justru dapat melemahkan motivasi anak, tergantung pada situasinya, pujian bisa memicu perkembangan narsisme, selain itu beberapa anak tidak suka menerima pujian. Mereka membenci perhatian itu atau merasa malu karenanya, mereka mungkin menganggap pujian itu tidak pantas atau tidak tulus.

Jadi bagaimana cara menggunakan pujian dengan bijak, berikut adalah beberapa pedoman dengan berdasarkan penelitian:
  1. Ingatlah bahwa anak-anak membutuhkan dukungan dan dorongan sepanjang waktu, bukan hanya ketika mereka telah mencapai sesuatu yang patut dipuji. Pujian bisa bermanfaat, tapi itu bukan satu-satunya cara orangtua mengomunikasikan persetujuan, penerimaan, dorongan atau cinta. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka tetap mendapatkan dukungan walaupun saat mereka terpuruk.
  2. Hati-hati dengan pujian yang tidak tulus karena itu justru bisa memicu perasaan buruk. Dimana anak-anak mungkin berpikir kita merasa kasihan pada mereka atau merasa bahwa orangtuanya mencoba untuk menjadi manipulatif. Psikolog mengatakan bahwa pujian yang tidak tulus akan mengirimkan pesan bahwa Anda tidak benar-benar memahami anak. Khususnya pada anak-anak yang agak besar mungkin sensitif terhadap efek pujian yang tidak tulus.
  3. Berhati-hatilah juga dalam menggunakan pujian yang berlebihan, bahkan jika anak percaya bahwa Anda tulus, pujian yang berlebihan tetap dapat menyebabkan masalah. Pujian berlebihan berarti menetapkan standar yang sangat tinggi, hal ini justru menjadi beban untuk anak.
  4. Memuji berlebihan justru dapat membuat anak cenderung punya sifat perfeksionis, akibat standar yang tinggi menyebabkan anak terlalu berhati-hati dan takut mencoba.


Cara Memuji Anak dengan Tepat dan Efektif

Pujian untuk anak-anak, bila dilakukan dengan cara yang benar dapat memberikan efek positif yang kuat terhadap kehidupan anak. Namun jika tidak hati-hati, akan ada efek samping yang tidak terduga. "Bagus", "Kerja bagus" atau "Kamu sangat pintar" adalah pujian yang umum dilakukan orangtua, tetapi mengucapkan kata-kata ini tidak selalu bisa menginspirasi anak. 

Bahkan pujian yang asal-asalan bisa menjadi kontra-produktif. Lalu bagaimana cara menyemangati anak tanpa efek negatif? Kuncinya terletak pada caranya dan momennya. Berikut beberapa tips memuji anak dengan benar:

1. PUJI DENGAN TULUS DAN JUJUR
Pujian yang tidak tulus bukan hanya tidak efektif, tapi juga bisa berbahaya. Pujian yang tidak sesuai dengan realita dan pandangan anak akan dirasakan tidak tulus. Pujian menjadi diabaikan ketika anak-anak memikirkan perilaku mereka sendiri yang bertentangan dengan pujian tersebut, seakan-akan anak berkata dalam hatinya: “Itu tidak benar, aku sebenarnya tidak sebaik itu”. Akibatnya anak merasakan bahwa pujian yang dilontarkan asal-asalan dan terkesan tidak tulus.

2. PUJIAN HENDAKNYA SPESIFIK
Jangan terlalu sering memberikan pujian umum, cobalah untuk memberikan pujian yang lebih spesifik. Misalnya, daripada memuji: “Lukisan yang bagus”, lebih baik berikan pujian spesifik: “Bunda suka cara kamu menggunakan variasi warna yang berbeda pada gambar ini”.  Dengan memperhatikan hal-hal kecil, membuat anak merasa bahwa orangtuanya benar-benar peduli karena telah memperhatikan dengan sungguh-sungguh atau mendetail.


3. PUJI PROSES DAN USAHA ANAK, JANGAN FOKUS MEMUJI HASIL
Ketika anak-anak dipuji atas usaha keras mereka dalam melakukan tugas, mereka belajar untuk menghubungkan keberhasilan dengan upaya mereka. Anak-anak ini akan lebih fokus pada upaya untuk berlatih atau mengembangkan keterampilan daripada mengejar hasil itu sendiri. Pujian ini membuat anak-anak terdorong untuk berlatih dan meningkatkan keterampilan, ini dapat meningkatkan motivasi dan ketekunan.

Ketika menghadapi kegagalan, anak-anak ini percaya bahwa mereka telah gagal karena mereka tidak berusaha cukup keras, sehingga mereka termotivasi untuk mencoba lagi dan performa mereka cenderung meningkat. Mereka lebih tangguh dan tidak hancur saat gagal .

Daripada mengatakan: “Selamat ya, Kamu anak yang cerdas dapat nilai 10” lebih baik mengatakan: “Selamat ya, Kamu telah berusaha sangat keras untuk belajar menghadapi ujian”.

Penutup

Apresiasi akan memunculkan rasa dihargai, saat seseorang merasa dihargai oleh orangtuanya maka akan terjalin hubungan yang positif. Orang tua, pendidik atau siapapun itu yang memberikan apresiasi pada anak, nantinya hal tersebut akan terus dikenang oleh anak. Hubungan yang baik dan dekat akan terbangun dengan hal sederhana ini.

Apresiasi walaupun sederhana adalah sesuatu yang membahagiakan bagi anak. Membahagiakan anak tidak harus dengan hal-hal besar atau yang mahal.  Apresiasi bisa menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh anak, harapan anak untuk diapresiasi akan mendorongnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kreatif, menyukai tantangan, dan berusaha dengan lebih kuat di dalam kehidupannya.




Tulisan Terkait: