Cara Membangun Bonding Kakak dan Adik Agar Selalu Kompak

Hubungan kakak beradik memang tidak selalu mulus, karena terkadang terasa menjengkelkan saat mereka bertengkar, apalagi karena hal sepele. Walau begitu ada keuntungan besar dari adanya hubungan kakak-beradik, dibandingkan jika Anda hanya memiliki anak tunggal.

Penelitian menyebutkan bahwa pengaruh saudara kandung lebih besar daripada orangtua dalam pembentukan karakter anak. Para ahli menjelaskan bahwa hubungan saudara adalah hubungan intens yang melibatkan dukungan, kasih sayang, kompetisi dan konflik. 

Kakak dan Adik
Kakak dan Adik. Photo credit: vickyholmesphotography.co.uk

Keberadaan kakak yang lebih tua bisa membuat adik lebih pintar. Sebuah penelitian dengan memberikan tes kosa kata kepada anak-anak, menunjukan hasil bahwa anak-anak yang memiliki kakak cenderung mendapatkan skor lebih tinggi. Peneliti menjelaskan bahwa hal itu karena biasanya sang adik meniru kakaknya, termasuk saat mereka mengobrol. Ini memberikan keuntungan bagi si Adik yang bisa menyerap begitu banyak kosa kata dari kakaknya. 

Penelitian lain juga menunjukan anak-anak yang memiliki saudara kandung cenderung lebih ramah. Semakin banyak saudara kandung yang dimiliki maka semakin kecil kemungkinan untuk bercerai saat dewasa. Peneliti menjelaskan bahwa dengan lebih banyak saudara kandung maka lebih banyak pula pengalaman dalam berinteraksi.


Sehingga buang pikiran bahwa memiliki anak lebih dari satu hanya merepotkan saja, yang perlu orangtua lakukan adalah mencari cara memperkuat bonding kakak dan adik dan jangan sampai terjadi sibling rivalry (persaingan antara kakak-adik). Menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan jika melihat si Kakak dan si Adik bisa kompak, saling bahu-membahu dan saling support

Orangtua harus mengetahui akar permasalahan dari pertengkaran kakak dan adik, hal yang umum terjadi adalah si Kakak merasa cemburu dengan kehadiran adik, sementara si Adik suka usil mengganggu kakaknya. Ini menjadi penyebab utama pertengkaran kakak-adik, sehingga perlu dicari pencegahan sebelum itu terjadi.

Orangtua harus mampu mengendalikan emosi di depan anak-anak, penting diketahui bahwa perilaku Ayah dan Bunda menjadi pedoman bagi anak-anak. Anak mengamati gerak-gerik orangtua dan dia adalah peniru ulung. Jangan heran jika orangtua suka teriak, maka anak pun akan suka teriak juga nantinya.

Pentingnya Orangtua Bersikap Adil. Menjadi orangtua adil bukan hal mudah, ketika ada perlakuan sedikit khusus ke anak yang satu, maka anak yang lain bisa merasa iri, sehingga orangtua harus pintar-pintar membagi perhatian sehingga setiap anak tetap merasa disayang. Hilangkan kebiasaan memiliki 'anak favorit' dalam suatu keluarga.

Orangtua harus tahu dan mampu bersikap adil sehingga tidak terjadi persaingan anak satu sama lain. Keadilan menjadi kunci agar anak akur dan saling berkasih sayang, jangan sampai orangtua bersikap tidak adil atau hanya memperhatikan salah satu anak saja karena dianggap lebih berprestasi. ingatlah, esensi dari sebuah keluarga adalah saling mendukung dan saling memahami satu sama lain. 


Jika anak sudah merasa iri atau merasa diperlakukan tidak adil, rasa sakit hati anak bakal terus dipendam hingga dirinya dewasa. Untuk bisa menjadi orangtua yang adil, maka selain harus adil dalam hal materi, orangtua juga harus adil dalam menampilkan sikap dan perhatian kepada masing-masing anak.

Saat terjadi perselisihan antara kakak dan adik, maka harus benar-benar mendengarkan suara dari kedua belah pihak. Sebelum akhirnya memutuskan siapa yang salah dan memberikan nasihat.

Selain itu ajarkan anak sejak dini untuk terbiasa meminta maaf. Beberapa ucapan seperti “maaf”, “tolong” dan “terima kasih” merupakan kata-kata ajaib, yang jika terbiasa diucapkan di dalam keluarga maka dapat menciptakan hubungan harmonis antar anggota keluarga, termasuk harmonisnya hubungan kakak dan adik.

Ketika ada anak yang mengeksperikan kekesalan tentang saudara yang lain, dengarkan dan cobalah menjadi pihak yang objektif. Kesalahan umum orangtua adalah kakak selalu diminta mengalah pada adiknya, jika ini terlalu sering dilakukan dampaknya si Kakak jadi membenci si Adik, bahkan menganggap orangtuanya tidak adil.

Quality time bersama keluarga dapat memperkuat bonding antar anggota keluarga, termasuk kakak dan adik. Secara rutin orangtua harus mengajak anak-anak mengobrol, tanyakan bagaimana aktivitas di sekolah hari ini , lalu tanya juga pendapat si Kakak dan si Adik tentang rencana liburan di akhir pekan. Sering-seringlah melakukan aktivitas yang melibatkan kakak dan adik, jangan sampai orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan. 

Usahakan agar kakak dan adik sering beraktivitas dan bersenang-senang bersama. Sehingga sebuah kesalahan jika orangtua memasukan anak ke banyak tempat les atau kursus karena mengakibatkan kakak dan adik menjadi jarang bersenang-senang bersama karena terlalu sibuk dengan pelajaran les.

Hindari berbagai pemicu perselisihan, misalnya kesalahan yang sering dilakukan orangtua adalah suka membanding-bandingkan antara kakak dan adik. Hal ini menyebabkan anak yang satu dapat membenci anak lainnya.


Libatkan Sang Kakak. Anak biasanya merasa senang saat mereka memiliki sesuatu untuk dikontribusikan. Misalnya dorong si Kakak melatih beberapa keterampilan dasar kepada adiknya, mengajar si Adik membangun LEGO, menjajakan sepeda roda tiga, atau aktivitas lainnya. Pengasuhan antar saudara ini memunculkan rasa saling menyayangi dan rasa saling peduli.

Perlu diketahui, rasa tanggung jawab dan kasih sayang seorang kakak pada adiknya tak bisa tumbuh dengan sendirinya, sehingga harus dilatih sejak dini. Jika tidak, ia tidak akan pernah dekat dengan adiknya.

Para ahli menjelaskan agar si Kakak memiliki rasa kasih sayang dan tanggung jawab pada adiknya, orangtua perlu melibatkan si Kakak dalam pengurusan si Adik, misalnya meminta bantuan kakak memegangi kaki adik bayi saat ibu memakaikan popok. Jika si adik sudah lebih besar, maka minta si Kakak membeli sesuatu di warung dekat rumah sambil mengajak adiknya, Bilang pada si Kakak: "Ajak adik ya, tangan adik digandeng."

Dengan pembiasaan hal-hal seperti ini, ini akan mendekatkan hubungan batin antara kakak dan adik. Tapi jangan sampai orang tua menuntut tanggung jawab terlalu besar dari sang kakak, jika beban itu terlalu berat baginya maka ia akan merasakannya sebagai tekanan dan bahkan bisa jadi benci pada tugas/tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Si kakak juga perlu diikutsertakan tentang pengambilan keputusan tentang pengasuhan adik, misalnya saat adik menangis, orangtua perlu mendiskusikannya dengan si kakak, "Menurutmu mengapa adik menangis? Apa yang diinginkannya?"

Jangan malah si Kakak diusir saat Ibu sedang repot mengurus si Adik, seperti mengatakan: “Bunda lagi ngurusin adik, kamu malah bikin ribet, sana main di luar!." Hal ini membuat si Kakak merasa dirinya hanya sebagai pengacau untuk adiknya, ia pun akan merasa sebagai destroyer dan mungkin akan menjaga jarak dari adiknya.

Tips lain memperkuat bonding kakak dan adik:
  1. Bilang ke anak-anak bahwa teman akan datang dan pergi, tetapi keluarga selamanya ada.
  2. Jika Anda melihat anak mengabaikan saudara kandungnya, bilang ke dia bahwa teman memang luar biasa, tapi hubungan keluarga adalah seumur hidup sehingga harus selalu dijaga.
  3. Ceritakan tentang kisah persaudaraan Anda saat masa kecil dulu kepada anak-anak. Anak-anak biasanya akan antusias mendengarkan.
  4. Bantu mengembangkan minat dan bakat bersama. Jika mereka memiliki minat yang sama, dorong mereka untuk mengembangkan minat tersebut bersama. Misalnya, kakak dan adik berminat di bidang bela diri seperti taekwondo, maka masukkan mereka ke tempat kursus taekwondo, lalu jangan lupa meminta kakak dan adik untuk latihan bersama di rumah.
  5. Usahakan agar kakak dan adik sering memiliki pengalaman bersama, salah satu caranya dengan liburan keluarga, nantinya ini akan menciptakan pengalaman bersama yang dirasakan kakak dan adik, yang menjadi kenangan istimewa di memori mereka.




Tulisan Terkait: