Cara Agar Kakak-Adik Akur dan Saling Menyayangi

Pertama-tama orangtua perlu mencari tahu hal-hal yang bisa memicu rusaknya keharmonisan hubungan kakak dan adik. Saudara kandung bisa menjadi sahabat terbaik, tapi juga bisa menjadi musuh terbesar. Kondisi hubungan kakak dan adik dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor genetik, peristiwa hidup, pola asuh orang tua, dan pengaruh dari luar lingkungan keluarga.

Hindari Membanding-bandingkan Anak. Penyebab umum rusaknya hubungan kakak dan adik karena kesalahan orangtua itu sendiri, yaitu orangtua yang punya kebiasaan suka membanding-bandingkan anak. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan kakak beradik bisa memburuk jika mereka sering dibanding-bandingkan, walaupun itu dalam hal sepele seperti misalnya membandingkan siapa yang lebih cepat bisa merangkak saat bayinya.

Kakak dan Adik
Kakak dan Adik

Lebih buruk lagi membanding-bandingkan anak dalam hal yang lebih serius, seperti siapa yang lebih pintar, siapa yang lebih tampan, siapa yang diterima di sekolah ternama. Jangan sampai orangtua membanding-bandingkan antara kakak dan adik karena akibatnya sangat buruk.

Saat orangtua membandingkan anak dengan individu lain, maka si Anak akan memiliki kecenderungan untuk membenci individu tersebut, hal ini karena kecemburuan yang dirasakan anak karena orang tersebut mendapat pengakuan lebih baik darinya. Jangan sampai orangtua menumbuhkan rasa benci dalam diri anak. Selain itu suka membandingkan anak juga dapat merusak hubungan orangtua dan anak.


Orangtua Harus Bersikap Adil. Perlakuan orangtua yang dirasa tidak adil dapat memicu kecemburuan diantara kakak-beradik, rasa cemburu ini nantinya menyebabkan hati mereka menjauh dan hubungan merenggang, akibatnya kakak dan adik menjadi mudah berselisih dan sulit akur. Jangan sampai karena salah satu anak terlihat lebih cerdas dan berprestasi menyebabkan orangtua pilih kasih dengan selalu mengutamakan anak tersebut, hal ini menyebabkan sakit hati pada anak lainnya.

Tidak dipungkiri terkadang orangtua lebih mencintai anak yang satu dibandingkan anak lainnya, sebenarnya tidak masalah jika hal itu masih sebatas perasaan dalam hati (tidak ditampakan keluar), karena memang hal yang sulit menyamaratakan semua anak dalam hal rasa cinta. Namun saat memberikan hadiah, orangtua harus memberikan hadiah pada semua anak. Jika hanya seorang anak saja yang diberikan hadiah, lebih baik sekalian tidak usah memberikan hadiah. Selain itu dalam hal kualitas isi hadiah juga harus sama baiknya. Perlu ada komunikasi yang baik agar pemberian hadiah tidak menimbulkan masalah diantara kakak-beradik.

Sikap pilih kasih orangtua dapat memecah belah saudara kandung, dan bahkan bisa berdampak panjang. Dimana sikap pilih kasih mengakibatkan saudara kandung menjadi tidak dekat satu sama lain di masa kecil, bahkan hingga masa dewasanya.

Orangtua harus bisa lebih adil, ketika salah seorang anak mengeluh maka jangan abaikan itu, demikian juga saat anak-anak tampak berselisih menyebut salah satu dari mereka mendapat lebih, maka jangan abaikan hal-hal seperti itu. Orangtua harus peka terhadap perasaan anak, cari tahu penyebab mereka memiliki perasaan seperti itu.


Hindari memarahi anak di depan anak lain, karena hal ini membuat anak merasa malu dan perasaannya akan menjadi campur aduk. Jika memang salah satunya ada yang salah, maka bawalah ia ke tempat yang sepi untuk diajak bicara tentang perbuatannya. Hal ini sangat penting untuk menghindari anak merasa kesal dan timbul bibit-bibit dendam pada anak lainnya.

Ajarkan kakak dan adik konsep saling menyayangi, berbagi dan tenggang rasa sehingga mereka bisa lebih mudah menghindari konflik. Jika ada anak Anda yang egois biasanya karena belum memahami konsep tenggang rasa. Kunci utama anak agar akur adalah rasa kasih sayang dan adil dari orangtuanya. Lalu juga selalu puji kebaikan anak, anak-anak akan sangat senang saat dipuji, misalnya saat kakak terlihat memeluk atau mengelus adiknya dengan sayang, jangan ragu untuk memuji perilakunya. Dengan begitu anak menjadi sadar bahwa perilakunya baik, sehingga akan diulang terus.

Usahakan kakak dan adik memiliki pengalaman bersama, misalnya cobalah pada akhir pekan mengadakan liburan keluarga, hal ini akan menciptakan pengalaman bersama yang dirasakan kakak dan adik, yang nantinya menjadi kenangan istimewa untuk mereka.

Jelaskan pada anak bahwa teman akan datang dan pergi, tetapi keluarga tidak seperti itu. tanamkan dalam pikiran anak bahwa saudara kandung adalah sahabat sejati yang tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Saat anak mengabaikan saudara kandungnya dan lebih memilih bermain bersama teman-temannya, maka bilang padanya bahwa pertemanan itu memang penting, tapi hubungan kakak dan adik jauh lebih penting dan berlangsung selamanya.

Selain itu usahakan untuk mengembangkan minat dan bakat anak bersama, sangat bagus jika kakak-adik memiliki minat yang sama sehingga bakal sering melakukan aktivitas bersama. Misalnya kakak beradik berminat di bidang olahraga bulu tangkis, maka jangan ragu memasukan mereka ke komunitas atau tempat sekolah latihan bulu tangkis. Kemudian minta anak-anak juga untuk latihan bersama di rumah.


Orangtua juga perlu rajin-rajin memberikan penjelasan, dimana terkadang karena kondisi tertentu anak-anak diperlakukan berbeda, misalnya saat seorang anak sedang sakit tentunya akan diberikan perhatian khusus. Nah terkadang anak lainnya tidak memahaminya, sehingga orangtua harus memberikan penjelasan agar jangan sampai terjadi kesalahpahaman.

Dengan orangtua aktif memberikan penjelasan, ini sangat penting untuk meminimalisir terjadinya ‘crash’ antar sesama saudara. Orangtua perlu menyisihkan waktu untuk mengobrol berdua saja dengan masing-masing anak (lakukan ini sekalipun hanya 5 menit), ini membuat anak mendapatkan perhatian penuh orangtuanya, serta cari tahu apakah anak memiliki keluhan tentang saudaranya.

Walaupun seorang anak masih berusia 1 tahun, ia sudah dapat memahami perbedaan orangtuanya dalam memperlakukan ia dan saudaranya. Sehingga hindari mengistimewakan salah satu anak, dan jangan memaksa seorang anak harus bisa seperti anak lainnya, misalnya hindari perkataan seperti: “Mengapa kamu tidak bisa tenang seperti kakakmu?” Kalimat seperti ini justru membuat si Adik merasa kesal dan benci pada Si Kakak, itu artinya orangtua tanpa sadar telah mengadu domba antara kakak-adik.

Biasakan menggunakan cara kompromi ketika anak berselisih, ajari anak-anak untuk berkompromi dan bernegosiasi. Orangtua harus bisa menjadi ‘hakim’ yang adil, maka berikan kesempatan pada tiap anak yang berselisih untuk berbicara dan menjelaskan, dengan begitu mereka akan merasa diperlakukan secara adil. Selain itu buatlah peraturan untuk berbicara bergantian, yaitu saat seorang anak menjelaskan, maka anak lainnya tidak boleh memotong.

Buat peraturan sejak dini. Penyebab umumnya kakak dan adik bertengkar adalah karena berebut mainan, padahal mainan yang sedang diperebutkan belum tentu menarik bagi mereka. Sejak kecil anak perlu dikenalkan dengan yang namanya ‘aturan’. Misalnya membuat aturan “Saat ingin memegang mainan milik orang lain harus meminta izin.” Lalu buat juga aturan tentang giliran bermain, dll.

Orangtua harus bisa menjadi teladan bagi anak, dimana anak adalah seorang peniru ulung. Oleh karena itu hindari segala tindakan dan perkataan kasar di dalam rumah, karena anak meniru dan belajar dari orangtuanya dan akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.




Tulisan Terkait: