Anak Bermasalah di Sekolah, Orangtua Harus Berbuat Apa?


Dalam proses perkembangannya di sekolah, anak bisa saja memiliki masalah seperti:
  • Tidak mengerjakan PR
  • Kurang mampu menyerap pelajaran.
  • Nakal.
  • Tidak memperhatikan guru yang sedang menerangkan.
  • dll.

Saat anak memiliki masalah di sekolahnya, orangtua wajib mendampingi dan membimbing.

Siswa Upacara Bendera
foto: merdeka.com

Mengatasi Anak Bermasalah di Sekolah

Peyimpangan anak bertingkat-tingkat, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Orangtua harus memiliki sikap yang tepat dan benar dalam merespon penyimpangan anak.

Sikap disiplin dan taat peraturan. Ini perlu dilatih, anak yang sejak kecil sudah dilatih disiplin dan taat peraturan akan lebih mudah diarahkan.

Adapun jika anak dari kecil dibiarkan saja untuk bersikap seenaknya, terlalu dimanja dan tidak pernah ditegur saat salah, akibatnya anak tersebut suka melawan saat dinasehati.

Anak nakal harus dibimbing untuk memahami arti kedisiplinan serta menaati aturan dan norma masyarakat, ini harus ditanamkan dalam dirinya.

Pendekatan dan saling percaya juga sangat penting dalam membimbing anak, selain mengajarkan disiplin, setiap pihak (anak bermasalah, orangtua, guru, guru BK) harus menjalin kualitas hubungan yang baik dan saling percaya.

Sejujurnya membimbing anak itu sulit karena butuh kesabaran. Anak seringkali menolak nasehat orangtua, itu karena anak belum percaya pada orangtuanya.

Orangtua harus mencari cara untuk mengambil hati anak. Jika orangtua sudah mendapatkan kepercayaan dari anak, maka setiap nasehat orangtua akan didengarkan oleh anak.

Berikut cara mengambil hati anak:
  • Apapun dikatakan anak, jangan mencela dan meremehkannya. Sehingga anak merasa nyaman berbicara dengan Anda.
  • Saat anak terlihat sedih dan memiliki problematika, dekati anak dan berikan perhatian.
  • Memberikan hadiah akan membuat anak senang.
  • Anggap mereka teman, menyelaraskan adalah hal terpenting dalam hubungan dengan anak. Saat anak curhat tentang apa saja, dengarkan dengan baik dan berikan tanggapan. Jangan sekali-kali meledek anak, apalagi anak zaman sekarang punya ego tinggi sejak kecil.
  • Anak kecil tidak suka dimarahi.
  • Jangan terlalu sering menyalahkan anak.
  • Puji hasil karya anak, meskipun terlihat kurang bagus. Jika ingin mengkritik lakukan dengan bijak dan hati-hati. Jangan sering mengkritik.
  • Jawab pertanyaan anak dengan kalimat yang mudah dimengerti.
  • Sabar. Sikap sabar sangat dibutuhkan orangtua dalam melaksanakan tugas berat ini, namanya anak-anak sering penasaran untuk melakukan hal yang aneh-aneh.

Jika orangtua dipanggil ke sekolah karena anak memiliki masalah di kelasnya, orangtua harus tetap tenang dan jangan sampai emosi. Tidak semua orangtua paham tentang kondisi pergaulan anak di sekolah ataupun bagaimana anak mengikuti pelajaran.

Saat dipanggil ke sekolah, dengarkan dengan baik penjelasan dari guru anak, sehingga nantinya Anda bisa mengetahui apa yang menjadi masalah anak di sekolah. Hadapi problematika dengan kepala dingin.


Bangun komunikasi yang baik dengan guru. Orangtua tentunya tidak bisa mengawasi anak seharian penuh, perlu komunikasi rutin dengan guru di sekolah tentang kondisi dan perkembangan anak Anda.

Dengan komunikasi baik, permasalahan anak bisa diatasi dengan lebih mudah, khususnya mengenai permasalah bullying di sekolah.

Komunikasi orangtua dan anak juga sangat penting, tingkatkan komunikasi di rumah, sering-seringlah memulai obrolan ringan dengan anak.

Tanyakan pada anak tentang apa saja hal-hal menyenangkan saat hari-harinya di sekolah, setelah anak merasa nyaman berbicara dengan Anda, maka mulailah mencari tahu apakah anak memiliki kesulitan di sekolahnya.

Bangunlah kehangatan, keharmonisan dan kelembutan di dalam keluarga, sehingga anak mau berbicara terbuka pada orangtua.

Hubungan yang harmonis dan terbuka ini membuat anak mau menceritakan masalahnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika anak menceritakan tentang perbuatannya yang buruk, hindari memarahi dan menghakimi anak.

Memberikan nasehat bukan dengan emosi dan sikap keras. Nasehat seharusnya dilakukan dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang.

Jika ini dilakukan, anak akan percaya dan merasa nyaman untuk curhat tentang masalahnya pada orangtuanya.

Dengan begitu orangtua bisa dengan mudah mengetahui masalah sebenarnya yang dimiliki anak, sehingga segala problematika anak lebih mudah diatasi.

Hubungan terbuka dan saling percaya antara orangtua dan anak adalah kuncinya.

Separah apapun perilaku anak, orangtua harus tetap menjaga emosi. Memarahi dan memaki anak habis-habisan justru membuat masalah semakin buruk.

Yang harus dilakukan orangtua adalah berpikir tenang untuk mencari cara mengatasi masalah anak.

Untuk merubah anak menjadi lebih baik butuh proses, sehingga jangan terburu-buru.

Mungkin anak tidak langsung berubah saat dinasehati, tapi jangan pernah putus asa untuk menasehati anak dengan cara yang baik, karena lama-kelamaan anak akan berubah menjadi lebih baik (sedikit-banyaknya).

Jangan pernah putus asa memberikan nasehat untuk anak, dan berikan nasehat dengan penuh kasih sayang.

loading...

Hal yang juga harus diketahui, memberikan masukan/nasehat jangan terlalu sering karena dapat membuat anak merasa jengkel.

Menasehati anak setiap hari tentu bukanlah sikap yang bijak. Bayangkan saja jika Anda dinasehati atau dikritik setiap hari oleh seseorang, tentunya merasa jengkel kan?

Menasehati bisa dilakukan beberapa hari sekali, ataupun satu kali dalam seminggu.

Pahami anak sebagai pribadi yang berkembang. Setiap anak memiliki tahapan demi tahapan dalam perkembangannya. Tahapan perkembangan seorang anak sangat berbeda dengan cara berpikir yang dimiliki orangtua.

Itu artinya, jangan terlalu memaksa anak untuk mengikuti cara berpikir sebagaimana Anda. Tentu orangtua ingin agar anak melakukan hal yang benar sesuai dengan harapan orangtua, tapi hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Jadilah orangtua yang bijak.

Tidak perlu panik jika kesalahan anak berupa kesalahan yang mendasar, seperti tidak mengerjakan PR, tidak memerhatikan guru yang menerangkan, ataupun sulit memahami pelajaran. Sikapi dengan tenang, lalu bantu anak mengatasi masalahnya.

Adapun jika anak berada dalam problem yang berat seperti narkoba, tawuran, bullying (baik sebagai korban ataupun pelaku), maka perlu adanya pendampingan dari tenaga ahli, karena ini permasalahan yang berat yang terkait dengan psikis anak.

Misalnya anak merupakan korban bullying dan mengalami trauma atas prilaku lingkungannya, kondisi seperti ini tidak bisa membaik dengan sendirinya, perlu bantuan segera dari psikiater atau psikolog.

Jika tidak diobati/diatasi, rasa trauma akibat bullying akan terus ada seumur hidup.

Penutup
Tulisan ini jangan hanya dijadikan teori, tapi segera praktekan.

loading...

Tulisan Terkait: