6 Cara Benar Mendidik Anak Remaja yang Beranjak Dewasa


Mendidik anak remaja agar tidak salah jalan perlu usaha yang sungguh-sungguh. Jika remaja sudah terlanjur salah jalan, maka bukan hal mudah untuk memperbaikinya.

Perlu usaha dan proses panjang dari orang tua agar anaknya tumbuh menjadi remaja yang baik, berakhlak mulia, sayang pada orang tuanya, dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Anak Remaja
Anak Remaja | Photo credit: Mediabakery.com | Stoked

Langsung saja, berikut poin-poin penting dalam pendidikan anak remaja:

1. Ketahui Dahulu Psikologis Seorang Remaja

Umumnya masa remaja dimulai pada usia 13 tahun, dan berakhir pada usia 18-20 tahun.

Saat anak memasuki masa remaja maka terjadi perubahan yang signifikan dalam dirinya, baik itu secara fisik maupun psikolologis.

Pada masa remaja terjadi perubahan hormon yang salah satu dampaknya adalah perubahan mood (suasana hati), dimana umumnya remaja akan memiliki jiwa yang lebih sensitif, mudah terprovokasi dan mudah tersinggung.

Para orang tua harus mengetahui psikologis seorang remaja. Ada banyak perubahan mencolok pada diri seorang remaja.

Seorang remaja sudah mulai memiliki pemikiran sendiri, ingin diakui, dan tidak suka diperlakukan sebagai anak yang masih kecil.

Sehingga tidak jarang seorang remaja menentang aturan yang diberikan orang tuanya.

2. Pastikan Hubungan Orang tua dan Remaja Tetap Dekat

Seorang Remaja akan lebih jarang meminta bantuan orang tuanya dibandingkan saat dirinya masih anak-anak. Akan tetapi, pastikan hubungan orang tua dan remaja tetap dekat.

Kedekatan hubungan dengan anak remaja sangat penting, karena jika hubungan remaja dan orang tua renggang (jauh), maka remaja sangat rentan terjatuh ke dalam pergaulan yang buruk.

Sesibuk apapun orang tua dalam bekerja tetap harus memiliki WAKTU YANG MENCUKUPI untuk mengobrol bersama anak.


3. Berikan Teladan yang Baik

Seorang anak akan sangat meniru orang tuanya, sehingga orang tua harus memberikan teladan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Orang tua suka berteriak, maka anak pun akan mencontohnya, anak akan sering teriak pada orang tuanya.

Seorang anak kecil maupun remaja akan mencari “role model” bagi dirinya, jika anak meneladani orang yang memiliki sifat buruk maka anak nantinya memiliki sifat buruk itu juga.

Orang tua bukan hanya memberikan nasihat yang baik, tapi juga memberikan teladan yang baik.

Guru dan orang tua merupakan figur terbaik dalam pandangan anak, Ingat baik-baik hal ini! Anak akan melihat tindak-tanduk/adab/akhlak dari orang yang menjadi figurnya tersebut, yang nantinya akan ditiru anak.

4. Ajarkan Adab

Saat anak mulai memasuki usia remaja (13 tahun) maka tekankan pelajaran adab/bersikap, ini merupakan masa yang tepat untuk itu.

Berbeda dengan anak usia 5-10 tahun yang masih suka bermain dan berlari-lari sehingga belum bisa 100% ditekankan pelajaran adab.

Lunturnya pendidikan adab pada remaja berakibat fatal. Apalagi sekarang banyak kenakalan remaja (seperti tawuran, geng motor, dll) karena minimnya pendidikan adab dan moral.

Pendidikan adab ini tidak hanya tanggung jawab sekolah, orang tua juga memiliki kewajiban yang besar ini. Bahkan dari rumah-lah pendidikan adab/akhlak/moral dimulai.

Agar anak memiliki akhlak yang baik maka orang tua juga harus memiliki akhlak yang baik.

loading...

5. Munculkan Rasa Tanggung Jawab

Saat anak semakin besar maka berikan anak kepercayaan dan tanggung jawab sehingga dirinya sedikit-demi-sedikit terlatih untuk tidak selalu bergantung pada orang tuanya.

Selain itu hargai minat dan pendapat anak. Sebenarnya tidak hanya saat remaja, sejak kecil anak harus dihargai pendapatnya, hal ini akan melatih kepercayaan diri anak dan juga memunculkan sifat mandirinya.

Seorang remaja harus memiliki hobi/kebiasaan positif sehingga terhindar dari kegiatan negatif. Orang tua harus berperan aktif dalam mendorong hobi anak.

Dorong anak untuk memiliki kegiatan-kegiatan yang positif, khususnya pada usia remaja sehingga terhindar dari pergaulan buruk.

Motivasi anak untuk bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan-kegiatan dan kewajibannya. Seorang remaja harus mulai diajarkan rasa tanggung jawab sebagai bekal di usia dewasa.

Kesalahan yang sering terjadi adalah banyak orang tua membiarkan anak remajanya melakukan kegiatan tidak berguna, sehingga remaja tersebut tidak pernah dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab.

6. Hal Lainnya yang Harus Dilakukan
  • Wajib meluruskan kesalahan anak, tapi dengan cara yang bijak (jangan membentak-betak)
  • Sayangi anak remaja Anda dengan tulus, tapi bukan memanjakannya.
  • Berikan perhatian lebih saat anak sakit.
  • Jika anak melakukan kesalahan, utamakan hukuman yang mendidik daripada sekedar hukuman fisik.
  • Ajarkan anak adab masuk rumah, yaitu mengatakan Assalamualaikum.
  • Ajarkan anak adab berbicara yang sopan.
  • Proteksi anak dari pergaulan yang buruk/merusak.
  • Ajarkan anak berjuang dalam kehidupan dan menghadapi segala permasalahan.
  • Motivasi anak untuk hidup sederhana daripada menghambur-hamburkan uang.
  • Latih anak remaja untuk mengoptimalkan waktu sejak pagi dengan kegiatan-kegiatan berguna.
  • Latih anak remaja untuk membuang sifat malas sejauh-jauhnya.
  • Pupuk rasa semangat berjuang untuk menjalankan berbagai kegiatan berguna.
  • Lakukan rekreasi bersama keluarga untuk merefesh pikiran (misalnya dua kali dalam sebulan).

loading...

Tulisan Terkait: