Cara Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Orang tua tentu ingin punya anak cerdas, kecerdasan memang bisa menurun dari orangtua ke anak, tapi yang paling penting adalah melatih dan mengoptimalkannya. Nutrisi yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan secara signifikan sangat mempengaruhi perkembangan otak anak, selain itu kasih sayang dan pendidikan orangtua ke anak berpengaruh besar terhadap tingkat kecerdasan anak.

Orangtua harus bekerja keras untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, tidak cukup sekedar memasukan anak ke sekolah bagus dan memberikan fasilitas. Anak cerdas lahir dari keluarga yang paham pola asuh dan pendidikan anak yang baik.

Walaupun memang ada faktor keturunan, tapi seorang anak tidak bisa cerdas dengan sendirinya. Sekalipun Anda sebagai orangtua ber-IQ tinggi, tidak serta merta anak Anda otomatis menjadi cerdas tanpa adanya parenting dan fasilitas berkualitas. Dan pada dasarnya, pendidikan dan perkembangan anak dimulai dari rumah, jadi orangtua jangan melulu sibuk dengan pekerjaan, sediakan waktu kebersamaan dengan anak dan mendidiknya. Lalu tambah pengetahuan atau wawasan tentang dunia parenting.

Anak Cerdas
Ilustrasi Anak Cerdas | Photo credit: shutterstock.com|By Sharomka

Anak cerdas dan pencapaian akademik yang baik itu berkat komitmen tinggi dari orangtua, sosok orangtua sangat menginspirasi jalan hidup dan kegiatan anak sehari-hari. Orangtua jugalah sebagai pihak pertama yang berperan dalam menanamkan rasa kepercayaan diri anak. Kepercayaan diri adalah modal dasar anak untuk bisa bersaing atau berkompetisi dengan orang-orang.

Jangan mengekang anak. Anak cerdas muncul dari orangtua yang paham tentang pentingnya proses eksplorasi anak. Terlalu banyak aturan tidak penting, suka memarahi dan mengekang anak dapat mematikan daya pikir serta kreatifitas anak, perkembangan kecerdasan anak juga terhambat. Anak seharusnya diberikan space dan fasilitas untuk bisa bereksplorasi, dengan begitu kecerdasannya akan terangsang dan berkembang dengan cepat.

Ini bukan berarti orangtua tidak mengajarkan disiplin, mengajarkan anak untuk disiplin adalah suatu keharusan, yang tidak boleh adalah mengekang hidup anak. Selain itu dukung pertemanan sehat untuk anak, proteksi anak dari orang-orang toxic yang memberikan pengaruh buruk. Anak harus berteman dengan orang-orang agar kecerdasan dan kemampuan bersosialnya terasah, hanya saja pastikan anak berteman dengan orang-orang yang memberikan pengaruh positif. Jauhkan anak dari orang-orang yang berbahaya.

Ciptakan hubungan baik orangtua dan anak. Seharusnya orangtua dan anak rutin berkomunikasi, dan hal ini dimulai sejak anak masih bayi. Sejak kecil, anak harus sering-sering diajak mengobrol, ini akan membantu kecerdasan anak berkembang cepat, selain itu anak bisa menguasai banyak kosa kata sejak kecil. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai anak sejak kecil menandakan anak tersebut cerdas.

Rutin berkomunikasi membuat anak merasa diperhatikan dan disayang. Penelitian telah menunjukan bahwa anak-anak yang medapatkan curahan kasih sayang dari orangtuanya punya tingkat kecerdasan lebih tinggi, bak itu kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan emosional (EQ). Adapun jika seorang anak merasa kurang diperhatikan, tidak disayang dan sering dimarahi biasanya akan mengalami gangguan perkembangan kecerdasan hingga gangguan kejiwaan.

Orangtua dan anak harus sering berkomunikasi (mengobrol). Sebagian orang tua jarang mengobrol dengan anaknya, jika Anda termasuk orang tua yang jarang mengobrol dengan anak sebaiknya Anda mulai untuk lebih perhatian pada anak, karena jarang mengobrol dengan anak berefek buruk pada kecerdasan, kemampuan bersosial dan berbahasa anak.

Ada orang tua yang menuturkan sebanyak 3000 kata per hari kepada buah hatinya, tapi yang lain hanya menuturkan 200 kata. Itu berarti antar keduanya ada perbedaan yang mencolok, dan hal tersebut menciptakan perbedaan drastis yang sangat terlihat saat anak berusia tiga tahun. Ketimpangan ini menjadi penyebab perbedaan kemampuan anak dalam berbahasa atau berbicara. 

Anak yang sering mengobrol dengan orangtuanya cenderung memiliki kemampuan berbicara dan prestasi akademik sekolah yang lebih baik. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika orangtua malah lebih sering bercengkrama dengan gawainya daripada mengobrol dengan anak.

Bentuk mengobrol juga seharusnya interaktif dua arah, yang banyak berbicara bukan hanya orangtua saja, anak juga harus punya porsi yang sama untuk berbicara. Sehingga masing-masing saling mendengarkan dan berbicara sehingga lebih interaktif. Kegiatan mengobrol ini selain membuat anak merasa diperhatikan dan disayang orangtuanya, juga dapat merangsang kecerdasan dan daya pikirnya.

Jadi jangan sampai anak hanya bermain gadget seharian, usahakan untuk punya banyak waktu mengobrol dengan anak. Singirkan gadget dari anak dan mulailah obrolan interaktif. Saat anak berbicara atau bercerita jangan dipotong, biarkan anak menyelesaikan ceritanya dengan semangat, orangtua harus mendengarkan dan memberikan perhatian penuh terhadap cerita anak, lalu jangan lupa memberikan respon positif setelahnya.

Kehidupan sosial yang baik sangat diperlukan untuk perkembangan kecerdasan anak yang optimal. Anak-anak yang dekat dengan orangtua juga biasanya lebih percaya diri dan berani menyampaikan pendapatnya. Anak yang terbiasa diajak mengobrol orangtuanya tumbuh menjadi anak berani karena di keluarganya dia terbiasa diberi ruang untuk berbicara, sehingga saat berbicara di depan banyak orang dia tidak canggung.

Pemberian Apresiasi Terhadap Anak. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga butuh dihargai dan diakui keberadaannya sehingga anak bisa tumbuh dengan cepat secara mental dan kecerdasannya. Penelitian menemukan bahwa anak-anak yang merasa dihargai orang tuanya, punya kemampuan belajar yang lebih baik dan memperoleh nilai akademis lebih tinggi di sekolah. Peneliti menjelaskan bahwa anak-anak yang merasa dihargai punya semangat belajar yang tinggi. 

Orangtua yang pandai mengapresiasi anak, biasanya memiliki anak yang percaya diri dan punya kecerdasan diatas rata-rata. Dengan begitu pemberian apresiasi terhadap anak memiliki peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Orangtua jangan malas untuk mengapresiasi setiap usaha anak, sehingga menumbuhkan sikap peduli dalam diri anak, membuatnya merasa dihargai, anak bisa lebih bahagia dan terhindar dari stres.

Memberikan apresiasi berarti menunjukkan orangtua menghargai apa yang dilakukan anak, hal ini otomatis membuat anak bahagia. Jadi, sebuah apresiasi dapat menciptakan emosi positif yang menjadikan anak bahagia, atmosfer bahagia dalam diri anak sangatlah penting untuk tumbuh kembangnya.

Dorong anak untuk punya rasa ingin tahu yang tinggi. Pada dasarnya anak ingin tahu tentang berbagai macam hal. Jadilah anak cerewet suka bertanya ini dan itu, kenapa begini kenapa begitu dsb. Jika anak Anda cerewet atau suka bertanya maka jangan dimarahi, bersabarlah jawablah keingintahuan anak tersebut karena bermanfaat untuk perkembangan daya pikir dan kecerdasannya.

Anak yang suka bertanya menandakan kecerdasan berkembang dengan baik, apalagi jika pertanyaannya bisa mendetail. Orangtua perlu sabar-sabar menjawab pertanyaan anak yang tampaknya remeh, tapi sangat berarti buat si anak. Adapun memarahi anak yang bertanya dapat mematikan rasa keingintahuan dan kecerdasannya. Saat pertanyaan anak terlalu sulit, maka berterus teranglah pada anak bahwa Anda tidak bisa menjawabnya.

Rangsang kemampuan verbal anak. Bahkan sejak dini orangtua sudah bisa melihat tanda-tanda anak yang punya kecerdasan diatas rata-rata, yang bisa dilihat dari kemampuan verbalnya. Anak yang cerdas umumnya terlihat dari kemampuan verbalnya yang menakjubkan, dimana si anak memiliki kosakata yang jauh lebih luas dibandingkan teman-teman sebayanya. Hal inilah yang membuat anak terkesan lebih dewasa dari ucapan-ucapannya.

Jika anak Anda memiliki kemampuan verbal yang menakjubkan maka patut bersyukur dan Anda harus lebih bersemangat untuk mengembangkan kecerdasannya. Hanya saja sebagian orangtua justu salah merespon kelebihan anak ini, seperti mengatakan “Kamu kok bicaranya kaya orang dewasa, sih”

Dimana orangtua menganggap kelebihan anak tersebut sebagai sesuatu yang aneh. Sehingga bukan apresiasi yang diterima anak justru kebalikannya. Sikap yang salah seperti itu dapat menghambat perkembangan kecerdasan anak. Seharusnya orangtua mengangkat moral anak, ini terlihat dari interaksi sehari-hari yang dimana orangtua seharusnya menghargai perkataan dan perbuatan anak, serta mendengarkan baik-baik ucapan anak.

Banyak orangtua yang berinteraksi dengan anak hanya untuk lucu-lucuan atau becandaan yang gak jelas, akhirnya anak tidak berkembang-berkembang akibat si orangtua yang tidak tahu cara mengoptimalkan masa emas anak.

Perhatikan Gizi Anak. Usia 0-12 tahun merupakan masa dimana otak anak mengalami pertumbuhan sangat pesat. Khususnya lagi pada usia 0-4 tahun yang disebut sebagai ‘masa kritis’ bagi perkembangan otak anak. Orangtua harus benar-benar jeli dan perhatian besar terhadap asupan gizi anaknya yang berusia 0-12 tahun.

Usahakan agar anak sejak kecil menyukai sayuran dan buah-buahan, anak jangan sering diberikan snack ringan (ciki) karena nantinya anak tidak menyukai sayur. Asupan makanan sehat sangat besar pengaruhnya pada petumbuhan dan perkembangan otak anak, yang nantinya mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Makanan sehat dan bergizi seimbang seperti daging, telur, ikan, biji-bijian utuh dll, variasikan asupan lauk pauk untuk anak. Adapun sayuran dan buah-buahan usahakan untuk dikonsumsi setiap hari. Jangan lupa menawarkan yoghurt atau susu pada anak. Selain itu jangan sampai anak melewatkan saparan pagi hari karena itu sangat penting untuk tumbuh kembangnya.

Kurangi konsumsi makanan kurang sehat seperti mie, gorengan, junk food, fast food dan sebagainya. Kurangi juga penggunaan minyak goreng karena kurang sehat. Kecerdasan otak anak ditunjang dari asupan makanan sehat dan cukupnya asupan cairan (air putih), sehingga anak bisa lebih fokus dan mudah menyerap informasi atau pelajaran di sekolah. Jenis nutrisi yang dikonsumsi dari makanan dan minuman akan membentuk cara tubuh dan otak anak tumbuh.

Adapun gizi yang rendah, pola makan yang buruk dan tidak seimbang bisa mengakibatkan gangguan fisik, termasuk gangguan pertumbuhan otak. Bahkan penelitian menunjukkan tentang pentingnya asupan air putih pada anak karena bisa memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan otaknya. Anak-anak yang minum lebih banyak air (mencukupi kebutuhan tubuh) memiliki ingatan yang lebih baik dan lebih cerdas dalam mengerjakan tugas-tugas.

Peneliti juga menjelaskan bahwa konsumsi asupan yang mengandung pemanis buatan dan pengawet berpengaruh terhadap penurunan nilai tes akademik anak.

Berikan anak pengalaman baru, salah satu caranya yaitu dengan mengajak anak pergi ke tempat-tempat yang punya nilai edukasi. Beberapa tempat bagus yang perlu dikunjungi yaitu museum, kebun binatang, perpustakaan, pantai, taman bunga, taman kota dsb. Tempat yang bagus dikunjungi secara rutin yaitu taman hijau (taman kota) karena merupakan tempat yang nyaman dan asri, disana anak akan melihat dan bertemu banyak orang sehingga tidak lagi canggung berada di keramaian.

Dan mungkin anak akan berinteraksi dengan anak-anak sebayanya, yang hal ini sangat bagus untuk mengasah kecerdasannya dan skill bersosialnya. Jadi silahkan anda liburan akhir pekan di tempat yang bagus dan menarik, tapi usahakan memilih tempat yang punya nilai edukasi sehingga dapat menambah pengalaman anak. Semakin banyak pengalaman yang didapatkan anak, itu bagus untuk perkembangan kecerdasannya. Anak pasti memikirkan tentang tempat atau pengalaman baru yang didapatkannya. 

Selain itu mengajak anak outbond juga sangat bagus untuk menambah pengalamannya. Walaupun mungkin melelahkan cobalah merayu anak agar mau, setidaknya sekali dalam sebulan. Kegiatan outbond juga melatih keberanian anak. Jika dana terbatas sehingga tidak memungkinkan pergi ke tempat-tempat edukatif, setidaknya orangtua mendorong anak untuk aktif melakukan aktivitas.

Jika ingin anak tumbuh cerdas, orangtua perlu membiasakannya untuk aktif berkegiatan sejak kecil, jauhkan sifat malas dalam diri anak. Jika anak seharian hanya tidur-tiduran sambil bermain gadget/game di rumah, maka otak dan tubuhnya tidak aktif, akibatnya fisik dan kecerdasannya tidak berkembang.

Ajak anak beraktivitas, misalnya berolahraga. Kegiatan aktif seperti berolahraga sangat bagus untuk meningkatkan sirkulasi darah ke otak, yang menjadikan otak menerima lebih banyak oksigen dan nutrisi. Itu adalah salah satu faktor meningkatnya fungsi otak yang sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Pengalaman bagus lainnya untuk anak yaitu ajak anak membaca bersama. Usahakan anak aktif dengan kegiatan-kegiatan positif, tapi pastikan juga waktu istirahat/tidur anak terpenuhi dengan baik. Usahakan anak sudah tidur jam 8-9 malam sehingga mendapatkan tidur yang berkualitas, jauhkan gadget dan perangkat elektronik dari anak saat malam hari. Tidur berkualitas sangat penting untuk tumbuh kembang otak anak yang optimal, selain itu juga baik untuk kesehatan anak secara umum.


Tulisan Terkait: