11 Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Keras Kepala

Orangtua memang sering dibuat bingung dengan tingkah laku anak, apalagi melihat anak yang sebentar- sebentar rewel atau cengeng.

Anak kecil seringkali mengekspresikan emosinya dengan menangis, bahkan menangis bisa dikatakan menjadi rutinitas dia sehari-hari.

Cara Mengatasi Anak Cengeng
Photo credit: unsplash.com|Marcos Paulo Prado

Cara Mengatasi Anak Cengeng


1. Jangan Memarahinya

Tips menghadapi anak cengeng yaitu tahan diri dan jangan sampai memarahinya. Berusaha untuk bersabar menghadapi kerewelan anak, pokoknya hadapi anak dengan tenang.

Jangan sampai orangtua terpancing dan marah pada anak karena bakal membuat situasi semakin buruk, dan bisa-bisa tangisan anak semakin menjadi-jadi. Mengakibatkan tugas Anda semakin sulit untuk menenangkan anak.


2. Cari Tahu Penyebabnya

Anak menangis atau rewel biasanya karena menginginkan sesuatu, atau juga karena suasana hatinya yang sedang tidak baik. Bisa juga karena anak sedang lapar, mengantuk, atau bahkan karena anak merasakan gejala penyakit tertentu.

Kalau ingin mengatasi sesuatu maka carilah akar masalahnya. Dengan begitu, orangtua perlu menelusuri pemicu anak rewel atau cengeng.

3. Tebarkan Kasih Sayang

Anak bisa menjadi cengeng, penakut, lemah dan bahkan keras kepala karena selama ini kurang mendapatkan curahan kasih sayang. Dimana anak merasakan hatinya KERING akan perasaan cinta dari orang-orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, cara menghadapi anak cengeng yaitu tebarkan kasih sayang di dalam rumah. Biasakan dalam kehidupan sehari-hari orangtua memeluk anak, sehingga ia tumbuh dengan perasaan bahagia dan disayangi. Anak menjadi cengeng, itu menandakan ia membutuhkan rasa cinta dari orang-orang di sekelilingnya.

Kurangnya orangtua dalam memberikan kasih sayang dan perhatian menjadi sumber segala masalah pada anak. Anak cengeng, rewel, tantrum dan berperilaku buruk biasanya karena merasa tidak mendapatkan curahan rasa sayang dan cinta. Ditambah lagi jika orangtuanya terlalu sibuk bekerja.

Berbagai sifat buruk pada anak bakal lebih mudah diatasi jika ada KEDEKATAN BATIN antara orangtua dan anak. Anak kecil tidak butuh hal mewah, cukup hal sederhana ini saja bisa membuatnya bahagia. 

Tapi sayangnya orangtua terlalu sibuk menyiapkan segala materi untuk anak, tapi melupakan hal sederhana ini yang nyatanya paling dibutuhkan anak.

Bagaimanapun, orangtua adalah orang terdekat bagi anak dan yang paling mereka percayai, sehingga si Kecil akan selalu menaruh hatinya untuk orangtuanya, jangan sampai orangtua merusaknya (mengkhianati anak).

4. Buatlah Anak Merasa Nyaman

Penyebab anak cengeng atau gampang menangis bisa juga karena selama ini merasa kurang nyaman, maka tugas orangtua adalah membuat anak tumbuh dan berkembang dengan perasaan nyaman dan bahagia.

Hal yang dapat dilakukan orangtua, misalnya yaitu memberikan sentuhan hangat kepada anak, buatlah anak merasa bahwa di belakangnya ada orang-orang yang menyayanginya.

Hindari mencela anak saat menangis, seperti mengatakan ”Gitu aja kok nangis”, ”Dasar cengeng” dan kalimat semacamnya.

Ucapan negatif seperti itu membuat anak merasa tidak ada orang yang memperdulikan-nya, akibatnya membuat mental anak down dan bisa jadi anak tumbuh semakin cengeng dan lemah.


5. Jangan Memaksa Anak Berhenti Menangis

Anak-anak yang masih berusia sekitar 3 tahun berada dalam tahap mengenal berbagai macam emosi yang dirasakannya, dimana pada usia segitu dirinya belum bisa secara matang mengungkapkan perasaannya.

Alhasil, anak usia sekitar 3 tahun seringkali mengekspresikan perasaannya dengan cara menangis. Dengan begitu, jangan memaksa Si Kecil berhenti menangis.

Justru yang orangtua harusnya lakukan adalah memberikan sentuhan hangat pada Si Kecil, sehingga memberikan rasa nyaman dan ketenangan dalam dirinya.

Selain itu, jangan bereaksi berlebihan terhadap tangisan anak, apalagi sampai memarahi, membentak hingga memukul.

6. Buatlah Anak Merasa Dicintai dan Disayangi

Cara mengatasi anak cengeng dan keras kepala yaitu buatlah dirinya merasa dicintai dan disayangi. Biasakan setiap hari untuk memeluk dan mencium anak, ini akan sangat berdampak positif terhadap hati atau perasaan anak.

Penelitian menunjukan pelukan akan menghasilkan hormon oksitosin dan melepaskan dopamin (hormon bahagia), hal ini penting untuk tumbuh-kembangnya. Ingat, setelah agak besar nantinya anak bakal sulit untuk dipeluk, bahkan tidak mau lagi dipeluk dan dicium, sehingga optimalkan masa emas ini. 

Tips lain agar anak merasa disayang:
  • Bangunkan si Kecil dengan cara yang menyenangkan, elusan lembut di kepala, serta senyuman. Sehingga membuat harinya ceria.
  • Dengarkan si Kecil. Saat ia mendatangi Anda dengan penuh cerita, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Mungkin yang ia ceritakan hanyalah hal remeh yang sudah didengar belasan kali sebelumnya, tapi ini sungguh berarti baginya.
  • Dengarkan ucapan dan cerita anak, ini akan menghidupkan rasa percaya anak pada orangtuanya, sehingga saat sudah besar ia akan tetap bercerita dan mau terbuka pada orangtuanya.
  • Katakan betapa sayangnya Anda pada si Kecil, katakan ini setiap hari.
  • Biasakan memuji anak. Banyak orangtua yang enggan atau malas untuk memuji anak, padahal yang namanya anak kecil sangat ingin dipuji. Jika Anda selama ini tidak pernah memberikan apresiasi dan pujian ke anak, mulai sekarang biasakan untuk mengapresiasi. Sehingga menjadikan anak tumbuh bahagia dan merasa disayangi.


7. Bangun Kepercayaan Anak dan Tepati Janji

Cara agar anak tidak cengeng yaitu bangun rasa percaya antara orangtua dan anak. Seringkali anak menjadi sangat cengeng dan berperilaku buruk karena kesalahan orangtuanya sendiri. 

Saat orangtua berjanji ke anak, jangan sampai mengingkarinya karena anak bakal terus mengingatnya. Sekali saja orangtua mengingkari janji maka hal ini akan terus diingat anak, dampaknya anak tidak lagi mempercayai orangtuanya,

Lebih parah lagi jika orangtua terlalu sering bohong dan ingkar janji. Jika kepercayaan anak pada orangtuanya runtuh maka segalanya bakal repot.

Misalnya saat anak rewel, maka apapun yang orangtua katakan (untuk membujuk anak) tidak akan didengarnya. Hal itu karena telah hilang rasa percaya anak pada orangtuanya.

Segala masalah di keluarga bakal lebih ringan dan lebih mudah teratasi jika orangtua berhasil membangun rasa kepercayaan dengan anak.

8. Jangan Terpancing Emosi

Saat anak terus menangis, jangan sampai orangtua terpancing emosi. Penting sekali orangtua menenangkan diri sendiri terlebih dahulu, saat lagi emosi jangan bertindak atau berkata apapun pada anak.

Setelah bisa menguasai diri sendiri, maka barulah hadapi tingkah laku anak dengan pikiran tenang. Jika menghadapi anak sambil emosi, yang ada anak semakin histeris.

Orangtua perlu pintar-pintar melakukan manajemen stres, pastikan tidur malam yang cukup, hindari begadang, jangan berpikir yang aneh-aneh, lalu cobalah tersenyum, bisa juga tarik napas dalam-dalam secara perlahan lalu hembuskan dengan rileks.

Hadapi anak dengan tenang dan lembut, ini sedikit-banyak dapat membuat anak cenderung lebih tenang. Saat Si Kecil ngambek sambil teriak-teriak, bilang ke anak: “Kalau kamu ngomongnya sambil teriak-teriak, Bunda gak ngerti”.

Dijamin setelah itu Si Kecil tidak lagi ‘semangat’ untuk teriak-teriak. Si Kecil teriak-teriak karena menganggap tindakan itu efektif untuk mencari perhatian orangtuanya. Ajarkan dan ajak Si Kecil untuk bernegoisasi. 

Terkadang anak memang sengaja ingin memancing emosi orangtuanya, saat anak teriak-teriak lalu orangtuanya terpancing emosi, maka besok-besok anak bakal semakin semangat untuk teriak-teriak.


9. Jangan Sampai Tangisan Menjadi Senjata Anak

Cara mengatasi anak cengeng yaitu jangan sampai tangisan menjadi senjatanya. Jika anak selalu menangis untuk mengharapkan perhatian dan agar keinginannya dituruti, maka jangan memberikan respon terhadap tangisan anak, abaikan beberapa menit hingga anak capek sendiri.

Sesekali orangtua perlu mengabaikan air mata anak, biasanya setelah 10 menit diabaikan anak bakal berhenti menangis. Hal ini bukan karena tidak sayang pada anak, tapi agar jangan sampai anak menjadikan tangisan sebagai senjata. Sehingga anak bakal belajar untuk mencari perhatian dengan cara yang lebih positif.

Terkadang anak cengeng perlu dicueki, orangtua tinggal melakukan suatu kegiatan lalu mencueki si Kecil yang sedang berguling-guling. Dia bakal menyadari bahwa tindakannya itu bakal sia-sia, ia pun berhenti dengan sendirinya.

Ada masa-masa dimana anak harus dimanja, ada juga masanya orangtua perlu benar-benar tegas dalam mengedukasi dan mendidik anak.

10. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Cara agar anak menjalani rutinitas hariannya tanpa larut dalam isak tangis yaitu dengan membangun kepercayaan dirinya. Orangtua punya tugas penting untuk membangun rasa percaya diri anak, sehingga menjadikan anak lebih tangguh dan kuat. 

Berikan anak ruang berbicara dan berekspresi seluas-luasnya sehingga meningkatkan rasa percaya dirinya. Saat anak bercerita maka dengarkan baik-baik dengan perhatian penuh, lalu hargai setiap ucapan anak sehingga ia makin percaya diri.

Kesalahan banyak orangtua adalah sering menjadikan si Kecil bahan lucu-lucuan, becandaan gak jelas, ataupun suka meledek Si Kecil. Akibatnya bisa fatal karena membuat Si Kecil jadi tidak percaya diri.

Rasa percaya diri rendah menyebabkan si Kecil mudah cengeng, dan saat masa dewasanya akan kesulitan untuk berkompetisi di dunia kerja.

Orangtua perlu aktif memberikan apresiasi atau pujian saat anak melakukan hal yang bagus, pujian orangtua meningkatkan rasa percaya diri anak. Selain itu saat anak mengalami kesulitan, berikan ia dorongan (menyemangatinya).

11. Bantu Anak Mengungkapkan Perasaannya

Cara agar anak tidak gampang menangis yaitu bantu anak mengungkapkan perasaannya. Sangat penting untuk membantu anak memahami emosi dan suasana hatinya.

Alih-alih memarahi anak, justru harusnya orangtua mencoba berbicara dengan anak. Ketika tangisan anak dipicu dari perasaan frustrasinya, bantulah ia untuk berlatih mengatur perasaan dan emosinya.

Cukup dengan memberi tahu anak, untuk mengatakan sejujurnya apa yang mengganggu dirinya. Misalnya pada anak umur 3 tahun yang ngembek karena ingin mainan.

Katakan pada si Kecil, “Bunda tahu kamu ingin mainan itu dan kamu marah kan sama Bunda karena nggak beliin kamu?”

Tutur kata yang jelas dan tanpa basa-basi saat berbicara dengan anak sangatlah penting untuk mewakili perasaannya yang sulit ia ungkapkan. Selalu bicara dengan tenang, anak memperhatikan sikap orangtuanya untuk belajar mengendalikan emosi.

Anak cengeng dan tantrum bukanlah suatu ‘penyakit’ dan itu adalah sesuatu yang normal dialami setiap anak, merupakan bagian dari tahap perkembangan penting anak. Anak akan terus belajar untuk bisa menghadapi emosi negatifnya.

Orangtua tidak perlu khawatir berlebihan, yang perlu orangtua lakukan adalah membangun komunikasi dan mengajarkan anak tentang emosi, cara mengendalikannya, serta menjelaskan berbagai jenis perasaan dan emosi (seperti senang, sedih, takut marah, bosan dll) kepada anak.




Baca Juga: