14 Bahaya Media Sosial yang Bisa Menghancurkan Hidup Anda

Banyak orang berkata: “Tidak bisa membayangkan hidup tanpa media sosial”. Padahal yang seharusnya diketahui yaitu banyaknya efek buruk medsos yang bisa membahayakan hidup penggunanya. Apalagi orang-orang yang merasa tidak bisa hidup tanpa media sosial, sebenarnya mereka telah menjadi korban dari medsos. Bahkan mungkin Anda juga pernah mengalami beberapa efek negatif medsos.

Media Sosial
Photo credit: shutterstock.com|PIMPAN

Anda mungkin akan kaget setelah mengetahui dampak buruk medsos terhadap kesehatan fisik dan mental, bahkan media sosial dapat mengubah persepsi seseorang tentang dunia dan dirinya sendiri. Walaupun memang medsos memberikan manfaat dan kemudahan, tapi Anda perlu mewaspadai efek negatifnya sehingga perlu membatasi penggunaan medsos. Anda perlu mengetahui beberapa efek negatif media sosial.

1. Depresi dan Kecemasan
Coba perhatikan berapa lama Anda menggunakan media sosial dalam sehari? Terlalu lama menghabiskan waktu di situs jejaring sosial dapat berdampak buruk pada suasana hati Anda, serta memicu perasaan stres, cemas dan jenuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan Cyberpsychology Behavior Soc Networking Journal tahun 2014 bahwa semakin lama orang-orang menggunakan media sosial maka semakin banyak perasaan negatif yang mereka alami, termasuk depresi. Sehingga dampak buruk media sosial bisa sangat serius, dan semakin berbahaya bagi orang-orang yang sebelumnya telah didiagnosis terkena masalah depresi dan kecemasan.

Munculnya perasaan negatif dan gejala depresi dapat berasal dari peningkatan perbandingan sosial dan terlalu sedikitnya interaksi sosial secara langsung akibat menghabiskan terlalu banyak waktu bermain medsos di layar gadget.

Selain itu, penggunaan medsos membuat Anda bakal melihat bagian terbaik dari kehidupan orang lain, lalu Anda bandingkan dengan hal-hal negatif dalam kehidupan Anda. Suka membandingkan diri dengan orang lain menjadi penyebab munculnya perasaan tindak nyaman, rasa tidak puas dengan pencapaian diri sehingga jadinya tidak menghargai diri sendiri, hingga akhirnya memicu kecemasan dan depresi.

Agar penggunaan medsos tidak menyebabkan diri Anda tertekan secara psikologis, psikolog menjelaskan jumlah waktu yang disarankan untuk berada di jejaring sosial adalah setengah jam per hari, tidak lebih dari itu (apalagi sampai berjam-jam).


2. Gangguan Tidur
Selain meningkatkan resiko kecemasan dan depresi, menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dapat menyebabkan gangguan tidur. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan media sosial memiliki efek negatif pada kualitas tidur. Jika Anda merasa mengalami gangguan tidur, tidur tidak teratur sehingga produktivitas menurun (bahkan sampai mengganggu pekerjaan) maka cobalah mengurangi waktu di medsos.

Saat menggunakan ponsel di tempat tidur di malam hari, jangan bermudah-mudahan memeriksa notifikasi medsos karena Anda berpikir hanya akan menghabiskan waktu lima menit, tapi nyatanya Anda akan tergoda untuk scroll ke bawah terus-menerus, sehingga tanda disadari Anda telah menghabiskan waktu selama satu jam.

Jangan biarkan algoritme media sosial merusak tidur Anda yang berharga. Selain itu, paparan cahaya dari layar smartphone dapat menyebabkan gangguan tidur, atau setidaknya menurunkan kualitas tidur dan membuat tidur kurang nyenyak.

3. Fenomena Takut Ketinggalan
Ini bisa menjadi masalah serius bagi psikologi Anda. Fenomena ini muncul saat boomingnya media sosial, tidak mengherankan jika ini salah satu efek negatif medsos yang paling luas di masyarakat. Fenomena ini berupa bentuk kecemasan yang Anda dapatkan ketika Anda takut kehilangan pengalaman positif yang dimiliki orang lain.

Juga Anda terus-menerus memeriksa pesan atau notifikasi untuk melihat apakah ada yang mengundang Anda, atau selalu memikirkan dan menunggu banyaknya like, komentar dan umpan balik lainnya. Selain itu Anda juga ingin tampil keren di medsos sehingga selalu ingin melibatkan diri dengan hal-hal trending dan viral, serta mengharapkan pujian dan umpan balik. Fenomena seperti ini akan membebani diri Anda sendiri dan buruk untuk psikis Anda.


4. Bullying Online
Setelah adanya medsos, orang-orang jadi mudah membully orang lain tanpa perlu keluar rumah. Sekarang ini bullying tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tapi juga dapat dilakukan dari jarak jauh (secara online). Seseorang dapat menyerang, membunuh karakter, menghina, menggertak hingga mengancam secara online, bahkan dapat dilakukan secara anonim.

Hari ini kita semua tahu tentang mengerikannya cyberbullying, bahkan mungkin kita telah sering melihat apa yang bisa dilakukan satu pihak ke pihak lainnya. Jadi walaupun media sosial memudahkan dalam berkomunikasi, berteman dan bertemu orang baru, tapi nyatanya media sosial juga memungkinkan orang yang kejam untuk ‘mencabik-cabik’ orang lain dengan hanya mengeluarkan sedikit energi.

Pelaku bullying juga sering menggunakan anonimitas yang disediakan jaringan sosial, lalu meneror seseorang dan mempermalukannya. Sebagian orang ‘jahat’ membuat profil palsu dan bersikap ramah kepada teman sekelasnya, lalu mengkhianatinya dan mempermalukan-nya secara online.

Serangan online dapat meninggalkan luka mental yang dalam, bahkan tidak jarang korbannya melakukan bunuh diri karena tidak tahan diteror atau dipermalukan secara online. Selain itu jangan dikira cyberbullying hanya menyasar anak-anak, orang dewasa juga bisa menjadi korban cyberbullying.

5. Hidup Penuh Kepalsuan
Anda pun tahu bahwa sekarang ini medsos penuh dengan kepalsuan, serta membentuk harapan hidup dan persahabatan yang tidak realistis. Orang-orang memuat halaman Instagram mereka dengan foto-foto yang memukau, menggunakan Snapchat untuk berbagi petualangan menarik mereka, memposting tentang betapa mereka mencintai orang terdekat mereka di Facebook dan lain-lain.

Tapi pada kenyataannya, Anda tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah hal tersebut sesuai dengan keadaan sebenarnya. Banyak orang bergaya di medsos dan terlihat bagus di permukaan, tapi bisa saja orang tersebut sedang terlilit hutang, atau berhubungan buruk dengan keluarga mereka.

Jalan keluar sederhana dari kekacauan ini adalah orang-orang seharusnya berhenti berbohong di medsos dan tidak hidup dengan kepalsuan. Berhenti dari membuat orang lain iri karena suka memamerkan barang-barang mewah, hal ini dapat menghilangkan kebahagiaan dan rasa bersyukur dari orang lain. Lebih parah lagi adalah memamerkan barang-barang mewah di medsos, tapi nyatanya itu bukan barang miliknya.


6. Memandang Negatif Tubuh Sendiri
Masalah ini paling sering terjadi pada orang-orang yang main instagram, yakni berbicara tentang selebriti Instagram yang populer, Anda akan menemukan orang-orang yang luar biasa tampan dan cantik mengenakan pakaian mahal dan aksesoris mewah. Melihat begitu banyak orang yang dianggap sempurna (menurut standar masyarakat) setiap hari membuat Anda merasa minder, merasa betapa jauh berbedanya Anda dengan foto-foto itu.

Yang menjadi masalah, tidak semua orang bisa bermain Instagram secara sehat dan bijak, akibatnya dia menjadi ‘kena mental’ setelah bermain medsos tersebut. Lebih baik kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mencintai Anda apa adanya, sehingga Anda tidak perlu stres tentang ketampanan, kecantikan dan kemewahan di Instagram. Hal ini juga berlaku untuk medsos lainnya seperti Facebook dll.

7. Membuat Kecanduan
Media sosial bisa lebih membuat ketagihan daripada rokok dan alkohol, bahkan banyak orang yang tidak menyadari dirinya selalu memeriksa medsos setiap saat. Coba ingat kapan terakhir kali Anda pergi sehari penuh tanpa memeriksa akun medsos apa pun? Dimana kenyatannya media sosial didesain agar penggunanya terus-terusan scrolling selama mungkin, agar si pembuat medsos bisa menampilkan banyak iklan dan menghasilkan lebih banyak uang.

Karena faktor ekonomi, pemilik medsos mendesain medsosnya dengan alogaritma yang bisa membuat penggunanya kecanduan, sehingga penggunanya terus-terusan scrolling selama berjam-jam tanpa terasa.

8. Menghilangkan Interaksi Langsung (Tatap Muka)
Saat Anda lebih sering berada di medsos, akibatnya Anda menghabiskan lebih sedikit waktu berkualitas untuk bertemu langsung dengan orang-orang di dalam kehidupan Anda. Medsos memang bisa sangat bagus untuk mencari dukungan ketika Anda tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan orang-orang, tetapi hadir secara fisik (atau secara langsung) akan memberikan tingkat kenyamanan dan dukungan yang tidak akan bisa didapatkan dari medsos.


9. Mengalihkan Anda dari Tujuan Hidup
Pengguna medsos biasanya memiliki keinginan kuat untuk terlibat dalam berbagai kejadian di media sosial, akibatnya mereka akan mengabaikan hal-hal yang lebih penting dan tujuan hidup. Seharusnya Anda memanfaatkan internet untuk membantu memperoleh pekerjaan impian dan memperoleh keterampilan yang berguna, tapi keberadaan medsos menyebabkan orang-orang cenderung ingin menjadi ‘bintang’ di internet (medsos).

10. Penurunan Kreativitas
Penelitian menunjukan bahwa penggunaan media sosial bisa menghambat dan bahkan membunuh kreativitas. Berselancar di medsos menimbulkan efek mati rasa pada pikiran yang mirip dengan menonton televisi tanpa berpikir. Kreativitas membutuhkan fokus yang intens serta pikiran yang tajam dan jernih, medsos menghalangi semuanya. Jadi hindari terpaku berjam-jam di medsos.

11. Selalu Merasa Kurang
Terlalu lama bermain medsos bisa menyebabkan perasaan selalu kurang, dimana merasa bahwa diri selalu kurang sehingga membuat Anda tidak merasa bahagia dan tidak menghargai pencapaian Anda sendiri. Hal ini akibat dari membandingkan hidup Anda dengan orang lain di medsos.

Bahkan walaupun Anda menyadari bahwa unggahan-unggahan di medsos sebagian besar adalah hasil manipulasi, tetap saja bakal muncul perasaan ‘merasa kurang’ dengan kehidupan Anda sendiri. Walaupun Anda mengetahui itu, tetap saja itu tidak mengurangi perasaan iri dan ketidakpuasan saat melihat foto-foto teman berlibur ke Bali atau ke luar negeri.


12. Merusak Hubungan dengan Pasangan
Penelitian baru menunjukkan bahwa Facebook dapat merusak status hubungan Anda. Penelitian yang diterbitkan Journal of Cyberpsychology, Behavior and Social Networking, menemukan bahwa orang yang menggunakan Facebook secara berlebihan lebih mungkin untuk mengalami konflik dengan pasangannya, yang kemudian dapat menyebabkan rusaknya hubungan, termasuk perselingkuhan, putus cinta dan perceraian.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa semakin banyak seseorang dalam hubungan romantis menggunakan Facebook, semakin besar kemungkinan mereka untuk memantau aktivitas Facebook pasangannya dengan lebih ketat, yang dapat menyebabkan perasaan cemburu," kata Russell Clayton, seorang mahasiswa doktoral di Fakultas Jurnalisme Universitas Missouri.

 “Kecemburuan yang disebabkan oleh Facebook dapat menyebabkan argumen tentang pasangan masa lalu.”

Dia merekomendasikan untuk mengurangi penggunaan Facebook untuk mencapai hubungan yang sehat dan langgeng.

“Mengurangi penggunaan Facebook dapat membantu mengurangi konflik, terutama bagi pasangan baru yang masih belajar tentang satu sama lain.”

Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama seseorang menggunakan Facebook, semakin besar kemungkinan dia untuk memantau pasangannya, yang akhirnya mengarah pada pertengkaran dan rusaknya hubungan asmara.

Selain itu biasanya wanita menghabiskan lebih banyak waktu di Facebook daripada pria, sehingga lebih rentan mengalami kecemburuan terhadap pasangannya.

13. Kehilangan Kehidupan di Dunia Nyata
Interaksi di medsos dan jumlah pengikut yang dimiliki tidak dapat menggantikan interaksi di kehidupan nyata, akan tetapi banyak orang justru begitu sibuk dengan ‘kehidupan’ di media sosial sehingga mereka kehilangan interaksi berkualitas sesama manusia secara langsung atau secara fisik. Ini tidak sehat, Anda harus menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman dengan bertemu secara langsung.

Menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat harusnya menjadi prioritas. Tidak ada teknologi yang bisa memberikan stimulasi mental dan kebahagiaan dibandingkan bertemu secara fisik. Jangan sibuk dengan Instagram dan Facebook, lebih baik buatlah aktivitas untuk minum kopi atau berjalan-jalan bersama dengan keluarga atau teman-teman, ini akan jauh lebih bermakna daripada sibuk bermedia sosial.


14. Merusak Tidur Anda dan Berdampak pada Kesehatan Fisik Anda
Banyak pengguna membiarkan media sosial mengurangi kualitas tidurnya secara drastis, terpaku dengan medsos di malam hari atau saat berbaring di tempat tidur dapat benar-benar merusak tidur. Hendaknya hindari media sosial beberapa jam sebelum tidur, berikan tubuh dan pikiran waktu untuk beristirahat tanpa gangguan medsos. 

Cahaya yang dipancarkan dari layar ponsel akan menipu pikiran Anda untuk berpikir bahwa ini bukan malam hari atau bukan waktu tidur, yang menyebabkan efek negatif paling umum medsos yaitu kekurangan jam tidur malam. Paparan layar ponsel sudah dapat merusak kesehatan Anda, ditambah lagi jika Anda jarang bergerak dan punya masalah insomnia, ini bisa membahayakan kesehatan Anda.

Penutup

Media sosial bisa dibilang salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia teknologi. Ini membantu keluarga dan teman tetap terhubung, dan bahkan membantu mereka yang berjuang untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari orang-orang. Ketika digunakan dengan benar dan bijak, medsos menjadi cara yang sangat bagus untuk terhubung dengan orang-orang ketika interaksi tatap muka tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Namun, penting untuk mengetahui efek negatif dari medsos dan membatasi waktu yang dihabiskan di dunia maya agar tidak tersesat di sana, cobalah kurangi waktu online Anda lalu hiduplah di dunia nyata. Penggunaan media sosial telah dikaitkan dengan berbagai masalah seperti gangguan emosional, kecemasan, stres, depresi, kesepian, rasa iri, harga diri rendah, rasa takut ketinggalan, kelelahan emosional, paparan informasi yang salah, penipuan, pelanggaran privasi seseorang, penguntitan, cyberbullying, polarisasi politik dan lainnya.




Tulisan Terkait: