20 Tips Mengasuh dan Mendampingi Anak ADHD (Hiperaktif)

Dibutuhkan strategi mengasuh anak hiperaktif supaya proses tumbuh-kembangnya tetap maksimal. Hal yang ditekankan disini yakni orangtua harus terbiasa pada perilaku anak hiperaktif.

Pada dasarnya, selalu aktif merupakan ciri dari semua anak, baik itu anak yang hiperaktif dan yang tidak. Sehingga, pada dasarnya setiap orangtua sudah ditakdirkan harus bersabar dalam mengasuh anak.

Hal yang perlu diwanti-wanti yaitu jika perilaku anak sampai mengakibatkan masalah sosial dengan teman seumurannya, sehingga membuatnya kesulitan dalam menjalani keseharian.

Masalah anak ADHD dikategorikan jadi dua jenis yaitu:
  1. Sulit diam.
  2. Kurang memperhatikan.

Anak Hiperaktif
Photo credit: stock.adobe.com|ulza

Anak hiperaktif dengan jenis sulit diam gejalanya berupa:
  1. Mudah gelisah.
  2. Susah duduk tenang. Ini dapat menjadi masalah saat ia bersekolah.
  3. Sering menggerakkan tubuh dengan berlebihan.
  4. Kalau ngomong susah berhenti.
  5. Kesulitan mengantri.
  6. Kurang paham mengenali hal yang dapat membahayakan dirinya.


Anak hiperaktif dengan jenis kurang memperhatikan gejalanya berupa:
  1. Perhatiannya gampang teralihkan.
  2. Anak mungkin suka bengong, misalnya saat guru sedang menjelaskan.
  3. Kerap kali teledor saat melakukan suatu hal.
  4. Gampang lupa.
  5. Kesulitan untuk mengikuti arahan.
  6. Kesulitan menjalani kegiatan yang berlangsung lama.

Anak hiperaktif dapat cenderung pada salah satu jenis, atau bisa pula campuran dari keduanya. Intinya, anak hiperaktif perlu penanganan khusus, gangguan yang dialami berisiko menyebabkan belajar tidak optimal serta kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Tips Mengasuh dan Mendampingi Anak ADHD


1. Usahakan Pola Tidur Anak Teratur

Agar meringankan beban yang dialami anak ADHD, maka pastikan menjaga pola tidurnya sebaik mungkin. Apabila anak ADHD memiliki masalah tidur, gangguan yang sedang dialami akan makin buruk.

Jadi usahakan dia tidur pada jam yang sama dalam setiap harinya, keteraturan sangat penting baginya. Selain itu jangan sampai anak tidur larut malam.

2. Kalimat yang Mudah Dimengerti Anak

Ini sangat penting, berbicaralah dengan perlahan dan bahasa yang gampang dipahami anak. Jangan sampai anak kesulitan memahami ucapan Anda, sehingga bikin dia frustasi, agresif dan percaya dirinya menurun.

Hindari berbicara terlalu cepat, serta gunakan susunan kalimat yang ringkas dan kata-kata yang sederhana.

Ucapkan kalimat yang ringkas dan jelas. Misalnya,”Ambilkan kotak di meja.”. Setelah itu pastikan untuk memberikan pujian setelah dia berhasil melakukannya.


3. Waktu Kebersamaan yang Cukup dengan Anak

Orangtua secara rutin harus menyediakan momen buat bersama anak, pastikan orangtua meluangkan waktu berkualitas (quality time) yang cukup untuk berinteraksi serta mengerjakan berbagai hal menyenangkan dengan anak.

Anak harus tumbuh dengan penuh rasa sayang dan perhatian, terutama anak dengan ADHD harus diberikan perhatian khusus agar proses tumbuh kembangnya tetap berjalan baik.

4. Aktivitas Fisik

Anak hiperaktif harus diberikan aktivitas fisik yang memadai, habiskan waktu bersama anak untuk berolahraga atau sekedar jalan-jalan di komplek.

Anak ADHD sering terlihat memiliki perilaku gundah dan susah konsentrasi. Untuk meredakan kegelisahaan-nya harus disalurkan energinya. Tapi hindari aktivitas fisik menjelang waktu tidur.

Riset membuktikan olahraga bermanfaat untuk menanggulangi problem anak seperti susah fokus, gangguan emosi dan kemampuan sosial yang rendah. Olahraga disebutkan bisa meningkatkan kemampuan daya pikir, daya ingat, perhatian dan nalar.

Aktivitas fisik bermanfaat bagi fungsi otak. Mendorong otak menghasilkan senyawa penting (diantaranya dopamin) yang bertanggung jawab dalam kemampuan fokus.

Manfaat lainnya berolahraga yaitu membangun harga diri anak, menjaga postur tubuh dan menurunkan resiko penyakit berbahaya (seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi dll).

Olahraga bisa menjadi terapi efektif buat anak ADHD, serta aktivitas fisik menjadi jalan keluar bagi energinya yang berlebihan.

Dengan berolahraga, bisa menumbuhkan kepercayaan diri anak sehingga memudahkan dalam interaksi sosial, serta melatihnya dalam mengatur kestabilan perasaan.


5. Tetap Ajarkan Disiplin pada Anak

Menangani anak ADHD tentu tak segampang menangani anak pada umumnya, butuh effort lebih. Orangtua perlu memaklumi dia punya keadaan yang berbeda.

Meskipun anak ADHD punya beberapa masalah, tapi dia sebenarnya sangat mampu membedakan mana perbuatan yang boleh dan yang tidak, jadi jangan remehkan dia.

Sehingga orangtua tetap perlu mengenalkan disiplin. Dimana, sikap ketegasan dan memanjakan anak haruslah seimbang. 

Aplikasikan disiplin secara tegas tapi tetap dengan cinta, bimbing anak ke hal-hal positif, serta larang atau hindarkan anak dari hal-hal negatif.

6. Apresiasi Anak

Orangtua perlu menghargai dan mengapresiasi saat anak berperilaku baik, tidak cuma sekedar berkata terima kasih tapi sebutkan juga kebaikan atau upaya yang telah dikerjakan anak.

Misalnya anak mengambilkan popok adiknya, maka katakan “Terima kasih udah bantu mengambilkan popok adik.” 

Penerapan disiplin perlu disertai apresiasi saat anak berhasil berperilaku baik, sehingga anak jadi mengerti perilaku mana yang bagus dan yang tidak.

Pemberian apresiasi juga menjadikan anak semakin bersemangat untuk berperilaku positif atau melakukan hal baik.

7. Ciptakan Lingkungan Keluarga yang Kondusif

Interaksi yang baik antar setiap orang di keluarga, serta kondisi rumah yang damai dan penuh kasih, akan berpengaruh positif terhadap karakter anak yang lebih baik.

Maka dari itu, jagalah keharmonisan hubungan antara Ayah dan Ibu, dan secara umum jagalah keharmonisan hubungan antar semua orang di keluarga. Upayakan membangun interaksi yang sehat.

8. Bantu Anak Hidup Teratur

Orangtua berperan vital dalam membuat anak bisa menjalankan kehidupan terorganisir. Atur sebaik mungkin waktu kegiatannya.

Orangtua harus pintar-pintar membuatkan jadwal efektif buat anak, hal itu sebab anak hiperaktif sangat tergantung pada petunjuk yang jelas buat diikutinya.

Anak hiperaktif biasanya mudah cemas dan kebingungan saat tak ada kegiatan, atur jadwal yang simple buat anak. Termasuk beberapa hal penting seperti makan, mandi, sikat gigi, tidur dll.

Jadwal kegiatan harian yang rapih dapat menjadikan anak lebih rileks dan nyaman dalam menjalani keseharian.


9. Berenang

Renang mampu menjadi terapi manjur untuk anak ADHD. Umumnya ADHD disadari saat anak baru ikut sekolah, dia tampak kesusahan dalam konsentrasi di pembelajaran, gangguan ini dapat menghambat proses pembelajaran anak.

Anak ADHD mudah terdistraksi, sering lupa, gampang jenuh dan sulit konsentrasi. Nah, tujuan berenang yaitu melatih fokus anak.

Aktivitas fisik yang membuat intensif di air dengan melakukan gerakan rileks, akan menghasilkan endorfin (yang diproduksi di dalam tubuh) bermanfaat memperbaiki mood (suasana hati) serta menjadikan jiwa anak rileks.

Fungsi kegiatan berenang akan menyalurkan hiperaktif anak pada aktivitas fisik, sehingga energi berlebihan anak dapat ditangani dan disalurkan ke hal positif.

Anak ADHD biasanya enggak sabaran, suka memotong obrolan, kesulitan mengantri dan semacamnya. Berenang akan melatih kesabaran dan konsentrasi anak.

Saat berenang, ada banyak hal yang perlu dipraktekan anak, sehingga anak didorong untuk berusaha menguasai teknik-teknik yang ada. Dalam prosesnya, anak akan dibiasakan untuk berjuang dan bersabar.

Ajak anak rutin berenang, misalnya dua kali dalam seminggu, pastikan kolam renang bersih. Sekitar dua bulan rutin berenang, Anda bakal melihat anak tampak lebih rileks dari biasanya, lebih bisa santai dan tenang, serta emosinya lebih terkendali.

Berenang dapat membantu si anak hiperaktif mengendalikan gerakan, karena di air anak terus-terusan belajar bagaimana mengendalikan diri dan gerakan supaya tidak tenggelam.

Aktivitas berenang akan melatih anak dalam kontrol diri, yang secara perlahan akan membuat perilaku dan emosi anak lebih baik.

Sebelum mengajak anak berenang cermati keadaan kesehatan anak. Keadaan anak yang kurang fit akan berdampak buruk pada suasana hatinya.

10. Perhatian Cukup

Perilaku anak hiperaktif yang seakan energinya enggak terbatas dan berkata tiada henti, betul-betul membuat orangtua lelah.

Namun dengan memberikan perhatian yang cukup, efektif menghilangkan sifat anak yang hobi cari perhatian.

Dengan begitu walaupun orangtua sibuk, hendaknya berusaha putar otak agar bisa menyediakan waktu dengan anak guna mengajaknya mengobrol, bercengkrama, dll.

11. Kalimat Singkat

Ucapkan kalimat yang singkat pada anak, ini membantu supaya anak lebih menyimak Anda. Anak ADHD biasanya susah konsentrasi serta punya problem dalam mengingat. Sehingga jangan mengucapkan kalimat yang cenderung panjang karena bikin anak frustasi dalam memahaminya.

Apabila butuh, kecilkan suara TV dan singkirkan gangguan lainnya sehingga membantu anak lebih fokus untuk mendengarkan.


12. Pemberian Apresiasi

Apresiasi usaha anak, dimana anak ADHD biasanya sering merasa tidak percaya diri, sehingga orangtua harus berperan aktif melontarkan pujian atau apresiasi padanya, ini akan menumbuhkan semangat dan rasa percaya dirinya.

13. Jauhkan Distraksi

Lindungi anak dari berbagai hal yang merusak fokus, usahakan keadaan yang kondusif ketika anak sedang belajar. Anak ADHD sangat mudah terdistraksi, sehingga butuh situasi tenang.

Namun tidak perlu memaksa anak selalu anteng, sebab malah bakal membuatnya cemas. Intinya, agar meminimalkan gangguan, usahakan tempat anak berada jauh dari sumber kebisingan.

14. Pastikan Aturan Jelas

Setiap orangtua punya caranya masing-masing dalam mendidik anak, ada yang ketat, ada yang longgar. Hanya saja anak hiperaktif perlu cara khusus, yaitu dia butuh patokan atau aturan yang jelas buat diikuti.

Jadi orangtua jangan hanya diam saja, sering-sering mengajak anak mengobrol. Hingga akhirnya anak paham tentang arahan atau panduan yang perlu diikuti.

Berikan pujian saat anak berhasil mengikuti arahan atau aturan yang diberikan, dan berikan peringatan saat anak melanggar.

15. Main di Luar Rumah

Secara rutin ajak anak hiperaktif beraktivitas di luar rumah, nantinya anak bakal mendapatkan udara segar sembari mengerjakan aktivitas fisik di luar. Ini membantunya untuk menyalurkan energi.

Sekedar keliling kompleks perumahan di sore hari memberikan banyak manfaat. Selain itu, biarkan anak sepuasnya beraktivitas fisik sebelum memintanya menyelesaikan tugas sekolahnya.

16. Hindari Membentak Anak

Anak terkadang bikin jengkel, meski begitu berusaha untuk tidak membentak anak atau bahkan memukul anak. Jika orangtua memarahi dan membentak anak, malah akan membuat emosi anak tambah meluap-luap dan tak terkontrol.

Orangtua hendaknya menyejukkan diri sendiri dahulu sebelum bertindak. Agar bisa tenang cobalah bernapas dalam-dalam secara perlahan, kemudian hembuskan.

17. Hadiah

Orangtua bisa memberikan hadiah kejutan saat anak melakukan hal-hal yang positif, ini akan membuatnya bahagia.

18. Singkirkan Gadget

Jangan sampai anak punya kebiasaan nonton TV, main smartphone, tablet, laptop dll. Terutama menjelang waktu tidur di malam hari karena dapat menurunkan kualitas tidurnya. Anak hiperaktif harus diusahakan untuk memiliki tidur yang berkualitas.

19. Matikan Lampu Saat Tidur

Usahakan agar anak mau tidur dalam keadaan gelap, sehingga anak bisa tidur lebih nyenyak, berkualitas dan bangun di pagi hari dengan lebih fresh.

Tidur dalam keadaan gelap bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental anak, serta mengoptimalkan proses tumbuh-kembang anak.

20. Utamakan Olahraga Individual

Pada dasarnya, berbagai jenis olahraga bisa melatih kemampuan kontrol diri dan konsentrasi anak ADHD.

Hanya saja, olahraga individual lebih direkomendasikan untuknya. Hal itu sebab anak ADHD bisa meningkatkan atau melatih kemampuan konsentrasinya tanpa dirumitkan dengan harus bermain secara team.

Kunci mengasuh anak ADHD yang perlu selalu diingat orangtua yaitu keuletan dan memacu anak melakukan aktivitas fisik. Olahraga tak cuma berguna untuk kesehatan fisik, tapi juga berefek positif pada kesehatan mental dan emosi anak.




Baca Juga: