Bagaimana Cara Mengenali Kepribadian Diri Sendiri untuk Maksimalkan Potensi?

Anda harus mampu mengenali diri Anda sendiri, kenalilah kepribadian diri sendiri sehingga dengannya membantu Anda untuk lebih baik dalam bertindak dan menjalani kehidupan. Sediakanlah waktu untuk merenungi diri Anda sendiri yang dengannya berguna untuk:
  1. Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  2. Anda jadi lebih mudah untuk menemukan minat dan bakat yang terpendam di dalam diri Anda.
  3. Membantu Anda untuk lebih mampu bertoleransi dan berlapang dada terhadap kekurangan orang lain.
  4. Anda menjadi sadar dan dapat menghargai orang lain dengan karakter mereka masing-masing.

Lelaki Sukses
Photo credit: Istockphoto.com|PeopleImages

Anda harus punya waktu untuk merenung mengenali diri Anda sendiri karena itu merupakan hal yang sangat berharga, dengannya Anda juga paham bagaimana memposisikan diri dengan benar dan menyadari kekeliruan yang telah dilakukan selama ini di lingkungan sosial. Kenali diri Anda sendiri secara JUJUR, karena ini merupakan kunci awal untuk membuat Anda lebih baik dan berkembang.

Sediakan kertas tulislah fakta-fakta tentang diri Anda sendiri, cobalah untuk berpikir dan merenungkannya selama beberapa waktu, maka biasanya akan didapatkan belasan poin dari fakta-fakta tentang diri Anda sendiri, baik itu dalam hal fisik, mental, emosi, spiritual, sosial dll. Kalau bisa buatlah penjelasan tiap-tiap poin dengan serinci mungkin.

Untuk membantu Anda dalam mencari fakta-fakta diri sendiri, maka Anda bisa mengawali dengan tulisan “Aku adalah…” atau “Yang aku banggakan dari diriku adalah…”


Anda bisa membuat poin-poin tentang apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri Anda. Catatlah semua poin yang telah Anda temukan, ini harus karena sangat membantu untuk bisa mengingat dan memahaminya lebih mudah.

Saat Anda memiliki waktu luang, cobalah membayangkan lagi masa kecil Anda. Biasanya seseorang mengungkapkan keinginan dan kepribadian secara jujur saat masih kecil. Coba ingat lagi, hal apa yang membuat Anda bahagia waktu masih kecil, dan apa yang membuat Anda merasa kecewa.

Berusahalah mengenali apa saja hal yang Anda yakini sejak kecil, jika ada yang berubah maka tulislah, termasuk juga menulis penyebab terjadinya perubahan tersebut. Meluangkan untuk melakukan hal ini (mengingat masa kecil) membantu untuk menemukan kembali jati diri dan kepribadian.

Selain itu perlu diketahui, pengalaman masa kecil adalah sesuatu yang sangat berharga yang sebenarnya hampir tidak bisa untuk dilupakan. Masa kecil juga merupakan masa awal pembentukan karakter, beberapa contoh kondisi di masa kecil yang bisa membentuk karakter seseorang di kemudian hari:
  1. Anak yang diajarkan melakukan pekerjaan rumah tangga secara rutin, nantinya akan punya sifat pantang menyerah, semangat tinggi, ulet dan mandiri.
  2. Anak yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orangtuanya, akan memiliki kecerdasan emosional lebih baik, serta cenderung sukses dalam kehidupan sosial dan hubungan pribadi dengan orang lain.
  3. Anak yang sejak kecil sering diajak mengobrol dan berdiskusi oleh orangtuanya (sekalipun tentang hal sepele) akan memiliki kemampuan lebih baik dalam memecahkan masalah dan lebih mampu untuk berpikir bijak.
  4. Anak yang sejak kecil diberikan ruang kebebasan untuk berani berpendapat dan berbicara akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, serta punya kemampuan merespon cepat dan public speaking yang bagus.

Anda bisa mengingat-ingat apa hal yang menjadi kekuatan Anda saat masih kecil, lalu apakah Anda sudah mengembangkannya secara maksimal. Dengan mengenali diri sendiri saat masih kecil, ini membantu untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri Anda.


Batasi atau kurangi sebisa mungkin aktivitas bercermin, dimana sering bercermin membuat seseorang beresiko suka membandingkan kondisi (fisik) diri sendiri dengan orang lain, yang nantinya bisa membuat stres dan banyak pikiran, bahkan mungkin membenci diri sendiri. Ini nantinya menyebabkan seseorang kesulitan untuk menjadi dirinya sendiri, mengalami kehilangan identitas, bahkan tidak lagi bisa mengenali kepribadian dan jati diri.

Secara umum hindari terlalu banyak pikiran, buanglah segala 'kebisingan' yang ada di kepala Anda, terutama pada hal-hal yang negatif. Banyak pikiran adalah hal yang harus dihindari agar Anda bisa hidup dengan tenang. Pikirkan hal-hal penting yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Mencintai Diri Sendiri. Untuk dapat mengenali diri sendiri, maka sebelumnya Anda harus bisa mencintai diri sendiri. Ingatlah bahwa setiap pribadi itu UNIK, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, oleh karena itu tidak sepatutnya Anda merasa lemah dan berputus asa sehingga tidak mencintai diri sendiri.

Selalu ingat bahwa setiap orang punya kekuatan atau kelebihannya masing-masing, termasuk diri Anda. Sebagian orang lebih sering memikirkan kekurangannya daripada meyadari kelebihan yang dimilikinya. Jika Anda termasuk orang yang lebih sering memikirkan kekurangan daripada kelebihannya diri sendiri, maka mulai sekarang perlu fokus untuk mendeskripsikan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki.

Kadang tanpa disadari, sebenarnya orang lain lebih tahu apa yang menjadi kelebihan Anda, itu bisa jadi karena Anda terlalu fokus memikirkan kekurangan diri, atau mungkin Anda terlalu sering membandingkan pencapaian diri dengan orang lain yang ujung-ujungnya membuat Anda jadi minder, akibatnya Anda bisa-bisa trauma dan bahkan punya pikiran selalu lemah dalam segala hal.

Akibatnya bukannya berusaha meningkatkan kemampuan diri, tapi Anda justru terjerumus di pikiran negatif atau perasaan menganggap diri tidak bisa apa-apa. Hal seperti ini juga membuat Anda jadi kurang mencintai diri sendiri.


Sebenarnya tidak ada yang salah dari mengakui kekurangan diri sendiri, tapi Anda juga perlu berfokus menyadari kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Dengan menyadari kelebihan yang dimiliki, maka ini menjadi kunci awal untuk berkembang. Anda tidak akan bisa berkembang jika tidak mengetahui kelebihan, minat atau bakat diri sendiri.

Setelah itu barulah berfokus pada kekurangan Anda dan mencari solusi mengatasinya. Dengan menyadari kelebihan dan kekurangan secara berimbang, ini sangat penting untuk meningkatkan potensi atau kualitas diri, dan Anda juga akan semakin termotivasi.

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri juga membuat Anda sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, sehingga sebuah KESALAHAN BESAR jika Anda memaksa diri sendiri harus menjadi pribadi yang sempurna dalam segala sisi, Anda hanya akan menjatuhkan diri ke dalam bahaya kelelahan fisik dan mental kronis, sehingga hindari kebiasaan suka menuntut sempurna.

Dengan begitu juga, Anda jadi tahu bahwa kegagalan adalah hal yang normal, apalagi pada usaha yang pertama kali. Setiap orang pernah mengalami kegagalan, jadi jangan menganggap kegagalan sebagai sebuah kiamat. Justru ketika seseorang mengalami kegagalan, akan ada banyak hal (pelajaran) yang bisa diambil untuk menjadi lebih baik lagi.

Para ilmuwan dan pengusaha besar adalah orang-orang yang paling sering mengalami kegagalan, dan mereka terus berusaha. Sehingga dari sini dapat diketahui bahwa sifat mudah PUTUS ASA adalah musuh terbesar yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan potensi seseorang. Ketika Anda merasa lemah sehinga hal ini terasa sangat berat bagi diri Anda -bahkan mulai muncul perasaan putus asa- maka jangan biarkan perasaan itu terus mengendap di dalam jiwa. SETIAP ORANG ITU UNIK.

Saat kondisi Anda sedang ‘down’ seperti itu, maka jangan terpaku pada kekurangan-kekurangan yang dimiliki, cobalah menyadari kekuatan atau kelebihan Anda, pasti ada karena setiap orang itu unik, dengan begitu Anda bisa berkembang.


Anda perlu mulai melakukan sesuatu untuk diri sendiri, luangkan waktu khusus untuk aktivitas diri sendiri seperti hobi, mengembangkan skill dll. Anda juga perlu bercerita ke teman atau orang terdekat lalu tanya pendapat mereka tentang diri Anda, dengan begitu Anda bisa tahu bagaimana sosok Anda dimata mereka, tapi sebelumnya Anda perlu mempersiapkan diri untuk menerima kritik dan saran guna meningkatkan potensi atau kualitas diri.

Setiap orang pasti punya kekurangan dalam diri masing-masing, sehingga itu jangan terlalu dipikirkan, karena intinya tinggal bagaimana Anda bisa memanfaatkan kekuatan atau kelebihan yang dimiliki.

Jangan meremehkan orang lain, Anda tidak tahu apa saja yang menjadi kelebihan dari orang lain. Dengan terbiasa memiliki sifat respect (menghormati) orang lain, Anda akan menjadi pribadi yang disenangi oleh lingkungan sosial. Sifat meremehkan muncul karena Anda terlalu fokus pada orang lain, bukan diri sendiri.

Untuk menghilangkan sifat sombong tersebut (suka meremehkan orang lain) Anda perlu fokus pada diri sendiri, untuk mengenali diri dan juga pengembangan diri, dengan begitu secara perlahan sifat sombong akan menghilang. Jangan suka mengurusi urusan dan privasi orang lain.

Minta Bantuan Teman Dekat. Untuk mengenali diri sendiri perlu adanya bantuan dari sahabat dekat Anda, dimana Anda butuh untuk mendapatkan sudut pandang lain tentang sosok diri Anda sendiri, orang yang paling mengenal Anda dengan baik adalah sahabat dekat Anda. Mintalah pendapatnya tentang diri Anda dan juga saran agar Anda dapat memperbaiki diri.

Dengan bantuan dari pihak lain, Anda akan lebih mudah mengetahui kekurangan sendiri, terima dan akui kekurangan yang dimiliki, sehingga membantu Anda mengenali kondisi diri sendiri secara akurat. Jangan ragu untuk mengakui dan menerima kekurangan diri, ingatlah tidak ada orang yang sempurna, jujur terhadap diri sendiri adalah hal yang sangat bagus, yang sangat membantu Anda untuk mengenali diri sendiri.


Buang Sifat Suka Menyalahkan Orang Lain. Hal pertama yang seharusnya Anda lakukan adalah melihat ke dalam diri sendiri, saat muncul masalah temukan dulu penyebabnya dari diri Anda sendiri, jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain. Sifat suka menyalahkan orang lain menyebabkan seseorang tidak akan mau untuk melakukan intropeksi diri, yang membuatnya tidak akan bisa berkembang.

Renungkan cara Anda berkomunikasi selama ini, sehingga Anda dapat lebih mengenali kepribadian diri sendiri, tidak perlu waktu lama-lama untuk melakukannya sehingga Anda nantinya bisa mengetahui lebih dalam dan lebih jelas tentang karakter diri sendiri. Perhatikan cara Anda berkomunikasi karena itu sangat menentukan kesuksesan Anda nantinya.

Perhatikan respon Anda terhadap kegagalan, apakah Anda marah-marah, putus asa, tidak mau melakukan apa-apa, menyalahkan orang lain dan semacamnya. Cara merespons kegagalan dapat menjadi bukti nyata dari kepribadian yang Anda miliki, apakah Anda masih kekanak-kanakan ataukah Anda benar-benar sudah dewasa untuk memikul sebuah tanggung jawab.

Jika Anda masih merespon kekecewaan atau kegagalan dengan cara negatif maka sudah seharusnya Anda memperbaiki diri, milikilah sifat pantang menyerah dan tahan banting sebagai tanda Anda adalah seorang dewasa yang sejati.

Menjadi Diri Sendiri. Ini adalah kunci agar Anda bisa menemukan kepribadian sejati di dalam diri, jangan paksakan diri Anda menjadi orang lain karena akan membuat Anda tersiksa dan kehilangan identitas diri. Hargai dan cintai diri Anda sendiri sebagai pribadi yang unik dan berkarakter.

Oleh karena itu jangan malu untuk menunjukkan bagaimana pribadi diri Anda sendiri, yakini bahwa tidak ada manusia yang sempurna, sehingga Anda harus berhenti suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain, selain itu jangan terlalu memikirkan pendapat negatif orang tentang diri Anda. Anda adalah pribadi unik, sehingga orang lain tidak boleh menyetir Anda.

Jangan melakukan sesuatu dengan kepura-puraan, ini penting agar Anda tidak kehabisan energi hanya untuk melakukan hal yang tidak disukai.

Mengenal diri sendiri menjadi titik awal menuju kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup, para ahli menjelaskan seseorang harus memiliki tujuan atau fokus di dalam kehidupannya, dengan memikirkan tujuan atau fokusnya tersebut akan membuat jiwa bersemangat. Cari tahu juga minat atau hobi yang Anda senangi (seperti hobi olahraga, belajar sejarah, teknik otomotif, programming dll).

Anda perlu menyadari kekuatan yang dimiliki, kekuatan tidak hanya mencakup kemampuan, keterampilan dan bakat, melainkan juga kekuatan karakter seperti ketekunan, rasa hormat terhadap orang lain, kecerdasan emosional, kemauan untuk terus belajar, sifat setia, mencintai keadilan dan sebagainya.

Dengan menyadari kekuatan diri, ini menjadi pondasi kuat untuk membangun karakter dan kepercayaan diri. Umumnya orang tidak percaya diri karena tidak mengetahui kekuatan terbesar dalam dirinya.

Selain itu kenali potensi yang dominan di dalam diri Anda, dan juga jangan takut berbeda dari orang-orang. Hargai diri Anda sendiri, menghargai diri bisa menjadi cara untuk menemukan potensi dan jati diri. Apalagi jika Anda memiliki potensi yang luar biasa unik, maka dapat membawa Anda ke peluang kesuksesan yang sangat besar.




Tulisan Terkait: