Cara Ampuh Mengatasi Tombol Keyboard Laptop Keras Saat Ditekan

Apakah Anda memiliki masalah dengan fungsi keyboard yang tidak sesuai harapan? Poin-poin yang akan disebutkan di bawah ini dapat membantu Anda untuk mengidentifikasi perbaikan dan menyelesaikan masalah, sehingga keyboard kembali normal.

Masalah pada fungsi keyboard menyebabkan kegiatan mengetik akan sangat terganggu, bahkan bermain game pun jadi tidak menyenangkan dan malah bikin emosi. Keyboard adalah salah satu komponen yang cukup rawan mengalami kerusakan, jadi perlakukan tombol keyboard dengan baik. Tidak jarang saat sedang emosi kita memencet-mencet tombol dengan keras, perbuatan itu jelas memperpendek umur keyboard. Mulai sekarang mengetiklah dengan tenang dan wajar sehingga keyboard bisa awet.

Mengatasi Tombol Keyboard Laptop Keras Saat Ditekan

Sebenarnya cukup melakukan hal sederhana untuk memperbaiki tombol keyboard yang bermasalah, tapi jika memang rusaknya sudah parah tentu lebih dianjurkan untuk membawanya ke tukang servis atau orang yang sudah berpengalaman tentang komponen komputer/laptop.

Penyebab tombol keyboard laptop keras

Ada beberapa penyebab dari keyboard sulit ditekan, masalah umum yaitu adanya penumpukan benda atau kotoran yang mengendap pada bawah tombol keyboard. Benda tersebut bisa seperti debu, butiran nasi dll yang masuk ke sela-sela tombol keyboard laptop, akibatnya mengganjal tombol sehingga sulit ditekan.

Mengatasi Tombol Keyboard Laptop Keras Saat Ditekan

Menghilangkan ganjalan pada tombol keyboard tersebut bisa memanfaatkan ujung sapu lidi yang lentur dan kecil (tidak tebal). Juga dapat menggunakan jarum atau benda yang berbentuk jarum, pinset, atau obeng mikro. Gunakan alat yang menurut Anda paling mudah dan cocok untuk Anda. Alat tersebut kita selipkan pada tombol keyboard yang keras. Selipkan dengan pelan saja dan harus hati-hati pada sela-sela tombol keyboard tersebut (sehingga pilih alat yang benar-benar tipis yang bisa masuk ke sela-sela keyboard).

Setelah diselipkan gerakan ujung sapu lidi dll kemana saja (kanan, kiri, atas, bawah) hingga benda/kotoran yang mengganjal keluar, setelah itu tombol keyboard akan normal kembali.

Biasakan untuk rutin membersihkan tombol keyboard sehingga mencegah terjadinya penumpukan debu/kotoran di sela-sela tombol.


Masalah pada keyboard bisa berasal dari hardware atau software . Jika masalah lebih serius, maka sebelum melakukan aksi perbaikan, perlu dikira-kira apakah ada yang salah dengan perangkat keras keyboard itu sendiri, atau masalah berasal dari adanya software yang mempengaruhi sistem, dimana kesalahan perangkat lunak ternyata dapat menghambat sistem Windows dalam menjalankan fungsi tombol.

Nyalakan ulang PC Anda dan coba masuk ke UEFI atau BIOS, biasanya dengan menekan "Delete", "Esc," atau tombol lain saat PC Anda mulai booting (dihidupkan). Hal ini akan memberi tahu Anda tombol mana yang harus ditekan di sepanjang bagian bawah layar. Jika Anda tidak dapat masuk ke BIOS dan menavigasi dengan keyboard Anda, berarti ada kemungkinan masalah berasal dari perangkat keras.

Adapun jika Anda dapat masuk ke BIOS, dan tombol ternyata berfungsi dengan baik di bagian menu itu (saat Anda berada di BIOS), berarti ada masalah pada sistem Windows. Keluarlah dari BIOS tanpa menyimpan perubahan apapun (karena Anda sekedar melakukan tes saja pada fungsi keyboard).

Coba ingat-ingat apakah beberapa saat yang lalu Anda pernah menginstal sebuah program, atau apakah ada sebuah file yang tidak jelas keamanannya yang didownload atau dimasukan ke PC?

Hidupkan lagi PC seperti biasa, jika tombol keyboard tidak bisa diajak "kerja sama", tampaknya Anda perlu menggunakan keyboard USB dalam upaya mengatasi masalah ini.


Reboot PC Anda. Ini langkah paling awal dan sederhana yang perlu dilakukan, yaitu lakukan restart pada PC, dengan melakukan restart (mematikan PC dan menyalakannya lagi secara otomatis) biasanya akan memperbaiki "seribu penyakit", hal seperti ini umum dilakukan oleh pada ahli TI sebagai langkah awal sederhana memperbaiki masalah.

Jika ternyata Anda sama sekali tidak bisa menggunakan keyboard, trackpad ataupun mouse untuk mem-boot ulang PC, maka cara alternatif yaitu tekan dan tahan tombol daya selama 15 detik untuk mematikan PC, melakukan hal seperti itu jika itu memang satu-satunya cara untuk mematikan PC.

Jika Anda mau, coba kembali masuk ke Safe Mode  dan lihat apakah ada perubahan (baca: berhasil), sekalipun itu belum memperbaiki masalah tapi ini membantu Anda memastikan apakah perangkat keras keyboard benar-benar rusak atau tidak.

Lepas Sementara Baterai Laptop. Anda juga bisa coba-coba dengan cara ini untuk mengatasi keyboard laptop yang tidak berfungsi. Cobalah untuk melakukan reset, kali saja masalah berasal dari hal ini. Lakukan beberapa langkah sederhana:
  1. Shut down laptop.
  2. Tunggu hingga laptop benar-benar mati, lalu lepaskan baterai dan kabel adapter.
  3. Diamkan dalam kondisi demikian selama 1-2 menit.
  4. Tekan dan tahan tombol power selama 60 detik.
  5. Masukan kembali baterai laptop seperti sedia kala.
  6. Hidupkan laptop.

Banyak orang yang menceritakan pengalamannya berhasil memperbaiki keyboard laptop bermasalah dengan langkah-langkah sederhana ini. Itu berarti memang system di dalam laptop yang sedang ingin “direset” seperti cara itu.


Akibat Masalah pada Driver. Kerusakan pada driver bisa juga membuat keyboard tidak berfungsi dengan semestinya. Hal yang sering terjadi, seseorang menginstal software tertentu yang publisher atau pembuatnya tidak jelas sehingga program tersebut tidak terpecaya, atau sistem terkena serangan virus. Hal-hal seperti itu kemudian merusak driver yang bertanggung jawab pada fungsi keyboard. Untuk mengeceknya, buka “Device Manager” lalu lihatlah di bagian “Keyboard”.

Jika Anda yakin keyboard mengalami gangguan fungsi setelah menginstal suatu software, maka untuk mengatasinya bisa dengan metode “System Restore”. Melakukan system restore ini membuat laptop/komputer akan kembali pada kondisi sebelum Anda menginstal software bermasalah tersebut. 

Kekurangan dari melakukan System Restore, mungkin Anda setelah menginstal software bermasalah tersebut juga memasukan file-file baru ke laptop/komputer. Nah, file-file baru dan software bermasalah tersebut akan hilang setelah dilakukan System Restore

Jadi sebelum menjalankan system restore, file-file baru tersebut perlu di-backup dulu ke flashdisk atau harddisk portable.

Instal Ulang Driver Keyboard Anda. Ini bisa dilakukan jika Anda tidak mau melakukan "System Restore" karena memang cukup merepotkan untuk melakukannya. Driver yang mengelola keyboard bisa saja bermasalah, kejadian seperti ini rentan terjadi jika Anda "hobi" menginstal perangkat lunak (software) pihak ketiga, bisa juga karena kebiasaan buruk mematikan PC setiap saat tanpa melalui langkah-langkah Shut Down.

Uninstal Device Keyboard

Kondisi ini memaksa Anda untuk perlu memperbaiki driver. Untuk melakukannya, pertama-tama bukalah menu Start lalu ketik "Device Manager." Tekan Enter, lalu masuk ke bagian Keyboard. Jika salah satu item di bagian ini memiliki tanda seru kuning di sebelahnya, itu menunjukkan adanya masalah.


Meskipun Anda tidak melihat tanda seru, saya sarankan untuk klik kanan pada menu tersebut lalu pilih "Uninstall Driver". Reboot PC Anda, dan Windows akan secara otomatis mengambil driver generik untuk keyboard Anda, yang membuat keyboard berfungsi kembali.

Jika itu masih belum dapat memperbaiki keyboard, atau jika ikon Keyboard bahkan tidak terlihat di Device Manager, bukalah halaman support pabrikan laptop, Anda perlu instal driver terbaru untuk keyboard. Mengenai tidak adanya driver keyboard, coba instal ulang chipset atau juga driver USB).

Jika Anda mengunduh dan memperbarui driver, maka perlu mengetahui beberapa hal penting mengenai apa itu driver, jika ingin membacanya berikut di bawah ini.

Sedikit Pengetahuan Tentang Memperbarui Driver di Windows

Jika Anda ingin memperbaiki perangkat keras komputer yang bermasalah, mungkin perlu mengganti drivernya. Driver adalah perangkat lunak kecil yang membantu PC berkomunikasi dengan perangkat keras tertentu seperti mouse, keyboard, printer dan perangkat lainnya yang semuanya memiliki driver masing-masing, dan sesekali driver tersebut mungkin memerlukan pembaruan untuk meningkatkan kinerja, memperbaiki masalah tertentu, maupun memperkenalkan fitur baru.

Pada dasarnya permintaan pembaruan driver sangat jarang, hanya sesekali saja (mungkin hanya 1-2 kali dalam setahun, tapi tergantung). Jika ada masalah dengan perangkat keras tertentu dan Anda tahu driver mengalami masalah maka ada baiknya untuk memperbaruinya. Tapi jika tidak ada kerusakan pada driver maka pada dasarnya tidak perlu melakukan update driver.

Tapi dikecualikan untuk driver grafis, jika Anda seorang gamer dan memiliki VGA atau kartu grafis khusus dari Nvidia atau AMD. Dalam satu waktu muncul pemberitahuan update driver baru untuk peningkatan kinerja dalam menjalankan game (khsusnya game-game terbaru), sehingga game yang Anda mainkan mendapatkan peningkatan kinerja dari driver terbaru, lakukan update driver kartu grafis tersebut untuk mendapatkan manfaat yang signifikan.

Biasanya memperbarui driver sangat sederhana dan mudah, sehingga tidak dikomendasikan memakai program utilitas "Driver Updater" yang berasal dari luar. Untuk memperbarui driver hendaknya dengan memakai tool yang sudah disediakan dari Windows itu sendiri.

Buka menu Start dan cari "Update", lalu klik opsi yang muncul. Di Windows 7 dan 8 akan muncul tulisan “Windows Update”, adapun di Windows 10 akan muncul tulisan “Check for Updates”. Cara lain untuk mengaksesnya yaitu membuka Settings >> Update & Security. Apa pun itu, Anda akan mendapatkan layar yang sama.

Di layar Windows Update klik tombol “Check for Updates”. Jika produsen perangkat mengirim pembaruan driver ke Windows Update maka Anda akan langsung melihatnya, meskipun di Windows 7 dan 8 mungkin Anda perlu melihat di bawah "Optional Updates" untuk mendownloadnya.

Anda bisa mendapatkan driver dari produsen langsung, ini dilakukan jika Anda ingin versi terbaru tapi belum ada di Windows Update, atau Anda ingin fitur tambahan dari driver yang hanya bisa didapatkan jika mengambilnya langsung dari pabrikannya.

Unduh Driver dari Internet. Untuk mengunduh driver langsung dari pabrikannya, biasanya ada di halaman produk lalu tinggal dicari driver untuk perangkat apa. Umumnya situs web memiliki halaman Support atau Download untuk mendapatkan driver yang sesuai keinginan.

Memperbarui Driver dari Produsen. Jika Anda sudah memiliki perangkat lunak driver pabrikan, Anda biasanya dapat memperbarui driver dari Windows. Klik tanda panah di sudut kanan desktop, lalu klik kanan pada ikon untuk perangkat lunak (driver) yang dimaksud, maka akan terbuka jendela pengaturan utamanya.

Contohnya untuk memperbarui driver AMD Radeon RX Vega 56 (kartu grafis), maka tinggal klik kanan pada ikon lalu buka Pengaturan Radeon. Nantinya akan terbuka jendela dan pergi ke tab Update (Pembaruan), lalu tinggal update driver.


Sesuaikan Pengaturan Keyboard. Pengaturan perangkat lunak tertentu bisa menyebabkan keyboard berperilaku tidak menentu, meskipun dimaksudkan untuk bermanfaat. Misalnya, jika pengaturan Repeat Delay keyboard disetting terlalu pendek, ini bisa menimbulkan masalah, dimana menekan tombol sekali mungkin akan menghasilkan dua karakter atau lebih.

Pengaturan Keyboard

Buka pengaturan keyboard, pertama-tama buka menu Start, klik "Control Panel" lalu akan keluar jendela, cari “Keyboard” (ada di sudut kanan atas).

Sebaliknya, jika terjadi penundaan antara menekan tombol keyboard dan karakter yang muncul di layar, Anda mungkin perlu menyesuaikan pengaturan Filter Keys. Dari menu Start, cari Ease of Access, masuk ke menu itu, dan klik " Make the keyboard easier to use" yang artinya Jadikan keyboard lebih mudah digunakan.


Jika Tombol Filter diaktifkan, hapus centang pada kotak tersebut dan tekan OK untuk melihat apakah itu bisa membantu. Selain itu jika keyboard berperilaku aneh, pastikan Sticky Keys juga dimatikan di menu ini.

Ubah Tata Letak Keyboard. Ini jika tombol keyboard berfungsi tetapi menghasilkan huruf yang berbeda dari yang tertera di tombol. Jika hal ini terjadi, mungkin bahasa atau tata letak keyboard berubah secara tidak sengaja, bisa juga karena ada teman Anda yang iseng.

Untuk mengatasinya, buka menu Start dan ketik " Language" untuk menemukan panel pengaturan “Windows Region & Language”. Lalu buka daftar bahasa keyboard, pilih yang ingin Anda gunakan. Bahasa keyboard yang paling umum adalah US QWERTY. Klik tombol Opsi. Pastikan US QWERTY tersedia di bawah Keyboard di halaman berikutnya, dan hapus bahasa atau tata letak keyboard yang tidak digunakan.

Gangguan Program Jahat. Jika solusi tersebut belum menyelesaikan masalah, ada kemungkinan keyboard Anda adalah korban virus. Anda perlu menjalankan scan (pemindaian) malware dan virus, gunakan program antivirus yang handal.

Mengenai gangguan karena faktor perangkat keras, periksalah mungkin saja ada remah-remah sehingga Anda harus membersihkan perangkat keyboard. Pegang laptop Anda dalam posisi terbalik (setidaknya posisi miring dengan sudut 45 hingga 75 derajat) lalu goyangkan laptop dengan perlahan, lakukan dengan hati-hati. Terkadang remah-remah dari makan siang atau camilan tersangkut ke dalam keyboard. Jika terjadi insiden serius yaitu sebagian besar keyboard macet karena terkena cairan seperti secangkir soda atau kopi yang tumpah, maka jalan terbaik adalah dengan mengganti unit keyboard.


Lepas Baterai Keyboard. Terkadang baterai laptop yang berada di bawah keyboard dapat menyebabkan masalah. Jika baterai bisa dilepas, cobalah mematikan laptop lalu lepas baterainya. Setelah itu hubungkan kabel daya, hidupkan laptop tanpa memasang baterai.

Jika keyboard hanya berfungsi saat baterai dilepas, maka masalah berasal dari baterai laptop. Tampaknya Anda perlu mengganti baterai, tapi pastikan untuk mendapatkan baterai resmi dari produsen laptop, tidak direkomendasikan menggunakan baterai laptop dari pihak ketiga karena alasan keamanan.

Perbaiki Sambungan Komponen yang Buruk. Terkadang keyboard kehilangan koneksi dengan motherboard laptop, sehingga keyboard hanya berfungsi sesekali atau tidak berfungsi sama sekali. Jika Anda seorang ahli IT, tentu mudah saja melepas casing luar dan menyambungkan kembali kabel pita di bagian bawah keyboard. Tapi bagi orang awam maka perlu bantuan dari orang yang ahli.

Rawat dan beri perlindungan keyboard

Jadi setelah tombol normal kembali ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya hindari makan dan minum di dekat laptop. Lalu disarankan menggunakan pelindung keyboard sehingga kotoran-kotoran terhalang untuk masuk ke sela-sela tombol keyboard.

Dengan kualitas keyboard yang baik, karena sering dirawat dengan baik, maka aktifitas atau pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, akan sangat menjengkelkan ketika mengetik tetapi ada beberapa tombol yang sulit ditekan.

Sangat tidak dianjurkan mengoperasikan laptop sambil makan dan minum, dikhawatirkan minuman dapat tumpah ke laptop, yang tentu sangat membahayakan laptop.

Penutup: Jika keyboard laptop bermasalah sehingga laptop sulit atau tidak bisa digunakan, bukan berarti Anda harus membuang laptop yang harganya jutaan. Cobalah berusaha dan mencari cara memperbaiki keyboard laptop. Kecuali jika semua komponen laptop rusak, maka perlu beli yang baru.

Semoga dapat bermanfaat.

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


Tulisan Terkait: