12 Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan (Berdasarkan Penelitian)


Bawang putih sudah umum diketahui sebagai bahan tambahan masakan untuk menambah cita rasa makanan. Ternyata bawang putih juga disebut-sebut memiliki khasiat kesehatan yang besar.

Bawang putih disebut sebagai salah satu bumbu dapur paling berkhasiat. Dengan aroma tajam dan kandungan enzim allicin di dalamnya, bawang putih mempunyai manfaat untuk kesehatan, pengobatan penyakit, hingga manfaat untuk keindahan kulit.

Bawang Putih
Photo credit: Wikimedia.org

Nutrisi Bawang Putih

Dari laman Usda.gov, bawang putih mengandung mineral yang berguna seperti zat besi, fosfor, kalium, magnesium, seng, dan kalsium, serta juga mineral seperti yodium, sulfur, dan klorin.

Bawang putih juga kaya akan vitamin seperti vitamin C, A, K, B6, folat, tiamin dan niacin.

Adapun senyawa organik yang terkandung di dalam bawang putih yaitu allicin, allisatin 1, dan allisatin 2.

Bawang putih sangat rendah kalori, lemak jenuh, dan natrium.

Berikut manfaat konsumsi bawang putih untuk kesehatan tubuh:

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Dimana tekanan darah tinggi (hipertensi) menjadi pemicu penyakit berbahaya tersebut.

Periksa Tekanan Darah
Photo credit: Wikimedia.org

Beberapa studi telah menemukan bahwa suplemen bawang putih memiliki manfaat yang signifikan untuk menurunkan tekanan darah pada orang yang mengalami hipertensi.

Beberapa studi tersebut seperti yang dipublikasikan di jurnal Molecular and cellular biochemistry tahun 2005, Journal of atherosclerosis and thrombosis tahun 2008, dan Maturitas tahun 2010.

Dari artikel berjudul How Much Garlic Should You Eat to Lower Blood Pressure? (Livestrong.com), menyebutkan bahwa bawang putih dari zaman dahulu telah dimanfaatkan untuk banyak hal, termasuk untuk mengobati penyakit jantung.

Dimana bawang putih digunakan oleh banyak orang untuk menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan tekanan darah.

Bawang putih mengandung allicin yang merupakan senyawa aktif yang terkait dengan efek penurunan tekanan darah, terutama pada orang-orang yang terkena hipertensi.

Menurut para ahli dari Linus Pauling Institute, ketika Anda mengunyah bawang putih mentah, enzim yang disebut alliinase dilepaskan yang memulai serangkaian reaksi yang menghasilkan pembentukan allicin. Bawang putih mentah segar memberikan Anda paling banyak allicin.

Anda mungkin dapat menurunkan tekanan darah Anda dengan mengkonsumsi 1/3 hingga 1½ gram bawang putih segar atau kering setiap hari.

Efek Samping Makan Bawang Putih Mentah

Dari laman berjudul Sudah Tahu Efek Samping dari Makan Bawang Putih Mentah? (Merdeka.com), bawang putih mengandung banyak mineral penting seperti zat besi, kalsium, yodium, dan belerang yang bermanfaat bagi tubuh. Tidak hanya dimasak, sebagian orang mengosumsi bawang putih dalam keadaan mentah.

Namun terdapat efek samping yang berpotensi muncul jika mengonsumsi bawang putih mentah (terutama dalam jumlah banyak). Diare bisa terjadi akibat mengonusmsi bawang putih mentah saat perut kosong.

Kelebihan makan bawang putih mentah bisa melukai lever, salah satu masalah yang bisa muncul yaitu toksisitas lever.

Dampak lainnya yaitu menyebabkan perut mulas, mual, dan muntah. Terutama bagi orang-orang yang sedang mengalami kondisi refluks gastroesophageal.

Mengonsumsi terlalu banyak bawang putih mentah bisa berdampak buruk pada lambung, menyebabkan pusing atau migrain, dan hyphema (suatu kondisi yang menyebabkan pendarahan di dalam ruang mata, antara kornea dan iris mata).

Bawang putih mengandung enzim yang disebut alliin lyase yang bisa mengakibatkan terjadinya iritasi kulit jika mengonsumsinya secara berlebihan.

dr. Aldo Ferly mengatakan bahwa Anda bisa mencoba mengkonsumsi bawang putih untuk menurunkan tekanan darah. Dimana manfaat bawang putih ini telah dibuktikan dari penelitian-penelitian yang dilakukan para ilmuwan.

Hanya saja disebutkan oleh beliau, bahwa manfaat penurunan tekanan darah dari mengonsumsi bawang putih ini tidak terlalu besar. Hendaknya bawang putih direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Anda bisa menambahkan bahan bawang putih ke dalam menu makanan sehari-hari. Tentunya bagi penderita hipertensi, selain mengkonsumsi bawang putih juga perlu mengkonsumsi obat penurun darah tinggi berdasarkan resep dari dokter, serta menjalankan pola hidup sehat seperti:
  • Mengurangi konsumsi makanan yang asin atau garam.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menghindari makanan dan minuman tinggi gula seperti soft drink.
  • Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dalam tulisannya menjelaskan bahwa bawang putih mengandung allicin yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini nantinya akan berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah yang tinggi.

Kandungan senyawa nitrit oksida dan allicin di dalam bawang putih bermanfaat untuk merelaksasi otot pembuluh darah dan memiliki fungsi sebagai antioksidan.

Dengan begitu, memang benar bahwa konsumsi bawang putih (terutama bawang putih mentah) dapat membantu mengobati hipertensi.

Hanya saja, konsumsi obat hipertensi dari dokter tetap wajib dilakukan secara teratur. Bawang putih tidak bisa diandalkan sendiri dalam mengatasi hipertensi, perannya hanya untuk membantu saja.

2. Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Dari artikel berjudul Perkuat Daya Tahan Tubuh Dengan Bawang Putih (Vemale.com), bagi orang-orang yang sering terserang penyakit, hal itu karena kondisi daya tahan tubuhnya yang sedang lemah. Sebuah cara alami untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh yaitu dengan mengkonsumsi bawang putih.

Konsumsi bawang putih telah terbukti bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam melawan serangan penyakit.

Ketika kondisi udara dingin atau hujan deras maka bisa menurunkan daya tahan tubuh, sehingga dalam kondisi seperti ini hendaknya mengkonsumsi bawang putih. Biasanya bawang putih dimanfaatkan sebagai bahan tambahan makanan yang dikonsumsi.

dr. Nadia Octavia mengatakan bahwa bawang putih kaya akan vitamin dan mineral yang membuatnya bermanfaat besar untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, ketika tubuh mulai terasa tidak enak, seperti mulai terasa demam, flu atau semacamnya maka disarankan untuk mengonsumsi bawang putih dalam jumlah cukup. 

3. Meredakan Penyakit Pilek

Bawang putih dikenal manfaatnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hal ini membuat bawang putih memiliki khasiat dalam mencegah dan mengobati pilek atau flu.

Seorang Lelaki Sedang Pilek
Seorang Lelaki Sedang Pilek | Photo credit: Fotolia.com

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Advances in therapy tahun 2001, menemukan bahwa suplemen bawang putih efektif untuk meredakan penyakit pilek. Jika Anda sering pilek, maka disarankan menyertakan bawang putih dalam menu makanan Anda.

Pada artikel berjudul How Garlic Fights Colds and The Flu (Healthline.com) menyebutkan bahwa senyawa allicin dan lainnya yang terkandung di dalam bawang putih telah terbukti meningkatkan respons melawan virus dan penyakit dari beberapa jenis sel darah putih dalam tubuh, termasuk untuk melawan virus penyebab pilek atau flu.

Bawang putih telah terbukti berkhasiat dalam pengobatan dan pencegahan penyakit pilek. Konsumsi bawang putih secara rutin dapat membantu mencegah flu biasa. Selain itu, apabila Anda sakit maka konsumsi bawang putih bisa mengurangi keparahan gejala dan membantu pemulihan tubuh dengan lebih cepat.

Cara lain yang mudah untuk meningkatkan asupan bawang putih yaitu dengan mengonsumsi suplemen. Namun, berhati-hati, karena tidak ada standar yang diatur untuk suplemen bawang putih, yang artinya kadar dan kualitas allicin bisa bervariasi.

Beberapa penelitian menunjukkan manfaat ekstrak bawang putih tua dalam melawan pilek dan flu, seperti pada penelitian yang dipublikasikan jurnal Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland) tahun 2012 dan Avicenna Journal of Phytomedicine tahun 2014.

Anda bisa mengonsumsi suplemen bawang putih tua, dosis normalnya adalah antara 600 hingga 1.200 mg per hari.

Namun ingat, asupan terlalu tinggi suplemen bawang putih bisa menyebabkan keracunan, sehingga jangan melebihi rekomendasi dosis.

Secara umum, dengan mengonsumsi bawang putih 2-3 siung setiap hari maka Anda bisa memperoleh manfaat untuk mencegah dan meredakan penyakit pilek.

Dari laman CNNindonesia.com, apabila Anda mengalami flu ringan maka bisa mengobatinya dengan bahan alami yang ada di dapur seperti bawang putih, sejak zaman romawi bawang putih telah banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

Berbagai penelitian menunjukan bahwa bawang putih berkhasiat untuk mengobati demam, pilek, batuk, sakit kepala, kolestrol tinggi, sakit perut, sinusitis, masalah tekanan darah dan lainnya.

Bawang putih menguatkan sistem kekebalan tubuh, serta memiliki fungsi sebagai antivirus, antibakteri, antioksidan, dan juga melancarkan saluran pernapasan.

Konsumsi bawang putih dapat mendorong peningkatan produksi sel darah putih, yang nantinya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bawang putih mengandung vitamin C serta mineral seperti selenium, senyawa sulfur dan enzim, yang perperan penting dalam memperkuat sistem imun tubuh pada orang yang sedang flu.

Penelitian juga menyebutkan senyawa alisin di dalam bawang putih mampu mengatasi flu. Para ahli menyarankan untuk mengiris atau menghancurkan bawang putih mentah bersama cengkeh, lalu mengonsumsinya.

Akan tetapi, apabila Anda tidak kuat makan bawang putih mentah, maka sertakan bawang putih dalam campuran sup yang Anda konsumsi.

4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Bawang putih dapat menurunkan LDL dan kolesterol total. Bagi orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi, suplemen bawang putih tampaknya efektif untuk mengurangi kolesterol total dan LDL sekitar 10-15%. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the Royal College if Physicians of London tahun 1994, dan Annals of Internal Medicine tahun 2000.

Ilustrasi Sakit Jantung
Ilustrasi Sakit Jantung | Photo credit: Maxpixel.net

Pada artikel berjudul Bawang Putih Sehatkan Jantung (Kompas.com) menyebutkan bahwa ada ribuan riset yang mengklaim bawang putih mampu mengatasi dan mencegah penyakit jantung.

Sebuah riset di Los Angeles, Amerika Serikat, menemukan bukti baru bahwa bawang putih berkontribusi positif pada fungsi dan kesehatan pembuluh darah. Dimana diharapkan bawang putih dapat mencegah terjadinya ateroskeloris (penebalan jaringan dinding pembuluh darah).

Professor Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, mengatakan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B-12, vitamin B-6, asam folat dan L-arginine efektif untuk mecegah terjadinya aterosklerosis.

Penelitian Matthew Budoff dengan melibatkan 65 orang berusia rata-rata 60 tahun yang memiliki risiko tingg terkena penyakit jantung.

Penelitian berlangsung selama setahun, pada setiap bulan peserta penelitian diperiksa kadar kolesterol dan unsur darah lainnya, serta menjalani scan jantung pada awal dan akhir penelitian.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kandungan bawang putih ternyata bekerja untuk menghambat perkembangan masalah aterosklerosis.

Namun, Matthew Budoff dan timnya tidak menjelaskan kandungan mana dari bawang putih yang sebenarnya “berjasa” dalam perlambatan aterosklerosis.

Tampaknya, ekstrak bawang putih diyakini memberikan manfaat penting dalam menurunkan kadar homosistein pemicu risiko penyakit jantung.

Matthew Budoff mengharapkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui besarnya manfaat bawang putih plus vitamin dalam mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Hasil penelitian Matthew Budoff ini dipresentasikan pada American Heart Association's 2008 Quality of Care and Outcomes Research in Cardiovascular Disease and Stroke Conference.

dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid mengatakan bahwa ada sebuah studi di tahun 2016 yang membuktikan bahwa konsumsi bawang putih baik bagi kesehatan jantung.

Dimana sejak zaman dahulu, bawang putih telah dimanfaatkan untuk pengobatan alami untuk penyakit pilek, batuk, demam, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Pada studi yang diterbitkan di The Journal of Nutrition pada tahun 2016 ini menemukan bahwa kandungan di dalam bawang putih telah terbukti berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 7-16 mmHg pada orang yang mengalami hipertensi, dan juga menurunkan kolesterol total sebesar 7-30 mg/dL.

Selain itu, khasiat bawang putih dapat melindungi pembuluh darah dan mencegah terjadinya penyumbatan. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa mengonsumsi bawang putih bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

Sah-sah saja seseorang mengonsumsi bawang putih dengan tujuan agar jantung sehat. Namun, bawang putih belum terbukti mampu menggantikan fungsi obat-obatan untuk kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung. Sehingga temuan tersebut tentunya harus disikapi dengan bijak.

Perlu diketahui, pemrosesan bawang putih dengan cara digoreng atau dipanggang diduga bisa mengurangi khasiat zat-zat penting di dalamnya (seperti antioksidan dan beberapa zat lainnya yang bermanfaat).

5. Menjaga Kesehatan Otak dan Mencegah Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir dan berbicara, penurunan daya ingat, dan perubahan perilaku akibat adanya gangguan di dalam organ otak.

Menjaga Kesehatan Otak
Photo credit: Flickr.com / A Health Blog

Pada fase awal, penderita Alzheimer terlihat mudah lupa, seperti lupa nama benda atau tempat, lupa mengenai isi percakapan yang dibicarakan bersama orang lain belum lama ini, lupa tentang kejadian-kejadian yang belum lama dilalui, dan hal-hal semacamnya.

Pada fase berikutnya, penderita Alzheimer akan kesulitan berbicara atau menuangkan sesuatu ke dalam bahasa, serta kerap terlihat bingung. Penderita Alzheimer bahkan bisa tersesat di tempat yang biasa dilaluinya.

Gejala lainnya dari penderita alzheimer yaitu penurunan suasana hati, mengalami gangguan kecemasan dan, perubahan kepribadian, bahkan pada kasus yang parah bisa mengalami halusinasi.

Paparan tinggi radikal bebas dan kerusakan oksidatif menjadi pemicu terjadinya penuaan dini. Bawang putih mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan beberapa manfaat lainnya. Hal ini seperti yang pernah ditemukan pada penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Nutrition tahun 2001.

Efek gabungan dari khasiat bawang putih berupa pengurangan kolesterol dan tekanan darah, serta sifat antioksidannya, dapat membantu mencegah penyakit alzheimer dan demensia.

Bawang putih mengandung antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan sel dan penuaan. Ini juga termasuk mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia yang umum menyerang kaum lansia.

Pada artikel berjudul Garlic Slows Ageing and Protects the Brain From Disease, Study Reveals (Dailymail.co.uk) menyebutkan bahwa konsumsi bawang putih bermanfaat untuk memperlambat penuaan dan melindungi otak dari penyakit.

Penelitian menunjukan bahwa kandungan di bawang putih menawarkan khasiat perlindungan otak, bahkan bisa mencegah penyakit neurologis terkait usia seperti Alzheimer dan Parkinson

Peneliti Missouri mengatakan nutrisi dalam bawang putih menawarkan perlindungan otak terhadap penuaan dan penyakit.

Peneliti University of Missouri mengatakan bahwa karbohidrat di superfood ini kuncinya. "Bawang putih adalah salah satu SUPLEMEN MAKANAN yang paling banyak dikonsumsi," kata Zezong Gu, profesor patologi dan ilmu anatomi di MU School of Medicine dan penulis utama studi ini.

Dia mengatakan bahwa kebanyakan orang menilai bawang putih sebagai superfood, senyawa yang mengandung sulfur di dalam bawang putih diketahui sebagai sumber antioksidan dan anti-inflamasi yang sangat baik.

Penelitian berfokus pada turunan karbohidrat bawang putih yang disebut FruArg, dimana nutrisi memiliki sifat pelindungan, yang menghambat kerusakan pada sel-sel otak akibat kondisi lingkungan yang buruk.

Kondisi lingkungan yang buruk dapat memicu terjadinya penuaan ini. Lingkungan yang buruk seperti banyak polusi, asap rokok dan semacamnya. Selain itu, kondisi bisa diperparah jika memiliki kebiasaan konsumsi alkohol, dan mengalami cedera otak traumatis.

Tingginya oksida nitrat menyebabkan kerusakan sel otak dan meningkatkan resiko penyakit neurodegeneratif seperti iskemia serebral, parkinson, dan alzheimer.

FruArg mendorong produksi antioksidan di dalam tubuh yang menawarkan manfaat perlindungan dan penyembuhan sel-sel otak.

Peneliti menyimpulkan bahwa bawang putih bermanfaat bagi kesehatan dan fungsi otak, yang memperkuat daya tahan dalam melawan masalah peradangan pemicu penyakit neurologis dan penuaan.

6. Mencegah Banyak Jenis Kanker

Sayuran allium, terutama bawang putih mengandung senyawa yang diyakini memiliki khasiat dalam mengurangi risiko kanker. Menurut NIH National Cancer Institute , terdapat beberapa studi yang menunjukkan hubungan antara peningkatan asupan bawang putih dan penurunan risiko kanker tertentu (seperti kanker pankreas, lambung, usus besar, esofagus, dan payudara).

Alat MRI Scan
MRI Scan | Photo credit: Wikipedia.org

Mengenai penyebab bawang putih berkhasiat untuk mencegah kanker, The National Cancer Institute menjelaskan bahwa bawang putih memilki efek perlindungan, sifat antibakteri, manfaatnya yang dapat memblokir pembentukan zat penyebab kanker, menghentikan aktivasi zat penyebab kanker, dan berkontribusi dalam perbaikan DNA.

Sebuah penelitian di Prancis terhadap 345 pasien kanker payudara, peneliti menemukan bahwa peningkatan konsumsi bawang putih, bawang merah, dan serat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara secara signifikan. Penelitian tersebut dipublikasikan di European Journal of Epidemilogy tahun 1998.

Bawang putih juga secara khusus telah terbukti dapat mencegah kanker pankreas. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi bawang putih dapat mengurangi risiko kanker pankreas.

Sebuah studi berbasis populasi yang dilakukan di daerah Teluk San Francisco menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi bawang putih dan bawang merah dalam jumlah lebih banyak memiliki risiko kanker pankreas 54 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi bawang putih dan bawang merah dalam jumlah yang rendah.

Studi ini juga menunjukkan bahwa meningkatkan asupan sayuran dan buah secara keseluruhan bisa menurunkan resiko kanker pankreas. Studi ini dipublikaskan di Cancer Epidemiology, Biomakers & Prevention tahun 2005.

Secara keseluruhan, bawang putih telah terbukti memiliki beberapa potensi sebagai MAKANAN PENANGKAL KANKER yang hendaknya dikonsumsi secara rutin (usahakan setiap hari).

Pada tulisan berjudul Rutin Makan Bawang Putih Cegah Kanker Paru (Kompas.com) menyebutkan sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu Cina. Studi dengan menganalisa 1.400 pasien kanker paru-paru dan 4.500 orang dewasa yang sehat.

Peneliti melakukan pengmatan dan perbandingan masing-masing gaya hidup dan pola makan dari peserta penelitian tersebut.

Hasil penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi bawang putih mentah minimal dua kali seminggu, memiliki resiko 44 persen lebih kecil terkena kanker paru-paru.

Namun, ahli gizi Anita Bean mengatakan bahwa berhenti merokok adalah satu-satunya cara yang paling efektif untuk menghindari kanker paru-paru.

WHO merekomendasikan untuk mengonsumsi sekitar 2-5 gram bawang putih (setara dengan 1-2 siung bawang putih) dalam setiap harinya.

dr. Natasha Alexander juga mengatakan bahwa bawang putih memang terbukti berkhasiat untuk mencegah timbulnya kanker paru-paru, kanker otak dan prostat.

Jika anda ingin mengkonsumsi bawang putih, maka konsumsi dalam keadaan mentah dan pastikan sebelumnya dicuci. Anda bisa menggunakan bawang putih sebagai campuran makanan tertentu.

Dari artikel berjudul Garlic and Cancer Prevention (Cancer.gov) menyebutkan bahwa beberapa studi telah menunjukkan hubungan antara peningkatan asupan bawang putih dan penurunan risiko kanker, seperti kanker lambung, pankreas, usus besar, esofagus, dan payudara.

Suatu analisis data dari tujuh studi menunjukkan bahwa asupan bawang putih mentah dan dimasak dapat menurunkan risiko kanker perut dan kolorektal. (lihat Fleischauer AT, Arab L. Garlic and cancer: A critical review of the epidemiologic literature. Journal of Nutrition 2001; 131(3s):1032S–1040S.)

Sebuah penelitian yang melibatkan pria dan wanita dari 10 negara yang berbeda. Penelitian ini menyelidiki efek nutrisi pada kanker. Dalam penelitian ini, konsumsi bawang merah dan bawang putih yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus. (lihat Gonzalez CA, Pera G, Agudo A, et al. Fruit and vegetable intake and the risk of stomach and oesophagus adenocarcinoma in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC-EURGAST). International Journal of Cancer 2006; 118(10): 2559–2566.)

Terdapat banyak penelitian lainnya yang menemukan khasiat bawang putih dapat mencegah kanker usus besar, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker lambung.

Perlu diketahui, walaupun bawang putih telah digunakan dengan aman dalam memasak, namun konsumsi berlebihan bawang putih dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti bau nafas dan bau badan. Bawang putih kadang-kadang menyebabkan alergi, iritasi ringan, perut mulas, mual, muntah, dan diare.

7. Bawang Putih untuk Diabetes

Bawang putih bermanfaat bagi para penderita diabetes. Hal ini berdasarkan sebuah studi yang disebutkan di laman Diabetes.co.uk.

Diabetes
Photo credit: Pxhere.com

Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi bawang putih telah terbukti membantu mengatur kadar gula dalam darah, untuk menghentikan atau mengurangi efek dari beberapa komplikasi diabetes. Manfaat lainnya juga menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), melancarkan sirkulasi darah, dan melawan infeksi.

Dengan begitu, mengkonsumsi bawang putih membantu mengurangi kadar gula darah pada orang yang menderita diabetes tipe 2.

Bawang putih mengandung lebih dari 400 komponen kimia yang berkontribusi dalam mencegah dan mengobati beragam masalah kesehatan. Kandungan allicin, allyl propyl disulfide dan S-allyl cysteine sulfoxide meningkatkan kadar insulin, yang sangat penting bagi penderita diabetes.

Bawang putih mentah, bawang putih yang dimasak, ataupun ekstrak bawang putih tua bermanfaat membantu mengatur glukosa darah dan mencegah komplikasi diabetes.

Sebuah penelitian labotarium juga menyimpulkan bahwa bawang putih membantu meningkatkan kesehatan penderita diabetes secara keseluruhan.

Laman Health.detik.com juga menyebutkan bahwa kandungan dalam bawang putih terbukti membantu mengatasi penyakit diabetes.

Bawang putih mengandung bahan alami yang membantu mengurangi tingginya kadar gula darah, selain itu juga mengurangi tekanan darah tinggi dan membantu melancarkan aliran darah pada organ tubuh.

8. Mengurangi Kelelahan dan Meningkatkan Stamina

Bawang putih secara tradisional digunakan dalam budaya kuno untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan stamina para pekerja. Bawang putih diberikan kepada atlet Olimpiade di Yunani kuno. Hal ini disebutkan dalam The Journal of Nutrition pada tahun 2001.

Penelitian labotarium menunjukkan bahwa bawang putih membantu aktivitas olahraga. Tidak jarang bawang putih disebutkan sebagai agen anti-kelelahan.

Penelitian lainnya yang dipublikaskan di Molecular Nutrition & Food Research tahun 2007 menunjukkan bahwa kelelahan yang disebabkan oleh latihan bisa dikurangi dengan mengonsumsi bawang putih.

9. Bawang Putih Untuk Sakit Gigi

Dari laman berjudul Cara Menggunakan Bawang Putih untuk Obat Sakit Gigi (Liputan6.com), sakit gigi tentunya sangat mengganggu aktivitas yang sedang dilakukan, bahkan rasa nyerinya terkadang tidak tertahankan.

Seorang Pria Sakit Gigi
Photo credit: Shutterstock.com

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati sakit gigi, mulai dari cara-cara modern hingga tradisional.

Salah satu cara tradisional yang dapat Anda lakukan yaitu dengan bawang putih. Bawang putih sudah dari dulu dimanfaatkan dalam pengobatan karena memiliki fungsi sebagai anti-inflamasi.

Untuk mengobati sakit gigi, pertama-tama sediakan dua siung bawang putih segar, satu siung cengkeh, satu sdt garam dan wadah untuk mengulek.

Masukkan ketiga jenis bahan tersebut di dalam sebuah wadah, lalu ulek hingga membentuk seperti pasta.

Setelah menjadi pasta, lalu tempelkan pada bagian gigi yang sakit selama 30 menit. Usahakan melakukan hal ini hingga 3-4 kali dalam sehari.

Apabila ramuan pasta tersebut terlalu kering, maka bisa ditambahkan dengan beberapa tetes minyak zaitun. Lakukan pengobatan selama 7 hari, jika tidak kunjung sembuh maka hendaknya pergi ke dokter.

Perhatian!
drg. Callista Argentina mengatakan bahwa mengobati sakit gigi dengan bawang putih berpotensi menimbulkan iritasi, bengkak kemerahan dan terasa panas pada bagian yang terkena bawang putih.

Hal itu karena bawang putih mengandung sari yang sangat keras apabila mengenai jaringan lunak.

Dokter tidak menyarankan untuk mengandalkan bawang putih dalam menyembuhkan sakit gigi. Hendaknya pergi ke rumah sakit, nantinya dilakukan diagnosa yang akurat untuk menentukan pengobatan yang tepat

Dokter juga menjelaskan bahwa minum obat penghilang rasa sakit yang dibeli di toko obat atau apotik bisa membantu meredakan rasa sakit, tetapi tidak menghilangkan infeksi yang terjadi pada gigi, dimana suatu saat rasa sakit bisa kambuh kembali.

Perawatan atau pengobatan sakit gigi harus dilakukan dengan tuntas.

10. Membasmi Bakteri Penyebab Keracunan Makanan

Dari laman Food.detik.com, selain sebagai salah satu bumbu yang menjadikan masakan sedap dan harum, bawang putih ternyata memiliki khasiat untuk membasmi bakteri penyebab keracunan makanan.

Bakteri tersebut yaitu campylobacter, yang umumnya banyak ditemukan di daging unggas. Di Inggris, kasus keracunan makanan akibat bakteri campylobacter semakin banyak, hal ini karena orang-orang di Inggris semakin gemar untuk mengonsumsi chicken liver pate (pasta dari hati ayam) yang berwarna pink atau setengah matang.

Peneliti dari Washington State University, Amerika Serikat, menemukan bahwa kandungan bawang putih yang disebut dengan “diallyl sulphide” 100 kali lebih ampuh dari antibiotik.

Zat diallyl sulphide bisa lebih kuat dan efektif daripada erythromycin dan ciprofloxacin untuk menembus lapisan yang melindungi koloni bakteri Campylobacter.

Bob Martin, kepala penanggulangan penyakit bawaan pangan di Food Standards Agency (FSA) menjelaskan akan pentingnya memasak daging unggas secara matang.

Hal itu karena jumlah bakteri Campylobacter sangat tinggi pada ayam mentah. Pastikan memasak hati ayam hingga benar-benar matang agar bakterinya mati.

11. Mencegah Keracunan Logam Berat

Sebuah penelitian yang dipublikaskan di Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology tahun 2012 menunujukan bawang putih yang dikonsumsi dalam jumlah mencukupi dapat mencegah kerusakan organ tubuh akibat keracunan logam berat.

Senyawa belerang yang terkadung dalam bawang putih secara signifikan mengurangi kadar timbal dalam darah.

Selain itu, juga mencegah gejala toksisitas (keracunan) seperti sakit kepala dan masalah tekanan darah. Senyawa belerang juga memiliki manfaat penting berupa kontribusinya dalam mengoptimalkan proses penyerapan zat besi dan seng dalam darah.

Peneliti menyimpulkan bahwa bawang putih dapat direkomendasikan untuk pengobatan keracunan timbal ringan hingga sedang.

12. Menurunkan Berat Badan

Bawang putih bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, dan juga memiliki manfaat potensial dalam mencegah obesitas (kegemukan). Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan di Acta Biologica Hungarica tahun 2011.

Timbangan Berat Badan
Timbangan | Photo credit: Pixabay.com

Dari laman Wolipop.detik.com, bawang putih bisa membantu Anda untuk mendapatkan berat badan ideal. Allicin pada bawang putih berkhasiat untuk mencegah nafsu makan yang terlalu tinggi, dengan cara mengirimkan sinyal pada otak bahwa tubuh sudah kenyang. Sehingga Anda menjadi tercegah dari makan berlebihan.

Selain itu, kandungan di dalam bawang putih juga dapat menstimulasi sistem syaraf untuk melepaskan hormon adrenalin. Hormon ini berkontribusi dalam proses metabolisme tubuh.

Sehingga, dengan metabolisme tubuh yang berjalan lancar maka tubuh bisa membakar kelebihan kalori secara optimal. Hal ini nantinya dapat menurunkan berat badan.

Peneliti dari Weizman Institute, Israel, telah membuktikan manfaat kandungan zat allicin untuk mencegah nafsu makan berlebihan. Peneliti menyimpulkan bahwa allicin yang terkandung dalam bawang putih sebagai pengontrol nafsu makan yang sangat ampuh.

Namun perlu diketahui, zat allicin sangat rentan hilang atau berubah menjadi zat lainnya jika bawang putih langsung dimasak dalam keadaan utuh.

Sehingga untuk memperoleh khasiat optimal, hendaknya Anda memotong atau mencacah bawang putih terlebih dahulu. Bisa juga diblender atau dimemarkan, sebelum akhirnya dilakukan pemanasan dengan cara direbus, ditumis, atau dicampurkan dengan bahan lainnya.

Manfaat Lainnya

dr Dian Permatasari M.gizi, SpGK, seorang spesilais Gizi Klinik, mengatakan bahwa  bawang putih mempunyai khasiat kesehatan yang sangat banyak, mulai dari menurunkan darah tinggi, menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, mengatasi masuk angin dan lainnya.

dr Dian membenarkan bahwa bawang putih cukup ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah masuk angin. Hal itu karena khasiat sebagai antimokroba yang dimiliki bawang putih.

Hanya saja,  dr Dian mengatakan bahwa jika bawang putih dipanaskan di atas 60 derajat maka bisa mengurangi fungsi anti-mikrobanya.

Konsumsi bawang putih juga dapat menyehatkan kuku. Dimana pada setiap 100 gram bawang putih mengandung sekitar 180 mg kalsium. Hal inilah yang mungkin membuat bawang putih bermanfaat untuk kesehatan dan kekuatan kuku.

Konsumsi bawang putih juga berkontribusi dalam mengatasi masalah rambut rontok dan ketombe. Hal ini mungkin karena kandungan kalsium tadi.

dr Dian mengatakan konsumsi asupan bawang putih juga bisa dalam bentuk ekstrak yang diminum.

Disamping itu, dr Dian mengingatkan bahwa bawang putih mengandung sulfur. Dimana jika terlalu banyak mengonsumsi bawang putih bisa mengakibatkan timbulnya bau badan.

Tanya Jawab Tentang Bawang Putih

Apakah Bawang Putih Ampuh untuk Mengobati Sakit Kulit?
dr. Adhi Pasha mengatakan bahwa sebagian orang meyakini jika bawang putih dibalurkan secara langsung pada kulit dapat mengobati beberapa masalah kulit seperti jerawat, namun hal itu adalah mitos, dimana dibutuhkan penelitian para ilmuwan untuk membuktikannya.

Mengaplikasikan bawang putih secara langsung pada kulit justru bisa mengakibatkan dermatitis kontak iritan, yaitu bisa menimbulkan gejala seperti ruam kemerahan, kulit terasa terbakar, gatal, hingga bahkan melepuh yang akhirnya meninggalkan bekas berwarna hitam.

Dengan begitu, penggunaan bawang putih tidak dianjurkan untuk menghilangkan jerawat dan masalah kulit lainnya.

Dokter menyebutkan beberapa khasiat bawang putih jika dikonsumsi yaitu mencegah pilek, mencegah penyakit jantung dan usus, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Apa Efek Samping Bawang Putih?
dr. Dyah Novita Anggraini mengatakan bahwa bawang putih boleh dikonsumsi setiap hari sebanyak 1 siung untuk memperoleh manfaat kesehatan yang positif.

Jika bawang putih tidak dikonsumsi secara berlebihan, maka hingga saat ini belum ada efek samping yang terjadi. Hanya saja, karena aroma yang ditimbulkan bawang putih maka perlu memperhatikan bau mulut yang mungkin muncul setelah makan bawang putih.

dr. Ulfi Umroni mengatakan konsumsi bawang putih setiap hari secara umum aman untuk tubuh, dan mungkin menimbulkan efek samping ringan ataupun bahkan tidak merasakan efek samping sama sekali.

Hanya saja perhatikan jumlah konsumsinya. Beberapa efek samping yang berpotensi muncul jika makan bawang putih secara berlebihan yaitu rasa mual, perut tidak nyaman dan diare.

Selain itu, Anda perlu berhati-hati mengonsumsi bawang putih yang digoreng ketika sedang flu dan batuk, karena dampaknya bisa memicu peradangan tenggorokan. Bawang putih yang digoreng bisa menimbulkan iritasi.

Referensi Lainnya:

loading...


Tulisan Terkait: