10 Cara Menjadi Orang Optimis dan Berpikiran Positif (Serta Manfaat)

Pria Optimis
Photo credit: stock.adobe.com|Drobot Dean

Pengertian Optimis


Apa itu optimis? Sikap optimisme adalah sikap yang menanamkan harapan positif di dalam diri dan meyakini akan menemukan hal positif (hebat) di masa depan, sehingga memandang bahwa kegiatan ataupun upaya yang dilakukan akan berjalan baik-baik saja, serta berusaha menghilangkan segala hal buruk dan distraksi di pikiran.

Agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan bahagia, tanamkan mindset berpikir positif dan jadilah orang yang optimis, ini memberikan Anda energi berlimpah dalam menjalani keseharian dan mencapai kesuksesan dalam hidup.

Rasa optimis menuntun Anda bertindak dan bersikap lebih baik dalam menghadapi masalah. Jiwa optimis juga membuat Anda lebih sehat secara fisik dan mental.

Hanya saja kebanyakan orang lebih suka melihat sisi negatif dari segala sesuatu, hal inilah yang membuat banyak orang mudah stres, emosi dan sulit berpikir jernih. Mulai sekarang, coba lebih sering melihat berbagai hal dari sisi positif, ini perlu latihan dan pembiasaan.

Tips Agar Menjadi Orang yang Optimis & Berpikiran Positif


1. Perbaiki Sudut Pandang

Dengan memperbaiki sudut pandang, memberikan pengaruh terhadap cara berpikir, merespon dan bertindak. Jika Anda selama ini suka mengeluh dalam pekerjaan, maka perbaiki sudut pandang Anda.

Berpikir negatif hanya akan menyiksa Anda selama berada di tempat kerja, berpikir hanya dari satu sudut pandang (atau sudut pandang sempit) membuat Anda selalu mengeluh tentang tempat kerja. 

Hendaknya Anda mencoba berpikir dari beberapa sudut pandang (sudut pandang lebih luas) tentang pekerjaan dan kehidupan Anda secara umum, Anda akan kaget karena menemukan hal-hal yang selama ini tidak disadari.


Contoh sederhana, lihatlah betapa banyak orang pengangguran di sekitar. Menjadi orang pengangguran itu sangat tidak enak karena tidak ada penghasilan, bingung mau ngapain dalam setiap harinya, bahkan mungkin dikucilkan oleh para tetangga.

Dengan berpikir seperti ini, membuat Anda bisa bersyukur dan bersemangat dalam menjalani hidup, sehingga tidak lagi mengeluh sepanjang waktu tentang pekerjaan.

Cobalah cari sudut pandang yang lainnya tentang kondisi Anda, misalnya Anda baru menyadari bahwa ternyata mengeluh itu tidak memberikan manfaat sama sekali, justru hanya akan membuat stres, lemah dan suasana hati buruk.

Dengan memperbaiki sudut pandang, membantu Anda jadi lebih baik. Alih-alih berpikiran negatif, ambillah poin-poin positif dari setiap kejadian, bahkan dari kejadian yang tidak menyenangkan sekalipun.

Dari setiap kejadian pasti ada hal positif atau pelajaran yang bisa dipetik, biasakan ini sehingga menumbuhkan sikap optimis.

Anda juga harus berfokus pada masa sekarang dan masa depan, jadi jangan berlarut-larut menyesali masa lalu karena akan menyebabkan Anda kehilangan rasa optimis.

Jangan sampai pikiran terperangkap di masa lalu, Anda tidak akan bisa mengubah masa lalu, gunakan masa lalu untuk diambil sebagai pelajaran.


2. Jangan Berlebihan Menyalahkan Diri Sendiri 

Cara berpikir positif dan optimis yaitu hentikan suka menyalahkan diri sendiri, hal itu karena membuat Anda lemah dan kehilangan rasa optimis.

Anda perlu menyayangi dan memaklumi diri Anda sendiri, setiap orang punya keterbatasan. Ingatlah semua orang pernah melakukan kesalahan, jadi jangan memaksa diri Anda harus sempurna.


3. Bergaul dengan orang Berpikiran Positif

Cara menjadi orang yang optimis yaitu cobalah bergaul dengan orang-orang yang berpikiran positif. Anda harus selektif mencari teman, jangan sembarangan memilih teman.

Kelilingi diri Anda dengan keluarga dan teman yang membuat nyaman, pastikan orang-orang dalam kehidupan Anda adalah orang-orang yang positif dan suportif.

Jika orang lain memengaruhi Anda secara negatif, pertimbangkan menjauhi orang tersebut. Perasaan manusia dapat menular, teman yang toksik membuat Anda ikut-ikutan toksik. Lindungi diri Anda dari circle pertemanan buruk.

Jika bergaul dengan teman-teman yang punya semangat tinggi nantinya Anda juga akan ikut-ikutan punya semangat tinggi.

Jika bergaul dengan teman-teman yang suka berbohong dan pemalas, Anda akan tertular sifat malas dan suka bohong. Carilah teman-teman yang suka berpikiran positif dan optimis.

4. Rutin Berolahraga

Berolahraga menjadikan Anda lebih kuat secara fisik dan mental. Fisik dan mental yang kuat bakal sangat membantu Anda untuk bertransformasi sebagai individu berkualitas, berpikiran positif dan optimis. Tidak perlu melakukan olahraga berat, jogging atau bersepeda pun sudah bagus, yang penting rutin.


5. Tersenyum

Anda perlu tersenyum dalam menjalani hidup, tapi bukan berarti terus-terusan senyum sepanjang hari karena adakalanya Anda sedang bahagia lalu adakalanya dalam keadaan bad mood.

Tapi intinya, pastikan Anda mengawali pagi hari dengan senyuman. Riset menunjukkan bahwa tersenyum dapat membuat seseorang punya suasana hati bagus, ceria, percaya diri dan yakin mengenai masa kini dan masa depan.

6. Tingkatkan Keterampilan

Cara menjadi orang positif yaitu usahakan memiliki banyak keterampilan. Dengan memiliki keterampilan bakal memperkokoh jiwa optimis. Miliki dan tingkatkan skill sehingga membangun rasa percaya diri dan jiwa optimisme.

Anda perlu mencari tahu apa saja yang menjadi kelebihan atau kekuatan Anda, lalu kembangkan.

7. Fokus pada Diri Sendiri

Cara berpikir positif dan optimis yaitu mulailah berlatih untuk fokus pada diri sendiri, singkirkan segala distraksi dan gangguan. Jangan terlalu memikirkan apa kata orang, tidak semua orang bisa setuju dan senang pada Anda, jadi jangan terlalu memikirkan omongan miring pihak lain.

Kadang-kadang sifat cuek itu bagus, Anda perlu bersikap cuek terhadap para ‘penentang’ Anda. Jangan sampai gangguan dari mereka menghancurkan optimisme Anda, fokuslah pada diri sendiri.

8. Kurangi Main Medsos

Lebih tepatnya kurangi melakukan hal-hal yang hanya buang waktu seperti main game, media sosial, lihat orang goyang-goyang gak jelas di tiktok dll.

Melakukan hal-hal tidak berguna membuat Anda merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan waktu, ini nantinya membuat Anda down sehingga berisiko menurunkan rasa optimisme.

Sebaliknya, mengisi waktu pada sesuatu yang bernilai dan berguna bakal membuat Anda jadi terus semangat dan meningkatkan optimisme. Juga biasakan bangun pagi, kebiasaan ini sangat membantu Anda.

Anda juga harus mencari tahu apa saja kelebihan-kelebihan yang dimiliki, dengan menyadari kelebihan yang dimiliki (untuk nantinya dikembangkan), Anda akan menatap kehidupan dengan optimisme tinggi.


9. Buang Isi Pikiran yang Merusak Kepercayaan Diri

Anda harus berhati-hati saat memasukan sesuatu ke kepala Anda, hindari segala hal di pikiran yang dapat merusak rasa percaya diri Anda.

Misalnya membuat ungkapan buruk (seperti: “saya pasti gagal” dll) jauh-jauh dari pikiran. Lalu ganti dengan kalimat-kalimat yang lebih baik atau positif. Biasakan hal ini karena kata-kata positif bakal terserap masuk ke dalam jiwa (atau masuk ke alam bawah sadar).

10. Jangan Takut Gagal

Jangan sampai perasaan takut gagal sampai pada tingkat ekstrim, dimana memandang kegagalan sebagai sebuah kiamat. Padahal, kegagalan di dalam kehidupan adalah hal normal dan dialami setiap orang.

Anda perlu berlatih melawan rasa takut, mereka yang optimis tidak lari dari rasa takut, bahkan sebaliknya yaitu menyukai tantangan, sehingga lama-kelamaan berbagai pemicu negatif di pikiran menghilang.

Latih diri menjadi pribadi yang tangguh dan gak gampang menyerah, jangan sampai pikiran negatif dan ketakukan mengepung kehidupan Anda. Jadilah orang yang tangguh dan pandang tantangan sebagai sesuatu yang seru dan menyenangkan.

Dalam hidup kadang gagal kadang berhasil, maka sudah seharusnya siap untuk menang maupun kalah. Dengannya, hidup jadi tenang, tidak khawatir berlebihan, serta menjadi lebih berani untuk melangkah (bertindak).

Minimalkan pemikiran negatif dan pesimis. Dengan membiasakan diri optimis, ada banyak manfaatnya.

Manfaat Sikap Optimis

  1. Mereka yang punya jiwa optimis umumnya pantang kabur dari problematika yang muncul, bahkan problematika yang menghadang akan dirasa sebagai tantangan seru. Hal inilah yang membuat orang berjiwa optimis punya sudut pandang dan cara berpikir yang lebih baik.
  2. Terlihat punya energi yang tak ada habisnya.
  3. Memandang problem yang muncul adalah kesempatan buat meningkatkan kualitas diri, melatih problem solving dan meningkatkan pengalaman. Berbeda dengan orang awam yang memandang masalah sebagai momok menakutkan, bagaikan sebuah kiamat.
  4. Perlu diketahui, pikiran ternyata punya dampak signifikan pada kondisi tubuh. Jiwa optimis membuat Anda bisa lebih tenang, rileks, tidak khawatir berlebihan dan tidak mudah membenci orang lain. Hal-hal ini nantinya berdampak baik untuk kesehatan.
  5. Mampu berpikir lebih matang sehingga keputusan yang diambil akurat, tidak panikan, dan dapat berpikir jernih saat menghadapi situasi berat.
  6. Lebih terhindari dari stres dan cemas.
  7. Lebih percaya diri, mudah berlapang dada, mampu bersabar dalam proses, serta dapat menghargai diri sendiri, orang lain dan berbagai hal di kehidupan. 




Baca Juga: