17 Ciri Karakteristik Anak Cerdas di Atas Rata-rata

Anak cerdas sebenarnya dapat terlihat dari kemampuannya yang menonjol dibandingkan anak-anak seusianya. Setiap anak tentu memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, hanya saja yang harus orangtua pahami adalah bahwa setiap anak yang lahir akan tumbuh dengan bakat dan keistimewaannya masing-masing. Jadi jangan sampai orangtua melabeli anak dengan sebutan ‘bodoh’ karena bisa sangat fatal akibatnya.

Anak Cerdas

Berikut sifat dan karakteristik anak yang kecerdasannya diatas rata-rata:

1. Sejak kecil anak menunjukkan rasa penasaran yang tinggi, dimana anak suka sekali mencari tahu jawaban dan rasa ingin tahunya tinggi. Rasa ingin tahu yang besar juga berpengaruh positif terhadap perkembangan kognitif anak.


2. Anak cerdas biasanya akan mudah mengingat suatu kejadian serta mampu mengekspresikan secara verbal. Meskipun kejadian tersebut sudah lama berlalu, anak mampu mengingatkan dan menjelaskannya secara rinci kepada orang tuanya. Hal ini karena kemampuan kapasitas otak yang baik untuk mampu menangkan banyak hal secara detail.

3. Anak memiliki tingkat fokus yang tinggi, sehingga dia tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal lain ketika sedang fokus, bahkan mampu berkonsentrasi dalam waktu yang cukup lama.

4. Anak dapat berbicara dengan lebih lancar dibandingkan anak-anak seusianya. Keterampilan anak berbicara sejak kecil dipengaruhi oleh perkembangan otaknya yang cepat, alhasil anak bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya menjadi kata-kata yang diucapkannya. Sangat disarankan orangtua rutin mengajak anak mengobrol sejak kecil untuk merangsang kecerdasannya.

5. Anak suka memperhatikan detail, dimana dia mampu memperhatikan hingga hal-hal yang detail. Anak cerdas biasanya sering melihat sesuatu secara mendetail, sehingga dia sering menemukan hal-hal yang sering terlewatkan oleh orang lain. 

6. Anak punya kedalaman dan kepekaan emosional (rasa simpati) yang mengejutkan di usia muda.

7. Anak memiliki kemampuan untuk memunculkan pendapat atau ide-ide baru, yang mengejutkan untuk anak-anak seusianya.


8. Anak punya inisiatif dan kreatifitas yang baik, misalnya si Kecil menggambar tanpa diajarkan dan tanpa disuruh, atau anak dapat langsung menyusun lego/balok saat pertama kali memainkannya, ini biasanya menandakan dia punya potensi kecerdasan di atas rata-rata. Selain itu, setelah agak besar (dimana akalnya semakin matang) biasanya anak akan memiliki ide-ide yang out of the box.

Untuk mendukung perkembangan kreativitasnya, maka bebaskan dan dorong Si Kecil untuk berpikir kreatif. Saat terdapat permasalahan, biarkan dia mencari caranya sendiri dalam menyelesaikan. Orangtua mungkin akan kaget dengan solusi anak yang unik dan tidak biasa. Ungkapkan betapa bangganya Anda terhadap si Kecil yang bisa berpikir sendiri. Hal seperti ini perlu dibiasakan sejak dini.

9. Anak cerdas memiliki daya imajinasi tinggi. Si Kecil yang memiliki daya imajinasi tinggi senang sekali bermain peran, misalnya menjadi dokter, polisi, sopir dan peran lainnya. Anak yang berimajinasi menandakan otaknya berfungsi optimal.

10. Anak menunjukkan sisi humoris, dimana selera humor yang baik berkaitan dengan kecerdasan, humor merupakan ciri khas kesenangan intelektual. Jika anak suka melucu alias membuat humor, ini bisa menandakan ciri kecerdasan. Anak yang cerdas suka bergaul dengan orang dewasa yang sering bercanda, anak juga akan menirunya. Bahkan mungkin perlu nalar untuk bisa memahami lelucon dari Si Anak.

11. Anak cerdas sering terlihat lebih jeli terhadap sesuatu hal yang tidak disadari oleh anak seumuran-nya dan bahkan oleh orang dewasa sekalipun.

12. Anak memiliki minat yang kuat terhadap sesuatu, sehingga anak akan sering terlihat fokus pada sesuatu yang diminatinya hingga waktu berjam-jam.


13. Anak sejak masih kecil ternyata mampu menarik kesimpulan serta hubungan sebab-akibat dari suatu peristiwa, ini menandakan anak punya kemampuan di atas rata-rata.

14. Anak memiliki kosakata yang cukup banyak, dimana anak yang cerdas bisanya memiliki kemampuan verbal yang baik, hal ini diketahui dari banyaknya perbendaharaan kata yang dimilikinya (jika dibandingkan anak-anak seusianya). Mereka mampu menyampaikan sesuatu dengan kalimat yang lengkap dan menggunakan kosakata yang sulit dengan tepat.

15. Walau masih kecil, anak memiliki kemampuan untuk membuat sebuah kalimat yang cukup rumit. Kalau seorang anak biasa berkata: “Ada kucing”. Adapun anak super cerdas akan mengatakan: “Ada kucing di depan pagar, sedang mengintip ingin masuk ke rumah".

16. Anak cerdas ditandai dengan kemampuan berpikir yang cepat dan mudah mengerti.

17. Anak punya rasa ingin tahu yang tinggi sehingga sangat sering bertanya “kenapa?”. Bahkan mungkin anak bakal bertanya secara detail, sehingga tidak jarang anak cerdas membuat orangtuanya kerepotan dengan segudang pertanyaan yang diajukannya.

Penutup

Ciri-ciri anak cerdas yang dijelaskan diatas hanyalah sebagai acuan, karena memang sulit untuk bisa memastikan 100% bahwa seorang anak itu cerdas, kita hanya bisa melihat tanda-tandanya sebagai acuan, sehingga jangan memasang ekspektasi yang terlalu tinggi pada anak. Selain itu, setiap anak memiliki keistimewaan dan bakatnya masing-masing, tugas orangtua adalah mengeksplorasi dan mengoptimalkan-nya.

Orangtua tentu bahagia memiliki anak cerdas, tapi hindari sikap menekan. Misalnya menuntut anak untuk harus juara kelas, mengikutkan ke banyak les, ataupun membanggakannya ke orang-orang secara berlebihan. Hal ini akan membuat anak merasa tertekan, stres, cemas dan akhirnya bisa mengisolasi diri.

Menghadapi anak cerdas memiliki tantangan tersendiri, sikap mereka yang kritis terkadang dirasa kurang sopan, sehingga orangtua perlu mempersiapkan diri dan kesabaran saat menghadapi anak dengan sifat kritis.

Perlu mendukung kesehatan emosional untuk anak-anak cerdas. Meskipun penting untuk mendukung anak secara intelektual, tapi sama pentingnya untuk mendukung kehidupan sosial anak, maka jangan bebani anak dengan banyak les atau kursus.

Pastikan orangtua menjaga hubugan dan komunikasi yang baik, yaitu dengan menyisihkan waktu untuk mengobrol dengan anak, menanyakan keadaan anak, ataupun orangtua harus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak untuk mengekspresikan diri, dan pastikan Anda menjadi orang kepercayaan bagi Si Anak.




Tulisan Terkait: