Dampak Positif & Negatif Penggunaan Dot Bayi


Dot bayi umumnya terbuat dari karet atau plastik. Penggunaannya untuk menenangkan bayi, orang tua sering memberikan dot ketika bayi mulai rewel.

Orang tua banyak yang mengandalkan penggunaan dot untuk menenangkan bayi, sehingga bayi akhirnya mau memulai tidurnya.

Bayi Ngedot
Bayi Ngedot | Photo credit: Alamy.com

Berikut berbagai dampak positif penggunaan dot:
  • Memberikan kepuasan untuk bayi.
  • Efektif menenangkan bayi saat rewel.
  • Bayi kecil yang dirawat di ruang perawatan intensif diberikan dot, hal ini selain untuk membuat bayi nyaman, juga untuk mempercepat pemberian minum oral dan mempercepat masa perawatan.
  • Mengurangi risiko terjadinya SIDS.

Adapun dampak negatif penggunaan dot:
  • Dikhawatirkan anak lebih suka dot daripada menetek.
  • Peningkatan risiko infeksi saluran pernafasan.
  • Peningkatan risiko infeksi saluran cerna.
  • Peningkatan risiko infeksi radang telinga tengah (OMA).

IDAI menjelaskan tentang masalah yang ditimbulkan dari penggunaan dot, yaitu adanya gangguan pada pola pengisapan bayi, hal ini dikhawatirkan menyebabkan bayi menolak untuk menetek.

Selain itu IDAI juga menjelaskan bahwa penggunaan dot bayi bisa meningkatkan infeksi saluran cerna dan pernapasan, risiko otitis media, hingga masalah maloklusi gigi (artinya gigi atas dan bawah yang tidak sejajar).

Penelitian oleh para ilmuwan dari University of Wisconsin-Madison menunujukan hasil yang meminta para orangtua agar tidak memberikan dot/empeng pada bayi laki-laki.

Itu karena pemberian dot/empeng untuk bayi laki-laki berdampak buruk pada perkembangan kemampuan emosionalnya.

Peneliti menjelaskan bahwa penggunaan dot pada bayi laki-laki akan mengurangi/membatasi kesempatan dirinya meniru ekspresi wajah orang lain, yang berarti menghambat perkembangannya dalam memahami emosi, selain itu anak juga kesulitan dalam belajar empati.

Masih dalam penelitian dari University of Wisconsin-Madison tersebut, juga menjelaskan bahwa penggunaan dot membuat bayi tidak bisa tersenyum sehingga cenderung sering cemberut, selain itu bayi kesulitan dalam mengatur alis.

Adapun pemberian dot pada bayi perempuan, disebutkan peneliti bahwa pemberian dot tidak menyebabkan hambatan perkembangan emosional.

Kesimpulan: Menyusui bayi jauh lebih baik daripada memberikan dot. Tapi Anda boleh-boleh saja menggunakan dot, tapi dalam kondisi tertentu saja. Utamakan menyusui langsung, sehingga membuat hubungan batin antara Ibu dan bayi semakin erat.

loading...

Tulisan Terkait: