Photo credit: Flickr.com / tup wanders
Ketika anak dipanggil, anak tidak boleh berteriak “Apa?” dari jauh, itu tidak sopan. Anak harus datang kepada orangtua, lalu berbicara dengan orang tua dari dekat.
1. Jadwal Jelas
Berikan anak rutinitas yang jelas yang dimulai dari pagi hari. Contohnya anak harus bersiap-siap dan sarapan tepat pukul 6:00. Hal ini harus selalu dilakukan setiap pagi, yang nantinya akan melatih anak untuk disiplin dan punya rasa tanggung jawab.
Agar anak bisa disiplin maka perlu adanya kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Biarkan anak berbicara untuk membantu Anda dalam membuat aturan. Sehingga anak akan lebih cenderung untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan bersama.
2. Kegiatan Melatih Disiplin
Berikan anak kegiatan sehingga melatih kedisiplinan dan kemandiriannya. Beberapa kegiatan yang bisa menjadi pilihan seru, misalnya berolahraga, bermain origami, belajar bahasa asing dll. Libatkan juga anak untuk membersihkan ruangan.
Intinya jangan sampai waktu anak kosong, pastikan agar anak memiliki kegiatan positif sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa produktif sejak kecil.
Pujilah ketika anak disiplin dalam kegiatannya. Anda bisa memuji anak setelah melakukan tugas dan kegiatannya.
3. Tidur Tepat Waktu
Ajarkan anak tidur tepat waktu untuk mengajarkan disiplin diri. Tidur tepat waktu membutuhkan usaha, kontrol diri dan pola keteraturan. Sebelumnya minta anak agar menyiapkan hal-hal yang diperlukan besok untuk sekolahnya.
4. Ucapan Jelas
Saat berbicara dengan anak, lakukan ucapan yang jelas sehingga dipahami anak secara terang benderang. Usahakan minimalisir tindakan dan ucapan yang plin-plan dan bikin anak bingung.
Mengajarkan jiwa disiplin dan tanggung jawab pada anak membutuhkan waktu.
Ini adalah hal yang harus diajarkan pada anak sejak dini.
Orangtua perlu mengingatkan anak saat melakukan kesalahan. Selain itu, ajari
anak untuk datang menghampiri ketika dipanggil orangtuanya.
Ketika anak dipanggil, anak tidak boleh berteriak “Apa?” dari jauh, itu tidak sopan. Anak harus datang kepada orangtua, lalu berbicara dengan orang tua dari dekat.
Cara Mengajarkan Anak Agar Disiplin dan Tanggung Jawab
1. Jadwal Jelas
Berikan anak rutinitas yang jelas yang dimulai dari pagi hari. Contohnya anak harus bersiap-siap dan sarapan tepat pukul 6:00. Hal ini harus selalu dilakukan setiap pagi, yang nantinya akan melatih anak untuk disiplin dan punya rasa tanggung jawab.
Agar anak bisa disiplin maka perlu adanya kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Biarkan anak berbicara untuk membantu Anda dalam membuat aturan. Sehingga anak akan lebih cenderung untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan bersama.
2. Kegiatan Melatih Disiplin
Berikan anak kegiatan sehingga melatih kedisiplinan dan kemandiriannya. Beberapa kegiatan yang bisa menjadi pilihan seru, misalnya berolahraga, bermain origami, belajar bahasa asing dll. Libatkan juga anak untuk membersihkan ruangan.
Intinya jangan sampai waktu anak kosong, pastikan agar anak memiliki kegiatan positif sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa produktif sejak kecil.
Pujilah ketika anak disiplin dalam kegiatannya. Anda bisa memuji anak setelah melakukan tugas dan kegiatannya.
3. Tidur Tepat Waktu
Ajarkan anak tidur tepat waktu untuk mengajarkan disiplin diri. Tidur tepat waktu membutuhkan usaha, kontrol diri dan pola keteraturan. Sebelumnya minta anak agar menyiapkan hal-hal yang diperlukan besok untuk sekolahnya.
4. Ucapan Jelas
Saat berbicara dengan anak, lakukan ucapan yang jelas sehingga dipahami anak secara terang benderang. Usahakan minimalisir tindakan dan ucapan yang plin-plan dan bikin anak bingung.
Berikan penyampaian atau perkataan yang jelas pada anak. Contohnya, jam berapa
Anda ingin anak pulang ke rumah maka katakan “jam 12 siang”. Bukannya
mengatakan sesuatu yang kurang jelas seperti “Jangan terlambat.”
5. Sikap Tegas
Terdapat beberapa contoh yang dilakukan Ibu dalam melatih kedisiplinan anak sejak dini, walaupun terkesan cukup kejam.
Ada seorang Ibu yang ingin mendisiplinkan anaknya saat duduk di carseat. Sang Ibu tidak pernah mentoleransi anaknya yang rewel saat duduk di carseat. Sang Ibu memberikan aturan pada anaknya untuk tidak rewel sepanjang perjalanan.
Sebagai Ibu yang secara rutin mengantar-jemput anak ke sekolah dengan perjalanan sekitar 1 jam, maka saat anak menangis di perjalanan, sang Ibu ‘sanggup’ untuk mencueki anaknya yang menangis.
Adapun umumnya Ibu akan “terpaksa” menepi untuk mengikuti keinginan sang anak. Adapun Ibu yang satu ini membuat aturan bahwa anaknya harus duduk di carseat sepanjang perjalanan.
Disiplin tingkat tinggi ini dilakukan sang Ibu supaya anak tidak manja karena protesnya selalu diakomodasi.
Sang Ibu mengaku bahwa diawal-awal mungkin anak akan menangis, tapi setelah berjalannya waktu anak akan terlatih dan tidak lagi rewel saat di jalan.
Contoh lainnya, ada orang tua yang mengatur waktu bermain anak dengan gadget. Jika orang tua memberikan jatah waktu 30 menit pada anak untuk bermain gadget, maka itu harus dipatuhi anak.
Setelah 30 menit maka anak harus berhenti bermain gadget, dan beralih ke aktivitas lainnya yang berguna.
6. Reward
Berikan imbalan edukatif ketika anak berhasil menerapkan disiplin dalam
hidupnya. Sehingga anak semakin bersemangat untuk menerapkan disiplin dalam
dirinya.
Setidaknya berikan anak pujian agar dia semakin termotivasi untuk disiplin,
lalu sesekali hendaknya membelikan hadiah yang disukainya sebagai kejutan
membahagiakan.
7. Metode Time-Out
Daripada bermain tangan pada anak (memukul), maka metode time-out lebih bagus untuk diterapkan dalam mendidik anak.
Metode time out ini cukup bagus tapi harus dilakukan dengan benar. Metode ini dilakukan untuk mendisiplinkan anak dengan waktu, dimana menyuruh anak menghadap tembok untuk diam dan merenungkan kesalahannya.
Lakukan metode ini dalam kondisi tertentu yang mengharuskan, jangan terlalu sering karena akan hilang keefektifan-nya. Selain metode time-out, pertimbangkan untuk menggunakan teknik mendisiplinkan yang bervariasi.
Saat menghukum anak dengan metode time-out, wajar jika anak merengek untuk meluluhkan hati orangtuanya, tapi hukuman tetap harus dijalankan.
Jika orangtua luluh maka hukuman menjadi tidak efektif. Hukuman tetap harus dijalankan agar anak merenungkan kesalahannya dan memberi penekanan kepada anak agar jangan mengulangi kesalahannya.
Setelah hukuman time-out selesai, maka anak bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Jangan lagi mengungkit-ungkit kesalahan anak karena anak sudah menjalani hukuman sebagai tebusannya.
8. Minta Anak Rapihkan Mainan
Cara agar anak disiplin dan tanggung jawab yaitu sejak dini biasakan
mengingatkan anak untuk merapihkan barang-barangnya (seperti mainannya dll).
Ini mendorong kesadaran dalam jiwa anak untuk terbiasa disiplin dan punya
rasa tanggung jawab.
9. Biarkan Anak Melakukan Sendiri
Misalnya ketika anak ingin mengenakan baju sendiri, maka biarkan dia
berusaha memakainya tanpa perlu dikomentari atau diburu-buru. Terutama saat
masuk SD maka dorong anak agar bisa pakai baju sendiri.
Jangan sampai orangtua melakukan kesalahan seperti tidak memberikan
kesempatan anak untuk mengerjakan sendiri. Jika anak tidak diberikan
kesempatan untuk berusaha, ini dapat menghambat perkembangan karakter
disiplin dan tanggung jawab.
10. Aturan
Seharusnya anak sejak kecil sudah dipahamkan dengan aturan. Jelaskan anak
beberapa aturan sederhana seperti saat di rumah dan di luar. Beri tahu anak
mengenai dampak akibat jika aturan dilanggar.
Dengan begitu, anak bisa paham bahwa terdapat aturan dan norma yang harus
ditaati di dalam menjalani kehidupan sosial dan saat berinteraksi bersama
orang-orang. Dia bakal hati-hati dalam berperilaku dan berucap, ini nantinya
melatih sifat disiplin dan tanggung jawab.
Selain itu, buatlah aturan berupa beberapa tugas di rumah yang perlu
dilakukan anak. Seperti menyapu setiap sore, mengangkat jemuran dll. Ini
juga bakal melatih disiplin dan tanggung jawab.
11. Konsekuensi
Sering-sering ingatkan anak tentang konsekuensi untuk memunculkan rasa
tanggung jawab dalam dirinya. Anak perlu tahu tentang akibat dari setiap
tindakannya.
Ketika anak melakukan kesalahan atau hal buruk, pastikan memberi tahu anak
bahwa ada konsekuensi di baliknya. Hal ini bikin anak belajar dari
kekeliruannya sehingga anak bakal terbiasa berpikir sebelum bertindak. Lama-kelamaan menjadikannya pribadi yang disiplin dan punya rasa tanggung jawab tinggi.
TOPIK TERKAIT
- 10 Cara Menghukum Anak yang Mendidik (Agar Mau Memperbaiki Kesalahannya)
- 7 Cara Agar Anak Mau Minta Maaf dan Mengakui Kesalahan
- 20 Tips Mengasuh dan Mendampingi Anak ADHD (Hiperaktif)
- 9 Penyebab Anak Sering Melawan Orang Tua (Cara Mengatasi)
- 11 Cara Mengatasi Anak Cengeng dan Keras Kepala
- 8 Dampak Buruk Memaksa Anak Berhenti Menangis
- 6 Cara Menenangkan Anak Menangis dan Mengamuk
- 14 Cara Mengatasi Anak Tantrum dengan Tepat (Penyebab & Tanda-Tandanya)
Baca Juga: