Cara Menenangkan Emosi Anak yang Berulah


Orang tua memiliki peran terbesar dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Mendidik anak tidaklah mudah, sehingga orang tua harus bersabar di dalam proses pendidikan anak.

Yang namanya anak-anak pasti sering melakukan hal yang aneh-aneh, yang tidak jarang membuat jengkel orang tua.

Anak Menangis
Photo credit: Maxpixel.net

Hal itu karena anak yang masih kecil memiliki rasa penasaran yang kuat, sehingga seringkali melakukan hal yang aneh-aneh bahkan membahayakan.

Selain itu anak-anak juga sering melakukan tindakan yang konyol seperti membuang makanan di karpet secara sengaja. Disinilah orang tua diuji kesabaran dan ketenangannya dalam bersikap.

Jika kelakuan anak buruk atau konyol yang membuat emosi, seringkali orang tua meresponnya dengan cara berteriak, hal ini sebuah kesalahan.

Orang tua harus mengontrol diri dalam keadaan demikian. Hirup napas dalam-dalam dan pejamkan mata sejenak, sehingga membuat jiwa lebih rileks dan tenang dalam menghadapi anak.

Jika Anak Menangis atau Emosional

Lebih baik cari tahu hal yang membuat anak bertingkah aneh. Anak menangis tanpa sebab yang jelas seringkali membuat orang tua jengkel.

Jika anak sedang emosional maka biarkan saja hingga dirinya bisa lebih tenang. Jangan sampai orang tua ikut terpancing emosional.

Setelah emosi anak mulai mereda, maka barulah sampaikan pesan pada anak. Lalu, ketika anak sudah benar-benar terlihat tenang maka orang tua bisa memeluk anak sebagai bukti kasih sayang.

Ucapkanlah terima kasih kepada si kecil dan mintalah dirinya untuk tidak mengulangi perbuatan yang tidak baik.

Biasanya, mulai munculnya karakter agresif pada anak (seperti memukul, melempar benda, dll) yaitu setelah anak berusia dua tahun.

Sifat agresif ini akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. Hal ini tergantung dari peran orang tua dalam mendidik atau mengajarkan anak pada hal-hal yang baik.

Jangan Menyakiti Anak

Saat anak rewel atau berulah maka tidak jarang menyebabkan orang tua ikut terpancing emosinya sehingga memukul anaknya.

Hal ini tampaknya harus dihindari, karena tujuan orang tua hendaknya mendidik dan menyadarkan anak akan kesalahannya (bukannya memukul).

Sehingga dapat dikatakan memukul anak adalah sebuah kesalahan, walaupun memukul sesekali juga diperlukan dalam kondisi tertentu.

Orang tua harus tegas dalam mengajarkan disiplin pada anak, tapi bukan berarti dengan cara kasar.

Hal yang lebih baik dilakukan jika anak berulah adalah mencari tahu penyebabnya. Jika anak tempramental maka cari tahu apa yang menjadi pemicunya.

Dengarkan Apa Mau Sang Anak

Sebelum orang tua memberikan hukuman atau melarang sesuatu, maka hendaknya mendengarkan dahulu penjelasan atau keinginan sang anak. Hal ini akan membuat anak merasa diperhatikan dan didengarkan.

Adapun sebaliknya, perilaku kasar dan arogan dari orang tua kepada anak akan menyebabkan anak kesepian dan tidak terbuka kepada orang tuanya sendiri.

Jika anak sering dikasari, bukan tidak mungkin anak akan memberontak dan tumbuh menjadi sosok yang suka melawan kepada orang tuanya.

Oleh karena itu, hibur anak dengan kelembutan sehingga anak merasa tenang dan nyaman. Tunjukkan kasih sayang kepada anak sembari menjelaskan mengapa sesuatu boleh dan tidak boleh.

Biasakan Mendengarkan Cerita dan Curhat Anak

Seringkali orang tua yang meremehkan atau mengabaikan curhat anak, hal ini sebuah kesalahan karena membuat anak merasa tidak disayang oleh orang tuanya.

Dampaknya kemudian adalah anak akan melampiaskan kekesalannya kepada orang tuanya dengan cara melakukan hal-hal yang buruk, seperti menumpahkan makanan, membanting benda, memukul, dll.

Dengan begitu, jangan meremehkan ucapan dan curhatan anak. Anak-anak sangat membutuhkan teman untuk berkeluh kesah, sehingga orang tua jangan sampai meremehkan permasalahan-permasalahan yang menimpa anak.

Bangunlah komunikasi dengan si kecil sehingga membuatnya akan merasa aman dan nyaman.

Membangun komukasi sangat penting agar anak maupun orang tua dapat peka terhadap perasaan masing-masing.

Bercerita lah kepada anak, dengarkan juga cerita anak, lalu jangan lupa untuk memeluk anak. Sehingga akan menimbulkan pengertian pada masing-masing pihak.

loading...

Tulisan Terkait: