9 Perbedaan Mengasuh Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Harus Diketahui


Orangtua harus mengetahui pola pengasuhan yang tepat antara anak laki-laki dan perempuan.

Diperlukan sensitifitas orang tua untuk mengetahui pola asuh yang tepat, baik itu dalam hal karakter maupun gender anak.

Keluarga
Keluarga | Photo credit: 123rf.com | ximagination

Anak laki-laki dan perempuan berkembang dengan ada beberapa perbedaan, juga setiap anak itu unik, punya karakter dan sifat masing-masing. Dengan begitu pola asuh bermacam-macam (sesuai kondisi anak), demikian juga faktor gender sangat mempengeruhi.

Berikut hal-hal yang harus diketahui:

1. Kemampuan Motorik Anak Laki-Laki dan Perempuan Berbeda
Keterampilan motorik kasar (seperti melompat, berlari, menjaga keseimbangan, dll) cenderung lebih cepat berkembang pada anak laki-laki.

Adapun kelebihan anak perempuan ada pada kemampuan motorik halusnya, seperti menulis, menjahit dan semacamnya.

Dengan perbedaan ini, maka orangtua tidak perlu kaget lagi jika umumnya anak laki-laki lebih suka melakukan aktivitas seperti berlari dan aktvitas fisik lainnya dibandingkan anak perempuan.

Hanya saja, faktor lingkungan juga ikut mempengaruhi. Misalnya anak perempuan yang dibesarkan di keluarga yang suka berolahraga, kemungkinan besar anak perempuan tersebut lebih suka melakukan aktivitas fisik seperti berlari.

Demikian juga, anak laki-laki yang dibesarkan di keluarga yang suka memasak, menulis ataupun melukis, maka si anak akan cenderung seperti itu juga.

Jadi, lingkungan juga sangat mempengaruhi pilihan aktivitas atau hobi anak nantinya. Tugas orang tua adalah mencari tahu bakat anak, lalu mengembangkan-nya.

2. Mainan yang Disukai
Anak laki-laki umumnya lebih memilih permainan seperti mobil-mobilan, robot-robotan dan semacamnya.

Adapun anak perempuan lebih memilih permainan seperti bokena-bonekaan, masak-masakan dan semacamnya.

Sebagai info, umumnya aktivitas anak laki-laki lebih menantang, seperti memanjat pohon. Hanya saja faktor lingkungan juga mempengaruhi.


3. Perbedaan Kemampuan Verbal
Peneliti mengungkapkan bahwa anak laki-laki umumnya cenderung lebih lambat dalam belajar berbicara. Adapun anak perempuan cenderung lebih cepat.

Jangan khawatir bagi Anda yang memiliki anak laki-laki, kemampuan berbicara anak laki-laki dapat meningkat secara signifikan, asalkan sering diajak mengobrol, berdialog ataupun membaca buku.

4. Pertumbuhan Tinggi Badan
Perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan, dari sejak bayi hingga masa remaja.

Pertumbuhan tinggi anak perempuan terjadi lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Tapi nantinya pada masa remaja, pertumbuhan tinggi anak laki-laki akan melampaui tinggi anak perempuan.

5. Perkembangan Fisik
Pubertas pada anak perempuan (seperti menstruasi dan perubahan bentuk pay*d*ra) terjadi lebih cepat, adapun perubahan pada anak laki-laki seperti perubahan suara dan munculnya jakun agak terlambat 1-2 tahun setelahnya.

Orangtua bisa memberikan edukasi tentang pertumbuhan fisik ini saat anak memasuki masa pubertas.

Sehingga anak merasa siap dan tidak kaget dengan perubahan yang terjadi. Beritahu anak bahwa dirinya tidak perlu takut atau cemas dengan perubahan fisik yang terjadi di masa pubertas.

6. Perbedaan Perilaku
Orangtua harus memahami perbedaan prilaku anak laki-laki dan perempuan. Sifat anak perempuan umumnya lebih lembut, adapun sifat anak laki-laki umumnya agak keras.

Sehingga jangan berharap kalau anak laki-laki akan bereaksi dengan cara yang lembut seperti halnya anak perempuan.

Walaupun sifat anak laki-laki umumnya lebih keras, tapi jangan melarangnya untuk menangis, biarkan anak laki-laki mengekspresikan emosinya.

Demikian juga, jangan melarang anak perempuan bermain di luar rumah, walaupun pada dasarnya anak perempuan lebih suka di rumah.

7. Perbedaan Kegemaran atau Minat
Orangtua harus memahami bahwa anak laki-laki dan perempuan pada dasarnya memiliki kegemaran berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan. Biasanya anak lelaki lebih tertarik kegiatan bersifat fisik, adapun anak perempuan lebih menyukai bidang yang membutuhkan ketekunan.

8. Perbedaan dalam Mendengar
Anak laki-laki umumnya jauh lebih sulit diatur. Anak lelaki seperti enggan mendengarkan saat diberikan nasehat. Tapi hal ini masih dimaklumi, peneliti menjelaskan sebabnya pendengaran anak laki-laki tidak sebaik anak perempuan sejak lahir.

Dimana pendengaran anak perempuan lebih sensitif, dan pusat-pusat verbal di dalam otaknya berkembang lebih cepat. Hal inilah yang membuat anak perempuan dapat merespon lebih baik saat dinasehati ketimbang anak laki-laki.

9. Perbedaan Lainnya yang Harus Dipahami
Sebelum remaja, umumnya anak laki-laki lebih dekat dengan ibu, adapun anak perempuan lebih dekat dengan ayah. Tapi setelah remaja, kondisi bisa berubah.

Anak lelaki lebih agresif sehingga perlu lebih diawasi, tapi jangan sampai mengekang. Jika anak laki-laki terluka ringan saat berlarian, maka itu risiko alami, orangtua hanya perlu mengarahkan anak agar berhati-hati, serta memberitahu mana yang bahaya dan tidak.

Hal lainnya yang perlu diketahui:
  • Anak laki-laki lebih rentan dari gangguan neuropsikiatrik saat di kandungan, sehingga lebih beresiko terkena gangguan tumbuh kembang seperti ADHD atau autisme.
  • Sebagai orangtua yang baik, terapkan pola asuh yang fleksibel, ekspresif, tidak emosional dan berpikiran terbuka (open minded).

loading...

Tulisan Terkait: