7 Contoh Sikap Inisiatif dalam Kehidupan (Pengertian Inisiatif)

Contoh Sikap Inisiatif
Photo credit: unsplash.com

Dalam kehidupan, inisiatif menjadi kemampuan yang harus dipunyai. Seseorang baru dapat kunci sukses di kehidupan dan pekerjaannya jika punya kemampuan inisiatif yang bagus.

Orang yang terbiasa berinisiatif akan mudah dengan cepat mengambil keputusan dan berbuat, ini terjadi secara alami dan cepat. Anda bisa meningkatkan 'skill' inisiatif dengan banyaknya pengalaman hidup. Oleh karena itu jadilah orang yang aktif di kehidupan.

Pengertian Inisiatif

Apa itu inisiatif? Inisiatif adalah kesadaran untuk segera melakukan suatu tindakan untuk tujuan yang penting.

Mereka yang suka berinisiatif biasanya orang-orang yang 'banyak akal' dan punya keinginan untuk terus belajar atau memperbaiki diri. Sehingga hasilnya, seringkali mereka berhasil menemukan ide brilian dan solusi-solusi yang tidak terpikirkan orang lain.

Adapun orang yang 'mageran' biasanya susah atau tidak terbiasa untuk inisiatif. Bermalas-malasan atau terlalu memanjakan diri bakal menjadi bumerang suatu saat nanti.

Tapi jangan salah sangka, Inisiatif berbeda dengan tindakan teledor. Sebelum melakukan inisiatif tetap perlu berpikir dan merencanakan tindakan secara matang.


Contoh Sikap Inisiatif


PERTAMA
Contoh inisiatif dalam kehidupan sehari hari yaitu saat Anda berantem dengan seseorang, setelahnya kalian tidak lagi saling berinteraksi selama 3 hari. Lalu Anda berinisiatif untuk memulai pembicaraan dengan dia.

Hasilnya tidak terduga, orang tersebut tidak marah sama sekali dan hubungan sosial kembali pulih. Coba bayangkan kalau tidak berinisiatif, hal ini akan terus-terusan menjadi beban pikiran.

Manfaat inisiatif yaitu dapat merubah keadaan, ini sangat penting agar Anda tidak stuck di keadaan yang tidak disukai.

KEDUA
Contoh perilaku inisiatif yaitu saat Anda sedang presentasi lalu secara mendadak alat presentasinya tidak berfungsi. Anda sebagai orang yang terbiasa untuk berinisiatif mencoba mencari segala celah untuk mengatasi permasalahan.

Lalu saat Anda melihat papan tulis yang ada disana, secara cepat muncul ide untuk memanfaatkannya, Anda secara otomatis sudah punya bayangan mampu untuk melakukannya.

Dan benar saja, Anda akhirnya bisa melanjutkan presentasi secara lancar dan dimengerti oleh audiens. Hal ini membuat orang-orang kagum karena Anda bisa dengan lancar presentasi tanpa alat teknologi.

KETIGA
Contoh sikap inisiatif adalah saat Anda bekerja di sebuah restoran, Anda berinisiatif untuk mendalami secara rinci mengenai semua bahan makanan yang terdapat di menu restoran.

Sehingga jika ada konsumen yang bertanya tentang menu makanan, misalnya: “Makanan apa yang cocok untuk diet?”, “Saya sedang alergi, apa boleh konsumsi makanan ini?” dll. Maka Anda pun bisa langsung memberitahu tanpa perlu pergi ke belakang bertanya pada koki.


KEEMPAT
Contoh inisiatif di sekolah yaitu saat guru sakit sehingga tidak hadir di kelas, alhasil murid-murid pada gabut karena jam kosong.

Daripada gabut gak jelas, Anda pun berinisiatif untuk melakukan suatu kegiatan, misalnya menulis puisi, membaca kisah inspiratif, merenungkan kata-kata mutiara olahraga, bedah buku pelajaran, menggambar, membaca buku yang disukai di perpustakaan, mendengarkan podcast, atau bahkan sekedar meregangkan tubuh. Dengan begitu Anda menjadi orang yang produktif.

KELIMA
Contoh inisiatif di rumah yaitu saat Anda banyak waktu kosong di rumah, Anda bosan rebahan terus sehingga berinisiatif untuk menyapu, mengelap kaca, mencuci piring atau kegiatan lainnya.

Punya sikap inisiatif sangat penting agar Anda tidak terlalu lama rebahan yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental. Sikap malas sangat berhubungan dengan resiko depresi dan gangguan psikis lainnya.

KEENAM
Contoh berinisiatif yaitu teman-teman Anda berdiskusi untuk memilih tempat berwisata, maka disepakatilah untuk mengadakan kegiatan mendaki gunung yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Gunung tersebut berlokasi di sebuah desa yang jauh dan lokasinya cukup terpencil. Segala hal persiapan dibahas di diskusi tersebut, tapi tidak ada yang membahas perihal logistik dan transportasi.

Maka, Anda pun segera inisiatif untuk menanyakan perihal logistik dan transportasi, sehingga orang-orang pun baru menyadarinya bahwa ini sangat penting untuk dibahas.

Seandainya Anda diam saja dan tidak inisiatif untuk mengajak orang-orang membahas perihal  persiapan logistik dan transportasi, maka kegiatan mendaki gunung hampir dipastikan bakal kacau-balau.

KETUJUH
Contoh sikap inisiatif dalam kehidupan sehari hari yaitu ketika Anda sedang rebahan dan merasa bosan. Lalu Anda berinisiatif untuk mendalami ilmu programming (atau lainnya). Dengan begitu, Anda pun akhirnya keluar dari situasi bermalas-malasan.


Bagaimana Caranya Agar Anak Bisa Berinisiatif dan Kreatif Sejak Dini?


Inisiatif anak bisa dilatih melalui kegiatan sehari-hari. Seperti diketahui bahwa anak-anak cenderung meniru orangtuanya di rumah, oleh karena itu orangtua dapat memperkenalkan sikap inisiatif kepada anak melalui contoh perilaku.

Dengan kata lain, untuk menumbuhkan rasa inisiatif anak, orangtua perlu memberikan contoh dan mempraktekan-nya secara langsung dalam kesehariannya, nantinya anak bakal melihat, mengamati dan mencontoh orangtuanya.

Anak Inisiatif
Ilustrasi Anak Rajin. Photo credit: istockphoto.com|romrodinka

Jika orangtua suka bermalas-malasan nantinya anak juga akan seperti itu, sehingga jangan harap anak bisa memiliki rasa inisiatif yang tinggi. Orang-orang dengan kemampuan inisiatif yang tinggi adalah mereka yang aktif, bahkan cenderung memiliki kegiatan yang padat.

Adapun orang yang suka bermalas-malasan, bahkan sekedar bergerak untuk melakukan hal-hal sederhana saja malas (seperti mengambil air minum, masak mie instan, gosok gigi). Orang-orang ‘super mager’ seperti ini jangan harap punya kemampuan berinisiatif yang baik.

Inisiatif adalah kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberi tahu (atau dengan sedikit petunjuk), serta mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sesuatu yang ada di sekitar.

Kemampuan berinisiatif berkaitan dengan kecerdasan, kreativitas dan pengalaman.


Berikan kesempatan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, ini akan membangun sikap inisiatif di dalam dirinya. Biarkan anak menyelesaikan permasalahannya dan jangan diganggu. 

Kesalahan banyak orangtua adalah suka ‘merecoki’ usaha anak dalam mencari solusi. Misalnya orangtua ikut-ikutan bicara dan mengatur-atur anak, padahal anak sedang sibuk berpikir mencari solusi.

Dengan memberikan anak kesempatan, maka anak merasa diberikan kepercayaan dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan masalahnya. Orangtua harus paham kapan perlu masuk ke dalam urusan anak dan kapan tidak.

Selain itu motivasi anak agar selalu bersemangat dalam mencari solusi. Cara anak dalam menyelesaikan masalahnya mungkin masih memiliki kekurangan, ini tidak mengapa karena anak masih belajar. 

Orangtua harus selalu menghargai usaha anak, saat anak mulai memiliki rasa inisiatif sendiri maka itu adalah sebuah prestasi bagi anak. Hargai setiap usaha anak, bukan semata-mata melihat hasil akhirnya.

Memberikan apresiasi atas usaha anak merupakan kewajiban orangtua, karena hal itu sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. 

***

Untuk bisa inisiatif maka butuh pengalaman. Inisiatif bisa dilatih dari waktu-ke-waktu. Salah satunya dapat ditingkatkan dengan aktif melakukan kegiatan di kehidupan sehari-hari.

Semakin banyak pengalaman yang didapatkan maka sangat bagus untuk membantu meningkatkan kemampuan berinisiatif. Inisiatif sangat penting, terutama saat di dunia kerja. Untuk mengembangkan inisiatif anak, dorong anak untuk aktif melakukan aktivitas-aktivitas.

Sejak kecil dorong anak untuk selalu mengeluarkan idenya, orangtua harus bisa menghargai setiap ide, pendapat dan perkataan anak. Lalu dorong rasa percaya diri anak, anak baru bisa memulai untuk berinisiatif jika ia memiliki rasa percaya diri yang mumpuni.

Nah, hargai ide dan pendapat anak lalu pastikan juga memberikan anak ruang berbicara yang cukup, orangtua harus menghindari sikap otoriter serta sikap suka menekan dan mengatur anak secara berlebihan.

Dengan begitu, nantinya dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, serta menggerakkan anak untuk mulai berani berpikir dan berinisiatif.

Buatlah otak anak aktif berpikir dan berkreativitas mengeluarkan ide-ide dan pendapat, sehingga merangsang kemampuan berinisitif. Orangtua juga perlu menanamkan rasa MANDIRI dalam diri anak, jika sudah bisa mandiri maka cepat baginya untuk mampu berinisiatif.

Kenalkan anak dengan ‘pikiran kritis’, misalnya dengan memberikan pertanyaan kritis seperti “Menurutmu, apa yang harus kamu lakukan?”, “Kira-kira apa yang terjadi kalau kamu melakukan A?” dan bentuk pertanyaan semacamnya.

Lalu ajarkan juga rasa tanggung jawab, anak yang diberikan tugas harian biasanya punya inisiatif yang lebih besar. Berikan tugas, misalnya menyapu, menyiram bunga, mencuci piring, dll.

Pujilah usaha dan inisiatif anak, banyak anak yang ragu mengambil inisiatif karena takut salah atau khawatir direspon negatif. Untuk menguatkan dan mendorong inisiatif anak, maka jadilah orangtua yang terbiasa memberikan apresiasi kepada anak.




Baca Juga:

Tidak ada komentar: