Jangan Dipaksa, Ini 12 Tips Jitu Supaya Anak Mau Minum Obat Tanpa Drama

Meminta anak untuk minum obat terkadang memang sulit dan banyak drama, tapi orangtua jangan panik. Jika orangtua panik justru membuat keadaan semakin mencekam, dan anak semakin menolak minum obat. Anak menolak minum obat karana berbagai alasan, biasanya karena rasa obat yang tidak enak (pahit) dan aromanya yang tajam. 

Anak Minum Obat
Photo credit: stock.adobe.com|Joanna Zielinska

Berikut beberapa tips bagi orangtua:

1. Hindari Memaksa Anak
Pada dasarnya, tindakan memaksa adalah hal yang tidak disarankan dan akan menyebabkan dampak buruk. Memaksa anak minum obat bisa membuatnya trauma, maka sebisa mungkin hindari tindakan pemaksaan pada anak. Memaksa anak minum obat dapat menyebabkan anak tersedak atau memuntahkan obat yang diberikan, ini nantinya juga dapat membuat anak stres dan trauma minum obat di kemudian hari. Rasa trauma biasanya sulit hilang hingga masa dewasa.

Daripada memaksa anak, jauh lebih baik untuk memberikan penjelasan pada anak. Cara-cara lembut jauh lebih baik ketimbang tindakan kasar seperti memaksa. Anak yang sudah cukup besar biasanya sudah bisa diberikan pengertian, orangtua berperan untuk memberitahu manfaat minum obat kepada anak, jelaskan dengan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami anak. Misalnya jelaskan pada anak bahwa dengan minum obat dia bisa cepat sembuh, sehingga dapat bermain lagi dengan teman-teman.


2. Tawarkan Hadiah
Memberi hadiah memang jangan sering-sering karena tidak baik untuk psikologi anak. Tapi dengan menawarkan hadiah, ini menjadi cara sangat ampuh agar anak semangat dan mau minum obat. Anda bisa mengiming-imingi anak dengan hadiah agar dia mau minum obat, bentuk hadiah juga tidak perlu barang mewah atau mahal. Setelah anak mau minum obat, jangan lupa untuk memberikan apresiasi pada anak, pujilah anak setelah dia minum obat.

3. Buat Suasana Menyenangkan Sebelum Minum Obat
Suasana hati yang baik amat penting karena sangat mempengaruhi sikap dan keputusan anak. Saat anak sedang bad mood maka semakin sulit untuk memintanya minum obat. Dengan begitu menjelang waktu minum obat, pastikan suasana lingkungan yang menyenangkan dan jaga mood anak.

4. Bantu Anak Menghadapi Rasa Takutnya
Ini biasanya jika anak akan mengonsumsi obat dalam bentuk pil. Jika anak ketakutan, bilang pada anak bahwa tenggorokannya bisa menelan sesuatu yang jauh lebih besar yaitu makanan. Orangtua punya peran penting untuk meredam ketakutan anak, serta meyakinkan anak bahwa dia akan baik-baik saja setelah mengonsumsi obat.

Ahli anak menjelaskan bahwa disarankan anak sudah mengenal obat berbentuk pil lebih awal, yaitu saat dia berusia empat atau lima tahun, ini merupakan waktu sebelum anak mengembangkan rasa takut untuk menelan sesuatu. Biasanya jika menunggu sampai anak berusia delapan tahun sudah terlambat.

Sehingga hal yang bagus jika anak sudah pernah menelan pil sejak kecil sebelum ia memiliki rasa takut terhadap obat. Jika anak baru mulai mengonsumsi pil setelah berusia 8 tahun, biasanya dia menolak dan tidak mau minum pil karena takut akan tersedak.


5. Berikan Anak Contoh
Orangtua terkadang juga minum obat, maka perlihatkan pada anak prosesnya. Tunjukkan kepada anak cara minum obat sehingga anak memahami bahwa itu tidak sulit dilakukan. Berikan anak kalimat motivasi yang menenangkannya, misalnya mengatakan kepada anak untuk menganggap pil tersebut adalah sepotong makanan dan menelannya.

6. Menyamarkan Rasa Obat
Karena rasa obat yang biasanya tidak enak maka menyamarkan rasa obat menjadi trik yang bagus. Anda bisa menyamarkan rasa obat dengan makanan tertentu, misalnya menyamarkan pil dengan es krim atau makanan kental lainnya. Jadi Anda bisa memberikan anak makanan (misalnya es krim atau semacamnya) sehingga menciptakan rasa enak di mulut anak dan membuat lidahnya mati rasa. Saat lidah terasa dingin, anak tidak akan merasakan sesuatu yang masuk ke mulut. Trik seperti ini akan sangat membantu orangtua agar anak mau minum obat.

Contoh lainnya yaitu memasukkan sendok ke freezer selama beberapa menit hingga sendok dingin, setelah itu letakkan di lidah anak, angkat sendok, dan masukan obat ke mulutnya. Sendok dingin akan mengurangi kemampuan untuk merasakan sesuatu di lidah. Setelah anak konsumsi obat, berikan anak minuman untuk menghilangkan rasa obat, biasanya obat berbentuk pil terasa pahit di lidah.

7. Berikan obat dengan rasa yang digemari anak. Jadi kalau bisa mintalah kepada dokter untuk memberikan obat dengan rasa yang disukai anak, misalnya rasa manis, stroberi, jeruk, anggur atau lainnya.

8. Jika anak konsumsi beberapa jenis obat, berikan anak kebebasan untuk menentukan obat mana yang akan diminumnya terlebih dahulu.

9. Berikan pengingat kepada anak, ingatkan 15 menit sebelum waktu minum obat. Misalnya saat anak sedang bermain, ingatkan kepadanya bahwa 15 menit lagi waktunya minum obat. Tindakan ini membantu anak untuk tidak kaget dan mengurangi resiko drama saat minum obat.

10. Saat waktu minum obat, ciptakan suasana netral. Artinya, tidak dalam suasana yang mencekam ataupun suasana yang terlalu meriah. Jadikan momen minum obat adalah hal biasa. Hal-hal sederhana seperti ini dapat mengurangi rasa tegang saat waktu minum obat.

11. Psikolog anak menjelaskan bahwa orangtua perlu memiliki sikap positif, semakin orangtua tampak frustasi dalam memberi obat maka semakin besar pula anak akan melawan dan menolak minum obat.

12. Tenangkan perasaan si Kecil dengan memberikan benda-benda kesukaannya, misalkan mainan favoritnya, sehingga membuat si Kecil merasa lebih aman untuk minum obat. Selain itu Bunda juga bisa sambil menggenggam tangan si Kecil saat akan menyuapi obat ke dalam mulutnya.




Baca Juga: