10 Dampak Buruk Multitasking (Contoh & Cara Berhentinya)

Multitasking adalah mengerjakan dua hal atau lebih dalam satu waktu. Banyak yang merasa bahwa multitasking adalah sesuatu yang luar biasa karena menjadikan seseorang lebih produktif.

Jika multitasking dilakukan dengan cara yang benar memang bisa meningkatkan produktifitas. Tapi kenyataannya, seringkali metode multitasking tidak efektif meningkatkan produktifitas.

Dampak Buruk Multitasking
Photo credit: stock.adobe.com|hin255

Apalagi jika melakukan multitasking dengan asal-asalan, justru akan menurunkan produktifitas, selain juga ada banyak dampak negatif yang mengintai.

Jadi kesimpulannya, tidak selalu multitasking dapat meningkatkan produktifitas. Justru melakukan multitasking dengan asal-asal malah akan menurunkan produktifitas.

Contoh Multitasking

  • Memasak sambil mendengarkan podcast.
  • Mengerjakan tugas sambil mendengarkan podcast.
  • Mengerjakan tugas sambil bermain Facebook.
  • Menonton TV sambil makan.
  • Menonton TV sambil mengoperasikan smartphone.
  • Mengobrol sambil mengoperasikan smartphone.
  • Menulis email sambil melakukan panggilan telepon.
  • dan banyak lainnya.

Tujuan multitasking yaitu agar bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus dengan cepat, serta mencegah penundaan pekerjaan. Multitasking bisa bermanfaat jika dilakukan dengan benar dan tepat.

Tapi hindari melakukan multitasking pada dua pekerjaan BERAT sekaligus, kemungkinan malah akan berantakan jadinya.

Dampak Buruk Multitasking


1. Membuat Anda Cepat Lelah

Efek negatif multitasking dapat membuat anda cepat lelah. Hal itu karena melakukan multitasking akan menghabiskan banyak sekali energi, khususnya pikiran menjadi sangat kelelahan, mumet dan otak terasa panas.

Otak dipaksa bekerja keras untuk mengerjakan dua tugas sekaligus dalam satu waktu, hingga akhirnya otak menjadi overload dan overheat.


2. Kualitas Kerja Menurun

Dampak negatif multitasking menyebabkan kualitas kerja menurun. Hal itu karena mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam satu waktu dapat menurunkan fokus, penurunan fokus ini nantinya berimbas pada penurunan kualitas hasil pekerjaan.

Dampak akan sangat terasa pada jenis pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi. Hindari melakukan multitasking pada jenis pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi karena hasilnya bakal buruk.

3. Memicu Stres

Bahaya multitasking yaitu bisa memicu timbulnya stres. Mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu menyebabkan Anda sering terburu-buru dan cenderung panik, hal ini tidak baik untuk kesehatan mental Anda.

Terutama Anda mengerjakan hal yang memiliki level kerumitan tinggi, maka makin rentan untuk terkena stres. Beban kerja yang sangat tinggi dapat menyebabkan seseorang menderita lelah kronis secara fisik dan mental.

4. Resiko Human Error Meningkat

Dampak buruk multitasking yaitu resiko human error yang meningkat. Multitasking dapat menurunkan kualitas kerja, selain itu juga meningkatkan resiko human error atau kekeliruan mengerjakan tugas.

Dibandingkan mengerjakan satu tugas saja, mengerjakan dua tugas (apalagi lebih) menyebabkan resiko yang jauh lebih besar untuk melakukan kesalahan.


5. Resiko Adab yang Buruk

Efek negatif multitasking yaitu bisa menyebabkan adab atau attitude yang buruk. Jangan sampai multitasking dalam bekerja terbawa ke kehidupan sosial, ini bisa menyebabkan adab yang buruk dalam bersosial atau berinteraksi dengan orang lain.

Jika Anda sering multitasking, dikhawatirkan bisa terbawa sampai kehidupan sosial. Misalnya Anda mengobrol dengan orang lain sambil bermain gawai, hal ini bisa membuat orang lain tersinggung dan menilai Anda sebagai orang yang kurang adab atau tidak tahu sopan santun.

Selain itu, hal ini juga bisa menghancurkan hubungan percintaan. Tidak jarang hubungan asmara hancur karena terlalu sibuk bermain gadget saat seharusnya mengobrol dan quality time.

Multitasking dapat menghancurkan kehidupan sosial, jadi jangan sampai kebiasaan multitasking dalam dunia pekerjaan terbawa hingga kehidupan bersosial.

6. Produktivitas Kerja Turun

Multitasking memang dapat membuat produktivitas kerja meningkat, tapi lebih seringnya membuat produktivitas kerja turun. Hal itu karena hanya sedikit orang yang bisa melakukan multitasking dengan benar dan bijak.

Jadi, pada kenyataannya multitasking lebih sering menyebabkan produktivitas kerja turun. Studi menunjukan bahwa dampak multitasking menyebabkan seseorang menyelesaikan suatu tugas dengan waktu 2-4 kali lipat lebih lama.

Itu artinya, percuma mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu, jika ternyata waktu penyelesaian masing-masing tugas malah membengkak. Kurangnya fokus disinyalir menjadi penyebab tugas tidak selesai-selesai. Multitasking dapat memecah fokus Anda.

7. Menurunkan Daya Ingat

Efek negatif multitasking yaitu menurunkan daya ingat. Hal itu karena saat melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu, otak akan menerima terlalu banyak 'data' dalam satu waktu. 

Terlalu banyak informasi yang masuk, menyebabkan informasi tidak diproses secara 'matang' oleh otak (karena otak harus segera memproses informasi lainnya yang menumpuk), dalam jangka panjang hal ini berdampak pada penurunan daya ingat.

Hal ini mirip dengan aktivitas men-scrool beranda sosial media (seperti Facebook, Twitter, Instagram dll) selama berjam-jam, dampaknya bisa menurunkan daya ingat.


8. Resiko Depresi dan Kecemasan

Bahaya multitasking dapat meningkatkan resiko depresi dan kecemasan. Multitasking bisa menyebabkan Anda mengalami kelelahan kronis secara mental dan fisik, selain itu multitasking membuat Anda sering terburu-terburu, perasaan jadi tidak tenang, atau jauh dari kata rileks. Hal-hal itu nantinya bisa memicu depresi dan kecemasan.

9. Membuat Sulit Fokus

Dampak negatif multitasking yaitu bisa membuat Anda sulit fokus dalam kehidupan sehari-hari. Sudah sangat jelas bahwa multitasking membuat pikiran Anda terbagi ke banyak hal. Jika hal ini berlangsung lama atau terlalu sering, dapat menyebabkan Anda mengalami masalah konsentrasi dan fokus.

10. Resiko Kecelakaan Kerja

Dampak buruk multitasking bisa meningkatkan resiko kecelakaan kerja. Kurangnya fokus sangat berkaitan dengan peningkatan resiko kecelakaan kerja. Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu menyebabkan fokus Anda terpecah atau berkurang.

Multitasking juga erat kaitannya dengan sikap tergesa-gesa, ini nantinya juga meningkatkan resiko kecelakaan.

Bagaimana Cara Berhenti dari Kebiasaan Multitasking?


Kuncinya yaitu berusaha FOKUS pada apa yang sedang dikerjakan. Dengan kata lain, membuat diri Anda 100% hadir saat ini.

Hindari pikiran kemana-mana saat mengerjakan sesuatu, fokuskan pikiran dan perasaan pada aktivitas yang sedang Anda lakukan.

Berusahalah, awal-awal cobalah selama 15 menit untuk fokus mengerjakan satu hal. Jika berhasil, berarti Anda telah ber-progress, Anda akan semakin mampu untuk fokus dalam waktu lebih lama.

Jangan sampai Anda terdistraksi dengan hal lain, buang segala pikiran yang 'mengajak' untuk melakukan multitasking.

Selain itu, buatlah jadwal kegiatan yang jelas. Ini akan sangat membantu untuk berhenti dari 'kecanduan' multitasking.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: