13 Tips Berbagi Tugas Mengasuh Anak dengan Suami


Merawat anak bukanlah tanggung jawab istri semata, seorang suami juga harus berperan aktif dalam mendidik anak.

Orangtua dan Anak
Orangtua dan Anak | Photo credit: Shutterstock.com

Langsung saja, berikut kiat-kiat bekerja sama dan berbagi tugas dalam mengasuh anak:

1. Saling Percaya
Hal pertama yang paling penting adalah saling percaya antara suami-istri. Ini menjadi pondasi awal dalam usaha mendidik anak.

Ketidakpercayaan bisa menjadi masalah besar, dimana istri menilai suaminya tidak mampu merawat anak, atau suami menilai istrinya tidak becus merawat anak.

Kedua pihak harus berkomitmen untuk saling percaya, serta saling menutupi kekurangan masing-masing.

Hindari mencela pasangan dengan perkataan seperti: “Kamu tidak mampu mengurus anak”.

2. Atur Pembagian Tugas
Buatlah daftar pembagian tugas yang jelas antara suami-istri. Contohnya: saat pagi hari dimana anak-anak akan pergi ke sekolah dan ayah akan pergi bekerja.

Maka bagilah tugas antara suami dan istri. Tugas Istri yaitu memasak, menyediakan alat makan, hingga membangunkan suami.

Adapun tugas suami yaitu membangunkan anak-anak, menyuruh anak mandi, menyiapkan alat-alat sekolah anak, setelah semuanya selesai barulah sang suami mempersiapkan diri berangkat ke kantor.

Dengan pembagian tugas ini akan meringankan beban istri.

Contoh lainnya: berbagi tugas saat di dapur, istri bertugas memasak nasi dan lauk pauk, adapun suami bertugas mencuci piring, mempersiapkan alat makan, dan memanggil anak-anak untuk makan.

Tugas-tugas lainnya seperti menyapu, mengepel, menemani anak belajar, membacakan cerita untuk anak, bermain dan mengobrol dengan anak, hingga belanja ke warung. Silahkan bagi tugas masing-masing.

3. Pastikan komunikasi berjalan dengan baik agar proses pengasuhan anak berjalan dengan lancar. Menjaga komunikasi, serta sikap jujur dan terbuka adalah kunci utama keharmonisan rumah tangga.

4. Saling menghargai antara suami dan istri, berilah pujian atas usaha pasangan dalam menjalani tugasnya.


5. Siapkan waktu berdiskusi tentang perkembangan dan kondisi anak. Siapkan waktu walau hanya 15 menit, tapi dilakukan setiap hari.

6. Sebagai orang tua yang baik, tentu harus bekerja sama dan berfikir mempersiapkan rencana untuk masa depan anak. Sediakan segala bekal penting untuk anak agar saat dewasanya bisa sukses.

7. Secara umum Ayah berperan mengajarkan sikap tegas dan keberanian kepada anaknya, adapun Ibu lebih berperan dalam mengajarkan sifat kasih sayang.

8. Walau begitu, suami-istri tetap bekerja sama dalam mengajakan sifat berani, tanggung jawab, kejujuran, kelembutan, kasih sayang, dll.

9. Suami-istri bekerja sama dalam memberikan arahan dan nasehat berkualitas untuk anak.

10. Hindari sebisa mungkin pertentangan dalam mendidik anak. Contoh kesalahan yang sering terjadi: anak berkata-kata kasar lalu si Ibu memberikan hukuman, tapi si Ayah mencegahnya, dan si anak menyaksikan hal ini.

11. Hendaknya ayah dan Ibu selalu kompak dan menghindari pertentangan. Jikapun berselisih/berdebat, maka jangan diperlihatkan di depan anak-anak. Berdebat di depan anak-anak sangatlah buruk.

12. Jika ada perbedaan pola asuh antara suami dan istri, maka sediakan waktu untuk mengadakan diskusi tentang metode pola asuh anak. Setelah ditemukan kata sepakat, baru diterapkan ke anak.

13. Jangan pernah mengkritik pasangan di depan anak-anak. Pastikan anak merasakan suasana keluarga yang harmonis.

loading...

Tulisan Terkait: