20 Tips Membuat Anak Berani dan Bermental Kuat

Orangtua punya tugas besar mengasuh dan mendidik anak, termasuk juga menanamkan rasa berani ke dalam diri anak. Anak tumbuh dan berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu, sehingga sifat berani perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Dasar-dasar mental yang tangguh harus diajarkan pada si Kecil, membuatnya menjadi berani dan lebih mandiri.

Sifat mandiri dan keberanian sebenarnya sangat berkaitan, seorang anak yang belum punya sifat mandiri maka akan sulit baginya memiliki sifat berani. Kemandirian anak perlu dikembangkan sejak dini sehingga anak tumbuh dengan mental yang kuat. Orangtua jangan sampai menghambat perkembangan kemandirian anak. Misalnya beberapa kesalahan orangtua yaitu terlalu sering mendikte anak, selalu mencampuri urusan anak, tidak memberikan kesempatan anak menentukan pilihannya sendiri, dll. Padahal itu semua sangat dibutuhkan anak untuk eksplorasi diri dan menumbuhkan sifat beraninya, kesalahan orangtua tersebut berdampak pada kemandirian anak yang tidak berkembang dan sifat berani anak tidak terasah.

Anak Berani
Photo credit: istockphoto.com|JasonDoiy

Agar anak sejak kecil memiliki mental yang tangguh, maka berikan kesempatan kepadanya untuk menentukan pilihan sendiri, mengeluarkan pendapat dan dorong anak untuk bisa mengambil keputusan. Hal ini nantinya akan melatih mental anak dan mengasah keberaniannya. Agar anak berani diperlukan stimulasi terus-menerus dari orangtua, sehingga anak terbiasa dan menerapkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.

Berikan Anak Ruang Berbicara. Di dalam keluarga, dorong anak untuk berbicara dan mengeluarkan pendapatnya. Kesalahan banyak orangtua yaitu tidak mau mendengarkan perkataan atau pendapat anak, seharusnya berikan kesempatan padanya untuk mengungkapkan pendapat dan hargai pendapatnya, jangan dikomentari negatif. Hal seperti  ini akan membangun kepercayaan diri, keberanian dan berpikir kritis anak.

Untuk membangun sifat keberanian anak, orangtua harus dekat dengan anak serta membuatnya aman dan nyaman. Pastikan setiap hari ada waktu untuk berdiskusi atau mengobrol dengan anak, jangan sampai orangtua terlalu sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu bersama anak. Berdiskusilah dengan anak mulai dari hal-hal yang paling mudah, hargai setiap ucapan anak.


Berikan anak apresiasi saat melakukan hal-hal yang baik, ini akan menambah rasa percaya diri dan keberanian anak. Kesalahan banyak orangtua adalah terlalu cepat menghukum anak saat bersalah tapi tidak pernah memuji saat anak melakukan hal baik, akibatnya anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut, tidak percaya diri dan tidak berani mencoba hal-hal baru.

Ajarkan Kemampuan Sosial pada Anak. Penyebab anak penakut sejak kecil adalah karena kesulitan dan tidak tahu cara berinteraksi dengan orang lain. Peran orangtua sangat penting membimbing anak agar bisa berinteraksi dengan orang-orang selain keluarganya, ajarkan anak dasar-dasar kemampuan sosial sehingga ia tumbuh dengan lebih berani. Ajak anak ke tempat umum seperti taman kota dan semacamnya sehingga anak terbiasa dengan keramaian dan bertemu orang-orang.

Biarkan Anak Membuat Kesalahan. Bilang ke anak bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, orangtua perlu mengajari anak bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran sehingga tidak perlu merasa malu dan takut ketika salah atau keliru. Saat anak melakukan kesalahan, tidak perlu memarahi atau menegur anak dengan keras, lebih baik mengajak anak berdiskusi untuk mencari solusinya.


Jangan suka berlebihan melarang anak, ini harus diketahui orangtua sejak anak masih kecil. Jika yang dilakukan anak tidaklah membahayakan maka tidak perlu melarangnya. Anak-anak yang sejak kecil sering dilarang (seperti dilarang berlari, main perosotan dll) akan tumbuh menjadi anak yang penakut.

Sebaliknya, orangtua seharusnya mengajak anak ke tempat permainan yang menantang seperti outbond, wahana menantang, flying fox atau semacamnya. Permainan seperti flying fox efektif untuk menumbuhkan rasa keberanian dalam diri anak, kecuali jika anak memiliki phobia ketinggian yang sangat parah maka jangan dipaksakan.

Adapun outbound merupakan aktivitas fisik di alam, biasanya kegiatannya bersifat interaktif, santai tapi memacu adrenalin, menyenangkan dan penuh tantangan. Manfaat outbound bagi anak yaitu:
  • Menumbuhkan kepercayaan diri (self confidence). Seorang anak yang pada awalnya merasa rendah diri, setelah menyelesaikan kegiatan outbound (dengan berbagai permainan yang menantang) akan merasa bangga, bahagia dan kepercayaan dirinya tumbuh.
  • Menghilangkan kejenuhan, kegiatan outbound didesain menyenangkan, seru dan interaktif.
  • Membangun kerjasama (team building), dimana kegiatan outbound biasanya dilakukan secara berkelompok. 
  • Mengembangkan kemampuan sosial karena terjalin interaksi sosial sesama anak yang mengikuti outbound, juga interaksi antara anak dan instruktur.
  • Memperkuat fisik anak. Kegiatan outbond melibatkan latihan-latihan fisik dan menggerakan semua otot anak.
  • Melatih konsentrasi anak.
  • Melatih kemandirian anak.
  • Menumbuhkan keberanian. Outbound didominasi oleh permainan-permainan yang menantang dan memacu adrenalin, sehingga anak diajarkan untuk tidak takut menghadapi tantangan.
  • Sebagai sarana mengekpresikan diri. Permainan di arena Outbound menstimulus anak-anak untuk berpikir, merancang, bergerak, membuat rencana dan bertindak bebas. Anak dapat berekspresi dan bereksperimen seluas-luasnya.
  • Mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan anak seperti kognitif, sosial emosional, psikomotorik dan bahasa.


Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan sifat berani anak:
  1. Sering-seringlah mengajak anak mengobrol saat di rumah, ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian anak.
  2. Saat ada tamu yang datang ke rumah, jangan usir anak-anak karena alasan mengganggu dan sebagainya. Seharusnya ajak anak untuk ikut berkumpul, lalu kenalkan anak dengan tamu yang datang, hal ini akan melatih keberanian anak.
  3. Jangan memberikan label buruk pada anak seperti pecundang, pemalu, penakut, pengecut dll.
  4. Hindari suka menakut-nakuti anak, sekalipun hanya sekedar bercanda.
  5. Hargai anak dan perlakukan ia dengan baik, sehingga anak merasa memiliki harga diri dan merasa keberadaannya diinginkan oleh orangtuanya.
  6. Orangtua harus mendorong rasa percaya diri anak, tanamkan mindset ke dalam diri anak bahwa ia bisa melewati berbagai rintangan jika berani mencoba. Sebaiknya, hindari mengatakan hal-hal yang bisa meruntuhkan rasa percaya dirinya.
  7. Ajarkan anak untuk berani mengekspresikan perasaannya, Layaknya orang dewasa, anak kecil juga bisa merasakan berbagai macam emosi seperti bahagia, sedih, marah dan lainnya. Saat anak sedang curhat maka dengarkan baik-baik.
  8. Hindari sikap suka menyalahkan anak karena akan membuat anak jadi penakut dan tidak berani mencoba hal baru. Selain itu, orangtua yang suka sekali menyalahkan akan membuat anak takut untuk mengungkapkan keinginannya.
  9. Biasakan anak untuk bisa bangun pagi, sekalipun saat hari libur. Terbiasa bangun pagi membuat anak tumbuh menjadi orang yang rajin dan aktif. Usahakan anak untuk rajin dan aktif dalam kesehariannya karena dapat meningkatkan rasa percaya diri, keberanian dan mentalnya yang lebih kuat. Adapun sering bermalas-malasan membuat seseorang menjadi lemah secara mental dan tidak percaya diri.
  10. Hindari suka memarahi anak apalagi membentaknya karena dapat menganggu proses tumbuh-kembang anak dan membuat anak jadi penakut. Penelitian juga menunjukan bahwa membentak anak dapat menyebabkan kerusakan pada jutaan bahkan milyaran sel-sel otak anak (sel otak berjumlah triliyunan), sehingga jika anak sering dibentak berakibat potensi kecerdasannya menurun.
  11. Anak kecil cenderung suka bertanya banyak hal karena rasa penasaran dan rasa ingin tahunya yang tinggi, maka respon pertanyaan anak dengan positif, berikan jawaban yang baik, jangan meledek pertanyaan anak, apalagi memarahi dan melarang anak bertanya. Hal itu karena dikhawatirkan membuat anak kapok dan tidak berani lagi untuk bertanya.
  12. Pilihkan anak sekolah yang menerapkan metode diskusi dua arah antara guru dan siswa, sehingga akan menumbuhkan rasa keberanian anak. Ini berbeda dengan metode konvensional dimana guru berbicara dan siswa hanya diam medengarkan selama pelajaran berlangsung, metode pembelajaran satu arah ini sudah kuno dan tidak efektif di zaman sekarang.
  13. Support anak untuk menghadapi ketakutan, bantu dan ajak anak untuk melawan ketakutannya. Ajaklah ia untuk bertemu orang baru supaya tidak takut menghadapi orang lain. Berikan semangat dan pujian untuknya supaya ia lebih berani, anak akan belajar bahwa dia bisa menangani ketakutannya.
  14. Berusaha meredam emosi saat mendidik anak. Tak jarang, salah satu penyebab anak menjadi penakut karena sering mendapatkan perilaku kasar dari orangtuanya. Anak-anak yang diperlakukan kasar oleh orangtuanya kemungkinan akan menjadi anak penakut, atau bisa juga sebaliknya akan menjadi anak pemberontak terhadap orangtuanya.
  15. Selalu memberikan apresiasi atas semua sikap keberaniaannya, ini akan membuat anak merasa berharga dan semakin termotivasi untuk berani.




Tulisan Terkait: