16 Cara Supaya Kakak dan Adik Bisa Rukun

Tidak semua anak senang menjadi seorang kakak, diantara mereka ada yang menolak ‘perannya’ sebagai kakak, alasannya biasanya karena menganggap adiknya sebagai saingan. Namun, ada juga anak yang senang dengan peran barunya sebagai kakak, anak-anak ini biasanya menganggap adiknya sebagai ‘teman baru’.

Kakak dan Adik Rukun
Photo credit: shutterstock.com|Littlekidmoment

Biasanya anak-anak yang sudah dapat menerima kehadiran adiknya adalah anak-anak yang sudah berumur di atas 2 tahun. Apalagi menjelang umur 5 tahun, egonya sudah mulai berkurang sehingga kecemburuannya terhadap adik juga sudah menurun.

Kecemburuan kakak terhadap adik dapat diantisipasi atau diminimalisir, orangtua perlu memperkenalkan kakak kepada adiknya sejak masih di dalam kandungan, misalnya dengan mengajak kakak untuk mengelus-elus perut sambil mengajak mengobrol adik di dalam perut. Setelah adiknya lahir, libatkan kakak dalam urusan perawatan adik bayi, serta jadikan kakak sebagai sosok pahlawan bagi adiknya. 

Orangtua tentu ingin anak-anaknya bisa hidup dengan rukun, tapi sayangnya anak-anak yang masih kecil rentan membuat pusing tujuh keliling, seperti mereka suka bertengkar dan berselisih. Membangun hubungan dekat dan kerukunan kakak dan adik bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Ada hal-hal yang bisa diupayakan agar kakak-adik bisa rukun.


1. Ciptakan kedekatan sejak dini. Misalnya, saat si adik baru lahir maka biarkan kakaknya mendekatinya, lalu minta sang kakak mencium dan memeluk adiknya. Pelukan dan ciuman yang diberikan sang kakak dapat membangun ikatan batin antara keduanya.

Dengan begitu, bangunlah hubungan kakak dan adik sejak dini sembari juga membiasakan ritulan pelukan dan ciuman setiap hari. Dengan ‘ritual’ tersebut diharapkan kakak dan adik dapat hidup rukun, baik saat masa kanak-kanak, masa sekolah hingga masa dewasanya.

2. Perbolehkan kakak untuk terlibat dalam mengurus adik. Misalnya: kakak menyuapi adiknya saat makan, kakak bantu memasangkan baju adik, dll. Tujuan melibatkan kakak seperti ini selain membuat kedekatan diantara mereka, juga membuat kakak tumbuh rasa tanggung jawabnya kepada si adik, yang nantinya juga akan menumbuhkan rasa kasih sayang. Berawal dari situ juga, perlahan Anda bisa meminta si kakak mengajak adiknya bermain bersama.

3. Usahakan agar mereka menghabiskan waktu bersama. Jangan sampai kakak hanya sibuk bermain dengan teman-teman sebayanya seharian di luar, sehingga usahakan cari cara agar kakak menghabiskan waktu bersama adik. Carilah cara yang ampuh, misalnya orangtua mengajak untuk melakukan berbagai kegiatan bersama seperti membuat kue, berkebun atau sekadar menonton tv.

4. Jangan pilih kasih. Jangan sampai anak berpikir bahwa orangtuanya tidak adil atau pilih kasih. Sikap pilih kasih orangtua dapat memicu permusuhan diantara kakak dan adik. Hindari sebisa mungkin memiliki anak favorit, kalaupun ternyata Anda memiliki ‘anak favorit' maka jangan ditunjukkan di depan mereka. 

5. Jadikan kakak sebagai idola di mata adik. Seorang kakak biasanya ingin dihormati adiknya, sehingga jika si adik tidak menghormati si kakak, biasanya akan sering terjadi pertengkaran, suara tinggi di rumah, hilangnya perasaan saling menyayangi, hingga permusuhan.

Oleh karena itu, berikan kesan bagus kepada si adik tentang kakaknya, sehingga si adik memandang kakaknya sebagai sosok yang positif, sebutkan hal-hal baik tentang si kakak. Jangan pernah menyebutkan hal negatif tentang si kakak, karena akan membuat si adik tidak menghormati kakaknya.  


6. Jangan malas memberikan pujian kepada anak. Saat anak bertengkar, orangtua biasanya akan secepat kilat segera menegur bahkan memarahi anak. Namun, saat kakak-adik rukun dan berprilaku baik, orangtua hanya diam saja dan tidak memberikan pujian.

Kesalahan seperti ini masih banyak dilakukan para orangtua, oleh karena itu mulai sekarang berikan anak pujian saat berprilaku baik atau rukun, dan sesekali bisa memberikan hadiah. Hal ini membuat anak mengetahui bahwa orangtuanya bahagia saat mereka rukun, sehingga anak-anak akan semakin bersemangat untuk berprilaku baik dan rukun dengan saudaranya.

7. Berilah pemahaman sejak dini kepada mereka bahwa keluarga adalah yang terpenting, ini perlu ditanamkan sejak dini kepada kakak maupun adik.

8. Orangtua perlu membuat atuan jelas dan dipahami anak. Misalnya aturan membereskan mainan secara bersama-sama setelah bermain, tidak boleh menendang atau saling menyakiti, dll. Dengan sebelumnya membuat peraturan yang jelas, maka dapat meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. 

9. Buatlah kakak-adik memiliki pengalaman bersama, dimana salah satu cara mempererat hubungan adalah dengan mengadakan liburan keluarga. Dengan cara ini akan menciptakan pengalaman bersama yang dirasakan oleh kakak dan adik, dimana mereka memiliki kenangan istimewa bersama.

10. Ceritakan pengalaman hubungan persaudaraan Anda dulu kepada anak-anak. Cobalah menceritakan momen favorit bersama kakak atau adik Anda ketika kecil dulu. Anak-anak biasanya antusias untuk mendengarkan, ceritakan tentang kejadian saling menyayangi sehingga akan menjadi contoh dan pembelajaran bagi anak-anak untuk saling menyayangi. 


11. Cobalah mengembangkan minat dan bakat mereka secara bersama-sama, sangat bagus jika kakak-adik memiliki minat yang sama, orangtua perlu mendorong mereka untuk mengembangkan minat tersebut, sehingga kakak dan adik memiliki kegiatan bersama-sama yang postif. Misalnya, kakak dan adik sangat hobi bermain sepak bola, maka masukan mereka ke dalam klub atau sekolah sepak bola. Demikian pula untuk contoh-contoh lainnya.

12. Pahamkan anak bahwa teman akan datang dan pergi, tetapi keluarga tidak. Tanamkan dalam pikiran anak bahwa saudara kandung adalah sahabat sejati yang tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. 

13. Sering ingatkan anak untuk menyayangi saudaranya, saling memberikan dukungan, dan saling menghibur ketika mengalami duka. Ajarkan juga anak untuk ikut senang ketika saudaranya senang, dan ikut bersimpati ketika saudaranya sedih

14. Jangan pernah membanding-bandingkan anak dengan saudaranya sendiri, karena hal itu hanya akan mengobarkan api kebencian di dalam hati anak kepada saudaranya.

15. Jangan sampai timbul kecemburuan. Supaya tidak muncul rasa cemburu antara kakak dan adik, perlu adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Lakukan upaya untuk mengurangi rasa cemburu kakak kepada adiknya, serta tumbuhkan rasa sayang kakak pada adiknya

16. Ajarkan anak cara mengapresiasi, caranya orangtua mempraktekannya secara langsung, lama-kelamaan anak-anak akan mencontohnya. Biasakan sikap mengapresiasi di dalam keluarga, ini melatih anak untuk belajar saling menghargai. Orangtua jangan sampai malas untuk memberikan pujian kepada anak dengan porsi yang sama (adil).

Penutup: Orangtua perlu pro-aktif dalam membimbing anak. Misalnya ketika nada suara si kakak tiba-tiba meninggi, maka ingatkan anak dengan cara yang baik, misalnya dengan berkata, “Kakak, kalau ngomongnya kenceng-kenceng, nanti bisa menyakiti hati Adik. Ngomongnya jangan teriak-teriak ya”

Demikian juga, ajarkan si adik untuk menghormati kakaknya. Dengan pro-aktif mengajarkan, maka anak-anak akan tahu apa yang harus dilakukannya, mengetahui pentingnya berperilaku baik. Kesalahan sebagian orangtua yaitu malas untuk mengedukasi anak-anaknya. Dalam mengajarkan anak, hindari mengatakan hal-hal yang negatif seperti saat mengingatkan anak. Pastikan orangtua memilih kata-kata yang positif. Saat momen kebersamaan antara kakak dan adik, amati interaksi mereka, sehingga orangtua dapat menyisipkan pesan-pesan yang tepat.




Tulisan Terkait: