18 Bahaya Orangtua Pilih Kasih (Menghancurkan Masa Depan Anak)


Orangtua harus berusaha memperlakukan anak-anaknya secara adil, walaupun mungkin dalam pelaksanannya terjadi satu-dua kekeliruan.

Hati orangtua mungkin punya kecenderungan pada salah satu anak (karena anak tersebut pintar, cerdas, patuh pada orangtua, dsb) tapi usahakan untuk tidak ditampakan.

Anak Laki-Laki Bersedih
Gambar: Anak Laki-Laki Bersedih | Photo credit: Shutterstock.com / By RimDream

Contoh keadilan, saat orangtua ingin memberikan hadiah maka pastikan semua anak dapat. Jangan hanya sebagiannya saja yang diberi hadiah. Adapun jenis hadiah bisa disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak

Berikut bahaya orangtua pilih kasih:

1. Jika anak merasa orangtuanya pilih kasih, menyebabkan situasi keluarga menjadi tidak harmonis.

2. Anak yang satu cemburu pada yang lainnya, sehingga hubungan sesama saudara menjadi buruk.

3. Keretakan antar saudara kandung dan membuat mereka tidak dekat. Perpecahan bisa berlanjut hingga dewasa. Untuk anak yang merasa ‘ditelantarkan’ beresiko mengalami depresi, menjadi pemarah, diliputi rasa cemburu dan kebencian.

4. Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang akan kesulitan menerima dirinya sendiri, sebagaimana dirinya merasa tidak diterima oleh orangtuanya.

5. Anak tidak nyaman berada di tengah keluarganya sendiri. Anak merasa dikucilkan.

6. Anak merasa tidak bahagia dan kebingungan dalam menjalani hidupnya. Anak akan terus terjebak dalam pertanyaan “Apa yang membuat aku berbeda?”, atau “Apakah aku aneh?”

7. Anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang akan kehilangan kepercayaan (lost trust) pada orangtuanya.

8. Anak merasa tidak berharga dan tidak berarti.

9. Anak cemburu pada saudaranya yang akhirnya memicu rasa kebencian, bahkan pertengkaran akan sering terjadi.

10. Anak yang kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtua cenderung punya perasaan benci (bahkan dendam) pada orang tuanya sendiri.

11. Anak beresiko mencari pelarian ke lingkungan-lingkungan negatif, yang dianggapnya bisa membuatnya merasa nyaman dan diterima.

12. Anak merasa kurang nyaman di tengah keluarga, dirinya bingung mau cerita/curhat ke siapa.

13. Anak rentan melakukan perbuatan tidak terpuji di masyarakat, bahkan tindakan kriminalitas.

14. Anak memiliki prilaku dan emosi yang tidak terkendali. Terjadi ketidakstabilan emosi dan psikologis dalam diri anak.

15. Anak tidak akan patuh pada orangtuanya, dan tidak akan mau mendengarkan nasehat/masukan dari orangtua.

16. Muncul persaingan sesama saudara kandung, tapi ini bukanlah persaingan yang positif, dimana setiap anak saling SIKUT-SIKUTAN untuk mendapatkan posisi terbaik di mata orangtua.

17. Kesehatan mental anak menjadi buruk, ironisnya ini terus berlangsung seumur hidup (hingga masa dewasanya).

18. Anak terpuruk dalam kebingungan-nya sendiri memikirkan sikap orang tuanya yang lebih sayang pada adik/kakaknya.

loading...

Tulisan Terkait: