Cara Mengajarkan Bahasa Inggris pada Anak Sejak Dini

Orangtua tentu ingin anak-anaknya punya kemampuan berbahasa inggris, dengan menguasai bahasa asing akan sangat membantu untuk berkompetensi dan bersosialisasi di skala global nantinya. Belajar bahasa dipengaruhi banyak faktor seperti lingkungan, motivasi hingga kualitas pengajaran.

Usia mempengaruhi kecepatan anak dalam menguasai bahasa asing. Sejak kecil anak sudah memiliki kemampuan alami untuk belajar bahasa, yang berkembang pesat pada 3-4 tahun pertama kehidupan anak. Anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan bahasa asing pada usia tiga tahun, hanya saja belajar bahasa asing harus dibuat menyenangkan.

Anak-Anak
Photo credit: istockphoto.com|Imgorthand

Kemampuan belajar bahasa mulai melemah di usia dewasa dibanding saat anak-anak. Para ahli menyarankan para orangtua agar mendorong anak-anaknya mengenal dan belajar bahasa asing sebelum usia 15 tahun.

Adapun sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Boston College, Amerika Serikat, menyarankan belajar bahasa asing dimulai sebelum anak berusia 10 tahun. Hal ini berdasarkan hasil penelitian terhadap 670.000 anak yang diterbitkan tahun 2018. Otak dapat menyerap bahasa asing secara maksimal justru di usia belia, sehingga inilah penyebab orang dewasa umumnya lebih sulit belajar bahasa asing dibanding anak-anak.


Selain itu penelitian juga menemukan bahwa orang-orang yang belajar bahasa Inggris sebelum usia 15 tahun memiliki pengucapan yang lebih baik dibanding orang-orang yang baru belajar bahasa inggris di atas usia 15 tahun.

Orangtua perlu berperan aktif, agar anak familiar dengan kata-kata bahasa Inggris hendaknya orangtua merutinkan penggunaan bahasa Inggris bersama anak dalam kehidupan sehari-hari. Kenalkan anak dengan kata-kata sederhana bahasa inggris yang umum digunakan, jika anak sudah mengenal dan familiar dengan kata-kata bahasa Inggris maka semakin mudah baginya untuk menguasai.

Kata-kata umum bahasa inggris seperti: now (sekarang), please (tolong), today (hari ini), yesterday (kemarin), angry (marah), happy (senang), two hours (dua jam), forever (selamanya), cooking (memasak), food (makanan), cake (kue), egg (telur), sugar (gula), fish (ikan), hot (panas), cool (dingin), again (lagi), family (keluarga), bird (burung), why (kenapa), smart (pintar).

Jadikan belajar bahasa Inggris menjadi kegiatan menyenangkan untuk anak, para ahli menjelaskan bahwa jika anak semakin tertarik dalam suatu kegiatan maka semakin banyak dopamin (hormon yang membuat perasaan bahagia) dilepaskan dan semakin baik anak akan mengingatnya. Hindari sesi belajar yang terlihat memaksa yang membuat anak merasa tertekan bahkan stres.

Orangtua hendaknya memulai dengan mengajak anak melakukan percakapan bahasa Inggris dasar, sebagai pembiasaan untuk anak. Manfaatkan segala situasi dalam kehidupan sehari-hari dengan mendeskripsikannya dalam bahasa Inggris, ini merupakan strategi brilian untuk menambah kekayaan kosa kata bahasa inggris tanpa terasa.

Nantinya dalam jangka panjang anak dapat menguasai banyak kosa kata dengan mengingat kuat (tidak mudah lupa). Dorong anak berkomunikasi dalam bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari, perkenalkan nama benda-benda di sekitar dalam bahasa inggris.


Jangan khawatir apabila anak tidak langsung bisa berbicara bahasa Inggris, sebab ia membutuhkan waktu untuk menyerap bahasa, sehingga orangtua perlu bersabar dan jangan menekan anak. Anak biasanya perlu mendengar kata-kata atau frase beberapa kali, sebelum dirinya siap untuk mengucapkannya sendiri.

Orangtua sering-sering memberikan contoh kepada anak yang nantinya akan diikutinya, juga tingkatkan kosa kata bahasa inggris anak dengan membacakan cerita bahasa inggris, anak akan terbiasa dengan bahasa lisan serta belajar kosa kata dan ekspresi dalam bahasa Inggris.

Memberikan tontonan kartun dalam bahasa inggris bisa menjadi ide yang bagus, awalnya anak mungkin kesulitan memahami, tetapi mereka akan dengan cepat belajar dan memahaminya, hal ini juga akan melatih pendengaran anak. Usahakan memberikan totonan kartun dengan tampilan yang menarik dan suara yang jelas terdengar.

Saat anak bertanya tentang adegan kartun yang ditontonnya maka manfaatkan situasi ini, orangtua bisa menjelaskan lalu menambahi dengan perkataan, "Kalau kamu mau belajar bahasa Inggris nanti pasti bisa ngerti, Bunda masih punya banyak film kartun yang lucu-lucu".

Tapi ingat, jangan biarkan si kecil menonton sendiri karena tujuan utama film kartun tersebut sebagai media belajar, sehingga harus ada pendampingan orangtua. Ingat jangan terburu-buru berharap si kecil langsung menguasai bahasa Inggris, bentuk pembelajaran seharusnya pelan-pelan tapi pasti, dimulai dari beberapa kosa kata bahasa inggris menuju kosa kata lainnya, yang penting anak tahu maknanya sehingga bukan sekedar menghafal.


Visualisasi juga sangat penting, misalnya saat mengajarkan kosakata baru, usahakan ada gambar yang menyertainya, sehingga anak jadi lebih mudah mengerti dan mengingat.

Belajar bahasa inggris juga bisa dilakukan sambil bernyanyi dengan nada-nada yang menarik perhatian anak, hal ini selain menambah kosakata anak juga meluweskan pengucapannya, anak juga belajar dengan perasaan senang dan lebih semangat.

Usahakan suasana belajar dibikin kondusif dan santai, karena biasanya suasana belajar seperti di kelas atau tempat les seringkali membuat anak merasa terpaksa belajar. Adapun belajar di rumah, anak bisa belajar kosa kata baru sambil bermain dalam suasana yang menyenangkan.

Belajar juga bisa dilakukan di luar, misalnya Anda bisa mengajak anak ke kebun binatang lalu menyebutkan nama-nama binatang dengan bahasa Inggris, mintalah anak mengucapkannya.

Dalam melatih anak belajar bahasa inggris maka jangan bosan mengulang. Mengulang-ulang dapat melatih daya ingat dan meluweskan lidah anak dalam mengucapkan kata atau kalimat bahasa Inggris, sehingga orangtua jangan bosan mengulang kata-kata yang pernah diajarkan.

Penutup

Dalam mengajarkan bahasa inggris pada anak sejak dini intinya jangan sampai anak merasa terpaksa belajarnya dan tertekan yang malah menimbulkan beban psikologis, misalnya anak merasa diburu-buru sehingga menjadi beban psikologis. Anak yang merasa diburu-buru untuk menguasai bahasa inggris, ibarat seperti anak yang baru belajar berjalan tapi sudah dituntut untuk bisa berlari. Oleh karena itu orangtua jangan tergesa-gesa dan harus bersikap bijak terhadap anak.

Biarkan anak belajar dan menguasai bahasa inggris secara alami tanpa adanya tekanan dan paksaan, hindari juga membuat target. Selain itu jangan terpaku pada grammar (tata bahasa), kesalahan grammar adalah hal lumrah yang dilakukan banyak orang bahkan seorang native, sehingga harus dimaklumi saat anak mengalami salah grammar.

Sebagian orangtua terlalu sibuk pada perbaikan grammar, akibatnya terlalu sering mengoreksi anak, penting diketahui bahwa jika si anak sering disalahkan dapat membuatnya down. Oleh karena itu, orangtua jangan sibuk mengurus kesalahan grammar dan biarkan kesalahan-kesalahan kecil agar anak berani berbicara. Hal terpenting bagi anak-anak adalah mengekspresikan diri mereka sendiri dan jangan sampai kehilangan minat belajar. 




Tulisan Terkait: