Bagaimana Caranya Agar Anak Bisa Berinisiatif dan Kreatif?

Inisiatif anak bisa dilatih melalui kegiatan sehari-hari. Seperti umum diketahui bahwa anak-anak cenderung meniru orangtuanya di rumah, oleh karena itu orangtua dapat memperkenalkan sikap inisiatif kepada anak melalui contoh perilaku. Dengan kata lain, untuk menumbuhkan rasa inisiatif anak, orangtua perlu memberikan contoh dan mempraktekannya secara langsung dalam kesehariannya, nantinya anak bakal melihat, mengamati dan mencontoh orangtuanya.

Jika orangtua suka bermalas-malasan nantinya anak juga akan seperti itu, sehingga jangan harap anak bisa memiliki rasa inisiatif yang tinggi. Orang-orang dengan kemampuan inisiatif yang tinggi adalah mereka yang aktif dan menjalani kehidupan dengan rajin, bahkan cenderung memiliki kegiatan yang banyak/padat.

Anak Rajin
Ilustrasi Anak Rajin. Photo credit: istockphoto.com|romrodinka

Adapun orang yang suka bermalas-malasan, bahkan sekedar bergerak untuk melakukan hal-hal sederhana –seperti mengambil air minum, memasak mie instan, menggosok gigi- saja malas. Orang-orang ‘super mager’ seperti ini jangan harap punya kemampuan berinisiatif yang baik.

Inisiatif adalah kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberi tahu (atau dengan sedikit petunjuk), serta mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sesuatu yang ada di sekitar. Kemampuan berinisiatif sangat berkaitan dengan kecerdasan, kreativitas dan pengalaman.


Berikan kesempatan pada anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, ini akan membangun sikap inisiatif di dalam dirinya. Biarkan anak menyelesaikan permasalahannya dan jangan diganggu, kesalahan banyak orangtua adalah suka ‘merecoki’ usaha anak dalam mencari solusi. Misalnya orangtua ikut-ikutan bicara dan mengatur-atur anak, padahal anak sedang sibuk berpikir dan berkreativitas mencari solusi atas permasalahannya.

Dengan memberikan anak kesempatan, maka anak merasa diberikan kepercayaan dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan masalahnya. Sehingga orangtua harus paham kapan perlu masuk ke dalam urusan anak dan kapan tidak. Selain itu motivasi anak agar selalu bersemangat dalam mencari solusi. Cara anak dalam menyelesaikan masalahnya mungkin masih memiliki kekurangan disana-sini, ini tidak mengapa karena anak masih belajar. 

Orangtua harus selalu menghargai usaha anak, saat anak mulai memiliki rasa inisiatif sendiri maka itu adalah sebuah prestasi bagi anak. Hargai setiap usaha anak, bukan semata-mata melihat hasil akhirnya. Memberikan apresisi atas usaha anak merupakan kewajiban orangtua, karena hal itu sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. 

***

Untuk bisa inisiatif (yaitu mampu memutuskan/melakukan sesuatu secara benar dengan hanya sedikit petunjuk) maka ini butuh pengalaman. Sehingga inisiatif merupakan kemampuan yang bisa dan perlu dilatih dari waktu-ke-waktu. Salah satunya dapat ditingkatkan dengan rajin/aktif melakukan kegiatan-kegiatan di kehidupan sehari-hari.

Semakin banyak pengalaman yang didapatkan anak dari kegiatan-kegiatan yang dilakukannya maka ini sangat bagus untuk membantu meningatkan kemampuan berinisiatif-nya. Inisiatif sangat penting untuk anak, khsusunya saat ia dewasa nanti di dunia kerja. 

Untuk mengembangkan inisiatif anak, maka ajarkan anak jangan suka diam, sehingga dorong anak untuk aktif melakukan aktivitas-aktivitas positif.


Sejak kecil dorong anak untuk selalu mengeluarkan idenya, orangtua harus bisa menghargai setiap ide, pendapat dan perkataan anak, harus ada rasa saling menghargai antara orangtua dan anak. Lalu dorong rasa percaya diri anak, anak baru bisa memulai untuk berinisiatif jika ia memilki rasa percaya diri yang mumpuni.

Nah, hargai ide dan pendapat anak lalu pastikan juga memberikan anak ruang berbicara yang cukup, orangtua harus menghindari sikap otoriter serta sikap suka menekan dan mengatur anak secara berlebihan. Dengan begitu, nantinya hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, serta menggerakan anak untuk mulai berani berpikir dan berinisiatif.

Buatlah otak anak aktif berpikir dan berkreativitas mengeluarkan ide-ide dan pendapat, sehingga hal ini dapat merangsang kemampuan berinisitif anak. Orangtua juga perlu menanamkan rasa MANDIRI di dalam diri anak, seorang anak yang sudah bisa mandiri maka akan lebih cepat baginya untuk mampu berinisiatif.

Sebenarnya rasa mandiri dan rasa percaya diri masih berkaitan, seorang anak bisa mandiri jika ia sudah memiliki kepercayaan diri yang baik. Jadi kenalkan sikap mandiri pada anak sejak usia balita, misalnya dengan mendorong anak untuk melakukan sesuatu sendiri. Semua urusan anak memang akan selesai lebih cepat jika orangtua yang melakukannya, namun orangtua harus ingat bahwa untuk menumbuhkan inisiatif anak maka mulailah mendorong anak untuk bisa melakukan sesuatu dengan sendiri, tentunya sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Misalnya, anak usia balita tentunya sudah dapat memegang sendok makannya sendiri, biarkan anak mencoba makan sendiri walaupun berantakan, ini akan memunculkan rasa kemandirian dalam diri anak sejak dini.


Kenalkan anak dengan ‘pikiran kritis’, misalnya dengan memberikan pertanyaan kritis seperti “Menurutmu, apa yang harus kamu lakukan?”, “Kira-kira apa yang terjadi kalau kamu melakukan A?” dan bentuk pertanyaan semacamnya.

Lalu ajarkan juga anak rasa tanggung jawab sejak kecil, anak yang diberikan tugas harian biasanya akan punya inisiatif yang lebih besar. Berikan tugas sesuai usianya, misalnya pada anak balita mintalah untuk membereskan mainan, melipat selimutnya, dll. Pada anak yang lebih besar bisa diberikan tugas seperti menyapu, menyiram bunga, mencuci piring, dll.

***

Sekalipun anak Anda adalah seorang yang sangat hebat dengan potensi tinggi, tapi jika ia masih berkutat dengan rasa percaya diri rendah atau mental yang lemah, maka kehebatannya itu tidaklah cukup untuk membuatnya berani dan mampu berinisiatif.  Yakinkan anak untuk percaya diri, katakan padanya bahwa setiap orang pasti memiliki keistimewaannya masing-masing. Percaya diri ini nantinya mendorong anak untuk memiliki rasa inisiatif.

Untuk meningkatkan inisiatif maka perlu banyak membaca dan berdiskusi, nah inilah yang harus orangtua tanamakan pada anak sejak dini. Untuk meningkatkan inisiatif anak, orangtua harus punya banyak waktu berinteraksi dengan anak, jangan sampai menjadi orangtua yang cuek dan tidak memerhatikan anak. Selain itu dorong anak sejak kecil agar mencintai buku dan kegiatan membaca.

Dari aktivitas banyak membaca dan berdiskusi, anak akan mendapatkan banyak pengetahuan dari berbagai sudut pandang, yang nantinya otak anak bakal mengkorelasikan dengan realita yang ada, hingga akhirnya anak bisa menemukan sesuatu hal yang tidak ideal atau tidak beres, dari kondisi ini akan memicu inisiatif anak. Orangtua juga perlu sering-sering memberikan contoh berinisiatif, sehingga anak melihat dan akan mencontohnya. 

Pujilah usaha dan inisiatif anak, banyak anak yang ragu mengambil inisiatif karena takut salah atau khawatir direspon negatif oleh orangtuanya. Untuk menguatkan dan mendorong inisiatif anak, maka jadilah orangtua yang terbiasa memberikan apresiasi kepada anak, yang itu bisa berupa pujian dan hadiah.




Tulisan Terkait: