21 Cara Menangani Anak Super Aktif yang Energinya Tak Ada Habisnya

Mengasuh anak bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Yang namanya anak-anak biasanya sering gagal dalam mengontrol perilakunya, disamping juga cara berpikirnya yang belum matang.

Anak Super Aktif
mother image / Taxi / Getty Images

Biasanya orangtua mengalami struggle menangani anak super aktif. Mendapati anak Anda yang memiliki energi tak terbatas dan hiperaktif, tidak perlu khawatir karena ini adalah keadaan normal dalam proses tumbuh kembang anak, apalagi jika anak berada dalam usia prasekolah yang sangat aktif bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

Orangtua hanya perlu memberikan respon atau tindakan yang tepat, hindari memarahi anak karena berdampak buruk terhadap psikologisnya.

Ada kemungkinan anak super aktif mengalami ADHD (tapi itu tidak selalu). Anak baru bisa dicurigai mengalami ADHD jika terdapat ciri-ciri seperti:
  1. Tidak sabaran.
  2. Pelupa.
  3. Sulit fokus.
  4. Suka menyela pembicaraan.
  5. Kesulitan mengontrol emosi.
  6. Selalu kesulitan mengikuti instruksi.
  7. Tidak bisa diam.
  8. Sering berbicara tidak pada gilirannya.


Tidak semua anak super aktif itu positif mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Anak aktif berbeda dengan ADHD, anak dengan ADHD memiliki gejala kurangnya perhatian atau konsentrasi, sehingga sering mengalami gangguan saat belajar karena sulit fokus.

Pada dasarnya, yang namanya anak-anak sangatlah aktif, selalu penasaran dan tidak bisa diam. Itu adalah hal yang normal dalam proses perkembangannya.

Orangtua tidak perlu terlalu cemas dengan gerak-gerik anak yang tiba-tiba sangat aktif, biasanya ini mulai terjadi saat anak memasuki usia 2-3 tahun. Saat memasuki usia tersebut anak biasanya mulai suka berlarian sana sini, cerewet, banyak bertanya, super penasaran dan memainkan benda-benda yang baru ditemuinya.

Berikut tips menghadapi atau mengasuh anak super aktif, agresif dan seakan energinya tak ada habisnya:

1. Hindari Suasana Rumah yang Terlalu Bising

Terlalu banyak kebisingan di rumah dapat memicu anak menjadi terlalu aktif dan sulit tenang. Kenyamanan lingkungan penting diperhatikan karena sangat mempengaruhi mood dan perilaku anak. Termasuk hindari adanya konflik di keluarga seperti perdebatan dan semacamnya.

Orangtua tidak boleh berselisih atau berdebat di depan anak-anak. Sebisa mungkin hindari perkataan-perkataan bernada tinggi di dalam rumah. Buatlah kondisi rumah dengan suasana yang setenang mungkin, ini efektif untuk mengurangi sifat atau prilaku agresif anak.


2. Carikan Anak Kegiatan Menarik

Anak terlihat sangat aktif dan tidak mau diam karena merasa bosan, biasanya aktivitas yang monoton membuat anak jadi gampang bosan. Rasa bosan ini memicu anak menjadi agresif, tidak mau diam, dan suka berlarian kesana dan kesini. Dengan begitu, orangtua perlu putar otak untuk mencarikan aktivitas yang menantang dan menarik bagi anak.

Variasikan kegiatan dalam setiap harinya, beberapa ide aktivitas bersama anak yaitu:
  1. Membacakan buku atau cerita. Anak-anak biasanya selalu menikmati saat dibacakan cerita.
  2. Berkreasi dengan kertas lipat. Ajak anak bermain melipat kertas.
  3. Memasak bersama, mengajak anak jadi koki cilik. Atau bisa juga sekedar bermain masak-masakan.
  4. Berkebun bersama.
  5. Jalan-jalan sore. Ajak anak berkeliling kompleks rumah.
  6. Melihat foto-foto jaman dulu. Tunjukkan foto saat ia masih bayi atau putarkan video saat ia pertama kali belajar berjalan.
  7. Aktivitas membuat karya sederhana, ajak anak membuat proyek seni bebas. Sediakan buku gambar, krayon, kertas warna-warni, cat air, lem, manik-manik atau lainnya. Ajak anak berkreasi sembari bersenang-senang, lalu pajang hasilnya. Jangan lupa untuk mengapresiasi atau memuji hasil karyanya.
  8. Bermain tebak-tebakan dan teka-teki.
  9. Bermain peran.
  10. Bermain lego, puzzle, balok dll. Ini melatih kemampuan motorik, kordinasi mata dan tangan anak.
  11. Bermain petak umpet.
  12. Bermain bulutangkis.
  13. Bermain sepakbola solo.
  14. Menonton film bersama.
  15. Membuat vlog bersama. Ini akan menambah rasa kepercayaan diri anak saat di depan kamera.
  16. Menggambar denah rumah.
  17. Bermain sains sederhana.
  18. Menggambar pohon keluarga.
  19. Mengajak anak bersih-bersih rumah.
  20. Mengenalkan permainan tradisional.
  21. Dan lainnya.


3. Cari Tahu Mainan yang Disukai Anak

Orangtua tentu yang paling mengerti tentang anak-anaknya, ketahui hal-hal apa saja (termasuk mainan kesukaan anak), dengan mengetahuinya akan sangat mempermudah orangtua dalam mengontrol anak. Cari tahu mainan yang disukai anak sehingga membuatnya duduk diam memainkannya, agar terasa lebih seru orangtua hendaknya ikut aktif bermain bersama anak.

4. Cari Tahu Aktivitas yang Menguras Energi Anak

Anak super aktif karena energinya yang sangat banyak atau berlebih. Jika anak tidak mendapatkan aktivitas untuk menyalurkan energi ‘berlimpahnya’ maka jangan heran anak bakal suka kesana-kemari di dalam rumah yang terkadang mengganggu dan membuat orangtua pusing. Beberapa kegiatan untuk menyalurkan energi anak yaitu:
  1. Ajak anak berenang, ini secara efektif menyalurkan energi berlimpah anak, serta membuat anak merasa lebih rileks dan jiwanya lebih stabil. Jika memungkinkan masukan anak ke tempat les renang. 
  2. Mengajak anak membantu pekerjaan rumah seperti menyapu, mengelap meja, menjemur pakaian dll. Saat anak tidak mau diam karena kelebihan energi, berikan beberapa tanggung jawab pekerjaan rumah yang sesuai dengan usianya.
  3. Olahraga atau mengajak anak bermain di luar dapat menyalurkan energi berlebih anak secara efektif. Ajaklah anak berolahraga, fisik anak akan semakin terasah dan anak juga belajar untuk mengontrol diri.
  4. Mengajak anak permainan tradisional di luar rumah seperti bermain layang-layang dll.
  5. Mengajak anak berkemah atau aktivitas outdoor lainnya. Jangan lupa libatkan anak dalam prosesnya seperti membangun tenda dll.
  6. Setelah bermain, minta anak untuk membiasakan merapikan mainannya kembali (jangan sampai orangtua yang selalu membereskan mainan anak).
  7. Habiskan sore hari dengan jalan-jalan ke taman atau keliling komplek perumahan bersama anak.
  8. Saat akhir pekan, ajak anak ke tempat-tempat bermain seperti trampolin, mandi bola, dsb sehingga energinya tersalurkan.

Mendaftarkan anak ke klub olahraga menjadi ide yang bagus karena mendorongnya banyak bergerak dan anak menjadi bugar. Para ahli menjelaskan bahwa setiap anak yang aktif hendaknya punya jadwal berolahraga yang rutin setiap hari karena adanya kebutuhan anak untuk banyak bergerak. Anda bisa bertanya kepada anak mengenai olahraga apa yang disukainya, misalnya sepak bola, basket, berenang, bulutangkis, taekwondo dll.

Jika tidak memungkinkan, alternatif lainnya yaitu mengajak anak bermain di luar. Misalnya di sore hari sediakan waktu untuk bermain dan bercanda bersama anak di halaman rumah. Lebih bagus lagi jika di area perumahan terdapat tempat ramah anak seperti taman hijau, area khusus bermain anak yang ada perosotan dan mainan lainnya, sangat bagus mengajak anak ke sana untuk menyalurkan energinya.


5. Batasi Waktu Anak Main Gadget, Nonton TV dan Sebagainya

Sekarang ini gadget tidak hanya dipakai oleh orang dewasa, melainkan anak-anak juga berlomba-lomba untuk seharian memakai gadget. Padahal, walaupun bermanfaat ternyata gadget bisa menjadi sangat berbahaya bagi anak karena dapat berpengaruh buruk terhadap proses tumbuh-kembang, karakter, prilaku dan mental anak.

Menatap layar gadget terlalu lama sangatlah buruk karena mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat menyebabkan anak menjadi agresif, mengalami gangguan prilaku, perasaannya tidak stabil, mudah marah, hingga menjadi sangat cuek terhadap nasehat atau arahan dari orangtua.

Sayangnya tidak sedikit orangtua yang tidak tahu bahaya gadget pada anak, bahkan ada orangtua yang mendorong anaknya main gadget agar tidak susah dirawat. Orangtua lebih suka anaknya diam dan asyik sendiri bermain gadget, padahal ada bahaya yang menanti jika anak sudah sampai tahap berlebihan main gadget atau bahkan kecanduan.

Penggunaan gadget yang berlebihan berpengaruh buruk pada perilaku anak, menurunkan daya aktif anak, anak menjadi kurang interaktif, dan tidak terasahnya kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal-hal seperti ini bisa membahayakan kejiwaan dan proses tumbuh-kembang anak nantinya. 

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan gadget secara berlebihan beresiko tinggi untuk terkena gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, psikosis, kelainan bipolar dan gangguan prilaku. Maka jangan sampai anak terpapar gadget secara berlebihan, termasuk hal semacamnya seperti menonton TV, bermain Playstation dll.

Para ahli menjelaskan bahwa anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar gadget sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi hanya satu jam per hari. Anak usia sekolah dibatasi hanya 2 jam dalam sehari. 

Penggunaan gadget secara berlebihan (termasuk menonton TV dan semacamnya) juga menyebabkan anak beresiko mengalami gangguan tidur, dimana kualitas tidur yang rendah dapat menyebabkan gangguan prilaku pada anak. Anak butuh tidur yang berkualitas dan cukup agar tubuh dan jiwanya kembali fresh dan perkembangan otaknya optimal.


6. Jaga Kualitas Tidur Anak

Kualitas tidur yang buruk bisa membuat anak rentan gelisah seharian. Usahakan waktu tidur anak teratur, serta jangan sampai anak tidur larut malam. Selain itu biasakan anak tidur dalam keadaan gelap (mematikan lampu) untuk mendapatkan kualitas tidur optimal.

Usahakan anak tidur di jam yang sama pada setiap malamnya, dan tidak lebih dari jam 9 malam. Setengah jam sebelum waktu tidur ajak anak melakukan beberapa ritual tidur seperti mencuci kaki, menggosok gigi, berganti pakaian tidur dll. Jauhkan anak dari paparan cahaya gadget dan TV menjelang waktu tidur.

Pastikan anak tidur nyenyak dan berkualitas sehingga berdampak baik terhadap kesehatan fisik dan mentalnya. Tidur yang berkualitas tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan anak, tetapi juga untuk kesehatan mentalnya. Anak yang kurang tidur malam ataupun kualitas tidurnya buruk nantinya lebih rentan untuk bertindak agresif, tidak tenang dan sulit untuk diam, selain itu perkembangan kecerdasannya terhambat.

Kualitas tidur menjadi hal yang sangat penting bagi anak-anak karena otaknya yang masih dalam tahap perkembangan pesat. Penelitian menemukan bahwa depresi, kecemasan, gangguan perilaku, lemahnya fungsi kognitif, sulit fokus dan rendahnya daya tangkap terkait dengan kualitas tidur anak yang buruk, termasuk sering tidur larut malam.

7. Jangan Sampai Anak Terlalu Banyak Konsumsi Asupan Manis

Anak-anak tentu sangat suka dengan makanan dan minuman manis, Anda pun sering menemukan anak suka merengek minta dibelikan es krim dan semacamnya. Hanya saja konsumsi asupan manis berlebihan dapat membahayakan anak. Walaupun gula merupakan salah satu sumber energi, tapi asupan seperti es krim dll termasuk rendah nutrisi dan tinggi kalori saja.

Selain itu pemberian makanan manis yang terlalu sering nantinya membuat anak ketagihan (kecanduan gula). Anak yang sudah kecanduan gula atau sering mengonsumsi asupan manis akan rentan mengalami gangguan suasana hati (mood swing), gelisah, tidak bisa diam, emosional, hingga sulit diajak bicara atau sulit berpikir jernih. 

Bahaya anak kecanduan asupan manis juga berdampak pada perilakunya, bahkan bisa memicu anak jadi hiperaktif, tidak mau diam, impulsif, sulit fokus, perhatiannya mudah teralihkan atau gampang terdistraksi.

Penelitian juga menemukan bahwa anak-anak yang banyak mengonsumsi minuman manis umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang mengonsumsi minuman manis dalam kadar normal (tidak berlebihan).

Selain itu para ahli juga menjelaskan bahwa mengonsumsi asupan gula secara berlebihan bisa menurunkan kemampuan anak dalam memahami informasi yang diucapkan orang lain, pemecahan masalah, serta menurunkan kemampuan dalam menyampaikan informasi dengan kata-kata yang tepat.

Oleh karena itu cobalah secara perlahan mengganti asupan manis tidak sehat seperti permen, cokelat dll menjadi asupan sehat seperti buah-buahan yang tinggi nutrisi. Selain berdampak buruk terhadap prilaku anak, berlebihan konsumsi asupan manis juga dapat menyebabkan obesitas, kerusakan gigi anak dan peningkatan resiko penyakit kronis di masa depan.


8. Kenalkan Anak dengan Rutinitas Harian yang Rapih

Berikan anak rutinitas harian yang fleksibel tapi juga perlu konsisten. Fleksibel artinya jangan terlalu mengekang anak dengan jadwal yang terlalu kaku. Adapun konsisten yaitu jadwal aktivitas usahakan rapih dalam setiap harinya.

Rutinitas yang rapih bermanfaat untuk mengajarkan keteraturan kepada anak, serta membantu anak merasa lebih nyaman dalam menjalani rutinitas harinya. Hal ini juga bermanfaat untuk proses tumbuh kembangnya.

Sejak kecil kenalkan anak dengan jadwal aktivitas yang rapih, misalnya waktu mandi yang sama dalam setiap harinya, demikian juga waktu makan, waktu bermain, waktu tidur dll.

9. Berikan Anak Pengertian

Penting adanya komunikasi yang baik dan hangat antara orangtua dan anak. Berikan beberapa penjelasan, contohnya jelaskan ke anak bahwa menjadi aktif bukanlah hal buruk, hanya saja ia butuh istirahat agar tidak kelelahan dan jatuh sakit. Jelaskan dengan nada suara yang lembut dan suasana yang hangat sembari mengecup pipinya, mengelus kepalanya, menggenggam tangannya atau memegang pundaknya, sehingga anak tidak merasa sedang dimarahi dan justru merasa diperhatikan dan disayangi oleh orangtuanya.

Selain itu tidak perlu mengubah anak, setiap anak itu unik dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Orangtua perlu MENGHARGAI kondisi anak, bantu anak untuk menyalurkan energinya. Yang perlu orangtua lakukan adalah mengawasi dan memastikan keamanan si Kecil.

10. Biarkan anak bantu bersih-bersih saat di rumah, jangan melarang dia untuk membantu pekerjaan rumah tangga karena ini sangat bagus untuk menyalurkan energi berlebihnya. Bantu-bantu bersih rumah tentu akan membuatnya bergerak sehingga energinya tersalurkan.


11. Ajak anak bersepeda keliling komplek di pagi atau sore hari. Saat libur akhir pekan, ajak anak ke tempat-tempat yang lebih seru seperti area car free day, taman kota dll. Suasana yang berbeda dan menyenangkan berdampak baik untuk psikologis anak.

12. Berilah anak hadiah jika ia dapat bersikap lebih tenang, berikan juga pujian. Hal ini akan memotivasi anak untuk menjadi pribadi lebih baik.

13. Terkadang anak perlu dibiarkan saja bermain aktif kesana-kemari, sebab yang namanya anak-anak akan merasa bosan dan terkekang jika sering dilarang ini-itu. Yang penting orangtua harus tetap mengawasinya jangan sampai anak menyentuh barang-barang berbahaya seperti pisau, stop kontak dll.

14. Coba alihkan perhatian anak dengan kegiatan yang bisa membuatnya diam atau tenang. Misalnya dengan mengajaknya menggambar, mewarnai, bermain plastisin, bermain puzzle, membaca buku cerita dengan cara yang seru dll.

15. Cari tahu apa saja kesukaan anak. Untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kesukaan anak maka orangtua harus punya kedekatan dengan anak untuk semakin memahami keseluruhan dirinya, termasuk faktor penyebab anak menjadi sangat aktif serta kegiatan yang bisa menarik perhatian dan fokus anak.

16. Orangtua juga perlu menanyakan secara langsung kepada anak tentang aktivitas kesukaannya. Selain itu berikan anak kesempatan untuk memilih kegiatannya sendiri sehingga akan membangun rasa percaya dirinya. 

17. Bangun komunikasi yang hangat dengan anak, tumbuhkan rasa saling percaya antara orangtua dan anak. Terkadang anak berprilaku buruk karena kurangnya kedekatan batin dengan Ayah dan Bundanya.

18. Orangtua harus menyediakan waktu khusus untuk mendengarkan cerita anak, jadilah pendengar yang baik untuk anak, sehingga hal ini akan membangun kedekatan batin orangtua dan anak, yang nantinya membuat anak lebih mau untuk menerima nasehat atau arahan.


19. Biasanya anak gampang bosan main di dalam rumah, maka orangtua perlu sesekali mengajak anak bermain di luar rumah seperti main sepeda maupun ayunan dan perosotan di taman dekat rumah. Perhatikan selalu keamanan anak saat bermain di luar rumah.

20. Jika didapati anak memiliki aktivitas motorik yang terlampau agresif, maka usahakan anak diajak beraktivitas fisik atau berolahraga setiap pagi sehingga energinya tersalurkan, manfaatnya akan mengurangi aktivitas motorik berlebihan atau agresifitas anak di sepanjang hari. 

21. Anak aktif mungkin kesulitan untuk merencanakan atau mengatur kegiatannya sendiri. Sehingga sangat penting bagi orangtua untuk berperan aktif dan memutar otak untuk mencarikan aktivitas fisik yang menarik dan disukai anak.

Jika si Kecil memulai harinya dengan kegiatan fisik, ini membantu untuk menjaga suasana hatinya (mood positif) dan ia akan lebih mudah mengontrol diri di sepanjang hari. Beberapa ide aktivitas untuk anak:
  1. Jalan-jalan di kompleks perumahan.
  2. Bersepeda
  3. Bermain ayunan dan perosotan.
  4. Bermain bola. Bisa dimodifikasi berupa permainan menendang bola ke gawang, satu orang menendang dan satu lainnya kiper.
  5. Memukul bantal.
  6. Bergulat dengan bercanda
  7. Dan aktivitas lainnya yang menyalurkan energi anak di pagi hari.

Selain melakukan aktivitas yang menguras energi, orangtua juga bisa menghadapi anak super aktif dengan melakukan hal-hal yang dapat membuat rileks dan menenangkan anak. Contohnya: berendam di air hangat, memijat anak, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan-nya secara perlahan, dll.

Terakhir: Orangtua harus punya quality time (waktu berkualitas) bersama anak dalam setiap harinya. Singkirkan pekerjaan dan gadget Anda lalu peluklah si Kecil. Pastikan melakukan aktivitas bersama anak secara rutin seperti membacakan cerita, bercanda dll. Hindari memberikan label negatif pada anak seperti anak bandel, susah diatur dll.




Tulisan Terkait: