22 Tips Mengasuh dan Mendampingi Anak Hiperaktif (ADHD)


Dibutuhkan kesabaran mengasuh anak hiperaktif agar tetap bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal yang ditekankan disini adalah orangtua harus dapat terbiasa dengan prilaku anak hiperaktif. Sebenarnya selalu aktif dan energik adalah ciri dari semua anak, baik itu anak yang hiperaktif dan yang tidak. Sehingga, pada dasarnya setiap orangtua sudah ditakdirkan harus bersabar dalam mengasuh anak.

Hal yang perlu diwanti-wanti jika perilaku aktif anak sampai menyebabkan gangguan interaksi dengan teman sebayanya, sehingga perilaku aktifnya justru membuatnya kesulitan dalam menjalani keseharian. Kondisi ini bisa menjadi gejala ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), masalah anak ADHD dikategorikan jadi dua jenis yaitu tidak bisa diam (hiperaktif-impulsif) dan kurang memperhatikan (inatensi).

Anak Hiperaktif
Photo credit: stock.adobe.com|ulza

Anak hiperaktif dengan kategori tidak bisa diam (hiperaktif-impulsif), gejalanya berupa:
  1. Mudah sekali merasa gelisah.
  2. Tidak bisa duduk diam. Ini bisa menjadi masalah saat ia bersekolah.
  3. Suka menggerakkan tubuhnya secara berlebihan.
  4. Banyak berbicara, kalau berbicara susah berhenti.
  5. Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan sesuatu.
  6. Tidak bisa menunggu giliran.
  7. Tampak tidak memiliki rasa takut, hal ini bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

Anak hiperaktif dengan kategori kurang memperhatikan (inatensi), gejalanya berupa:
  1. Perhatiannya mudah teralihkan. Ini bisa menjadi masalah saat di sekolah, anak mungkin akan sering bengong atau tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas.
  2. Seringkali ceroboh dalam mengerjakan sesuatu.
  3. Mudah lupa.
  4. Kesulitan dalam menjalankan sebuah instruksi.
  5. Sulit menjalani kegiatan yang berlangsung lama.

Anak hiperaktif bisa lebih cenderung ke salah satu kategori tersebut, atau bisa juga kombinasi dari keduanya. Intinya anak hiperaktif perlu penanganan khusus, gangguan yang dialami bisa menyebabkan prestasi belajar yang tidak optimal, kesulitan untuk disiplin dan berinteraksi sosial.

Berikut tips dalam mengasuh dan mendampingi anak hiperaktif:

1. Usahakan Pola Tidur Anak Teratur. Untuk meringankan masalah atau beban yang dialami anak ADHD, maka pastikan orangtua menjaga pola tidurnya dengan sebaik mungkin. Jika anak ADHD memiliki masalah tidur maka gangguan yang sedang dialami akan semakin parah. Jadi usahakan anak tidur di waktu yang sama dalam setiap harinya, keteraturan sangat penting baginya. Selain itu jangan sampai anak tidur larut malam.

2. Bicara dengan Ucapan yang Mudah Dimengerti Anak. Ini sangat penting, berbicaralah dengan perlahan dan bahasa yang mudah dipahami anak, jangan sampai anak kesulitan memahami ucapan Anda sehingga menyebabkan anak frustasi, menjadi agresif dan percaya dirinya menurun. Hindari berbicara terlalu cepat, serta gunakan susunan kalimat yang ringkas dan kata-kata yang sederhana.

Berikan anak instruksi yang singkat, jelas dan spesifik. Contohnya,”Tolong bantu Bunda menaruh mainan di kotak.”. Setelah itu pastikan untuk memberikan pujian jika anak berhasil menjalankan intruksi.

3. Waktu Kebersamaan yang Cukup dengan Anak. Orangtua dalam setiap harinya harus menyediakan waktu untuk bersama anak, pastikan orangtua meluangkan waktu berkualitas (quality time) yang cukup untuk berinteraksi serta melakukan berbagai aktivitas menyenangkan bersama anak. Anak harus tumbuh dengan penuh rasa sayang dan perhatian.

4. Aktivitas Fisik. Anak hiperaktif harus diberikan aktivitas fisik yang memadai, habiskan waktu bersama anak untuk melakukan aktivitas fisik, berolahraga atau sekedar jalan-jalan di komplek. Tapi hindari melakukan aktivitas fisik menjelang waktu tidur anak. Anak ADHD sering terlihat memiliki perilaku gelisah, susah fokus dan banyak bergerak. Untuk mengalihkan atau meredakan kegelisahaannya, anak ADHD perlu disalurkan energinya.

Penelitian menemukan olahraga dapat membantu mengatasi masalah anak seperti kurang fokus, impulsivitas dan keterampilan sosial yang buruk. Olahraga disebutkan bisa mengurangi keparahan gejala ADHD dan memperbaiki fungsi kognitif anak. Olahraga bermanfaat untuk kesehatan otak, membuat otak menghasilkan sejumlah zat kimia yang disebut neurotransmitter, diantaranya dopamin yang berkaitan dengan fokus dan perhatian.

Peneliti menjelaskan bahwa aktivitas olahraga bisa bermanfaat untuk anak ADHD dengan beberapa cara, yaitu:
  1. Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak. Anak-anak dengan ADHD mungkin memiliki lebih sedikit aliran darah ke bagian otak yang memengaruhi kemampuan berpikir, emosi dan tingkah laku.
  2. Aktivitas olahraga memperbaiki pembuluh darah dan struktur otak.
  3. Olahraga meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan perilaku dan perhatian.

Manfaat lainnya berolahraga yaitu meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, menjaga postur tubuh dan berat badan yang ideal, serta menurunkan resiko penyakit berbahaya (seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dll).

Olahraga bisa menjadi terapi efektif untuk anak ADHD, olahraga juga menjadi jalan keluar bagi energinya yang berlebihan. Dengan berolahraga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan memudahkan interaksi sosial.

Beberapa anak dengan ADHD lebih baik melakukan olahraga individu seperti berlari, jogging bersepeda, berenang, bulu tangkis, tenis dll. Tapi tidak menutup kemungkinan ia bisa berolahraga secara tim. Partisipasi dalam olahraga dapat membantu dan melatih anak ADHD mengatur kestabilan emosi dengan lebih baik.

5. Tetap Ajarkan Disiplin pada Anak. Mengasuh anak dengan ADHD memang tidak semudah mengasuh anak pada umumnya, perlu strategi khusus. Orangtua harus memahami bahwa ia memiliki kondisi mental yang berbeda dari anak-anak umumnya. Meskipun anak ADHD biasanya sulit fokus, hiperaktif dan punya beberapa masalah lainnya, namun dia masih memiliki kemampuan untuk belajar membedakan mana tindakan yang boleh dan yang tidak, sehingga orangtua tetap perlu mengenalkan disiplin pada anak. Sikap ketegasan dan memanjakan anak haruslah seimbang. 

Terapkanlah disiplin secara tegas tapi tetap dengan penuh kasih sayang. Bimbing anak ke hal-hal positif, serta larang atau hindarkan anak dari hal-hal negatif.

6. Apresiasi Anak. Orangtua perlu menghargai dan mengapresiasi saat anak berperilaku baik, jangan sekedar mengucapkan terima kasih tapi sebutkan juga kebaikan atau usaha-usaha yang telah dilakukan anak. Misalnya anak membantu mengambil popok adiknya, maka katakan “Terima kasih sudah membantu mengambilkan popok adik.” 

Penerapan disiplin perlu disertai apreasiasi saat anak berhasil berprilaku baik, dengan cara ini anak menjadi tahu tindakan apa saja yang tergolong baik. Pemberian apresiasi juga menjadikan anak semakin bersemangat untuk berprilaku positif atau melakukan hal baik.

7. Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Kondusif. Hubungan yang baik antar anggota keluarga, serta kondisi keluarga yang harmonis memberikan pengaruh terhadap perilaku anak yang lebih baik. Sehingga jagalah keharmonisan hubungan antara Ayah dan Ibu, dan secara umum jagalah keharmonisan hubungan antar semua orang di keluarga. Upayakan untuk menjalin komunikasi yang sehat dengan anak.

8. Bantu Anak Agar Bisa Hidup Teratur. Orangtua berperan penting untuk membantu anak menjalankan kehidupan dengan terorganisir. Bantu anak dalam mengelola kehidupannya, atur sebaik mungkin waktu kegiatannya. Orangtua harus pintar-pintar membuatkan jadwal yang terstruktur untuk anak, hal itu karena anak hiperaktif membutuhkan arahan yang jelas dan pola terstruktur untuk diikutinya. Anak hiperaktif biasanya mudah cemas dan kebingungan saat tidak melakukan apa-apa. 

Buatlah jadwal kegiatan yang sederhana dan terstruktur untuk anak, beberapa kegiatan seperti waktu mandi, makan, bermain, belajar, sikat gigi, tidur dll. Dengan jadwal kegiatan harian yang rapih dapat membantu anak untuk lebih tenang dan fokus dalam menjalani kesehariannya.

9. Berenang. Renang dapat menjadi terapi manjur bagi anak ADHD. ADHD biasanya terdeteksi saat anak baru masuk sekolah, anak tampak kesulitan untuk fokus di kelas, gangguan ini dapat mengganggu kehidupan anak di sekolah dan lingkungannya. Anak ADHD mudah terdistraksi, sering lupa, cepat bosan dan gampang terpecah fokusnya.

Salah satu fungsi terapi renang yaitu membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Aktivitas fisik yang membuat anak intens di air dengan gerakan santai dan perlahan, akan meningkatkan hormon endorfin yang bermanfaat memperbaiki mood (suasana hati) anak, serta menjadikan pikiran anak lebih tenang dan rileks.

Fungsi kegiatan berenang membantu mengalihkan sikap hiperaktif anak ke dalam olahraga, sehingga sikap hiperaktif anak bisa ditangani dan disalurkan ke hal positif (olahraga renang). Anak ADHD juga biasanya tidak sabaran, sering menyela pembicaraan, kesulitan mengantri dan semacamnya. Dengan menjalani olahraga renang, anak dituntut untuk lebih fokus dan sabar.  Saat berenang, ada banyak hal yang harus di pelajari anak, seperti cara bernafas dalam air, gerakan dasar tangan dan kaki, dll. Dari step by step tersebut, anak akan belajar dalam segi kesabaran dan mengontrol dorongan impulsif yang terjadi.

Ajak anak rutin berenang, misalnya dua kali dalam seminggu, pastikan kolam renang bersih dan kalau bisa punya fasilitas yang lebih baik. Sekitar dua bulan rutin berenang, Anda bakal melihat anak tampak lebih rileks dari biasanya, lebih bisa santai dan tenang, serta gerakannya lebih terkendali. Berenang dapat membantu si anak hiperaktif mengendalikan gerakan, karena di air anak terus-terusan belajar bagaimana mengendalikan diri dan gerakan supaya tidak tenggelam.

Ibarat perenang pemula biasanya 'boros' gerakan dan menggunakan tenaga terlalu banyak untuk bisa bergerak di air, sedangkan orang-orang yang sudah mahir berenang gerakannya lebih santai, teratur dan seperlunya. Aktivitas berenang akan membantu anak untuk bisa mengontrol perilaku, sehingga memiliki perilaku yang lebih baik.

Sebelum mengajak anak berenang perhatikan kondisi kesehatan anak. Kondisi kesehatan sangat mempengaruhi mood anak.

10. Pada dasarnya, berbagai jenis olahraga dapat membantu meningkatkan kemampuan kontrol diri dan konsentrasi anak ADHD. Olahraga individual lebih disarankan bagi anak ADHD, hal itu karena anak ADHD dapat meningkatkan atau melatih kemampuan konsentrasinya tanpa perlu dibebani tekanan berupa harus bisa bermain baik sebagai team.

11. Perilaku anak hiperaktif yang seakan tidak pernah kehabisan energi dan terus-menerus berbicara membuat lelah orangtua. Namun, dengan memberikan perhatian yang cukup dapat mengurangi kebiasaan anak untuk mencari-cari perhatian dari orang di sekitarnya. Oleh karena itu, usahakan meluangkan waktu bersama anak untuk mengajaknya mengobrol, terlibat dalam kegiatan bermainnya, memeluknya dll.

12. Anak hiperaktif mungkin kesulitan beradaptasi di sekolah, sehingga orangtua perlu berperan aktif untuk rutin berdiskusi dengan guru anak di sekolah, juga beritahu pihak sekolah terkait kondisi anak. Bantulah anak dalam mengerjakan tugas dari sekolah, support anak untuk mengembangkan kelebihannya, serta berikan fasilitas yang memadai untuk mendukung bakat anak. Dukungan dari orang tua, tenaga pengajar dan orang-orang di sekitarnya sangat diperlukan agar anak hiperaktif tetap bisa berkembang optimal.

13. Lakukan strategi pemberian informasi yang singkat pada anak, ini membantu agar anak bisa lebih memperhatikan Anda. Anak ADHD biasanya sulit fokus dan punya masalah dalam mengingat, sehingga hindari mengucapkan kalimat yang terlalu panjang karena dapat membuat anak frustasi untuk memahaminya. Jika perlu, matikan televisi dan gangguan lainnya sehingga membantu anak lebih fokus mendengarkan.

14. Apresiasi setiap upaya anak, dimana anak ADHD biasanya sering merasa tidak percaya diri, sehingga orangtua harus berperan akftif memberikan pujian atau apresiasi padanya, ini akan menumbuhkan semangat dan rasa percaya dirinya.

15. Jauhkan dari hal-hal yang mengganggu konsentrasi, ciptakan suasana yang nyaman saat anak sedang belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya, tidak perlu memaksa anak selalu duduk tenang karena hal ini justru membuatnya gelisah. Untuk mengurangi distraksi, tempatkan anak jauh dari sumber kebisingan.

16. Setiap orangrua punya caranya masing-masing dalam mendidik anak, ada yang menetapkan banyak peraturan, ada pula yang longgar dan santai. Hanya saja anak-anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara santai, maksudnya mereka membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten untuk diikuti. Berikan pujian saat anak berhasil mengikuti arahan atau aturan yang diberikan, dan berikan peringatan saat anak melanggar.

17. Secara rutin ajak anak hiperaktif bermain di luar rumah, nantinya anak bakal menghirup udara segar dan melakukan aktivitas fisik di luar ruangan, ini membantunya untuk menyalurkan energi pada hal positif, sekedar berjalan-jalan santai di sore hari memberikan banyak manfaat. Selain itu biarkan anak melakukan aktivitas fisik sebelum meminta anak untuk mengerjakan PR atau tugas sekolahnya.

18. Anak hiperaktif sering membuat orangtua kesal, meski begitu hindari membentak anak atau bahkan memberikan hukuman fisik. Jika orangtua memarahi dan membentak anak, justru membuat emosi anak semakin tidak terkendali. Anda perlu menenangkan diri sendiri dahulu sebelum mengambil tindakan, agar bisa rileks cobalah ambil napas dalam-dalam secara perlahan lalu hembuskan, lakukan beberapa kali.

19. Orangtua bisa memberikan hadiah kejutan saat anak melakukan hal-hal yang positif, ini akan membuatnya bahagia.

20. Jangan sampai anak punya kebiasaan nonton TV, main smartphone, tablet, laptop dll menjelang waktu tidur di malam hari karena dapat menurunkan kualitas tidurnya. Anak hiperaktif harus diusahakan agar memiliki tidur yang berkualitas.

21. Usahakan agar anak mau tidur dalam keadaan gelap, sehingga anak bisa tidur lebih nyenyak, berkualitas dan bangun di pagi hari dengan lebih fresh.

22. Kunci dalam menangani anak ADHD yang harus selalu diingat orangtua yaitu kesabaran, keuletan, disiplin dan mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik, dimana olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tapi juga sebagai terapi bagi anak ADHD.




Tulisan Terkait: