15 Tips Menghadapi Quarter Life Crisis

Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia antara 20-30 tahun merasa tidak memiliki arah, bingung dan khawatir akan ketidakpastian kehidupannya di masa depan. Rasa khawatir dapat timbul karena masalah pekerjaan, relasi, jenjang karier yang tidak jelas dan faktor kehidupan sosial.

Anak Muda
Photo credit: unsplash.com|Štefan Štefančík

Orang yang mengalami quarter life crisis seringkali mempertanyakan eksistensinya sendiri di kehidupan dunia ini, yang paling umum adalah merasa tidak memiliki tujuan hidup, bahkan ada yang berpikiran bahwa seharusnya dirinya tidak pernah ada di dunia ini.

Beberapa pemicu quarter life crisis:
  1. Pertama kalinya menjalani hidup mandiri, tapi belum siap.
  2. Terlalu lama menganggur dan tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.
  3. Bekerja di tempat atau bidang yang tidak disukai.
  4. Melihat teman sebaya yang memiliki pekerjaan lebih prestisius dengan penghasilan yang jauh lebih besar.
  5. Mengalami putus cinta setelah menjalani hubungan yang serius dalam waktu cukup lama.

  6. Tanda-tanda seseorang sedang mengalami quarter life crisis:
  7. Kurang motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari, padahal sebelumnya bersemangat.
  8. Khawatir akan tertinggal dari orang-orang di dalam ketidakpastian hidup. Sering mencemaskan apa yang akan terjadi di masa depan.
  9. Suka merasa iri pada orang lain, khususnya pada orang-orang seumuran yang sudah lebih dulu mencapai impiannya.
  10. Merasa tidak bahagia menjalani rutinitas saat ini walaupun memiliki gaji yang besar. Anda merasa bahwa rutinitas pekerjaan tidak membuat bahagia.
  11. Merasa terjebak dalam situasi yang tidak disukai.
  12. Kesulitan dalam membuat keputusan.
  13. Merasa segala hal tidak berjalan sempurna. Saat Anda kecil dulu, menjadi dewasa adalah sesuatu yang diidam-idamkan, mulai dari punya banyak uang, bisa bebas bepergian dll. Hal itu terus menerus melekat dalam pikiran Anda, sampai akhinya Anda menyadari bahwa menjadi dewasa tak seindah seperti yang dibayangkan sebelumnya.
  14. Sering merasa minder saat melihat aktivitas teman di medsos. Misalnya, saat di medsos terlihat foto-foto teman Anda sudah menikah, Anda jadi minder gara-gara belum menikah.
  15. Membeli barang mahal untuk menunjukan diri (pamer). Misalnya Anda membeli barang-barang mahal agar dipuji dan diakui sebagai orang sukses, akibatnya dompet Anda ‘kempes’ dan bahkan uang kos bulanan belum terbayar.
  16. Muncul pikiran yang mengganggu, misalnya: “Nanti setelah saya pensiun, hidup saya bakal kayak gimana ya?”


Diperkirakan quarter life crisis dialami oleh sekitar 80% kaum milenial yang merasa tidak nyaman dan kesepian. Disamping itu, saat mengalami quarter life crisis seharusnya Anda mencoba mengenali diri lebih mendalam, ini membantu Anda untuk mempersiapkan segala kemungkinan di masa mendatang.

Menghadapi Quarter Life Crisis

Sebenarnya masih normal-normal saja seseorang mengalami quarter life crisis, banyak yang mengalaminya. Tapi tetap perlu langkah-langkah yang benar sehingga quarter life crisis tidak sampai memicu timbulnya depresi. Berikut tips menghadapi quarter life crisis:

1. Jangan Terlalu Memikirkan Perkataan Orang Lain
Setiap orang memiliki perdapat yang bermacam-macam, Anda tidak punya kewajiban untuk memikirkan semua pendapat dari orang lain. Orang lain hanya bisa melihat Anda dari luar, sedangkan Anda-lah yang paling tahu tentang diri Anda sendiri.

Orang lain memiliki pendapat dan ekspetasi terhadap diri Anda, tapi jangan terlalu dipikirkan jika itu menyakiti Anda, tak jarang mereka memasang ekspektasi tinggi. Hanya saja (sebagai makhluk sosial) Anda tidak bisa menghindar 100% dari mereka, maka yang bisa Anda lakukan adalah jangan terlalu memikirkan ucapan, pendapat dan ekspetasi mereka terhadap diri Anda.

2. Miliki Komunitas
Walau bagaimanapun, manusia itu makhluk sosial yang membutuhkan dukungan dari orang lain, serta membutuhkan sudut pandang orang lain. Sangat tidak disarankan menyendiri saat melewati fase quarter life crisis, keberadaan komunitas sangatlah membantu Anda.

Dengan memiliki komunitas yang tepat, Anda akan menemukan orang-orang yang mendukung kehidupan sosial Anda, bahkan mungkin membantu Anda mengatasi masalah di banyak bidang kehidupan. Mulailah menemukan tempat yang dapat membuat Anda TERINSPIRASI dan TERMOTIVASI.


3. Berhenti Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Jangan suka membuang waktu dengan membandingkan-bandingkan diri. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain biasanya akan memicu perasaan khawatir dan Anda menjadi tidak puas dengan pencapaian selama ini. Kurangi kepo terhadap kehidupan orang lain, lebih baik mencari tahu kegiatan positif apa yang bisa Anda lakukan.

Apalagi di era digital yang menyebabkan banyak orang bernafsu untuk memamerkan momen-momen kemewahannya di medsos. Anda mungkin melihat teman lama yang memiliki gaji besar, jabatan tinggi, liburan keliling dunia, hingga yang sudah menikah dan punya anak. Melihat pencapaian orang lain saat quarter life crisis bisa memicu kesedihan dan rasa frustasi di dalam diri.

Setiap orang pasti memiliki problematika di dalam hidupnya, oleh karena itu berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Orang-orang memposting foto di medsos saat momen-momen yang bagus saja. 

4. Kejar Apa yang Berarti Untuk Anda
Hal ini jauh lebih baik daripada sibuk kepo pada pencapaian orang lain. Coba tanyakan pada diri sendiri. Apa target Anda? Apa Kemampuan Anda? Apa Kelebihan Anda? Hal bagus apa yang bisa dilakukan? Skill apa yang ingin Anda kuasai? Berikan pertanyaan-pertanyaan semacam itu pada diri Anda, sehingga Anda bisa fokus untuk pengembangan diri sendiri dan meningkatkan rasa percaya diri.

5. Mulailah Belajar Mencintai Diri Sendiri
Mencintai diri sendiri sangatlah penting, kurang mencintai diri sendiri menyebabkan Anda terpuruk dalam quarter life crisis. Untuk mencapai tujuan hidup, Anda perlu menghargai dan mencintai diri Anda terlebih dahulu. Buatlah diri Anda nyaman, mulailah perhatikan kebutuhan Anda dengan lebih baik, perhatikan apa saja yang Anda suka dan apa saja yang membuat Anda nyaman.

Perhatikan kebutuhan jiwa Anda secara layak, dan jangan membebankan diri dengan sesuatu yang terlalu berat. Lalu jangan lupa untuk merawat diri dan berolahraga, perbaiki pola tidur dan pola makan, konsumsilah makanan bergizi. Tanpa Anda sadari, hal-hal sederhana seperti ini membuat hidup Anda lebih bahagia.


6. Kurangi Aktivitas di Media Sosial (Medsos)
Anda perlu mengurangi aktivitas di medsos, atau kalau bisa meninggalkan sama sekali karena ada banyak hal lain yang bisa dilakukan. Seringkali medsos membuat insecure, banyak orang yang merasa ‘kurang berharga’ akibat sering melihat berbagai kemewahan orang lain di medsos. 

Bermain medsos lebih sering menimbulkan efek negatif daripada efek positif, diantaranya bisa menghilangkan perasaan bahagia dan bersyukur.

7. Miliki Teman dengan Minat dan Hobi yang Sama
Cobalah mencari teman-teman yang memiliki minat dan hobi yang sama dengan Anda, dengan begitu Anda tidak akan merasa sendiri dalam menjalani hidup. Kesamaan minat dan hobi membuat interaksi semakin seru dan menarik. Membahas minat atau hobi bersama dengan orang lain menjadikan Anda merasa ‘lebih hidup’.

Setidaknya Anda memiliki teman yang bisa menginspirasi, membantu Anda untuk memandang kehidupan dengan lebih positif serta membuat Anda lebih optimis. Jika interaksi Anda dengan seseorang membuat Anda lebih optimis dalam menjalani kehidupan, maka sering-seringlah berinteraksi dengannya.

8. Perbaiki finansial Anda, hal itu karena memiliki keuangan yang sehat sangatlah penting untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri. Jika gaji Anda kecil, maka Anda perlu berhemat (hindari sifat boros) sehingga kondisi finansial Anda tetap sehat. Sebagai saran, buang jauh-jauh gaya hidup mewah, boros dan hedonisme.

9. Anda perlu berada di lingkungan orang-orang yang mendukung Anda. Saat Anda dalam kondisi lemah dan kehilangan jati diri, maka Anda sangat membutuhkan orang-orang yang siap sedia untuk men-support. Dukungan orang-orang akan membangkitkan moral dan semangat Anda dalam melewati quarter life crisis.


10. Jangan berdiam diri, lakukanlah suatu kegiatan. Melamun tidak akan mengubah apapun dan membuat Anda jadi orang yang tidak produktif, yang nantinya mengakibatkan Anda semakin tidak percaya diri. Cobalah mencari hobi atau kegiatan baru, satu saja tidak apa-apa karena yang penting konsisten. Kegiatan yang produktif dapat mengembangkan kemampuan Anda dan membuat Anda jauh lebih baik. Aktivitas rutin juga dapat mengalihkan Anda dari pikiran-pikiran negatif.

11. Kenali diri sendiri lebih mendalam. Coba sadari, apa saja kelebihan serta kekurangan Anda? menyadari kelebihan dan kekurangan sangatlah penting untuk dijadikan bahan evaluasi sekaligus motivasi dalam menjalani hidup. Jika Anda tidak mengetahui seluk beluk diri sendiri, Anda akan kesulitan saat memetakan apa yang harus dilakukan. 

12. Anggaplah Quarter Life Crisis sebagai sebuah fase hidup yang normal, dimana fase ini dialami oleh setiap orang. Jangan sampai muncul perasaan takut dan khawatir yang berlebih, yang menyebabkan Anda terjebak.

13. Biarkan hidup berjalan apa adanya, serius dan fokus itu memang penting tapi sesekali Anda harus santai. Nikmati setiap alur kehidupan Anda sehingga membuat dada Anda semakin lapang, jangan terlalu memikirkan hal-hal (pencapaian) yang tidak sesuai dengan ekspetasi. Sikap santai membuat Anda tidak mudah stres dan tertekan.

14. Jangan menyendiri, Anda membutuhkan teman-teman terpecaya sebagai tempat curhat yang membuat Anda merasa lebih lega, aman dan nyaman.

15. Hindari toxic relationship. Berhubungan dengan orang lain bisa membuat Anda lebih bahagia, tapi hindari teman yang toxic. Pertemanan yang toxic memberikan pengaruh buruk. Jadi pastikan Anda hanya memiliki pertemanan sehat, memiliki hubungan yang sehat barulah akan berdampak baik terhadap moral dan kesehatan emosional (EQ) Anda. Sangat membahagiakan jika memiliki teman-teman setia yang mau membantu Anda bangkit di saat-saat sulit.

Penutup

Tidak perlu takut akan masa depan, rasa khawatir berlebihan adalah sebuah kesalahan. Hal yang perlu Anda lakukan adalah menjalani kehidupan saat ini dengan fokus, jangan lupa untuk menumbuhkan rasa syukur. Hal itu karena tanpa rasa syukur, seseorang tidak akan pernah merasa tenang dan bahagia dalam hidupnya. 

Anda perlu fokus pada hal berguna, lakukan apa yang Anda bisa, dan jangan suka membandingkan pencapaian Anda dengan orang lain karena hanya akan membuat Anda jadi down. Biarkan masa muda kita berada di tempatnya. Tidak perlu mengkhawatirkan hidup jadi tidak bermakna, bahkan sebenarnya Anda sudah cukup peduli untuk memperbaiki diri dengan membaca artikel ini. Bila quarter life crisis sampai membuat Anda merasa stres dan depresi, maka Anda perlu mencari bantuan ahli.




Tulisan Terkait: