Cara Menjadi Orang Optimis dan Berpikiran Positif (Serta Manfaatnya)


Agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan bahagia, tanamkan mindset berpikir positif dan jadilah orang yang optimis, ini akan memberikan Anda energi berlimpah dalam menjalani keseharian dan mencapai kesuksesan dalam hidup. Rasa optimis akan menuntun Anda bertindak dan bersikap lebih baik dalam menghadapi masalah. Jiwa optimis juga akan membuat Anda lebih sehat secara fisik dan mental.

Hanya saja kebanyakan orang lebih suka melihat sisi negatif dari segala sesuatu, hal inilah yang membuat banyak orang mudah stres, emosi dan sulit berpikir jernih. Mulai sekarang, Anda harus mencoba untuk lebih sering melihat berbagai hal dari sisi yang postif, maka Anda dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Hanya saja untuk menjadi pribadi optimis perlu latihan dan pembiasaan, jika Anda berusaha maka secara perlahan nantinya tumbuh kebiasaan untuk berpikir optimis.

Pria Optimis
Photo credit: stock.adobe.com|Drobot Dean

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah merubah sudut pandang. Dengan memperbaiki sudut pandang, hal ini turut memberikan pengaruh terhadap cara berpikir, cara merespon dan cara bertindak di kehidupan sehari-hari. Jika Anda selama ini suka mengeluh dalam pekerjaan, maka ubah (perbaiki) sudut pandang Anda.

Berpikir negatif hanya akan menyiksa Anda selama berada di tempat kerja, berpikir hanya dari satu sudut pandang (atau sudut pandang sempit) membuat Anda selalu mengeluh tentang tempat kerja. Hendaknya Anda mencoba berpikir dari beberapa sudut pandang (sudut pandang yang lebih luas) tentang pekerjaan dan kehidupan Anda secara umum, Anda akan kaget karena menemukan hal-hal yang selama ini tidak disadari.

Contoh sederhana, lihatlah betapa banyak pemuda dan orang-orang pengangguran di kampung atau perumahaan tempat Anda tinggal. Menjadi orang pengangguran itu sangat tidak enak karena tidak ada penghasilan, bingung mau ngapain dalam setiap harinya, bahkan mungkin dikucilkan oleh para tetangga. Dengan berpikir seperti ini, membuat Anda bisa bersyukur dan bersemangat dalam menjalani hidup, sehingga tidak lagi mengeluh sepanjang waktu tentang pekerjaan.

Cobalah cari sudut pandang yang lainnya tentang kondisi Anda, misalnya Anda baru menyadari bahwa ternyata mengeluh itu tidak memberikan manfaat sama sekali, justru hanya akan membuat Anda stres, lemah dan suasana hati menjadi buruk. Dengan memberbaiki sudut pandang Anda terhadap sesuatu, ini membantu Anda untuk menjadi pribadi yang optimis.

Alih-alih berpikiran negatif, ambilah poin-poin positif dari setiap kejadian, bahkan dari kejadian yang tidak menyenangkan sekalipun. Dari setiap kejadian pasti ada hal positif atau pelajaran yang bisa dipetik, biasakan hal ini sehingga akan menumbuhkan sikap optimis dalam diri Anda.

Anda juga harus berfokus pada masa sekarang dan masa depan, jadi jangan berlarut-larut menyesali masa lalu karena akan menyebabkan Anda kehilangan rasa optimis. Jangan sampai pikiran Anda terperangkap di masa lalu, Anda tidak akan bisa mengubah masa lalu, gunakan masa lalu untuk diambil sebagai pelajaran.

Jangan berlebihan menyalahkan diri sendiri karena membuat Anda lemah dan kehilangan rasa optimis, ingatlah semua orang pernah melakukan kesalahan, jadi jangan memaksa diri Anda harus sempurna.

Cobalah bergaul dengan orang-orang berpikiran positif, Anda harus selektif mencari teman dan jangan sembarangan memilih teman. Kelilingi diri Anda dengan keluarga dan teman yang membuat Anda nyaman, pastikan orang-orang dalam kehidupan Anda adalah orang-orang yang positif dan suportif. Jika sikap orang lain memengaruhi sikap dan kelakuan Anda sendiri secara negatif, maka pertimbangkan untuk menjauhi orang tersebut. Perasaan manusia dapat menular, teman yang toksik membuat Anda nantinya ikut-ikutan menjadi toksik, jadi lindungi diri Anda dari cicrcle pertemanan yang buruk.
  • Jika Anda bergaul dengan teman-teman yang punya semangat tinggi nantinya Anda juga akan ikut-ikutan punya semangat tinggi.
  • Jika Anda bergaul dengan teman-teman yang suka berbohong dan pemalas nantinya Anda akan tertular sifat malas dan suka bohong juga.
  • Jika Anda bergaul dengan teman-teman suka berpikiran positif dan optimis nantinya Anda juga akan bisa menjadi orang yang berpikiran positif dan optimis.
  • Demikian seterusnya.

Rutin Berolahraga. Menjadi pribadi yang optimis itu memang tidak semua orang bisa melakukan, tapi Anda disarankan untuk rutin berolahraga karena menjadikan Anda pribadi yang lebih kuat secara fisik dan mental. Fisik dan mental yang kuat akan sangat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang berpikiran positif dan optimis. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, olahraga sederhana seperti jogging atau bersepeda pun sudah bagus, yang penting rutin.

Tersenyum. Anda perlu tersenyum dalam menjalani hidup, tapi bukan berarti terus-terusan senyum sepanjang hari. Hal itu karena adakalanya kita sedang dalam kondisi bahagia dan mood yang baik, lalu adakalanya kita dalam keadaan sedih ataupun sedang tidak mood. Tapi pastikan Anda mengawali pagi hari dengan seyuman, penelitian menunjukkan bahwa tersenyum dapat membuat seseorang merasa lebih bahagia dan lebih optimis mengenai masa kini dan masa depan.

Tingkatkan Keterampilan. Dengan memiliki keterampilan akan membangun jiwa yang lebih optimis. Miliki dan tingkatkan skill sehingga membangun rasa percaya diri dan jiwa optimisme. Anda perlu mencari tahu apa saja yang menjadi kelebihan atau kekuatan Anda, lalu kembangkan.

Fokus pada Diri Sendiri. Jangan terlalu memikirkan apa kata orang, tidak semua orang bisa setuju dan senang pada Anda, jadi jangan terlalu memikirkan omongan miring pihak lain. Kadang-kadang sifat cuek itu bagus, Anda perlu bersikap cuek terhadap para ‘penentang’ Anda. Jangan sampai gangguan dari mereka menghancurkan optimisme Anda, fokuslah pada diri sendiri.

Kurangi Bermain Medsos. Lebih tepatnya kurangi melakukan hal-hal yang hanya menghabiskan waktu seperti bermain game, media sosial, lihat orang goyang-goyang gak jelas di tiktok dan semacamnya. Melakukan hal-hal tidak berguna membuat Anda merasa bersalah karena telah menyia-nyiakan waktu, ini nantinya membuat Anda down sehingga beresiko menurunkan rasa optimisme. Sebaliknya, mengisi waktu dengan hal-hal yang bernilai dan berguna akan membuat Anda jadi terus semangat dan meningkatkan optimisme.

Selain itu biasakan untuk bangun pagi, ini akan membantu Anda untuk menjadi pribadi yang optimis. Anda juga harus mencari tahu apa saja kelebihan-kelebihan yang Anda miliki, dengan menyadari kelebihan yang dimiliki (untuk nantinya dikembangkan), Anda akan menatap kehidupan dengan optimisme tinggi.

Jalani hidup dengan optimis, minimalkan pemikiran negatif, pesimis atau pikiran-pikiran yang membuat Anda down. Dengan membiasakan diri optimis, ini manfaat yang akan didapat:
  1. Membuat Diri Menjadi Lebih Maju. Orang yang punya jiwa optimis biasanya tidak akan lari dari masalah, justru masalah yang dihadapi akan dirasa sebagai tantangan yang seru. Hal inilah yang membuat orang berjiwa optimis memiliki sudut pandang dan cara berpikir yang jauh lebih baik. Bahkan orang berjiwa optimis terlihat memiliki energi yang tidak ada habisnya.
  2. Orang berjiwa optimis akan sangat mudah memiliki pikiran positif. Misalnya, memandang masalah yang ada sebagai wadah untuk belajar, melatih problem solving dan meningkatkan pengalaman. Adapun orang awam memandang masalah sebagai momok menakutkan, bagaikan sebuah kiamat.
  3. Membuat tubuh lebih sehat, banyak yang tidak menyadari bahwa pikiran memberikan pengaruh besar terhadap cara bekerja tubuh. Jiwa optimis membuat Anda bisa lebih tenang, rileks, tidak khawatir berlebihan dan tidak mudah membenci orang lain. Hal-hal ini nantinya berdampak baik untuk kesehatan tubuh Anda.
  4. Lebih Kuat Saat Melalui Masa-Masa Sulit. Orang berjiwa optimis biasanya punya pandangan jauh ke depan, sehingga dapat menyadari bahwa masa sulit nantinya bakal berakhir. Bahkan yang lebih ajaib, orang berjiwa optimis tetap bisa menikmati hidup di masa-masa sulit. Pada tingkatan yang lebih tinggi, mereka menganggap kesulitan sebagai tantangan belaka.
  5. Orang optimis biasanya akan lebih mudah dalam mengambil keputusan yang tepat, berpikir secara bijak, tidak panikan, dan dapat berpikir jernih mempertimbangkan hal secara matang sebelum membuat keputusan.
  6. Jiwa optimis dapat secara efektif mencegah gangguan kecemasan.
  7. Orang yang berjiwa optimis akan lebih mudah untuk rutin bangun pagi.
  8. Para ahli menjelaskan bahwa orang-orang berjiwa optimis memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Mereka lebih terhindari dari rasa stres dan cemas, dimana rasa stres dan cemas berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental.
  9. Orang berjiwa optimis akan cenderung lebih percaya diri, bahagia, dan mencintai diri sendiri maupun hal-hal yang terjadi di dalam kehidupan. 
  10. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berjiwa optimis rata-rata memiliki umur yang lebih panjang, selain itu juga memiliki kualitas hidup lebih baik.




Tulisan Terkait: