12 Peran Ayah dalam Keluarga dan Mendidik Anak

Kesalahan banyak ayah adalah menganggap tugas seorang ayah hanyalah mencari uang, sehingga merasa lepas tangan dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak.

Kedudukan ayah dalam suatu keluarga yaitu sebagai kepala keluarga. Tugas kepala keluarga tidak hanya mencari rezeki di luar, dimana ada banyak kewajiban seperti menyenangkan anak dan istri, mengasuh dan mendidik anak secara aktif, dll.

Peran Ayah dalam Keluarga dan Mendidik Anak

Peran Ayah dalam Keluarga dan Mendidik Anak


1. Melindungi Keluarga

Ayah adalah kepala keluarga, maka sudah seharusnya menjadi yang terdepan dalam melindungi semua anggota keluarga. Seorang pemimpin sudah seharusnya bisa mengayomi dan melindungi.

Ayah tidak hanya melindungi dari sisi fisik saja, tapi juga melindungi keadaan psikis semua orang di keluarga. Dengan begitu kewajiban ayah adalah juga menghadirkan rasa nyaman secara psikis pada anak-anak dan istrinya.


2. Membahagiakan Keluarga

Peran ayah dalam keluarga yaitu berusaha membahagiakan orang-orang di dalam rumah. Tentu saja, suami yang waras akan menjadikan kebahagiaan anak dan istri sebagai prioritas.

Sebuah kesalahan fatal jika seorang ayah sibuk berinteraksi dan bercanda dengan orang-orang di luar, namun jarang berinteraksi dan bercanda dengan anak-anak dan istri. Seharusnya, seorang kepala keluarga menyadari bahwa dirinya punya kewajiban untuk menyenangkan anak-anak dan istrinya.

Agar anak dan istri bahagia maka seorang ayah juga harus merasakan kebahagiaan. Keliru jika seorang ayah mengatakan: ”Tidak apa-apa aku menderita, yang penting anak dan istri senang”. Itu adalah cara berpikir yang keliru.

Justru fakta yang ada adalah jika seorang ayah merasa tidak bahagia maka anak-anak dan istri turut menderita. Contoh sederhana, jika seorang ayah sakit maka semua orang di keluarga ikut susah. Demikian juga, jika seorang ayah tidak bahagia maka sulit bagi anak-anak dan istri merasakan kebahagiaan.

Dengan begitu seorang ayah harus pintar-pintar memanajemen suasana hatinya. Bagaimana mungkin seorang ayah bisa membahagiakan keluarganya jika sering bad mood dan marah-marah di dalam rumah?

3. Memberikan Nafkah

Memberikan nafkah sudah pasti merupakan kewajiban dan peran ayah dalam keluarga. Jangan sampai seorang lelaki menikah tanpa memiliki penghasilan yang memadai karena bakal membuat keluarganya menderita kelak.

Pemberian nafkah sudah umum diketahui merupakan kewajiban setiap ayah. Seorang lelaki yang telah membuat janji pernikahan, sudah seharusnya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk memberikan nafkah yang layak.


4. Mencurahkan Kasih Sayang

Peran ayah dalam pengasuhan anak yaitu mencurahkan kasih sayang. Jangan sampai karena merasa telah memberikan nafkah, Ayah melalaikan kewajiban memberikan curahan kasih sayang pada anak.

Mencurahkan kasih sayang bukan hanya kewajiban Ibu, melainkan ayah memiliki kewajiban untuk mencintai dan menyayangi semua orang di keluarganya. Ironisnya, banyak Ayah yang kurang mengekspresikan rasa sayang, bahkan ada sebagian Ayah yang tidak pernah mencium dan memeluk anak-anaknya.

Padahal, hal yang normal jika ayah mencium dan memeluk anak-anaknya, bahkan ini adalah kewajiban setiap ayah. Beberapa manfaat anak yang tumbuh dengan mendapatkan curahan kasih sayang:
  • Sistem imun (kekebalan tubuh) anak menjadi lebih kuat.
  • Anak tumbuh lebih cerdas.
  • Anak memiliki EQ (kecerdasan emosional) yang baik.
  • Anak dapat bersikap lebih tenang.
  • Anak mampu mengendalikan diri (kontrol diri) dengan lebih baik.
  • Anak tumbuh lebih percaya diri.
  • Anak tumbuh menjadi sosok yang penyayang.
  • Mempererat ikatan, serta anak menjadi dekat dan mau terbuka.
  • Anak lebih terhindar dari rasa stres, depresi dan kecemasan.
  • Mencegah anak memiliki sifat temprament.
  • Anak merasakan aman dan nyaman di kehidupannya.

5. Penyemangat untuk Anak

Anak-anak masih labil dan sering down, maka tugas ayah adalah memunculkan rasa semangat dalam diri anak. Ayah berperan sebagai layaknya motivator untuk anak-anaknya, yang hal ini sangat urgen dibutuhkan sang buah hati.

Anak pasti memiliki problematika di sekolah dan lingkungan pergaulannya, disinilah kewajiban ayah untuk mengayomi, membimbing dan menenangkan anak. Motivasi yang diberikan ternyata secara ajaib menjadikan anak lebih kuat saat menemui segala problematika.

Pemberian semangat khususnya sangat dibutuhkan saat anak mengalami suatu kegagalan. Ucapan seorang ayah memberikan dampak besar terhadap kejiwaan dan mental anak, maka ucapkan hal-hal yang positif kepada anak.

Jangan sampai ayah mengucapkan hal-hal 'bodoh' yang menghancurkan kejiwaan dan psikologi anak.


6. Menemani Anak Belajar

Tidak banyak Ayah yang mau menemani anak belajar, ini sangat disayangkan. Peran ayah dalam mendidik anak yaitu menemaninya saat belajar, jangan sampai cuek dengan kegiatan sekolah anak.

Ayah bisa turut serta membantu anak memecahkan persoalan. Menemani anak belajar akan mempererat hubungan ayah dengan anaknya.

Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendampingan belajar memiliki kemampuan problem solving dan nilai akademik yang lebih baik, dibandingkan anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dan pendampingan belajar dari orangtuanya.

7. Mencurahkan Perhatian

Peran ayah dalam pengasuhan anak yaitu mencurahkan perhatian yang cukup kepada anak. Manfaatnya sangat besar yaitu mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain juga anak tumbuh lebih cerdas secara intelektual (IQ) dan emosional (EQ).

Ayah mempunyai kewajiban dalam memberikan perhatian, dan harus pintar-pintar dalam menjaga keseimbangan antara bekerja dan memberikan perhatian ke anak-anak.

Anak-anak yang mendapatkan curahan perhatian dari orangtuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mudah bergaul di lingkungannya.

8. Memberikan Teladan Baik

Peran ayah dalam mendidik anak yaitu harus mampu menjadi teladan yang baik pada anak. Anak akan mencontoh kepribadian ayahnya, baik itu kepribadian yang baik maupun buruk. Jadi merupakan HAK anak untuk mendapatkan teladan yang baik dari sosok ayahnya.


9. Teman Curhat

Menjadi pendengar yang baik adalah peran ayah dalam keluarga. Seorang ayah harus bisa menjadi teman curhat untuk anak-anaknya, apalagi ketika anak sudah memasuki masa remaja yang sedang labil-labilnya.

Seorang ayah harus bisa berlapang dada untuk mendengarkan curhatan-curhatan buah hatinya. Jadilah pendengar yang baik untuknya, jangan sampai anak terjatuh ke pergaulan buruk karena tidak dekat dengan ayahnya.

10. Mengajarkan Kedisiplinan

Mengajarkan kedisiplinan merupakan peran ayah dalam mendidik anak. Sangat penting anak dikenalkan sikap disiplin sejak dini, sehingga membentuk budi pekerti anak di keseharian nantinya.

Ayah harus mengajarkan pada anak sejak dini tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh, lalu melatih rasa tanggung jawabnya, mengajarkan anak untuk menghargai peraturan, tidak lalai, menjaga sikap, dll.

Berikan anak apresiasi jika dia berhasil, minimal memberikannya pujian. Dan sesekali hendaknya memberikan hadiah kesukaannya, hal ini akan berkesan dalam hati anak sehingga anak bakal lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

11. Mengajak Anak Mengobrol

Peranan ayah dalam keluarga yaitu mengajak anak mengobrol. Optimalnya proses tumbuh-kembang anak dipengaruhi oleh keterlibatan ayah sejak dini. Beberapa manfaat jika ayah sering mengajak anak mengobrol:
  • Mengasah logika anak menjadi lebih kuat sejak dini.
  • Anak lebih mampu dalam mengendalikan diri dan mengontrol emosi.
  • Skill komunikasi anak meningkat secara signifikan.
  • Kosa kata anak menjadi sangat kaya.
  • Nilai IQ anak lebih tinggi dari anak seusianya (bahkan sudah terlihat sejak usia 5 tahun).

Riset menunjukan bahwa anak-anak yang sejak dini sering mengobrol, bercengkrama dan dekat dengan ayahnya akan menjadi pribadi yang lebih aktif dan kreatif saat usia 5 tahun.

Itu juga berarti, sangat disayangkan jika ayah belum juga dekat dengan anaknya yang akan menginjak usia 5 tahun. Riset lain menemukan bahwa keterlibatan ayah berpengaruh besar terhadap kondisi psikologis anak hingga ia dewasa.

Tidak hadirnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak seperti anak jarang diajak mengobrol, anak tidak pernah diapresiasi, dll. Hal ini akan menyebabkan anak tumbuh menjadi pribadi yang tempramental atau memiliki emosi tidak stabil.

12. Ayah Harus Menjadi Good Leader

Tugas ayah di rumah adalah sebagai kepala keluarga. Sudah seharusnya kepala keluarga memperlakukan anggota keluarga dengan penuh penghargaan dan kelembutan.

Seorang lelaki saat memutuskan menikah, berarti dia siap untuk bertanggung jawab terhadap wanita yang dinikahinya dan anak-anaknya kelak. Seorang ayah punya kewajiban untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya.

Ayah harus pintar-pintar mengatur keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan. Dengan begitu, kewajiban ayah adalah berusaha meluangkan waktu untuk anak-anak. 

Setidaknya ayah harus menyediakan waktu 1 jam untuk mengobrol dan bercanda bersama anak-anak. Lalu juga adakan makan malam bersama di meja makan, ini sangat penting agar anak memperoleh kehangatan dan kedekatan dengan ayahnya.

Ayah juga harus mengaplikasikan rasa sayang kepada anak, dan pastikan memberikan apresiasi ketika anak memperoleh suatu pencapaian. Jangan sampai ayah cuek dengan pencapaian anak.

Jangan lupa untuk mengadakan liburan keluarga, tentunya hal ini akan membuat anak-anak merasa sangat bahagia. Jadi jangan sampai hari libur malah digunakan untuk bekerja, harus ada keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: