16 Cara Mengembangkan Karakter Positif Anak

Saat masih kecil, anak sangat mudah menyerap semua hal yang diberikan oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya, sehingga banyak hal positif yang harus dikenalkan kepada anak sebagai pondasi karakter yang akan dipegang anak, yang nantinya itu sangat mempengaruhi kepribadian anak di masa mendatang.

Karakter yang dimiliki anak dipengaruhi oleh faktor genetik, tapi seiring dengan proses tumbuh kembangnya hingga usia sekolah dan remaja, karakter anak bisa berkembang yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pendidikan dan stimulasi.

Anak-Anak
Anak-Anak. Photo credit: istockphoto.com|monkeybusinessimages

Cara Mengembangkan Karakter Positif Anak


1. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Cara membentuk karakter anak yaitu bangun rasa percaya diri anak. Biasanya anak tidak lagi mudah mengamuk dan frustrasi setelah rasa percaya dirinya bertambah.

Selain itu dengan meningkatnya kemampuan berkomunikasi anak –ditandai dengan semakin kayanya kosa kata anak- maka biasanya tantrum anak mulai berkurang. 

Bangunlah rasa percaya diri anak. Setelah anak memasuki umur 4 tahun, biasanya dia mulai dapat memahami orang-orang di sekitarnya, dimana kemungkinan anak bakal mulai membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain yang seumuran-nya. Seperti siapa yang paling tinggi, siapa yang paling cepat larinya dll.

Disinilah awal mula anak mulai kehilangan rasa percaya dirinya. Dengan begitu, peran orangtua sangat penting untuk mengajari anak, yaitu ajarkan anak bahwa setiap orang itu unik. Bahwa setiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jika anak telah bisa memahami bahwa setiap orang itu unik, maka anak bisa fokus pada kekuatan atau kelebihannya sendiri, sehingga anak tidak melulu memikirkan kekurangan dirinya sendiri.

Hal ini sangat penting, sebab mencegah anak kehilangan rasa percaya diri karena memiliki kekurangan tertentu. Sangat penting anak memiliki prinsip: “Jadilah diri sendiri tanpa meniru orang lain dengan memaksakan diri”.

Selain itu jangan lupa untuk memberikan apresiasi dan pujian kepada anak, ini akan memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri anak.


2. Latih Skill Bersosialisasi Anak

Cara membentuk kepribadian yang baik yaitu perlu adanya kemampuan bergaul atau bersosialisasi yang baik. Kemampuan bersosialisasi anak sudah dapat terlihat bahkan sejak ia masih bayi.

Perhatikan apakah seorang Bayi tersenyum dan ‘berceloteh’ terhadap siapapun yang datang memandang atau menggendongnya. Atau sebaliknya ia selalu cemas terhadap orang asing, merasa tidak nyaman saat dipeluk ataupun disentuh (bahkan oleh sepupunya sendiri).

Nah, jika ia termasuk bayi ‘sosial’ maka berikan keleluasaan untuknya berinteraksi dengan orang lain, misalnya dengan sering mengajaknya jalan-jalan keliling kompleks perumahan, memasukan-nya ke kelompok playgroup, membawanya saat berbelanja di mall, dan sebagainya.

Akan tetapi untuk bayi pemalu, maka jangan paksakan ia masuk ke situasi yang asing. Anak mungkin sering menempel dengan Anda, biarkan ia sampai menunjukkan tanda-tanda siap untuk berinteraksi.

Dorong ia untuk aktif merangkak atau berjalan kesana-sini. Walau ia mungkin sedikit tertutup, orangtua tidak perlu was-was karena ia akan tetap bisa punya teman-teman (tapi dengan temponya sendiri).

Pada dasarnya anak kecil tidak mau lepas dari orangtuanya dan merasa cemas terhadap orang asing, tapi secara perlahan-lahan hal ini akan membaik.

Setelah anak agak besar, skill bersosialisasi ini sangatlah penting. Berinteraksi sosial menjadi suatu bagian dari kehidupan sehari-hari, sebuah keharusan untuk mengedukasi anak cara bersosialisasi yang benar dan sehat.

Anak yang sejak kecil memiliki bekal kemampuan bersosial umumnya dapat lebih tahan banting saat menemui segala permasalahan dan beragam karakter orang.

Jangan sampai anak tidak memiliki skill bersosial, ini akan menyebabkan anak struggle dan menarik diri dari pergaulan sosial.

Cara Melatih Kemampuan Sosial Anak Sejak Kecil:
  • Ajak anak bermain di luar rumah seperti taman kota dll. Hal ini bertujuan supaya anak terbiasa dan tidak takut pada keramaian.
  • Ajarkan anak caranya menyapa dan mengucapkan salam.
  • Ajarkan anak untuk menatap mata orang lain yang sedang menjadi lawan bicaranya. 
  • Pastikan anak mendapatkan curahan perhatian dan kasih sayang yang mencukupi. Sehingga anak memahami bagaimana caranya mencintai dan mengasihi.
  • Hindari tindakan mengekang anak, serta tindakan yang bersifat otoriter pada anak.
  • Hindari overprotektif kepada anak.
  • Dorong anak untuk mengekspresikan dirinya.
  • Buatlah anak terlibat dalam pertemuan keluarga besar.
  • Ajarkan anak adab atau sopan santun. Dengan memiliki adab dan sopan santun yang baik, membuat anak disenangi oleh orang-orang di lingkungan-nya.

3. Latih Kemampuan Adaptasi Anak

Anak dapat terlihat sejak kecil apakah ia termasuk individu yang mudah beradaptasi, yang nantinya kemampuannya terus berkembang sehingga dapat dengan mudah menerima perubahan dan mudah akrab dengan orang-orang baru.

Bepergian jauh biasanya bukan masalah besar bagi anak-anak dengan kemampuan adaptasi yang tinggi. Anda bisa membawa Si Anak kemana pun dengan lebih mudah dan tanpa drama.

Adapun jika anak termasuk individu dengan kemampuan adaptasi rendah, maka Anda perlu bersikap lebih bijak, perkenalkan hal-hal baru dalam hidupnya secara pelan-pelan. Jika hendak bepergian, bawa benda-benda yang akrab dengannya sehingga membuatnya lebih tenang.

Ajak anak untuk mengikuti kegiatan yang menantang dan penuh perjuangan untuk mengasah kemampuan adaptasinya, misalnya mengikuti kegiatan outbond yang punya segudang manfaat.


4. Melatih Ketekunan Anak

Cara mengembangkan karakter positif anak yaitu dengan melatih ketekunan-nya. Tingkat ketekunan seseorang juga dapat diketahui sejak masih bayi, misalnya tidak mudah menyerah saat mencoba meraih mainan. Bayi yang ‘tekun’ ditandai dengan sifat tidak mudah menyerah dalam menggapai sesuatu.

Saat bermain memasukkan gelang plastik tidak lagi menantangnya, perkenalkan kepadanya bentuk balok yang bervariasi dan lebih rumit.

Ketekunan menjadi hal yang sangat krusial dalam proses tumbuh kembang anak. Ini akan membawa anak pada kemauan yang kuat, konsisten dan bersungguh-sungguh.

Ketekunan merupakan sesuatu yang dilatih dalam jangka panjang. Maka sejak kecil, biasakan anak untuk menyelesaikan sebuah hal sampai tuntas, ini akan membangun sifat tekun anak.

5. Melatih Kerja Keras

Cara mengembangkan karakter positif anak yaitu tanamkan karakter keras keras dalam diri anak sejak dini. Cobalah buat anak sibuk sejak kecil.

Orangtua perlu mencarikan berbagai aktivitas untuk anak sejak dini di kehidupan sehari-harinya, sehingga anak sejak kecil sudah terlatih untuk 'sibuk'. Misalnya memberikan anak pekerjaan rumah seperti menyapu, mengelap kaca, menyiram tanaman dll.

Berikan anak aktivitas-aktivitas yang diselaraskan dengan usianya. Jika anak sejak kecil sudah dibiasakan untuk melakukan berbagai kegiatan berguna, ini mencegah anak punya sifat pemalas, dan anak akan tumbuh menjadi orang yang terbiasa bekerja keras. 

6. Melatih Anak Hidup Sederhana

Cara membentuk kepribadian yang baik yaitu dengan membiasakan diri hidup sederhana dan menghindari membeli barang-barang yang tidak perlu. Hal ini harus ditanamkan pada anak sejak kecil.

Selain itu, tanamkan dalam diri anak jika ingin mendapatkan sesuatu maka perlu perjuangan. Misalnya anak ingin dibelikan barang tertentu yang harganya tidak murah, maka sebelumnya anak perlu mengerjakan tugas rumah, misalnya mencuci piring (atau aktivitas lainnya yang disesuaikan dengan usianya).

7. Mengajarkan Anak Bersyukur

Mengembangkan karakter positif anak yaitu dengan mengajarkan anak untuk bersyukur dalam hidup. Dengan belajar rasa bersyukur ini, membuat hidup anak menjadi lebih bahagia dan lapang dada.

Mengajari anak bersyukur diawali dengan terbiasa mengucapkan terima kasih. Lalu jika pikiran anak disibukan dengan hal-hal yang belum dimilikinya, maka ingatkan anak pada hal-hal yang telah dimilikinya.


8. Pahami Sifat Anak dengan Baik

Orangtua punya tugas untuk mengenali kepribadian anak dan mengembangkannya, hal yang harus dilakukan yaitu memahami sifat anak dengan akurat. Pengembangan karakter anak membutuhkan pemahaman yang baik terhadap sifat dan kondisi anak.

Ada anak yang sifatnya pemarah, keras kepala, sulit diatur, sering melawan dll. Menghadapi anak seperti ini, orangtua jangan panik.

Biarkan anak bergaul dengan teman-teman sebayanya dan belajar mengatur emosinya, dengan bertambahnya usia nantinya ia mulai melatih mengontrol emosinya.

Yang penting orangtua harus melindunginya dari pengaruh buruk lingkungan, selain itu perhatikan tontonan si anak, jangan sampai anak menonton tayangan yang berisi kekerasan dan kata-kata kasar.

Sebagian anak juga memiliki sifat sensitif yang berlebihan, orangtua mungkin juga akan ‘gemes’ karena melihat si Anak sering rewel dan mudah tersinggung. Anak seperti ini mungkin akan cukup menyulitkan saat diajak jalan-jalan keluar, dan mungkin banyak drama.

Kepribadian anak yang disukai orangtua adalah “Happy-go-lucky” yaitu anak yang pembawaan menyenangkan, mudah tersenyum dan mudah mengerti saat diberikan arahan.

Orangtua sangat beruntung memiliki anak dengan karakter seperti ini, ia laksana malaikat. Anak dengan karakter seperti ini membuat orangtua dapat lebih tenang.

9. Apabila Anak Super Aktif

Sebagian anak begitu super aktif, yaitu tidak bisa diam dan selalu siap untuk berlari seakan-akan energinya tidak ada habisnya. Anak model seperti ini sebenarnya cukup merepotkan karena energinya yang besar.

Maka orangtua perlu mencari cara untuk menyalurkan energi besarnya itu, misalnya dengan memasukan anak ke klub olahraga seperti sepak bola, mengajaknya bersepeda, atau melakukan aktivitas positif lainnya yang dapat memenuhi hasrat fisik anak untuk terus bergerak.

Anda tidak perlu ambil pusing mengenai karakter dasar anak, karena hal yang terpenting adalah Anda punya peran besar untuk mengembangkan karakter anak, serta membantu anak menggali seluruh potensi di dalam dirinya.


10. Orangtua Harus Bisa Menjadi Pendengar yang Baik

Setiap anak memiliki kepribadian yang bermacam-macam, untuk mengenali kepribadian anak lebih dalam, Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik, misalnya berusaha antusias mendengarkan cerita anak.

Dengan sering mendengarkan cerita anak maka orangtua dapat memahami kecenderungan kepribadian anak. Oleh karena itu, orangtua jangan hanya sibuk bekerja, harus ada waktu untuk berinteraksi dan mengobrol dengan anak dalam setiap harinya.

Orangtua harus aktif berinteraksi dengan anak secara berkualitas, miliki quality time bersama anak, hal ini akan membuat anak semakin terbuka pada orangtuanya. Perbaiki cara berkomunikasi dengan anak, serta respon perkataan dan pertanyaan anak dengan baik.

11. Jangan Memberikan Label Buruk pada Anak

Cara menguatkan mental yang lemah dan karakternya yaitu jangan memberikan label yang buruk. Saat orangtua memberikan anak label buruk (seperti "Kamu bodoh" "Kamu nakal" dll), alam bawah sadar anak bakal meyakini bahwa dirinya memang seperti itu.

Anak yang sering diberikan label buruk biasanya akan tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri, pemalu, rendah diri, tidak berani mencoba, takut tantangan dan lambat dalam bereksplorasi.

12. Melatih Rasa Empati Anak

Cara mengembangkan karakter positif anak yaitu dengan menumbuhkan rasa empati dalam diri anak. Empati menjadi kemampuan pokok dalam meningkatkan kecerdasan emosional anak.

Kemampuan berempati yang diasah menjadikan anak bisa mengenali perasaan diri sendiri dengan sangat baik, mampu membaca atau memahami perasaan orang lain, bisa menempatkan diri dengan benar di lingkungan umum, serta punya kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Hal-hal tersebut sangatlah penting untuk menunjang kesuksesan hidup anak di masa depan, baik dalam hal pekerjaan maupun kehidupan sosial.

Untuk menumbuhkan rasa empati anak, sejak kecil biasakan tanya anak mengenai kondisi perasaannya. Lalu mulai latih anak untuk membayangkan dirinya di posisi orang lain, sehingga 'insting' anak terasah untuk bisa membaca atau memahami perasaan orang lain

Misalnya, saat anak merebut mainan temannya, tanyalah anak: “Gimana perasaan kamu kalau mainan kamu diambil orang lain”.

Contoh lainnya, saat anak melihat orang cacat yang tidak memiliki tangan, cobalah tanya anak: “Gimana perasaan kamu kalau gak punya tangan”.

Demikian seterusnya, intinya berikan anak pertanyaan yang dapat merangsang rasa empati di dalam dirinya.


13. Melatih Anak Disiplin

Cara menguatkan mental yang lemah yaitu dengan melatih diri disiplin. Disiplin merupakan sesuatu yang didapat dalam jangka panjang, perlu latihan yang lama hingga akhirnya terbiasa disiplin.

Oleh karena itu, seharusnya karakter disiplin sudah harus ditanamkan sejak masa anak-anak. Cara melatih anak disiplin yaitu anak sejak kecil perlu dikenalkan pada aturan dan jadwal rutinitas harian. Hal ini juga membantu anak untuk mengasah keterampilan manajemen diri.

Jangan sampai anak seharian hanya main gadget sambil rebahan, perlu adanya aktivitas-aktivitas lain yang lebih bernilai. Dimulai dari membiasakan anak untuk bangun pagi, lalu mandi dan menggosok gigi, lalu merapihkan tempat tidur.

Kemudian berikan anak tugas dan aktivitas yang berguna. Kalau bisa, beli papan tulis lalu buatlah tabel berisi daftar tugas dan aktivitas anak.

Ajarkan juga anak tentang konsekuensi, berikan anak konsekuensi yang sesuai jika melakukan hal buruk atau melanggar peraturan. Orangtua harus konsisten dalam peraturan, selain itu juga orangtua harus memberikan teladan yang baik untuk anak.

14. Mengajak Anak Jadi Sukarelawan

Cara mengembangkan karakter positif anak yaitu dengan mengajak anak menjadi sukarelawan, nantinya akan ada banyak pengalaman dan kebaikan yang diperoleh anak.

Apalagi jika orangtua sudah terbiasa jadi relawan, maka cobalah mengajak anak merasakan seru dan asyiknya jadi relawan. Ada banyak acara yang berisi kegiatan sosial.

Mengikuti kegiatan relawan menjadikan perasaan bahagia, muncul rasa kepuasan pribadi, bahkan pikiran secara ajaib menjadi lebih tenang. 

Apakah manfaat jadi relawan cuma bagi orang dewasa? Tidak, anak-anak juga bisa memperoleh manfaat yang sama, bahkan efek positifnya bisa sangat besar karena anak-anak sedang dalam masa emas untuk betumbuh-kembang.

Oleh karena itu, usahakan anak sejak kecil diajak dalam kegiatan sosial. Bisa dimulai dari hal-hal yang kecil atau sederhana terlebih dahulu.

15. Melatih Kemandirian Anak

Cara membentuk karakter anak yaitu dengan menanamkan karakter mandiri pada anak sejak kecil. Orangtua tentu ingin punya anak mandiri, hanya saja karakter mandiri tidak bisa muncul secara instan, sehingga perlu peran Ayah dan Bunda untuk memupuk kemandirian pada anak.

Misalnya saat anak masih usia 3 tahun, berikan dia kesempatan makan sendiri meskipun bakal berantakan. Orangtua jangan selalu turun tangan, berikan anak kesempatan untuk melakukan sendiri.

Secara umum, berikan anak kesempatan untuk memecahkan masalahnya sendiri. Tidak mengapa anak melakukan kesalahan, ini demi tumbuhnya karakter mandiri dalam jiwa anak. 

Selain itu apresiasi setiap usaha anak, manfaatnya membuat anak berani untuk mandiri dan berinisiatif. Adapun jika usaha anak tidak dihargai (atau bahkan memarahinya) menyebabkan anak takut untuk berinisiatif dan tidak berani untuk mandiri.

16. Ajarkan Adab dan Akhlak (Sopan Santun)

Orangtua perlu mengarahkan anak untuk bisa bertingkah laku sesuai dengan kaidah moral yang berlaku di masyarakat. Hal itu karena seseorang dapat dikatakan ‘berkarakter positif’ jika bertingkah laku sesuai dengan kaidah moral yang berlaku.

Mengajarkan anak tata krama dan mengenalkan anak dengan norma masyarakat, hal ini sangat membantu agar anak bisa diterima dengan baik di lingkungan sosial masyarakat.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: