Cara Mengedukasi Anak Berinternet dengan Aman & Sehat


Internet sekarang ini menjadi kebutuhan yang sangat penting, keberadaan internet membuat kita dapat memperoleh berbagai informasi dengan mudah, sehingga keberadaan internet benar-benar memanjakan semua orang, termasuk anak-anak yang sejak kecil banyak yang sudah pandai mengoperasikan internet.

Orangtua tentu bahagia melihat anak-anaknya melek internet dan teknologi, akan tetapi muncul pertanyaan bagaimana cara mengajarkan anak menggunakan internet dengan aman dan sehat. Seperti diketahui, internet selain bisa memberikan manfaat positif, tapi juga bisa memberikan dampak negatif yang serius kepada para penggunanya, terutama anak-anak yang biasanya masih polos dan butuh bimbingan.

Anak Mengoperasikan Laptop
Foto: Shutterstock

Untuk mengedukasi anak, pertama-tama pahamkan anak tentang fungsi penting internet, seperti:
  1. Internet sebagai sarana untuk mencari informasi dengan mudan dan cepat.
  2. Mempermudah dalam mencari referensi untuk belajar. 
  3. Mendorong untuk menjadi lebih kreatif. Di internet banyak sekali karya dan ide-ide kreatif yang disebarkan ke publik.
  4. Sebagai sarana dalam kegiatan belajar, mencari materi pelajaran, soal-soal dan lainnya.

Memberitahu anak tentang fungsi penting internet tersebut akan membuatnya tersadar dan termotivasi untuk menggunakan internet secara sehat.

Ajarkan anak untuk tidak menyebarkan informasi pribadi. Ini menjadi pengetahuan terpenting dan aturan mendasar yang harus diajarkan kepada anak, beritahu anak bahwa data pribadi itu bersifat rahasia sehingga jangan pernah menyebarkannya di internet.

Bilang ke anak bahwa banyak sekali orang yang menjadi korban penipuan dan kejahatan di internet karena teledor menyebarkan informasi pribadi. Apalagi di zaman yang semakin canggih ini, para pelaku kejahatan di internet (cyber crime) turut semakin pintar dalam menjalankan aksinya. Sehingga wanti-wanti anak agar jangan pernah menyebarkan informasi pribadi di internet.

Jelaskan kepada anak secara rinci tentang informasi pribadi tidak boleh disebarkan di internet, seperti:
  1. Nama lengkap dan nama orang tua.
  2. Nama dan alamat sekolah.
  3. Alamat rumah dan nomor telepon.
  4. Alamat email sendiri maupun orangtua.
  5. Nomor kartu kredit orang tua.
  6. Dokumen sendiri (seperti ID card sekolah, ijazah dll).
  7. Dokumen keluarga (seperti kartu keluarga, KTP orangtua dll).
  8. Riwayat kesehatan, baik itu mengenai kesehatan fisik maupun mental. Dikhawatirkan anak mengalami diskriminasi atau bullying jika menyebarkan riwayat kesehatan dirinya sendiri.
  9. Geolokasi terkini.

Selain itu, ingatkan anak jangan suka menyebarkan foto barang mewah miliknya, menunjukkan tingkat kekayaan atau kemewahan kepada pihak asing atau publik bisa memancing para penjahat. Inilah pentingnya merahasiakan alamat rumah dan geolokasi terkini.

Orangtua perlu mengetahui bahwa smartphone bisa melacak koordinat GPS, bahkan browser juga bisa begitu, itulah mengapa media sosial seperti Facebook dan Twitter bisa mengetahui lokasi seseorang saat mengunggah status baru maupun tweet. Inilah yang namanya geolokasi.

Menjadi masalah besar karena orang jahat bisa menggunakan informasi geolokasi untuk melacak dan menguntit. Selain itu hindari fitur check-in di media sosial, walaupun terlihat bagus untuk memberitahu teman dan keluarga dimana posisi sekarang, tapi risikonya besar.

Mengajarkan anak berinternet dengan aman bukan lagi sebuah pilihan, melainkan harus dilakukan. Internet yang merupakan sarana untuk mencari ilmu, komunikasi, sosial dan hiburan, bisa juga menjadi racun yang dapat membahayakan anak, ada banyak sekali konten-konten negatif di internet. Edukasi sangatlah penting, ingatkan anak tentang fungsi utama internet diciptakan.

Hal-hal negatif di internet seperti berita bohong, spam, predator anak yang menyamar, konten yang tidak pantas, hingga maraknya cyberbullying di internet. Anak perlu diberitahu bahwa konten-konten di internet tidak semuanya baik/benar, sehingga perlu berhati-hati saat mendapatkan konten atau informasi di internet.

Ajarkan anak waspada saat berinteraksi dengan orang asing di internet, bilang ke anak bahwa kita tidak mengetahui siapa yang ada dibalik akun orang asing tersebut di internet, sehingga minta anak untuk berhati-hati terhadap orang yang tidak dikenal. Berikan anak pemahaman bahwa di internet semua orang bisa saja berpura-pura menjadi siapapun.

Untuk keamanan, ajarkan anak untuk hanya berinteraksi secara online dengan orang yang memang sudah dikenal. Lalu minta anak untuk melaporkan jika mengalami percakapan online yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Ajarkan anak berhati-hati saat membuka situs dan email, terkadang saat membuka suatu situs terdapat link yang berbahaya, yang mengarahkan pengguna ke tempat berisi konten tak pantas, bahkan mungkin mengandung program jahat seperti malware, virus dan semacamnya. Maka ajarkan anak saat membaca atau membuka suatu situs, jangan mengklik elemen apapun yang ada di sebuah situs selain dari isi utamanya.

Demikian juga saat membuka email, jika pada isinya terdapat link yang tidak dikenal, tidak diinginkan atau tidak jelas, maka edukasi anak untuk jangan mengkliknya. Berikan anak pemahaman untuk jangan sembarangan mengklik sesuatu di internet, berpikir dahulu sebelum mengklik sesuatu.

Ajarkan anak untuk bijak saat menulis apapun secara online, sangat penting mengedukasi anak untuk berhati-hati dalam berkomentar atau menulis di internet, bilang ke anak bahwa apa yang ditulisnya di internet (seperti di media sosial dll) akan dapat dilihat oleh banyak orang. Ingatkan bahwa menjaga sopan santun itu sangat penting dalam berinteraksi maupun meninggalkan komentar di internet.

Hal penting lainnya:
  1. Perhatikan durasi akses, orangtua harus mengajari anak membatasi penggunaan internet dan gadget. Teknologi bisa menjadi sangat berbahaya ketika anak sampai kecanduan game, media sosial dll. Orangtua perlu mewanti-wanti jangan sampai anak berlebihan berselancar di dunia maya dan tidak hidup di dunia nyata.
  2. Saat anak bermain medsos, edukasi anak untuk jangan pernah meninggalkan komentar negatif atau menyerang pihak tertentu.
  3. Ajarkan anak untuk tidak sembarang menerima permintaan teman di media sosial seperti Facebook dll.
  4. Edukasi anak untuk tidak mempublikasikan foto orang lain, terdapat orang lain di foto tersebut, kecuali jika diizinkan.
  5. Ingatkan anak untuk selalu log out akun jika bermain di warnet.
  6. Ingatkan anak untuk membuat password yang sulit ditebak, hindari membuat password yang mudah ditebak seperti nama sendiri, urutan angka seperti “123” dan semacamnya.

Orangtua harus memiliki komunikasi terbuka dengan anak, miliki waktu mengobrol dengan anak-anak untuk mengedukasi dan membantu anak memahami apa yang sedang terjadi, misalnya mengedukasi anak tentang maraknya penipuan online dan hal-hal lainnya.

Usahakan memiliki waktu berkualitas (quality time) untuk berdiskusi dan main bersama anak, carilah momen yang tepat sehingga hal ini tidak hanya memperkuat ikatan batin orangtua-anak mereka, tapi juga memungkinkan orangtua untuk punya pemahaman lebih baik tentang anak, kebiasaannya, serta apa yang sering dilakukan anak di waktu luang.

Orangtua juga perlu update dengan perkembangan teknologi, dimana teknologi terus bergerak cepat dari waktu ke waktu. Misalnya jika anak Anda berusia 7 tahun ke bawah sering menonton video youtube, dimana di youtube banyak sekali konten video yang atraktif dan edukatif, tapi sayangnya seringkali muncul suggestion yang berisi konten yang tidak layak untuk anak.

Oleh karena itu, sebaikya instal YouTube Kids yang merupakan aplikasi youtube khusus anak-anak. Orangtua harus melek teknologi sehingga dapat memanfaatkan berbagai aplikasi pengontrol dan keamanan yang berfungsi melindungi kegiatan anak di internet.




Tulisan Terkait: