Anak Rewel dan Cengeng? Lakukan 9 Hal Ini

Anak kecil mengekspresikan emosinya dengan sering menangis, rewel atau cengeng. Menangis menjadi rutinitas anak sehari-hari, biasanya karena menginginkan sesuatu atau mau menunjukkan sesuatu, bisa juga karena suasana hatinya yang sedang tidak baik. Hanya saja memang orangtua sering dibuat bingung dengan tingkah laku anak ini.

Anak Cengeng
Photo credit: unsplash.com|Marcos Paulo Prado

Perlu diketahui, anak cengeng dan rewel biasanya karena ada sesuatu, intinya anak menangis karena ingin menunjukkan rasa tidak nyaman seperti lapar, mengantuk dll. Atau mungkin anak merasakan gejala penyakit tertentu sehingga rewel dan menangis, jadi jangan remehkan tangisan anak. Cari tahu penyebab anak rewel, beberapa kemungkinan karena ia sedang merasa tidak nyaman, lapar, haus, sakit, menginginkan sesuatu, atau sekedar mencari perhatian. Jika anak belum lancar berbicara, menangis dijadikan cara untuk menyampaikan keinginannya.

Orangtua harus menghadapi kerewelan anak dengan tenang, saat menangis biasanya anak bakal lama berhentinya sehingga orangtua harus sabar. Jangan sampai orangtua terpancing dan marah pada anak karena membuat situasi semakin buruk, bisa-bisa tangisan anak semakin menjadi-jadi.


Berikut hal-hal yang perlu diketahui dalam menangani anak rewel dan cengeng:

1. Saat orangtua emosi karena anak yang terus rewel, jangan sampai terpancing. Sehingga pertama-tama orangtua harus menenangkan diri sendiri terlebih dahulu, saat lagi emosi jangan bertindak atau berkata apapun pada anak. Setelah bisa menguasai diri sendiri, maka barulah hadapi tingkah laku anak dengan pikiran dan perasaan tenang. 

Jika menghadapi anak sambil emosi, yang ada anak semakin histeris. Adapun menghadapi anak dengan tenang dan lembut, ini sedikit-banyak dapat membuat anak lebih tenang. Orangtua bisa mengalihkan anak yang sedang rewel ke hal lain yang membuatnya senang, cari tahu sesuatu yang dapat menarik perhatian anak dan tawarkan padanya.

Saat anak rewel sampai mengamuk dan teriak-teriak, apalagi dilakukan di tempat umum yang tentunya mengganggu orang-orang, maka orangtua perlu mencari trik ampuh untuk mengentikannya. Misalnya saat anak ngambek sambil teriak-teriak, bilang ke anak: “Kalau kamu ngomongnya sambil teriak-teriak, Bunda gak ngerti”. Dijamin setelah itu anak tidak lagi ‘semangat’ untuk teriak-teriak.

Anak teriak-teriak karena menganggap tindakan itu efektif untuk mencari perhatian orangtuanya. Terkadang anak memang sengaja ingin memancing emosi orangtuanya, saat anak teriak-teriak lalu orangtuanya terpancing emosi, maka besok-besok anak bakal semakin semangat untuk teriak-teriak. Ajarkan dan ajak Si Kecil untuk bernegoisasi, ajak ia berpikir walau itu kadang berhasil kadang tidak. 

Jika si Kecil terus rewel, menangis bahkan berguling-guling maka terkadang perlu dicueki, orangtua tinggal melakukan suatu kegiatan (misalnya berselfie ria, dll) lalu mencueki si Kecil yang sedang berguling-guling mencari perhatian. Dengan begitu si Kecil bakal menyadari bahwa tindakannya itu bakal sia-sia, ia pun berhenti dengan sendirinya. Ada masa-masa dimana orangtua menghadapi anak dengan lembut dan penuh cinta, dan ada masanya orangtua perlu menjadi sangat tegas.


2. Bangun Kepercayaan Anak dan Tepati Janji. Seringkali anak menjadi berprilaku buruk (termasuk rewel) karena kesalahan orangtuanya sendiri. Saat orangtua berjanji ke anak, maka jangan sampai mengingkarinya karena anak bakal terus menagih. Sekali saja orangtua mengingkari janji maka hal ini akan terus diingat anak, anak tidak lagi mempercayai orangtuanya, apalagi jika orangtua terus-terusan bohong dan mengingkari janji.

Jika kepercayaan anak pada orangtuanya runtuh maka segalanya bakal repot. Misalnya saat anak rewel, maka apapun yang Anda katakan (untuk membujuk anak) tidak akan didengarnya. Segala masalah di keluaga bakal lebih ringan (lebih mudah teratasi) jika Anda sudah membangun kepercayaan dengan anak.

3. Kasih Sayang. Biasakan dalam kehidupan sehari-hari orangtua memeluk si Kecil, sehingga ia tumbuh dengan perasaan bahagia dan disayangi. Kurangnya orangtua dalam memberikan kasih sayang dan perhatian menjadi sumber segala masalah pada anak. Anak rewel, tantrum dan berperilaku buruk biasanya karena merasa tidak mendapatkan curahan kasih sayang yang cukup, ditambah lagi jika orangtuanya terlalu sibuk bekerja. Anak rewel akan lebih mudah diatasi jika ada kedekatan batin antara orangtua dan anak.

Anak kecil tidak butuh hal mewah, cukup sikap sederhana saja bisa membuatnya bahagia. Sayangnya orangtua terlalu sibuk menyiapkan segalanya untuk anak, tapi melupakan hal sederhana yang nyatanya paling dibutuhkan anak. Bagaimanapun, orangtua adalah orang terdekat bagi anak dan yang paling mereka percayai, sehingga anak kecil akan selalu menaruh hatinya untuk orangtuanya, jangan sampai orangtua merusaknya.

Biasakan setiap hari untuk memeluk dan mencium si Kecil. Penelitian menunjukan pelukan akan menghasilkan hormon oksitosin dan melepaskan dopamin (hormon bahagia), hal ini penting untuk tumbuh-kembangnya. Ingat, setelah agak besar nantinya anak bakal sulit untuk dipeluk, bahkan tidak mau lagi dipeluk, sehingga optimalkan masa emas ini (masa-masa anak masih kecil). Tips lain agar si Kecil merasa disayang:
  1. Bangunkan si Kecil dengan cara yang menyenangkan, elusan lembut di kepala, serta senyuman. Sehingga membuat harinya lebih ceria.
  2. Dengarkan Si Kecil. Saat ia mendatangi Anda dengan penuh cerita, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Mungkin yang ia ceritakan hanyalah keseharian yang sudah didengar ratusan kali sebelumnya, tapi ini sungguh berarti baginya. Dengarkan ucapan dan cerita anak, ini akan membangun rasa percaya anak pada orangtuanya, sehingga saat sudah besar ia akan tetap bercerita dan mau terbuka pada orangtuanya.
  3. Memuji Anak. Banyak orangtua yang enggan dan malas untuk memuji anak, padahal yang namanya anak kecil sangat ingin dipuji. Jika Anda selama ini tidak pernah memberikan apresiasi atau pujian ke anak, mulai sekarang biasakan untuk mengapresiasi. Sehingga menjadikan anak tumbuh bahagia, merasa disayang, serta meningkatkan rasa percaya dirinya.
  4. Katakan betapa sayangnya Anda pada si Kecil, katakan ini setidaknya sekali dalam sehari.


4. Kelola Suasana Hati. Kondisi orangtua yang stres bisa membuat anak rewel, dimana tidak banyak yang tahu anak bisa jadi cengeng karena melihat ibunya yang sedang stres. Ketika merasa stres, Anda mungkin pernah merasa bahwa suasana hati si Kecil juga “tertular” oleh suasana hati Anda, anak bisa tiba-tiba jadi rewel dan susah diatur. 

Seorang anak bisa menjadi cerminan perasaan ibunya, faktanya sejak lahir bayi dapat menangkap isyarat emosional dari orang di sekitarnya, perasaan anak adalah salinan dari orangtuanya. Nah, karena Anda adalah orang yang paling dikenal dan dekat dengan Si Kecil, jangan heran saat Anda merasa stres, si Kecil pun ikut terpengaruh.

Banyak hal yang bisa membuat orangtua stres, meskipun merawat anak memang melelahkan tapi usahakan tetap kendalikan stres, kemampuan manajemen stres yang baik sangat dibutuhkan oleh setiap orangtua. Berikut beberapa tips mengatasi stres:
  1. Cari tahu pemicu Anda mengalami stres.
  2. Tidur malam yang cukup.
  3. Hindari begadang yang tidak perlu.
  4. Cobalah tersenyum.
  5. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan, lalu hembuskan dengan rileks.
  6. Jangan berpikir yang aneh-aneh.

5. Bangun Kepercayaan Diri Anak. Cara ampuh membantu si Kecil menjalani rutinitas hariannya tanpa larut dalam kerewelan dan isak tangis yaitu dengan membangun kepercayaan dirinya. Orangtua punya tugas penting untuk membangun rasa percaya diri anak, sehingga menjadikan anak lebih tangguh dan kuat. Berikan anak ruang berbicara dan berekspresi seluas-luasnya sehingga meningkatkan rasa percaya dirinya.

Saat anak bercerita dengarkan baik-baik dengan perhatian penuh, lalu hargai setiap ucapan anak sehingga ia akan merasa percaya diri. Kesalahan banyak orangtua adalah sering menjadikan si Kecil bahan lucu-lucuan, becandaan gak jelas dan suka meledek si Kecil. Akibatnya bisa fatal karena membuatnya jadi tidak percaya diri.

Rasa percaya diri rendah menyebabkan si Kecil mudah cengeng, dan saat masa dewasanya akan kesulitan untuk berkompetisi di dunia kerja, sehingga sangat penting membangun rasa percaya diri anak sejak dini. Orangtua perlu aktif memberikan apresiasi atau pujian saat si Kecil melakukan hal yang bagus, pujian orangtua akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Selain itu saat si Kecil mengalami kesulitan, berikan ia dorongan atau menyemangatinya.


6. Jangan Sampai Anak Menjadikan Tangisan Sebagai Senjata. Jika anak selalu menangis karena dia menemukan cara ampuh untuk mendapatkan perhatian dan agar keinginannya dituruti oleh Anda. Maka kalau sudah begini, jangan memberikan respon terhadap tangisan anak, abaikan beberapa menit hingga anak capek sendiri.

Sesekali orangtua perlu mengabaikan air mata anak, biasanya setelah 10 menit diabaikan anak bakal berhenti menangis. Hal ini bukan karena tidak sayang pada anak, tapi agar jangan sampai anak menjadikan tangisan sebagai senjata, sehingga nantinya bakal lebih sering rewel dan nangis. Metode ini juga membuat anak belajar untuk mencari perhatian dengan cara yang lebih positif.

7. Jujur pada anak, bicaralah empat mata dengan anak. Sangat penting bagi orangtua membantu anak untuk memahami emosi dan suasana hatinya. Sehingga alih-alih memarahi anak, jauh lebih baik jika orangtua mencoba berbicara hanya empat mata dengan anak. Ketika tangisan anak muncul dari luapan rasa frustrasi, bantulah ia untuk belajar mengatur emosinya.

Cukup dengan memberi tahu si Kecil, untuk mengatakan sejujurnya apa yang mengganggu dirinya. Misalnya, “Bunda tahu kamu ingin mainan itu dan kamu marah kan sama Bunda karena nggak beliin kamu?”

Tutur kata jelas dan tanpa basa-basi saat berbicara dengan anak sangatlah penting untuk mewakili perasaannya yang sulit ia ungkapkan. Ucapkan dengan tenang, anak memperhatikan tindakan orangtuanya untuk belajar mengendalikan emosi. Saat anak emosi, bisa juga memintanya untuk menarik napas dalam-dalam secara perlahan.

8. Menghitung Perlahan 1-10. Saat anak rewel, orangtua juga bisa menghitung sampai sepuluh. Walau sebenarnya ini tidak terlalu berkaitan (tidak efektif menghilangkan kerewelan anak), setidaknya menghitung perlahan dari 1 sampai 10 di tengah pertempuran dengan si kecil akan memberikan Anda “waktu rehat” untuk menenangkan diri.

Sehingga saat kerewelan anak mulai membuat kepala Anda mendidih, dengan menghitung 1-10 maka pikiran jadi teralihkan, biasanya setelah hitungan ke-10 emosi Anda sudah mereda dan tenang kembali.

9. Hadiah. Jika anak berhasil mengendalikan perilakunya, maka orangtua jangan diam saja. Berikan anak apresiasi berupa pujian atau bahkan hadiah, sehingga anak menjadi sangat bersemangat untuk berprilaku lebih baik lagi. Sistem hadiah ini sangat bagus untuk diterapkan, tapi lakukan dengan bijak, jangan sampai anak jadi bergantung pada hadiah.

Penutup: Anak rewel, cengeng dan tantrum bukanlah suatu ‘penyakit’ dan bukanlah suatu yang terjadi karena pola asuh yang buruk. Itu adalah sesuatu yang normal dialami setiap anak, merupakan bagian dari tahap perkembangan penting anak. Saat anak rewel dan tantrum, anak akan belajar untuk bisa menghadapi emosi negatifnya. Orangtua tidak perlu khawatir berlebihan, yang perlu orangtua lakukan adalah membangun komunikasi dan mengajarkan anak tentang emosi, cara mengendalikannya, serta menjelaskan berbagai jenis perasaan/emosi (seperti senang, sedih, takut marah, bosan dll) pada anak.




Tulisan Terkait: