32 Manfaat Madu Untuk Kesehatan & Pengobatan (Berdasarkan Penelitian)

Madu memiliki segudang khasiat. Madu sebagai bahan alami yang baik bagi kesehatan tubuh, bahkan sudah dimanfaatkan untuk pengobatan herbal (alami) sejak zaman dahulu. Rasa manis pada madu berasal dari unsur monosakarida fruktosa dan glukosa.

Bahan madu sering digunakan di dalam produk-produk minuman penambah stamina. Banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari madu, serta madu dapat Anda jadikan sebagai pemanis alami pengganti gula.

Madu
Photo credit: Pexels.com

Kandungan Nutrisi Madu
Madu kaya akan nutrisi, berdasarkan informasi yang diambil dari Nutritiondata.self.com, kandungan nutrisi di dalam madu per 1 cangkir (339g), berikut di bawah ini.

MINERAL VITAMIN
Calcium 20.3mg 2% AKG Vitamin C 1.7mg 3% AKG
Iron 1.4mg 8% AKG Riboflavin (vitamin B2) 0.1mg 8% AKG
Magnesium 6.8mg 2% AKG Niacin (vitamin B3) 0.4mg 2% AKG
Phosphorus 13.6mg 1% AKG Vitamin B6 0.1mg 4% AKG
Potassium 176mg 5% AKG Folat (vitamin B9) 6.8 mcg 2% AKG
Sodium 13.6mg 1% AKG Asam Pantotenat (B5) 0.2mg 2% AKG
Zinc 0.7mg 5% AKG Koline 7.5mg
Copper 0.1mg 6% AKG Betaine 5.8mg
Manganese 0.3mg 14% AKG
Selenium 2.7mcg 4% AKG
Fluoride 23.7mcg

PROTEIN & ASAM AMINO KARBOHIDRAT
Protein 1.0g 2% AKG Karbohidrat 279g 93% AKG
Tryptophan 13.6mg Serat makanan 0.7g 3% AKG
Threonine 13,6mg Gula 278g
Isoleusin 27.1mg Sukrosa 3017mg
Lysine 27.1mg Glukosa 121174mg
Metionin 3.4mg Fruktosa 138765mg
Fenilalanin 37.3mg Maltose 4882mg
Tirosin 27.1mg Galactose 10510mg
Valine 30.5mg LAINNYA
Alanine 20.3mg Air 58.0g
Aspartik acid 91,5 mg
Asam glutamat 61.0mg
Glycine 23.7mg
Proline 305mg

Catatan: %AKG untuk orang dewasa atau anak-anak berusia 4 tahun atau lebih, dan didasarkan pada diet referensi 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah berdasarkan kebutuhan pribadi Anda.

Berikut berbagai manfaat madu:

1. Melindungi Kesehatan Jantung

Madu kaya akan fenol dan senyawa antioksidan lainnya, yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini berdasarkan sebuah riset yang diterbitkan pada jurnal bertema Peran Potensi Madu dan Polifenolnya dalam Mencegah Penyakit Jantung. Pada jurnal tersebut menyebutkan bahwa madu kaya akan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan alami.

Bermacam-macam unsur fenolik terdapat di dalam madu seperti kuersetin, asam caffeic phenethyl ester (CAPE), acacetin, kaempferol, galangin yang memiliki fungsi untuk pengobatan penyakit kardiovaskular. Tidak sedikit riset epidemiologi telah memverifikasi bahwa senyawa fenolik dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Antioksidan yang terdapat dalam madu berasal dari bermacam sumber seperti vitamin C, flavonoid, polifenol dan monophenolics. Konsumsi asupan flavonoid secara teratur dihubungkan dengan pengurangan risiko penyakit kardiovaskular.

Kandungan di dalam madu bekerja guna membantu arteri di jantung melebar, melancarkan aliran darah ke jantung, dan menghindari pembentukan bekuan darah pemicu stroke dan serangan jantung.

Sebagai pemberitahuan, manfaat yang diperoleh dari konsumsi madu murni (raw honey) lebih besar daripada madu olahan. Madu murni mengandung serbuk sari yang kaya nutrisi, dengan kandungan zat anti-jamur, anti-bakteri dan anti-virus yang kuat, bahkan memiliki zat anti-kanker.

Selain itu, madu murni mengandung imunitas alami yang kuat, kaya flavanoid (antibiotik alami), dan berkhasiat sangat baik dalam menurunkan resiko penyakit jantung.

2. Menurunkan Berat Badan yang Sehat

Pada artikel berjudul 6 Impressive Benefits Of Honey For Weight Loss (Organicfacts.net) menyebutkan bahwa manfaat madu bisa untuk membantu program penurunan berat badan. Banyak orang bertanya: Bukankah madu itu sejenis gula, tidakkah itu memberi kontribusi pada penambahan berat badan?

Madu memang mengandung gula tapi tidak seperti gula rafinasi. Gula-gula buatan dan disuling sering digunakan untuk mempermanis makanan, gula ini merupakan sumber "kalori kosong" yang tidak ada manfaat nyata dari mengonsumsinya.

Selain itu, mengonsumsi madu yang kaya nutrisi mampu mencegah Anda dari mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Sebuah studi di San Diego State University menemukan bahwa mengganti gula dengan madu dapat mencegah penumpukan lemak ekstra dan juga menurunkan gula darah. Selain itu, jika dibandingkan dengan gula, madu dapat menurunkan trigliserida serum.

Pada studi yang diterbitkan di Journal of the American College of Nutrition tahun 2010 menemukan bahwa konsumsi madu murni dapat mengaktifkan hormon yang menekan nafsu makan. Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi madu menawarkan potensi efek perlindungan terhadap obesitas.


3. Sumber Energi Bagi Tubuh

Jika Anda mudah lelah dan tidak bertenaga maka disarankan untuk meminum madu. Madu murni mengandung gula alami, air, serta mineral, vitamin, serbuk sari dan protein. Madu sebagai bahan bakar yang sempurna.

Penelitian di University of Memphis Exercise and Sports Nutrition Laboratory telah menemukan bahwa madu menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dikonsumsi sebelum berolahraga. Juga madu sebagai bahan bakar untuk berolahraga, madu bekerja setara dengan glukosa, menghasilkan energi penting bagi tubuh.

Pada artikel berjudul Boost Your Energy Naturally With Honey (Active.com), seorang ahli diet bernama Mitzi Dulan menjelaskan tentang pemanfaatan madu untuk mengatasi kemerosotan fisik dan energi di sore hari. Dia merekomendasikan menggunakan madu yang merupakan sumber penguat energi alami.

"Madu terdiri dari komposisi karbohidrat alami yang unik dan jumlah antioksidan, enzim, mineral, vitamin dan asam amino, menjadikannya asupan ringan sore hari yang kaya energi dan alami," kata Mitzi Dulan.

"Sebenarnya, selama bertahun-tahun, para ahli diet olahraga merekomendasikan bahwa atlet perlu memasukan madu murni ke dalam daftar asupannya"

Baca: Manfaat Makan Strawberry Setiap Hari

4. Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Mengkonsumsi madu murni beberapa jam sebelum tidur akan mendorong pelepasan melatonin di otak, yang bermanfaat untuk membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Melatonin juga berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu membangun kembali jaringan tubuh selama masa istirahat.

Sebagai perbandingan, kurang tidur telah terbukti meningkatkan resiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hipertensi, obesitas, stroke dan arthritis. Asupan madu baik untuk organ hati (liver) sehingga dapat memproduksi glikogen yang mencukupi kebutuhan tubuh di malam hari.

Konsumsi madu akan merangsang otak untuk meningkatkan kadar insulin yang mengeluarkan triptofan untuk otak. Triptofan ini nantinya diubah menjadi melatonin. Keberadaan melatonin sangatlah penting dalam proses tidur.

Apa Itu Melatonin?
Hormon yang tinggi kadarnya saat seseorang tidur di malam hari adalah hormon melatonin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar pineal yang ada di otak. Hormon melatonin mempunyai fungsi yang penting, diantaranya mengatur siklus bangun dan tidur seseorang, berperan sebagai antioksidan, dan sebagai anti-inflamasi (anti peradangan).

Tidur terlalu malam (begadang) sangat tidak baik bagi kesehatan, yang dapat meningkatkan resiko penyakit diabetes, jantung, dan obesitas.

5. Obat Batuk Alami

Batuk dapat mempengaruhi tidur dan kualitas hidup seseorang, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Madu murni disebutkan telah terbukti secara efektif dalam mengobati batuk. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi madu bisa mengurangi sekresi lendir dan batuk.

Dalam sebuah penelitian, khasiat madu sama efektifnya dengan diphenhydramine dan dekstrometorfan, kedua bahan tersebut umum terkandung di dalam produk obat batuk.

Penelitian yang dipublikasikan di The Cochrane Database of Systematic Reviews tahun 2012 ini mengevaluasi keefektifan madu untuk pengobatan batuk akut pada anak (usia 2-18 tahun) yang menjalani rawat jalan.

Penelitian tersebut dengan melibatkan 265 anak. Studi membandingkan efek madu dengan dekstrometorfan dan diphenhydramine. Hasil penelitian menunjukan bahwa madu tidak berbeda secara signifikan dengan dekstrometorfan dalam manfaatnya untuk mengurangi frekuensi batuk.

Pada penelitian yang diterbitkan di Canadian Family Physician tahun 2014 menyebutkan bukti akumulasi saat ini menunjukkan bahwa madu memiliki potensi dalam mengobati batuk dan pilek pada anak-anak, sebuah rekomendasi yang pernah dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal tahun 2001.

Pada penelitian tersebut juga menyebutkan madu bisa direkomendasikan sebagai dosis tunggal 2,5 ml sebelum tidur untuk mengobati batuk. Dosis 2,5ml tersebut untuk anak-anak yang berusia 1 tahun keatas (orang dewasa mungkin bisa mengonsumsi dengan dosis yang lebih banyak).

Madu sudah dibuktikan secara ilmiah mampu mengurangi batuk dan memperbaiki tidur di malam hari. Namun, karena konsumsi madu dapat menimbulkan risiko botulisme pada bayi, maka hindari memberikan madu kepada anak di bawah usia 1 tahun.

loading...

6. Mengatasi Masalah Alergi

Madu murni mengandung serbuk sari lebah, yang dikenal memiliki khasiat untuk menangkal infeksi, mengatasi masalah alergi secara alami, dan menjaga kekebalan tubuh secara keseluruhan. Manfaat madu dalam mengatasi dan mencegah alergi didasarkan pada konsep yang disebut imunoterapi, dimana tubuh menjadi lebih kebal terhadap reaksi dan gejala alergi.

Mengonsumsi madu membantu secara efektif dalam mengatasi gejala alergi selama delapan minggu. Pada penelitian yang diterbitkan di jurnal Annals of Saudi Medicine tahun 2013 bertujuan untuk mempelajari efek komplementer dari konsumsi madu dengan dosis tinggi guna memperbaiki gejala rhinitis alergi. Hasil penelitian menemukan bahwa konsumsi madu mampu memperbaiki gejala rhinitis alergi.

Rhinitis alergi merupakan respon alergi yang bisa menyebabkan gatal, bersin, mata berair dan gejala semacamnya. Konsumsi madu bermanfaat untuk mengatasi alergi.

7. Madu Kaya akan Antioksidan

Madu berkualitas tinggi mengandung banyak antioksidan penting berupa fenol, enzim, serta senyawa seperti flavonoid dan asam organik. Ilmuwan meyakini bahwa kombinasi dari senyawa ini yang membuat madu mengandung antioksidan kuat.

Hal ini seperti penelitian yang dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2002, dimana umumnya madu memiliki kandungan fenolik yang serupa namun berbeda secara kuantitatif. Flavonoid dan asam fenolik telah digambarkan sebagai antioksidan kuat. Penelitian menunjukan bahwa kapasitas antioksidan madu tampaknya merupakan hasil dari gabungan berbagai senyawa berupa fenolat, peptida, asam organik, enzim dan beberapa kandungan kecil lainnya.

Manfaat antioksidan telah dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, stroke dan beberapa jenis kanker. Selain itu, ada potensi bahwa antioksidan bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Pada African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines tahun 2010 yang berisi penelitian untuk meneliti potensi madu dan polifenolnya dalam mencegah penyakit jantung. Disebutkan bahwa madu kaya akan senyawa fenolik, yang berperan sebagai antioksidan alami, dan menjadi semakin populer karena kontribusinya terhadap kesehatan manusia.

Beberapa penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa asupan senyawa fenolik secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Antioksidan dalam madu berasal dari berbagai sumber, termasuk vitamin C, monophenolics, flavonoid, dan polifenol. Konsumsi asupan flavonoid secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Flavonoid menurunkan risiko penyakit jantung koroner, mencegah trombosit di dalam darah menggumpal dan mencegah LDL mengoksidasi. Polifenol pada madu memiliki peran farmakologis yang menjanjikan dalam mencegah penyakit kardiovaskular. 

Madu mengandung polifenol yang merupakan antioksidan kuat, yang telah terbukti bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Antioksidan bekerja untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab penyakit pada tubuh. Antioksidan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa chrysin dapat meningkatkan hormon testosteron laki-laki, dan meningkatkan hasil olahraga untuk membentuk tubuh (bodybuilding).

8. Memiliki Sifat Anti-bakteri

Sebuah studi tahun 2005 yang dipublikasikan di Archives of Medical Research telah menunjukkan bahwa madu dapat melawan lusinan jenis bakteri seperti E. coli dan salmonella.  Apa yang membuat madu memiliki sifat sebagai anti-mikrobik? Kebanyakan lebah “menyetorkan” hidrogen peroksida ke dalam madu untuk mensintesis serbuk sari bunga. Madu alami memiliki sifat antibakteri.

Madu manuka bisa diandalkan dengan manfaatnya sebagai antibiotik atau anti-bakteri. Hal tersebut menjelaskan peran madu selama berabad-abad dalam mempercepat proses penyembuhan luka dan mengobati keluhan lambung.

Ilmu pengetahuan modern telah menjelaskan tentang keefektifan madu dalam pengobatan bisul, luka bakar, luka kulit dan peradangan. Madu bahkan sudah diketahui bisa menyembuhkan luka yang tidak berespon terhadap antibiotik, walau harus diperhatikan bahwa madu itu sendiri juga harus bebas dari kontaminasi.

Ilmu pengetahuan juga menemukan bahwa madu yang lebih gelap dan lebih pekat mungkin lebih manjur, dan bahwa jenis tanaman yang “dipanen” oleh lebah (dalam menghasilkan madu) bisa mempengaruhi kualitas antibakteri. 


9. Madu Untuk Perawatan Kulit

Madu telah digunakan sejak berabad-abad lalu oleh banyak wanita untuk perawatan kulit. Madu memiliki kandungan alami antioksidan, antibakteri, vitamin B dan C yang bermanfaat bagi kulit tubuh. Peran madu yang tampaknya sangat penting yaitu mampu melindungi kulit. Madu memiliki sifat anti-mikroba, anti-oksidan dan anti-jamur yang dapat membantu menyembuhkan luka, bintik-bintik merah, hingga melawan infeksi kulit.

Madu berkhasiat untuk membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Anda bisa telihat awet muda karena madu mengandung senyawa-senyawa antioksidan yang mampu menangkal serangan radikal bebas.

Madu memiliki efek penyembuhan. Infeksi dan luka bisa Anda minimalisir dengan cara mengonsumsi madu. Hal ini karena madu memiliki kandungan anti-mikroba. Nutrisi yang terkandung di dalam madu seperti magnesium, potassium dan kalsium berkontribusi dalam proses regenerasi kulit tubuh, serta mendorong pertumbuhan sel kulit tubuh yang sehat.

10. Madu Untuk Jerawat

Madu sering dijadikan salah satu alternatif oleh masyarakat untuk pengobatan jerawat secara alami. Namun, sebenarnya sampai sekarang belum ada penelitian tentang manfaat madu untuk menghilangkan jerawat. Salah satu jenis madu yang disebut-sebut memiliki khasiat efektif dalam membantu menghilangkan jerawat yaitu madu manuka dari Selandia baru.

Kemampuannya untuk menghilangkan jerawat seringkali dikaitkan dengan penelitian yang menyebutkan madu manuka memiliki efek anti-bakteri dan menyembuhkan luka. Memang dari dulu madu telah sering dimanfaatkan sebagai anti-bakteri dan anti-peradangan. Zat-zat yang terkandung di dalam madu dinilai mempunyai fungsi untuk melawan bakteri dan jamur.

Jika dioleskan ke kulit akan melindungi kulit, memberikan nutrisi untuk mempercepat penyembuhan, dan juga melembapkan kulit. Para ahli belum bisa memastikan bagaimana cara kerja madu manuka pada jerawat. Dengan begitu, belum ada penelitian ilmiah tentang manfaat madu untuk menghilangkan jerawat.

11. Untuk Kesehatan Kulit Kepala

Manfaat madu telah terbukti secara signifikan membantu mengobati dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit kepala yang menyebabkan ketombe dan gatal. Setelah melakukan perawatan ini setiap hari selama empat minggu, maka Anda sudah dapat merasakan manfaatnya.

Madu disebutkan dapat mempertahankan kelembaban yang menjadikannya sebagai tambahan yang ideal untuk pelembab, shampo, dan conditioner. Selain itu madu memiliki sifat antimikroba, sehingga madu dapat diandalkan sebagai salah satu bahan alami untuk perawatan rumahan buatan sendiri.

Madu untuk Condisioner Rambut
Campurkan di dalam sebuah mangkuk yaitu ½ cangkir madu dengan ¼ cangkir minyak zaitun. Lalu setelah tercampur rata, aplikasikan ke rambut Anda secukupnya.

Lalu tutupi rambut Anda dengan tutup shower, dan diamkan selama 30 menit.

Lalu barulah membilas rambut dengan air bersih, dan lakukan shampoo seperti biasa.

12. Mengurangi Masalah Gastrointestinal

Dilansir dari sumber Care2.com yang menjelaskan tentang beberapa khasiat madu untuk kesehatan, diantaranya mengurangi masalah gastrointestinal dan manfaat sebagai probiotik.

Mengenai manfaat madu untuk mengurangi masalah gastrointestinal, bahwa penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu dapat membantu mengatasi penyakit bisul dan bakteri gastroenteritis. Hal ini mungkin terkait dengan kandungan di dalam madu yang memiliki fungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur.

13. Memiliki Peran Sebagai Probiotik

Masih bersumber dari situs Care2.com diatas (poin ke-13), menjelaskan bahwa beberapa varietas madu memiliki sejumlah besar bakteri bak. Ini mencakup sampai 6 jenis lactobacilli dan 4 jenis bifidobacteria. Hal ini bisa menjelaskan banyak sifat terapeutik luar biasa yang dimiliki oleh madu.

14. Meningkatkan Memori (Daya Ingat)

Pada artikel berjudul Liquid Gold: 7 Health Benefits Of Honey That Could Heal Your Whole Body (Medicaldaily.com) menjelaskan tentang khasiat madu untuk meningkatkan daya ingat. Nektar manis dimasukkan ke dalam antioksidan madu, dapat membantu mencegah kerusakan dan kehilangan sel pada organ otak.

Ilustrasi Daya Ingat
Photo credit: Flickr.com

Sebuah penelitian tahun 2011 menemukan bahwa asupan sesendok madu Malaysia dapat membantu meningkatkan ingatan wanita pascamenopause, yang penggunaannya dapat menjadi terapi alternatif dalam mengatasi masalah penurunan intelektual terkait hormon.

Setelah empat bulan mengkonsumsi 20 gram madu setiap hari, para wanita cenderung memiliki ingatan jangka pendek yang lebih baik. Kemampuan madu untuk membantu tubuh menyerap kalsium, dinilai sangat membantu dalam menjaga kesehatan otak. Otak membutuhkan kalsium untuk memproses pemikiran dan membuat keputusan.

Seiring usia yang terus bertambah tua, kemungkinan demensia terjadi karena asupan vitamin dan mineral yang kurang.

15. Membasmi Ketombe

Beberapa penyebab ketombe yaitu penggunaan shampo yang tidak cocok dengan jenis kulit kepala, serangan fungi atau jamur yang tumbuh di kulit kepala, sering berada di bawah cuaca yang panas, sisa sampo yang tidak dibilas hingga bersih, dan kebiasaan mengikat rambut saat masih basah.

Madu bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ketombe. Namun, agar hasilnya maksimal maka tidak ada salahnya jika dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yaitu:.

Madu dan Yoghurt
Kandungan zat alami di dalam madu mampu menutrisi sekaligus melembapkan sel kulit kepala. Anda bisa memanfaatkan madu untuk melawan ketombe dengan dikombinasikan yoghurt yang kaya akan protein.

Kombinsi keduanya juga menjadikan kulit kepala dan rambut lebih sehat, serta membuat rambut tumbuh subur.

Madu dan Pisang
Madu mengandung zat anti-jamur yang menghambat jamur penyebab ketombe berkembang biak. Adapun buah pisang memiliki zinc yang berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan rambut dan membuat rambut lebih subur.

Madu dan Lemon
Cuaca yang panas dan terik matahari bisa menimbulkan iritasi yang memperparah ketombe. Manfaatkan masker madu yang dicampur air perasan lemon. Kombinasi keduanya dapat meredakan rasa gatal dan membasmi jamur penyebab ketombe.

Madu dan Lidah Buaya
Gel lidah buaya mengandung zat alami antiseptik yang meredakan iritasi dan membunuh jamur penyebab ketombe. Kombinasi antara madu dan lidah buaya juga dapat membuat rambut lebih sehat dan subur.

16. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

Kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti stroke dan serangan jantung. Kelebihan kolesterol terjadi akibat mengonsumsi makanan kurang sehat yang mengandung tinggi kolesterol, selain itu kurang berolahraga bisa menyebabkan seseorang rentan terkena kolesterol tinggi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi asupan madu secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Pada penelitian dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition tahun 2009, melakukan penelitian dengan melibatkan empat puluh delapan orang yang secara acak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima madu alami selama 8 minggu, dan kelompok yang tidak mengkonsumsi madu.

Penelitian berlangsung selama 8 minggu. Hasilnya ditemukan bahwa pada kelompok yang diberikan madu mengalami penurunan berat badan, penurunan kolesterol total dan LDL, penurunan trigliserida, dan peningkatan kolesterol baik (HDL) secara signifikan.

17. Menjaga Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darah tinggi dipicu oleh beberapa hal:
  • Obesitas (Kelebihan berat badan)
  • Kurang aktivitas fisik
  • Konsumsi garam yang berlebihan
  • Konsumsi kafein berlebihan seperti kopi, teh, cokelat dan minuman bersoda
  • Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras
  • Sering mengalami stress
  • Kurang istirahat

Agar tekanan darah tetap stabil maka terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, rendah lemak, rendah garam. Selain itu aktif berolahraga, serta menghindari rokok dan minuman keras (alkohol).

Penelitian menunjukkan bahwa madu memiliki efek perlindungan terhadap tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian dipublikasikan di Oxidative Medicine and Cellular Longevity tahun 2012, menemukan bahwa pemberian madu melindungi ginjal terhadap kerusakan oksidatif. Suplementasi madu memunculkan efek anti-hipertensi melalui perbaikan tegangan oksidatif pada ginjal.

Khasiat madu hanya membantu menjaga kestabilan tekanan darah, namun belum ditemukan penelitian tentang khasiat madu untuk mengatasi hipertensi.

18. Membantu Melawan Kanker

Pada penelitian dipublikasikan di Evidance-Based Complementary and Alternative Medicine tahun 2013 menemukan bahwa madu memiliki berpotensi menjadi agen antikanker melalui beberapa mekanisme. Selain itu madu memiliki sifat sebagai anti-karsinogenik. Senyawa fenolik yang ada di dalam madu memiliki sifat antikanker dan membantu mencegah berbagai jenis kanker. Madu juga memiliki aktivitas anti-inflamasi yang menjadikan madu sebagai salah satu makanan terbaik untuk mencegah kanker.

Madu memiliki manfaat dalam membantu pembangunan sistem kekebalan tubuh, membuatnya memiliki fungsi untuk melawan kanker. Madu juga memiliki sifat anti-proliferatif yang mencegah kanker menyebar lebih jauh. Yang lebih menarik lagi, madu bekerja secara selektif yaitu menghancurkan sel kanker sementara membiarkan sel sehat tidak rusak.

19. Mengobati Masalah Lambung

Sifat antioksidan dan antimikroba di dalam madu berkhasiat untuk membantu mengobati berbagai masalah lambung. Anda bisa mencampur madu dengan jus lemon untuk efek yang lebih baik, disarankan dalam bentuk cairan hangat

Ilustrasi Lambung
Photo credit: Canstockphoto.com

Sebuah penelitian lebih memilih madu manuka daripada jenis madu lainnya. Madu manuka mengandung agen antibakteri tambahan yang disebut methylglyoxal, yang dinilai dapat mempertahankan fungsi antibakterinya saat berada di saluran pencernaan, sehingga manfaatnya dapat mengobati masalah lambung.

Asupan madu murni bisa mencegah gas perut berlebih. Madu juga bisa menghambat efek berbahaya dari mycotoxins (zat beracun yang diproduksi oleh jamur) dan meningkatkan bakteri baik di usus. Hal ini juga membantu dalam mencegah masalah lambung.

Pada penelitian diterbitkan di BioMed Central Complementary and Alternative Medicine tahun 2006 menemukan bahwa madu memiliki efek perlindungan yang bergantung pada sifat antimikrobanya. Juga madu meningkatkan bakteri probiotik kolon endogen yang memiliki beberapa efek menguntungkan yaitu detoksifikasi dan antigenotoksisitas. Penelitian lainnya menemukan bahwa madu manuka memiliki aktivitas anti-inflamasi yang bisa menyembuhkan tukak lambung yang diinduksi asam.

20. Membantu Mengobati Tonsilitis (Radang Amandel)

Tonsilitis atau radang amandel adalah pembengkakan dan peradangan pada amandel yang umumnya disebabkan infeksi. Radang amandel bisa terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling sering dialami oleh anak-anak kecil hingga remaja.

Gejalanya berupa radang tenggorokan, sakit saat menelan, suara serak, napas bau, batuk, sakit kepala, nafsu makan menurun, leher kaku, nyeri pada rahang dan leher, kesulitan membuka mulut, agak sulit bernafas.

Penyebab tonsilitis adalah infeksi bakteri seperti streptococcus. American Academy of Family Physicians (AAFP) menyebutkan bahwa diperkirakan 15-30% kasus tonsilitis disebabkan oleh bakteri.

Data penelitian menunjukkan bahwa madu manuka bisa menjadi “obat alami” yang menjanjikan untuk menyembuhkan penyakit tonsilitis. Hal ini karena kandungan methylglyoxal tinggi yang mampu membunuh bakteri Streptococcus penyebab penyakit radang amandel.

21. Meredakan Kecemasan

Madu dapat meningkatkan kualitas tidur dan sebagai pengobatan yang baik untuk insomnia. Selain itu yang terkait dengan hal tersebut, madu dapat meredakan kegelisahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum teh hangat dengan madu sebelum tidur dapat membantu meredakan kegelisahan atau kecemasan. Nutrisi dalam madu juga memberikan efek menenangkan.

Selain mengurangi kegelisahan, mengonsumsi madu bisa memperbaiki memori spasial para orang-orang dengan usia paruh baya.

22. Mengurangi Efek Berbahaya Merokok

Sebuah studi tahun 2011 telah menemukan bahwa asupan madu dapat melawan stres oksidatif yang diakibatkan oleh rokok. Beberapa ahli mengatakan bahwa madu juga dapat membantu seseorang berhenti merokok, walaupun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai keefektifan manfaat madu ini.

Manfaat Madu yang Lainnya

23. Membantu proses penyembuhan sariawan akibat radioterapi

24. Meningkatkan stamina.

25. Mengobati diare.

26. Meringankan kondisi setelah operasi mata.

27. Mengatasi masalah kekurangan gizi.

28. Mengatasi kulit gatal.

29. Mengobati iritasi kulit akibat terbakar matahari.

30. Melembutkan bibir pecah-pecah.

31. Mengatasi kulit kering.

32. Meningkatkan kesuburan.

Apakah Madu Aman?
Apabila dikonsumsi dan dioleskan ke kulit dengan dosis yang tepat, madu tergolong aman secara umum. Anak-anak diatas usia setahun diperbolehkan mengonsumsi madu, namun tidak untuk mereka yang di bawah usia setahun, hal itu karena bisa menyebabkan botulisme. Botulisme adalah kondisi keracunan yang menyerang saraf tubuh, dampaknya bisa serius.

Kemungkinan madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Namun untuk menjaga keselamatan Si Kecil, lebih baik ibu hamil dan menyusui tidak mengonsumsi madu.

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis madu itu aman. Ada jenis madu yang menimbulkan efek berbahaya jika dikonsumsi, yaitu madu yang berasal dari nektar Rhododendron. Jenis madu “Rhododendron” jika dikonsumsi bisa mengakibatkan dampak buruk berupa nyeri dada, tekanan darah rendah, dan gangguan irama jantung. Jenis madu ini mengandung racun.

Bagi Anda yang alergi serbuk sari, disarankan untuk tidak mengonsumsi madu karena cairan manis ini terbuat dari serbuk sari. Jika Anda ingin mengonsumsi produk madu, maka pastikan produk madu yang Anda beli tersebut telah terdaftar di BPOM RI. Lihat juga tanggal kadaluarsa-nya pada label kemasan.

Referensi Lainnya:




Baca Juga: