20 Tips Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Menunda-nunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk, bakal membuat Anda sering terburu-buru untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan saat mepet mendekati waktu deadline. Kebiasaan buruk ini membuat hidup jadi tidak tenang. Kebiasaan menunda yang sudah mendarah daging menyebabkan Anda tampak tidak profesional, selain juga bikin hari-hari terganggu.

Menunda Pekerjaan
Menunda-nunda pekerjaan. Photo credit: shutterstock.com|NakoPhotography

Lakukan usaha atau langkah-langkah agar kebiasaan menunda bisa hilang, sehingga Anda tampak profesional. Agar tidak terjebak dalam kebiasaan menunda, segera lakukan perubahan. Jangan khawatir, kebiasaan menunda masih dapat dihilangkan. Berikut beberapa tips menghilangkan kebiasaan menunda pekerjaan:

1. Hilangkan Perasaan Suka Meremehkan Tugas
Buang pikiran untuk meremehkan tugas karena dampaknya bisa sangat serius. Jika Anda berpikir suatu tugas terlalu mudah sehingga Anda meremehkannya, setelah itu akan timbul perasaan “Tugasnya gampang, nanti saja mengerjakannya.”

Akibat kebiasaan ‘nanti-nanti’ ini, justru biasanya tugas mudah bakal sering ditunda-tunda pengerjaannya hingga mepet mendekati waktu deadline. Jadilah terburu-buru untuk mengerjakan tugas tersebut, jadinya tidak enak kan? Lebih parah lagi, ternyata tugas tersebut tidak semudah yang diperkirakan, jadilah Anda stres dibuatnya.


2. Jangan Berpikir Rumit
Selain meremehkan atau menggampangkan tugas, kebiasaan menunda juga bisa hadir karena merasa tugas terlalu rumit atau sulit. Karena anggapan sulit ini, sehingga timbul pikiran “Ah, susah sekali, kalau begitu mending cari hiburan dulu ah... untuk senang-senang”. Pikiran negatif ini bisa menjadi masalah serius yang membuat Anda sering menunda pekerjaan, carilah cara untuk menyiasatinya.

Misalnya dengan memecah tugas dalam bagian-bagian yang lebih kecil, pengerjaannya sedikit demi sedikit, atau cara lainnya. Paksa diri Anda untuk mengerjakan kewajiban tugas walaupun niat awalnya hanya sedikit, karena biasanya setelah itu muncul perasaan bahwa Anda bisa mengerjakannya dengan lebih banyak.

Jadi jangan terlalu banyak berpikir, hilangkan pikiran negatif atau pikiran bahwa tugas tersebut sulit atau memberatkan. Jangan berpikir rumit, yang harus Anda lakukan adalah segera kerjakan tugas walau niat awalnya hanya sekedarnya (sedikit,) biasanya setelah itu muncul semangat untuk mengerjakan lebih banyak.

3. Singkirkan Gangguan
Ada banyak hal yang bisa menganggu seseorang sehingga menunda-nunda pekerjaan, beberapa gangguan yang umum yaitu dari smartphone, televisi dan lainnya. Benda seperti smartphone ternyata bisa membuat seseorang kecanduan, karena terlalu lama main smartphone sehingga kecapean dan jadi malas saat harus mengerjakan tugas, jadilah menunda-nunda.

Anda harus berhati-hati dari smartphone dan gangguan-gangguan lainnya, singkirkan terlebih dahulu sebelum bekerja. Misalnya: hentikan penggunaan smartphone 10 menit menjelang jadwal waktu pengerjaan tugas, beristirahat-lah dari smartphone, ini sangat membantu agar Anda menjadi fit dan kembali semangat untuk mengerjakan tugas.


4. Gunakan ‘Strategi Jeda’
Hilangkan bad mood dan kesan negatif terhadap tugas atau pekerjaan. Untuk meningkatkan semangat dan fokus maka gunakan ‘strategi jeda’. Cara ini dinilai efektif untuk menghilangkan kebiasaan menunda dan meningkatkan mood kembali.

Untuk memulai cara ini, pertama-tama singkirkan berbagai hal yang mengganggu fokus Anda seperti ponsel atau gawai lainnya. Lalu atur alarm 30 menit dan fokuslah bekerja selama waktu itu. Setelah 30 menit habis, Anda perlu menyegarkan otak dengan beristirahat selama 5-10 menit. Lakukan berulang.

Seseorang yang menunda pekerjaan menandakan orang tersebut memiliki kesan buruk terhadap pekerjaan atau tugas tersebut, kesan negatif timbul karena merasa mengerjakan tugas itu melelahkan dan menjenuhkan, maka dengan beristirahat 5-10 menit setiap setengah jam akan sangat membantu untuk menghilangkan perasaan negatif tersebut.

5. Buat Waktu Target Sendiri
Tanpa adanya target waktu, orang cenderung lebih rentan untuk menunda pekerjaan. Seseorang perlu tekanan untuk mencegah timbulnya rasa malas atau mager. Jadi, Anda bisa berjanji pada diri sendiri: “Pokoknya tugas ini harus selesai dalam 3 hari” atau kalimat semacamnya.

Dengan membuat target waktu penyelesaian, ternyata ampuh untuk membantu menyadarkan alam bawah sadar Anda dan membuat Anda lebih waspada, Anda pun lebih terhindar dari kelalaian. Mengingat ‘target waktu’ membuat Anda lebih termotivasi untuk bergerak.


6. Hindari Sifat Perfeksionisme
Anda memang harus mengeluarkan kemampuan terbaik Anda, tapi hindari sifat perfeksionisme karena itu justru akan membebani pikiran Anda. Sifat Perfeksionisme seringkali membuat perasaan terbebani dan bahkan bisa merusak suasana hati, dampaknya Anda rentan bad mood dan akhirnya menunda-nunda pekerjaan.

7. Selalu Ingat Dampak Buruk Menunda Pekerjaan
Selalu ingat bahwa kebiasaan menunda-nunda akan berdampak negatif untuk Anda. Hal itu karena kebiasaan buruk ini dapat merembet ke banyak hal negatif, diantaranya perasaan tidak tenang, pekerjaan yang tidak selesai-selesai, efisiensi kerja menurun, stress, bahkan perasaan tertekan dan terburu-buru karena waktu deadline yang mepet (akibat menunda-nunda).

Terlalu sering menunda-nunda membuat hasil kerja juga tidak maksimal. Padahal jika pekerjaan atau tugas bisa segera diselesaikan, nantinya Anda bisa punya banyak waktu bebas. Kalau Anda punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas dengan maksimal, kenapa harus mengerjakan tugas saat mepet deadline?

Bayangkan Anda bisa selesai mengerjakan tugas di awal waktu, waktu yang tersisa dapat Anda gunakan untuk hal lain dengan bebas.

8. Gunakan Trik Khusus Hilangkan MAGER
Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk menghilangkan malas. Misalnya, Mel Robbins, seorang entrepreneur dan motivator terkenal dari Amerika Serikat yang membeberkan caranya sendiri untuk menghilangkan rasa malas dalam sekejap. Dia menggunakan aturan 5 detik untuk membantunya berhenti menunda-nunda.

Jadi berdasarkan penjelasannya, setiap kali dia merasa enggan untuk mengerjakan suatu tugas, dia akan berhitung sampai lima. Tepat setelah hitungan ke-5, ia akan bangkit dari rasa malas dan mulai mengerjakan tugas tersebut. Nah, Anda dapat menggunakan cara ini saat timbul rasa malas atau saat timbul perasaan ingin menunda-nunda pekerjaan.


9. Hindari sosial media, setidaknya Anda jangan sampai kecanduan. Kecanduan sosmed atau seharian main sosmed, sudah pasti bakal merusak ritme aktivitas harian Anda, termasuk rentan untuk menunda tugas atau pekerjaan. Ingat, jangan sampai kecanduan sosmed, game dan semacamnya.

10. Tidurlah yang cukup, jangan begadang. Tidur malam yang berkualitas dan cukup nantinya berdampak baik untuk suasana hati Anda. Suasana hati yang buruk (bad mood) biasanya membuat seseorang suka menunda-nunda pekerjaan.

11. Buatlah daftar prioritas untuk mengatasi sikap suka menunda pekerjaan. Anda bisa memulai dengan mencantumkan apa saja tugas yang harus dikerjakan, lalu ketahui apa yang paling penting. Dengan begitu Anda akan menyadari untuk mengutamakan hal yang paling penting, dan mengakhirkan hal yang kurang penting.

12. Menjadi realistis saat mengerjakan sesuatu ternyata bisa menjadi cara mengatasi sifat suka menunda-nunda. Berharap kesempurnaan bisa membuat keinginan untuk mengerjakan menjadi berkurang. Menjadi realistis membuat Anda lebih fokus untuk menjadi lebih baik dibandingkan mengharap kesempurnaan.

13. Kenali hal-hal yang membuat anda produktif, perhatikanlah kondisi seperti apa yang membuat Anda nyaman. Apakah ada tempat atau waktu tertentu dimana Anda merasa dapat bekerja maksimal? Terkadang lokasi dapat menentukan produktivitas kita dalam bekerja. Pilihlah tempat yang nyaman dan kondusif sehingga Anda dapat bekerja dengan optimal.


14. Siapkan makanan atau minuman favorit Anda. Dengan menyantap makanan atau minuman yang disukai, bisa membantu Anda lebih mood dan semangat. 

15. Jauhkan ponsel saat bekerja agar dapat lebih produktif. 

16. Jika Anda memiliki tugas besar, maka buat menjadi tugas-tugas kecil, jika Anda merasa tugas besar tampak begitu menakutkan untuk dikerjakan. Pekerjaan atau tugas yang tidak jua dikerjakan, biasanya karena merasa takut salah dan bingung harus mulai dari mana. Anda bisa pecah tugas besar tersebut menjadi tugas-tugas kecil.

17. Segera mulai tugas Anda, beberapa pakar psikolog mengatakan bahwa sesaat setelah Anda memulai melakukan sesuatu, rasa tidak nyaman yang awalnya dirasakan akan langsung menurun drastis. Lalu muncul rasa nyaman saat pengerjaan tugas.

18. Kerjakan secara perlahan. Anda bisa menyicil, ketika ada waktu luang cobalah mengerjakan walaupun sedikit. Terkadang munculnya sifat suka menunda pekerjaan karena merasa tidak ada waktu pas untuk menyelesaikan suatu tugas dalam sekali jalan.

19. Anda mungkin bakal suka menunda pekerjaan karena merasa deadline masih lama. Supaya tidak menunda lagi, maka tetapkan deadline sendiri. Tetapkan deadline yang jauh lebih cepat dari deadline yang diberikan. 


20. Kemampuan mengatur waktu dengan baik sangatlah penting. Kebiasaan menunda sangat berkaitan dengan kesulitan seseorang dalam manajemen waktu. Mulai sekarang belajarlah untuk mengatur waktu, mulailah dari menghilangkan kebiasaan suka menyia-nyiakan waktu.

Prinsip ‘Lakukan Sesuatu’

Prinsip ‘lakukan sesuatu’ pada dasarnya yaitu jika Anda ingin melakukan sesuatu—apa saja—maka Anda mulai saja dari komponen paling sederhana dari tugas itu. Saat saya kurang bersemangat untuk menulis artikel ini, jadi saya hanya mengatakan pada diri sendiri: “Saya akan membuka dokumen kosong dan menulis kalimat pertama.”

Anehnya, begitu saya memaksa diri untuk menulis kalimat pertama, 40 kalimat berikutnya menjadi sangat mudah. Hal seperti ini juga berlaku untuk hal-hal lainnya. Prinsip ‘lakukan sesuatu’ ini sangat bermanfaat, bahwa sebuah tindakan (walau kecil) akan menjadi penyebab motivasi sekaligus efek dari motivasi. Begitu Anda mengambil satu tindakan kecil dan sederhana, ada momentum yang terbangun di dalam diri Anda, membuat sisanya menjadi sangat mudah.

Ketahui ‘Bahaya Halus’ dari Berpikir Positif

Ada hal unik yang terjadi pada saya saat menulis artikel ini. Semakin saya berpikir tentang betapa menakjubkannya artikel yang akan saya tulis, justru semakin saya menunda dan semakin sulit untuk menulisnya.

Sebaliknya, saat saya berhenti peduli apakah artikelnya bakal bagus atau tidak, tiba-tiba saya merasa lebih baik dan merasa seperti ‘menulis sendiri’ secara otomatis. Kemungkinan Anda pernah mengalami hal seperti ini di beberapa area kehidupan Anda, semakin Anda peduli (pada hasil yang tinggi) justru semakin sulit rasanya untuk memulai.

Adapun semakin sedikit memikirkan bagaimana nanti hasilnya, justru Anda jadi merasa lebih baik. Inilah yang saya rasakan, jika saya merasa sebagai seorang penulis brilian dan memiliki sesuatu yang penting untuk diungkapkan, akhirnya saya malah menunda-nunda untuk menulis. Tapi saat saya berpikir sebagai seseorang yang biasa saja, justru ini menjadi berita bagus karena biasanya saya akan segera menulis.




Baca Juga: