Cara Mengenali Kepribadian Anak dan Mengembangkannya

Sejak kecil anak-anak sudah memperlihatkan karakter dasar dirinya, dan kedepannya karakternya akan terus berkembang dan menguat. Ada anak yang penakut dan pemalu, ini terlihat dari dirinya yang terlalu sering menempel pada Ibunya. Selain itu juga rentan gelisah saat melihat orang lain, bahkan anak lain yang seumurannya. Orangtua mungkin agak ‘gemes’ sehingga ingin memaksanya untuk harus berinteraksi, hendaknya hindari hal itu, tapi jangan juga terlalu melindungnya (over proteksi).

Ada anak yang sifatnya pemarah, biasanya anak seperti ini keras kepala, cenderung sulit diatur, bahkan sering melawan. Orangtua jangan panik, biarkan ia bergaul dengan teman-teman sebayanya dan belajar mengatur emosinya, dengan bertambahnya usia nantinya ia mulai melatih mengontrol emosinya. Yang penting orangtua harus melindunginya dari pengaruh buruk lingkungan, selain itu perhatikan tontonan si anak, jangan sampai anak menonton tayangan yang berisi kekerasan dan kata-kata kasar.

Anak-Anak
Anak-Anak. Photo credit: istockphoto.com|monkeybusinessimages

Sebagian anak juga memilik sifat sensitif yang berlebihan, orangtua mungkin juga akan ‘gemes’ karena melihat si Anak sering rewel dan mudah tersinggung. Anak seperti ini mungkin akan cukup menyulitkan saat diajak jalan-jalan keluar (seperti ke mall, dll)

Kepribadian anak yang disukai orangtua adalah “Happy-go-lucky” yaitu anak yang pembawaan menyenangkan, mudah tersenyum dan mudah mengerti saat diberikan arahan. Orangtua sangat beruntung memiliki anak dengan karakter seperti ini, ia laksana malaikat. Anak dengan karakter seperti ini membuat orangtua dapat lebih tenang.


Ada juga anak yang super aktif, yaitu tidak bisa diam dan selalu siap untuk berlari seakan-akan energinya tidak ada habisnya. Anak model seperti ini sebenarnya cukup merepotkan karena energinya yang besar, sehingga orangtua perlu mencari cara untuk menyalurkan energinya itu, misalnya dengan memasukan anak ke klub olahraga seperti sepak bola, mengajaknya bersepeda, atau melakukan aktivitas positif lainnya yang dapat memenuhi hasrat fisik anak untuk terus bergerak.

Anda tidak perlu ambil pusing mengenai karakter dasar anak, karena hal yang terpenting adalah Anda punya peran besar untuk mengembangkan karakter anak, serta membantu anak menggali seluruh potensi di dalam dirinya.

Biasanya anak tidak lagi mudah mengamuk dan frustrasi setelah rasa percaya dirinya bertambah. Selain itu dengan meningkatnya kemampuan berkomunikasi anak –ditandai dengan semakin kayanya kosa kata anak- maka biasanya tantrum anak mulai berkurang. 

Kemampuan bersosialisasi anak sudah dapat terlihat bahkan sejak ia masih bayi, perhatikan apakah si Bayi tersenyum dan ‘berceloteh’ terhadap siapapun yang datang memandang atau menggendongnya. Atau sebaliknya ia selalu cemas terhadap orang asing, merasa tidak nyaman saat dipeluk ataupun disentuh (bahkan oleh sepupunya sendiri).

Nah, jika ia termasuk bayi ‘sosial’ maka berikan keleluasaan untuknya berinteraksi dengan orang lain, misalnya dengan sering mengajaknya jalan-jalan keliling kompleks perumahan, memasukannya ke dalam kelompok playgroup, membawanya saat berbelanja di mall, dan sebagainya.

Akan tetapi untuk bayi pemalu, maka jangan paksakan ia masuk ke situasi yang asing. Anak mungkin sering menempel dengan Anda, biarkan ia dekat-dekat dengan Anda sampai ia menunjukkan tanda-tanda siap untuk berinteraksi. Setelah ia agak besar, dorong ia untuk aktif merangkak atau berjalan kesana-sini. Walau ia mungkin sedikit tertutup, orangtua tidak perlu was-was karena ia akan tetap bisa punya teman-teman (tapi dengan temponya sendiri).


Pada dasarnya anak kecil tidak mau lepas dari orangtuanya dan merasa cemas terhadap orang asing, tapi secara perlahan-lahan hal ini akan membaik. Perhatikan juga kemampuan beradaptasinya, apakah ia sejak kecil suka memuntahkan makanan yang baru dicobanya? Atau menolak tidur di manapun selain boksnya?

Anak dapat terlihat sejak kecil apakah ia termasuk individu yang mudah beradaptasi, yang nantinya kemampuannya terus berkembang sehingga dapat dengan mudah menerima perubahan dan mudah akrab dengan orang-orang baru. Bepergian jauh biasanya bukan masalah besar bagi anak-anak dengan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Adapun jika si kecil termasuk individu dengan kemampuan adaptasi rendah, maka Anda perlu bersikap lebih bijak, perkenalkan hal-hal baru dalam hidupnya secara pelan-pelan. Jika Anda hendak bepergian, bawa benda-benda yang akrab dengannya, seperti selimut atau mainan favoritnya, hal ini akan membuatnya lebih tenang.

Tingkat ketekunan seseorang juga dapat diketahui sejak masih bayi, misalnya tidak mudah menyerah saat mencoba meraih mainan. Bayi yang ‘tekun’ ditandai dengan sifat tidak mudah menyerah dalam menggapai sesuatu. Saat bermain memasukkan gelang plastik tidak lagi menantangnya, perkenalkan kepadanya bentuk balok yang bervariasi dan lebih rumit.

Adapun jika si kecil termasuk individu yang ‘kurang tekun’ maka hindari memberinya mainan untuk anak di atas usianya.

Kepribadian yang dimiliki anak umumnya bersifat genetik, tapi seiring dengan proses tumbuh kembangnya hingga usia sekolah dan remaja, kepribadian anak bisa berkembang yang dipengharuhi oleh faktor lingkungan, pendidikan dan stimulasi diberikan orangtua.


Setiap anak memiliki kepribadian yang bermacam-macam, untuk mengenali kepribadian anak lebih dalam, Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik, misalnya berusaha antusias mendengarkan cerita anak, dengan sering mendengarkan cerita anak maka orangtua dapat memahami kecenderungan kepribadian anak. Oleh karena itu, orangtua jangan hanya sibuk bekerja, harus ada waktu untuk berinteraksi dan mengobrol dengan anak dalam setiap harinya.

Orangtua harus aktif berinteraksi dengan anak secara berkualitas, miliki waktu quality time bersama anak, hal ini akan membuat anak semakin terbuka pada orangtuanya. Perbaiki cara berkomunikasi dengan anak, serta respon perkataan dan pertanyaan anak dengan baik.

Hal lain yang harus dilakukan orangtua adalah berusaha memahami emosi anak. Memperhatikan dan memahami emosi anak, perubahannya, serta melihat kecenderungan kepribadian anak.

Memahami kepribadian anak bukan perkara yang mudah, butuh kesabaran dan kejelian dalam melihat setiap tingkah laku anak yang terkadang unik dan mengejutkan. Orangtua juga perlu mencari pendekatan yang kreatif, sehingga anak mau terbuka pada orangtuanya.

Orangtua perlu mengarahkan anak untuk bisa bertingkah laku sesuai dengan kaidah moral yang berlaku di masyarakat. Hal itu karena seseorang dapat dikatakan ‘berkarakter positif’ jika bertingkah laku sesuai dengan kaidah moral yang berlaku.

Mengenai waktu yang terbaik (masa emas) untuk membentuk karakter anak, yaitu saat anak berusia dalam rentang 0-7 tahun. Saat rentang usia tersebut, anak akan sangat mudah menyerap semua hal yang diberikan oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya, sehingga banyak hal positif yang harus dikenalkan kepada anak sebagai pondasi karakter yang akan dipegang anak, yang nantinya itu akan sangat mempengaruhi kepribadian anak di masa mendatang. Beberapa hal positif yang harus dikenalkan kepada anak seperti disiplin, kemauan yang keras, rasa tanggung jawab, ulet, jujur, kreatif, mandiri dan cinta damai.




Tulisan Terkait: