Anak Ikut Les Renang? Ini 12 Hal yang Perlu Orangtua Ketahui


Berenang merupakan aktivitas fisik yang dapat meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh anak, serta membuat jantung dan paru-paru semakin kuat. Selain itu berenang menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak, hanya saja anak harus terjamin keamanannya di kolam renang dan pastikan air kolam renang benar-benar bersih.

Berikut manfaat berenang untuk anak:
  1. Mencegah anak dari resiko obesitas.
  2. Meningkatkan stamina dan membuat postur tubuh anak semakin baik.
  3. Anak akan mendapatkan kualitas tidur lebih baik. Jangan heran jika anak makan lebih lahap dan tidur lebih nyenyak setelah berenang. Itu karena aktivitas berenang dapat membuat anak mengeluarkan energi dengan cara yang menyenangkan.
  4. Meningkatkan fungsi kognitif anak. Gerakan saat berenang membantu perkembangan saraf otak, berenang bisa meningkatkan fungsi kognitif atau kemampuan berpikir anak. 
  5. Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Saat di dalam air, anak latihan untuk bisa berkoordinasi dan menjaga keseimbangan tubuh. Bukan perkara mudah menggerakkan tangan dan kaki seirama.
  6. Berenang akan melatih otot anak. Saat anak berada di kolam renang, maka untuk bergerak harus mengeluarkan tenaga dua kali lipat karena melawan gaya air. Itu artinya, berenang secara otomatis akan membuat anak menggerakkan seluruh otot tubuhnya secara optimal, hal ini efektif untuk melatih otot-otot tubuh anak menjadi lebih kuat dengan cara yang menyenangkan.
  7. Aktivitas beranang dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak, apalagi saat anak berhasil menguasai beberapa gaya berenang.
  8. Berenang dapat meningkatkan kekuatan jantung dan paru-paru anak. Saat berenang anak bakal sering latihan untuk mengatur pernapasan saat berada di dalam air, aktivitas rutin berenang dapat meningkatkan kekuatan jantung dan paru-paru.
  9. Berenang bermanfaat untuk kesehatan mental anak. Berenang membuat mood (suasana hati) anak semakin baik. Selain itu berada di dalam air membuat anak jadi lebih rileks, serta memperoleh kebebasan untuk berekspresi.
  10. Anak-anak yang rajin berenang biasanya lebih mampu untuk mendengarkan instruksi dan mengikutinya dengan baik di kehidupan nyata.
  11. Berenang efektif membuat anak terhindar dari masalah kecanduan gadget.

Anak Berenang

Berenang disarankan untuk proses tumbuh-kembang anak yang optimal, termasuk perkembangan fisik, mental, sosial dan kepribadian anak. Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui orangtua sebelum mengikutkan anak ke les renang, yaitu:

1. Kapan Anak Bisa Ikut Les Renang? Sebenarnya saat ini sudah banyak tempat kursus renang untuk bayi, hanya saja hendaknya tunggu anak hingga cukup umur dan bisa mengikuti instruksi guru. Empat tahun adalah usia yang pas, karena anak usia 4 tahun sudah memiliki keterampilan kognitif untuk belajar dan memahami intruksi. Namun, itu kembali ke masing-masing kondisi anak, bisa lebih cepat atau lebih lambat dari itu.

2. Perhatikan Rasio Guru dan Murid. Hindari kelompok belajar yang terlalu besar, yaitu satu instruktur (guru) menangai terlalu banyak anak-anak. Memilih lebih sedikit anak dalam kelompok belajar maka itu lebih baik, apalagi jika banyak terdapat anak-anak dengan usia masih sangat kecil. Instruktur renang adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas semua anak yang diajarnya, sehingga jangan sampai rasionya terlalu besar demi keselamatan anak Anda.

3. Perhatikan Kondisi Kolam Renang. Pertama-tama orangtua harus memastikan lingkungannya aman. Pastikan kolam atau area berenang bersih, terpelihara dengan baik, terlihat aman, dan menunjukkan aturan keamanan yang sesuai. Penjaga kolam tambahan di samping guru sangat penting, guna membantu mengawasi dan menjaga anak-anak.

4. Berikan Dukungan pada Anak. Semangati anak untuk tidak menyerah, selain itu berenang menjadi pengalaman baru dalam kehidupan anak kecil, sehingga hal yang normal jika anak merasa takut pada awalnya. Saat anak terlihat kehilangan semangat maka sangat penting peran orangtua untuk memotivasi anak, jangan menjadi orangtua yang cuek. Sebaliknya, orangtua harus aktif dan supportif untuk anaknya.

5. Orangtua Tetap Perlu Mengawasi Anak. Walaupun sudah ada guru renang yang menghandle aktivitas anak, tapi perlu diperhatikan jika guru les memiliki 5 anak didik (misalnya). Ketika si Guru fokus pada 1 anak, maka 4 anak lainnya tidak berada dalam jangkauan perhatiannya. Sehingga orangtua tetap perlu mengawasi anaknya agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan. Di kolam renang risiko utamanya adalah tenggelam, dikhawatirkan anak tanpa diketahui pergi ke area kolam yang cukup dalam, sebab guru sedang fokus mengajari anak yang lain.

Namun orangtua mengawasi sesuai porsi, orangtua memang harus memantau proses belajar anak yang usianya masih kecil, tapi bukan berarti selalu menempel dekat disamping anak karena sudah ada pelatihnya. Yang penting jarak orangtua dengan anak jangan terlalu jauh, dan mata selalu mengawasi anak.

6. Usahakan memilih pelatih yang profesional, jangan sembarangan memilih pelatih untuk anak. Kalau bisa carikan pelatih renang yang memiliki kualifikasi bagus, ini untuk keselamatan putra atau putri Anda selama proses pembelajaran berlangsung. Cari tahu tentang kualitas dari guru renang anak Anda.

7. Perhatikan juga sifat dari pelatih atau guru renang anak Anda. Sangat bagus jika guru anak Anda memiliki sifat ramah dan bisa dekat dengan anak-anak, sehingga anak Anda merasa nyaman saat les berenang. Anak-anak merupakan pribadi yang sensitif, sehingga dengan memiliki pelatih renang yang ramah (pribadinya bagus) akan mengoptimalkan proses pembelajaran. Selain itu memilih pelatih renang yang karakternya disukai anak, akan memberikan kesan positif saat anak pertama kali mengikuti les renang.

8. Selalu ingatkan anak tentang keamanan, misalnya mengajarkan anak menggunakan perangkat pelampung secara bertanggung jawab, perangkat pelampung untuk menjaga anak tetap aman. Lalu ajarkan anak jangan suka berlari di sekitaran kolam renang karena dikhawatirkan licin. Dan ajarkan hal-hal lainnya yang meyangkut keamanan anak di area kolam renang.

9. Berikan anak apresiasi atau pujian setelah selesai menjalankan kegiatan les renangnya, ini penting untuk membuat anak semakin termotivasi. Orangtua jangan cuek pada anak, ajak anak mengobrol dan membahas tentang apa saja yang terjadi ketika les berenang, anak nantinya bakal antusias bercerita dan memperagakan setiap kejadian, hal ini sangat bermanfaat untuk proses tumbuh-kembang dan kesehatan mental anak.

10. Jika anak takut atau menolak belajar berenang, cari tahu alasannya. Salah satu hal yang membuat anak gak mau belajar berenang karena air kolam mudah sekali masuk ke telinga dan mata, apalagi air kolam mengandung kaporit bisa membuat mata terasa sakit atau iritasi. Untuk mengatasinya, berikan anak sumbat telinga dan kacamata renang. Kalau bisa berikan anak tutup kepala ala perenang yang fungsinya untuk melindungi rambut dan telinga dari air. Dengan begitu anak jadi lebih nyaman saat belajar berenang dan tidak lagi takut memasukkan wajahnya ke dalam air.

11. Tidak peduli seberapa hebat seorang perenang, selalu ada risiko tenggelam. Sehingga walaupun anak Anda sudah jago berenang, bukan berarti terbebas dari resiko tenggelam. Apalagi anak-anak itu masih labil, mudah lelah, kehilangan kekuatan dan kurang bisa memahami kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, pastikan orangtua untuk memberikan pengawasan dengan baik saat anak berenang. Selain itu pastikan anak dalam keadaan sehat dan fit saat berenang.

12. Jika Anda belum tahu sama sekali mengenai tempat les renang, maka mintalah rekomendasi kepada teman-teman atau saudara yang pernah memasukan anaknya ke tempat kursus renang. Sangat penting mendengarkan pengalaman orangtua lain tentang anak-anak mereka saat mengkuti les renang, sehingga menjadi pedoman agar Anda memasukan anak ke tempat les renang yang berkualitas. Cari juga di internet tempat kursus renang yang memiliki review dan testimoni yang bagus. Selain itu lakukan perbandingkan antar satu tempat kursus dengan tempat kursus lainnya.




Tulisan Terkait: